Deklarasi IPBB Kaltara, Gubernur Ajak Seluruh Pemuda Ikut Bangun Benuanta

TARAKAN – Gubernur Kaltara Drs H. Zainal A Paliwang SH, M.hum menghadiri Deklarasi Ikatan Pemuda Bubuhan Banjar (IPBB) Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2022-2027.

Kegiatan dihelat di Grand Tarakan Mall (GTM), Ahad (2/10), dihadiri juga Dewan Mahkamah Agus Toni SE, Ketua Umum IPBB Kaltara Yoko Handani, Dewan Penasehat Agus Muslim, Dewan Pembina Furbianto SE, Dewan Cendekia Syariffudin SAM, Sultan Muda Kesultanan Bulungan, H Datuk Dissan Maulana Djalalludin, Ketua KKB kabupaten/kota se-Kaltara, tokoh Agama dan Masyarakat serta segenap jajaran pengurus IPBB Kaltara.

Hadir pula mantan Anggota DPR RI Periode (2014-2019) yang kini menjabat anggota Dewas RSUD Dr Jusuf SK dr. Ari Yusnita.

Prosesi pembacaan deklarasi dilakukan oleh Ketua IPBB Kaltara, Yoko Handani, yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum yang akan menahkodai para pemuda Banjar di Kaltara dalam 5 tahun kedepan.

Atas nama pribadi dan Pemprov Kaltara, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengucapkan Selamat dan Sukses untuk IPBB Kaltara, semoga kepengurusan yang baru dapat lebih berkiprah untuk kemajuan bersama.

Gubernur mengungkapkan terbentuknya Kaltara sebagai provinsi ke-34 di Indonesia bukan berarti membuat Kaltara menjadi urutan ke-34 dalam hal ekonomi dan pembangunan. Kaltara harus terus maju dan mengejar pembangunan agar dapat sejajar dengan provinsi lain.

Oleh sebab itu, Ia meminta semua unsur masyarakat terutama para pemuda tanpa memandang agama, suku, dan asal daerah harus bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan Kaltara.

“Kita semua berada dalam satu rumah, yaitu Kaltara rumah kita. Artinya kita semua adalah keluarga dan bersaudara,” katanya.

Gubernur Zainal menyakini segenap pengurus IPBB Kaltara punya semangat dan jiwa muda menjalankan amanah mulia ini dengan sebaik-baiknya.

“Saya yakin para pemuda bubuhan Banjar ini sudah memiliki rencana kerja ke depan yang tentu selaras dengan Pemprov Kaltara,” ungkapnya.

Gubernur Kaltara juga menaruh harapan besar kepada IPBB Kaltara dan kabupaten/kota untuk bersatu dan bersinergi dengan organisasi pemuda lainnya di Kaltara.

“Dengan semangat dan jiwa muda, ayo bekerja sama, saling membantu dan bersinergi, menjadikan Benuanta sebagai daerah yang Berubah, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya. (dkisp)

25 Orang Ikut Pelatihan Membatik di Pulau Sebatik

NUNUKAN – Sebanyak 25 Orang Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Organisasi Wanita di Kecamatan Sebatik mengikuti Pelatihan Membatik yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan pada hari Rabu hingga Kamis (28-29/9) bertempat di Water Park Desa Sei Manurung.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan diwakili oleh Sekretaris Yuliana, S.Kom., MAP saat membuka pelatihan tersebut menyampaikan pembinaan kemnadirian masyarakat di Desa-desa dan pengembangan kegiatan masyarakat di kabupaten Nunukan dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam keluarga serta meningkatkan kualitas keluarga.
“Dalam Pelatihan yang dilaksanakan melibatkan instruktur yang berkompeten yakni Ibu Rahayu berasal dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Cemerlang sekaligus salah satu penggiat batik di Nunukan,” Ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut para peserta yang terdiri dari kalngan Ibu-bu mendapatkan paparan teori dasar, desain batik, teknik produksi batik, pewarnaan, finishing, kemudian diakhiri dengan praktik dan evaluasi. (*)

Lantik 39 Pejabat, Gubernur Titip Tiga Hal

TANJUNG SELOR – 39 pejabat administrator dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) diambil sumpah dan janji jabatannya oleh Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum, Senin (26/9) pagi. Kegiatan itu dilakukan di Ruang Serbaguna Lantai 1, Gedung Gabungan Dinas (Gadis), Pemprov Kaltara.

Dari 39 pejabat yang dilantik, terdapat satu orang pejabat administrator dan 38 orang pejabat fungsional.

Adapun 38 pejabat fungsional terdiri atas 16 orang Analis Kehutanan, 5 orang Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, 7 orang Penata Anestesi/Asisten Penata Anestesi, 4 orang Sanitarian, 4 orang Penyuluh Pertanian, satu orang Pengawas Mutu Pertanian, dan satu orang Pamong Budaya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji jabatan ini, sejatinya dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembinaan kepegawaian di lingkungan Pemprov Kaltara, penataan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan sebagai percepatan pengisian jabatan untuk mendukung pelaksanaan tugas perangkat daerah.

“Saya ucapkan selamat, kiranya amanah dan kepercayaan yang diberikan benar-benar dijalankan dengan penuh semangat dan tanggung jawab tinggi, bekerjalah dengan dedikasi dan loyalitas tinggi demi memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ungkap Gubernur Zainal Paliwang.

Gubernur yang didamping Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Dr. Yansen TP. M.Si juga menyampaikan beberapa pesan penting. Yaitu pertama, segera mengenali dan beradaptasi kerjakan tugas dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh terhadap pemerintah dan masyarakat.

Kedua, kualitas ASN berupa peningkatan kompetensi. Ini penting untuk meningkatkan kompetensi untuk kemauan diri dan meningkatkan pengetahuan serta memperbanyak pengalaman.

Ketiga menyangkut komitmen, yang mana merupakan aspek penting yang harus dimiliki setiap ASN. Kemudian yang keempat, melakukan koordinasi dan kolaborasi. Selanjutnya yang kelima, menghindarkan diri dari perbuatan tercela dan menyimpang yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, hukum, dan kejujuran diri.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat, segeralah bekerja dan jaga selalu martabat diri dan Pemerintah Provinsi Kaltara,” ucap Gubernur.

Dalam momentum tersebut, disampaikan juga bahwa kesetaraan dalam jabatan fungsional merupakan dampak pelaksanaan dari Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 28 Tahun 2019 tentang, Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Dalam Jabatan Fungsional.

Dimana, salah satu tujuan pentingnya adalah bagaimana organisasi pemerintahan dapat berjalan dengan lincah dan mampu memberikan pelayanan publik dengan cepat.

“Saya menyadari tentu banyak pro dan kontra di kalangan ASN yang disetarakan. Namun, kebijakan penyetaraan dalam jabatan fungsional yang merupakan kebijakan Pemerintah Pusat untuk merampingkan organisasi pemerintahan di setiap sekor, harus kita didukung,” ujar Gubernur.

Kendati demikian, sesuai dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terkait dengan penyetaraan jabatan ini, pemerintah berupaya secara maksimal agar tidak ada yang dirugikan dari sisi kesejahteraan dan fasilitas yang diterima. (dkisp)

Gubernur Launching SOA Barang ke Krayan

TARAKAN – Kebijakan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang menjadi langkah solutif dalam menekan disparitas harga di wilayah perbatasan dan pedalaman di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Terbukti, lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara tahun 2021, tercatat realisasi layanan SOA Barang mencapai 100 persen.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara kembali melaksanakan Program SOA Barang ke wilayah perbatasan Kaltara. Hal ini ditandai dengan dilaunchingnya Program SOA Barang rute Tarakan-Krayan di Terminal VIP, Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan, Sabtu (24/9).

“Sesuai dengan program yang kita rencanakan, kita ingin membantu masyarakat di perbatasan dan pedalaman yang jauh dari jangkauan. Kita ingin harga barang di perbatasan sama dengan harga yang ada di Tarakan atau Bulungan,” ujar Gubernur Zainal dijumpai usai kegiatan.

Gubernur Zainal mengatakan, kepedulian ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltara yang wilayahnya sulit dijangkau sehingga diperlukannya moda transportasi udara untuk menjangkaunya.

“Pemprov Kaltara sangat peduli atas kebutuhan sembako masyarakat perbatasan, sehingga melalui APBD Kaltara SOA Barang dianggarkan untuk membantu transportasinya,” jelasnya.

Kucuran anggaran SOA Barang tahun 2022 sendiri dianggarkan senilai Rp 8.625.330.000, diperuntukkan ke 14 titik lokasi wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara.

Di mana, titik lokasi itu diantaranya Kecamatan Mentarang Hulu, Kecamatan Sungai Tubu, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Pujungan, Kecamatan Bahau Hulu, Kecamatan Lumbis Hulu, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Tulin Onsoi, Kecamatan Sei Menggaris, Kelurahab Sebakis, Daerah Krayan, Kecamatan Sungai Boh, dan Kecamatan Kayan Hilir.

“Tiap tahun berlanjut, dan mungkin tahun depan (2023,red) polanya akan kita revisi lagi, bukan lagi lelang per barang tetapi ada mekanisme lain seperti sewa/kontrak pesawat,” ungkapnya.
Melalui SOA Barang, dengan mensubsidi transportasi diharapkan dapat menekan tingginya harga kebutuhan pokok di wilayah Perbatasan.

“Saya minta agar barang yang sudah disubsidi angkut jangan terlalu mahal, karena untuk menekan inflasi”, tambahnya.

Sebagai informasi, launching SOA Barang dengan rute Tarakan-Krayan ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Zainal, sekaligus meninjau secara langsung angkutan udara yang nantinya digunakan untuk mendistribusi barang-barang kedaerah pedalaman Kaltara.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr Bustan, SE., M.Si., Kaban Pengelola Perbatasan Daerah, Dr Udau Robinson dan Kepala Disperindagkop-UKM, Hasriyani, SH., M.M. (dkisp)

Gubernur Dukung Pengembangan Bahasa Isyarat di Kaltara

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H. Zainal A Paliwang SH, M.hum., menghadiri Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) 2022 yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kaltara di Gedung Gabungan Dinas, Pemprov Kaltara, Sabtu (24/09/2022).

Hadir pula Wakil Gubernur Kaltara, Dr. Yansen TP. M.Si., Sekretaris Provinsi Kaltara, Dr H. Suriansyah M.AP., Asisten I bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. Bustan, SE.,M.Si., dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Teguh Henri Susanto serta Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerkatin, Bambang Prasetyo.

Adapun Workshop bertujuan untuk memperkenalkan Bahasa Isyarat kepada masyarakat luas, agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan saudara-saudari yang memiliki keistimewaan dan kemampuan berkomunikasi dengan cara yang berbeda.

Saat ini hampir semua media televisi menampilkan translator Bahasa Isyarat. Hal ini agar para mereka para difabel khususnya tuna rungu dapat mengerti dan memahami tentang setiap informasi yang disiarkan melalui media tersebut.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan bersyukur berada di zaman ini, dimana kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat untuk dapat memberikan perilaku adil kepada sesama Ciptaan Tuhan.

“Tentu ini merupakan suatu hal yang sangat positif, bahwa terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, sejatinya kita semua adalah sama. Memiliki hak untuk diberlakukan dengan cara yang sama dan tidak membeda-bedakan,” ujar Gubernur Zainal.

Ia berharap kedepan di Kaltara bisa memberikan pelajaran bahasa isyarat kepada masyarakat.

“Saya berharap kedepan kita bisa memberikan pelajaran Bahasa Isyarat kepada masyarakat di Kaltara, yang mana kita sadari bahwa di Kaltara masih sedikit yang mengetahui tentang Bahasa Isyarat,” ucapnya.

Diakhir sambutannya Gubernur menyatakan mendukung pengembangan Bahasa Isyarat di Kaltara.

“Pemprov akan terus mendukung pengembangan identitas Bahasa Isyarat di Kaltara, agar saudara kita yang memiliki keistimewaan dan kemampuan berkomunikasi dengan cara yang berbeda bisa lebih nyaman berkomunikasi,” tutupnya. (dkisp)