Pengukuhan Pengurus APPSI, Gubernur Zainal Didapuk Menjadi Koordinator Kalimantan

NUSANTARA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum., bersama gubernur se-Indonesia berkumpul di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menghadiri pengukuhan pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) masa bakti 2025-2029.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Akhmad Wiyagus secara resmi mengukuhkan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud sebagai Ketua Umum APPSI di Multifunction Hall Kemenko 1 IKN, Selasa (11/11/2025).

Sementara Gubernur Zainal, didapuk menjadi Anggota/Koordinator Wilayah Kalimantan yang menjadi bagian bersama 21 gubernur dari 38 provinsi sebagai pengurus APPSI.

Wamendagri Ahmad Wiyagus mengatakan, kehadiran APPSI selama ini telah banyak membantu pemerintah pusat, khususnya menjaga stabilitas persatuan dan kesatuan bangsa, serta harmonisasi pusat daerah untuk optimalisasi pembangunan.

“Mari jadikan momentum ini sebagai titik awal memperkuat sinergi, meneguhkan kolaborasi untuk membangun Indonesia dari daerah,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Ia menekankan, agar APPSI mampu menjadi wadah kolaboratif antap pemerintah provinsi seluruh Indonesia, serta terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang memiliki dukungan arah kebijakan nasional menuju Indonesia yang lebih baik.

“APPSI tidak lagi hanya menjadi penikmat manfaat kebijakan pusat, tapi menjadi bagian aktif penyusunan kebijakan fiskal, APBN dan arah kebijakan nasional,” bebernya.

Dalam momentum yang sama, Gubernur Zainal memberikan masukan berupa tindakan konkret yaitu segera menjalin pertemuan antara APPSI dengan ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia) terkait RUU Daerah Kepulauan.

“Makanya, diawal tahun nanti perlu kita lakukan pertemuan bersama atau rapat bersama dengan ASPEKSINDO, untuk mengawal dan mempercepat undang-undang tersebut,” ujar Gubernur Zainal.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud terpilih secara aklamasi dalam Munas VII APPSI yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta pada Kamis, 23 Oktober 2025 yang lalu.

Dalam rangkaian pengukuhan Dewan Pengurus APPSI turut dihadiri Wamen ATR BPN Ossy Dermawan, Wamen PAN RB Purwadi Arianto, Kepala BKN Zuldan Arif Fakrullah, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Dirjen Otda Kemendagri yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, serta jajaran unsur Forkopimda Kaltim.

(dkisp)

Mewakil Bupati Nunukan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Membacakan Sambutan Menteri Kesehatan RI di Apel HSN Tahun 2025

NUNUKAN – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan arahan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Dan Kesra, Muhammad Amin, SH, pada Apel gabungan yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, bertempat di halaman kantor Gabungan Dinas Dua (Gadis Dua) pada Rabu 12 November 2025.

Tahun ini, peringatan HKN mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” sebagai ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam arahannya, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memiliki 84 juta anak yang akan memasuki usia produktif pada tahun 2045. “Kita hanya memiliki dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat dan kuat. Kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa di masa depan,” tegasnya.

Fokus pada Pencegahan dan Pemerataan Layanan

Selama empat tahun terakhir, Kementerian Kesehatan terus mendorong transformasi sistem kesehatan Nasional, dari fokus mengobati orang sakit menjadi menjaga orang sehat agar tetap sehat. Upaya ini diwujudkan melalui enam pilar transformasi kesehatan, yang meliputi layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan, SDM kesehatan, serta teknologi kesehatan.

Selain itu, Menteri Kesehatan juga memaparkan capaian tiga program prioritas Presiden di bidang kesehatan yang menunjukkan hasil signifikan. Lebih dari 52 juta masyarakat telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini penyakit, serta peningkatan cakupan skrining TBC hingga 20 juta orang.
Pemerintah juga terus mempercepat pembangunan dan peningkatan rumah sakit daerah. “Hingga tahun 2025, sebanyak 32 dari 66 lokasi peningkatan RSUD telah berjalan sesuai target,” ungkapnya.

Capaian Enam Pilar Transformasi Kesehatan

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menjabarkan sejumlah capaian penting:
Pilar Layanan Primer: 8.349 Puskesmas telah menerapkan integrasi layanan primer, prevalensi stunting berhasil turun di bawah 20 persen, dan lebih dari 324 ribu kader kesehatan telah dilatih.

Pilar Layanan Rujukan: 29 provinsi kini mampu melakukan bedah jantung terbuka dan clipping stroke, sebagai bagian dari percepatan peningkatan mutu rumah sakit.

Pilar Ketahanan Kesehatan: 10 dari 14 antigen vaksin imunisasi rutin dan sebagian besar bahan baku obat kini sudah bisa diproduksi dalam negeri.

Pilar Pembiayaan: Sebanyak 268 juta penduduk atau 98 persen masyarakat telah tercakup dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pilar SDM Kesehatan: 61 persen Puskesmas sudah memiliki tenaga kesehatan sesuai standar dan 74 persen RSUD memiliki tujuh dokter spesialis dasar.

Pilar Teknologi Kesehatan: Penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam pemeriksaan kesehatan semakin luas, termasuk pada X-ray dan CT-scan untuk deteksi dini berbagai penyakit.

Selain enam pilar tersebut, Menteri Kesehatan juga menegaskan pentingnya transformasi budaya kerja di kalangan tenaga kesehatan dan birokrasi. “Transformasi kesehatan tidak dapat diwujudkan tanpa perubahan cara pikir dan cara kerja menuju birokrasi yang kompeten dan akuntabel,” ujarnya.

Menutup arahannya, Menteri Kesehatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Kesehatan di Indonesia—tenaga medis, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, dan para kader di pelosok negeri—atas dedikasi dan pengabdian mereka menjaga kesehatan bangsa.

“Perjalanan menuju Indonesia Sehat adalah perjalanan panjang dan menantang. Namun dengan tekad, kerja keras, dan kolaborasi, kita akan sampai pada tujuan: mewujudkan generasi sehat sebagai fondasi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan menumbuhkan optimisme seluruh lapisan masyarakat dalam melanjutkan transformasi kesehatan.

“Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar untuk mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani,” tutupnya.

(PROKOMPIM)

Gelar Pementasan Akhir GSMS 2025, Wadah Lahirkan Seniman Berbakat

TANJUNG SELOR – Pementasan Akhir Hasil Pembelajaran Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2025 tingkat SMA/SMK/SLB sederajat digelar di Lapangan SMK Negeri 1 Tanjung Selor berlangsung meriah pada Selasa (11/11) pagi.

Momen pembukaan Pementasan Akhir Hasil Pembelajaran Program GSMS Tahun 2025 itu, ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T.

Dalam kesempatan ini, Robby menyampaikan bahwa pementasan akhir GSMS merupakan langkah strategis pemerintah dalam memfasilitasi sekolah agar dapat menghadirkan seniman ke ruang pembelajaran.

“Melalui GSMS ini, kita tidak hanya menumbuhkan kreativitas pelajar, tetapi juga menjaga warisan budaya Kalimantan Utara di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh media sosial,” kata Robby.

Robby menuturkan program ini dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menggali potensi, mengekspresikan kreativitas, dan menyalurkan bakat seni sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.

Dikatakannya dengan kreativitas para pelajar, terutama dari sekolah kejuruan, menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Kaltara mampu berinovasi tanpa meninggalkan akar kultur budaya lokal.

Pelaksanaan GSMS sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mendorong keterlibatan aktif para seniman dalam memperkenalkan kekayaan dan keberagaman budaya bangsa kepada pelajar, sekaligus menyaring budaya asing yang dapat mengikis nilai moral generasi muda.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memberikan dana pembinaan kepada sekolah-sekolah peserta GSMS sebagai apresiasi atas dedikasi dalam melestarikan dan mengembangkan budaya daerah.

Robby menuturkan setelah melalui proses panjang 15 kali pertemuan dengan dukungan APBD dan 20 kali pertemuan melalui anggaran APBN, akhirnya terlaksananya pementasan akhir GSMS 2025 yang menampilkan hasil karya terbaik siswa siswi Kaltara.

“Melalui pementasan akhir yang menampilkan karya-karya terbaik dari para siswa, kita dapat melihat hasil nyata pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh para seniman di sekolah,” ucapnya.

Sementara itu turut juga diluncurkan “Rumalawai”, sebuah brand fashion lokal Kaltara yang mengusung kekayaan budaya daerah melalui karya busana batik khas Kaltara.

Nama Rumalawai berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Bulungan yakni “ruma” yang berarti rumah dan “lawai” yang berarti benang, bermakna “Rumah Benang” menjadi simbol tempat lahirnya karya-karya busana eksklusif menjunjung tinggi nilai budaya dan estetika lokal.

Rumalawai berfokus pada pembuatan batik motif Kaltara dengan desain modern dan elegan, tanpa meninggalkan unsur kearifan lokal. Kehadirannya diharapkan menjadi ikon fashion Bumi Benuanta yang memperkuat identitas daerah sekaligus membuka ruang bagi pengembangan industri kreatif berbasis budaya.

Staf Ahli Gubernur, Robby merasa bangga atas peluncuran brand fashion Rumalawai yang menjadi simbol nyata bahwa budaya dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan.

“Melalui sinergi ini, semangat pelajar dan seniman lokal diharapkan terus tumbuh, menjadikan budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber inspirasi, inovasi, dan kebanggaan bersama masyarakat Kaltara.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus mendukung setiap langkah kreatif anak muda dan pelaku seni yang mengangkat kearifan lokal menjadi karya bernilai tinggi. Inilah wajah Kaltara yang berbudaya, berdaya saing, dan penuh inovasi,” pungkasnya.

(dkisp)

Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Gubernur Ajak Masyarakat Teladani Semangat Para Pahlawan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum memimpin Upacara Ziarah Peringatan Hari Pahlawan 2025 digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Telabang Bangsa, Senin (10/11) pagi.

Upacara yang penuh khidmat ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari semua matra, Polda Kaltara, Satpol PP, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, DPRD Provinsi Kaltara, Forkopimda, sejumlah veteran perang kemerdekaan beserta keluarga para pahlawan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa momen ziarah Makam Pahlawan hari ini dapat memberikan pesan bagi masyarakat agar dapat meneladani perjuangan para pahlawan yang telah mendedikasikan hidup dan nyawa untuk negeri.

“Selamat memperingati Hari Pahlawan, mari kita jadikan momentum ini untuk meneladani semangat para pahlawan-pahlawan bangsa yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” kata Gubernur Zainal.

Menurutnya, dengan meneladani nilai-nilai perjuangan pahlawan tersebut bisa dimulai dari hal sederhana seperti menjaga persatuan dan menebar manfaat bagi sesama. Ia berharap semangat kepahlawanan dapat menjadi inspirasi dalam membangun Kaltara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan.

Karena itu, Gubernur menekankan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap merah putih di setiap hati masyarakat Kaltara, khususnya generasi muda untuk selalu meneladani nilai-nilai semangat perjuangan para pahlawan bangsa.

Mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, dia berharap semangat juang para pahlawan dapat menjadi pengingat agar dapat diteruskan dimasa kini hingga dimasa depan.

Gubernur Zainal mengajak semua perangkat daerah dan masyarakat dapat bersinergi semaksimal mungkin untuk memastikan bahwa pembangunan daerah bisa sejalan dengan cita-cita para pahlawan nasional.

“Kita sebagai generasi penerus mari menjaga semangat mereka, kemudian melakukan upaya-upaya peningkatan dalam konteks pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dalam momen tabur bunga tersebut, Gubernur Zainal bersama para pejabat yang hadir menaburkan bunga di pusara Makam Pahlawan sebagai simbol penghormatan tertinggi atas jasa perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Setelah upacara selesai, Gubernur Zainal menyerahkan tali asih kepada keluarga veteran perang kemerdekaan.

(dkisp)

Optimistis yang Terbaik Dalam Desain Fesyen Bermuatan Kearifan Budaya Lokal

TANJUNG SELOR – Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal, S.H., optimistis provinsi ke 34 ini menjadi yang terbaik dalam desain fesyen berciri khas daerah. Hal ini disampaikannta saat Pelatihan Desain Fesyen dan Menjahit Tingkat Lanjutan bagi Desainer Muda di SMK Negeri 1 Tanjung Selor, Senin (10/11).

Di mana kegiatan berkolaborasi antara Dekranasda Provinsi Kaltara dan Bank Indonesia ini diikuti oleh 20 peserta yang digelar selama 5 hari sejak tanggal 9-13 November 2025.

Rahmawati menyampaikan, pelatihan ini merupakan komitmen pemerintah provinsi (pemprov) dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang fashion.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan teknis menjahit dan mendesain busana yang mengangkat kearifan lokal, sehingga memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Rahmawati juga mengingatkan kita, untuk selalu menghargai karya desaigner daerah kita, dengan menggunakan hasil produknya.

“Saya bangga memakai hasil karya desainer kita sendiri. Siapa lagi yang bisa memasarkannya kalau bukan kita? Ini bagian dari menjaga dan menghargai kearifan lokal,” tegasnya.

Rahmawati berharap, melalui pelatihan ini dapat menjadi wadah pembinaan desainer muda yang mampu bersaing ke tingkat nasional hingga internasional.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan menjahit, tapi juga untuk mencetak desainer muda Kaltara yang membawa identitas budaya lokal dalam setiap karyanya,” pungkasnya.

(dkisp)