Pansus IV DPRD Kaltara Matangkan Ranperda Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi Sebagai Landasan Penguatan Literasi di Kalimantan Utara.

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara melalui Panitia Khusus (Pansus) IV terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi melalui kunjungan kerja ke Pusat Perbukuan (Pusbuk), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kamis (09/4/26).

Rombongan Pansus IV yang dipimpin oleh Dr. Syamsuddin Arfah bersama Anggota Pansus IV lainnya, Tamara Moriska, SH., MH., Muhammad Hatta, Listiani, Rahman, S.K.M., dan Dino Andrian, SH., diterima langsung oleh Kepala Pusat Perbukuan Supriyanto, S.Pd., M.A.

Ketua Pansus IV, Dr. Syamsuddin Arfah, menyampaikan bahwa pembahasan ranperda telah memasuki tahap substansi dan akan segera dirampungkan. Ia menekankan pentingnya regulasi ini sebagai landasan penguatan literasi di Kalimantan Utara.

“Pembahasan sudah sampai pada batang tubuh. Kami berharap perda ini bisa menjadi pilot project dan menjadi rujukan bagi daerah lain,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pusat Perbukuan, mengapresiasi inisiatif DPRD Kaltara yang dinilai sebagai langkah progresif. Kalimantan Utara bahkan disebut sebagai provinsi pertama yang menginisiasi regulasi perbukuan secara komprehensif di tingkat daerah.

Ia menjelaskan bahwa regulasi ini penting untuk mendukung tata kelola perbukuan yang bertujuan menghadirkan buku yang bermutu, terjangkau, dan merata.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama rendahnya daya baca siswa meskipun minat baca tergolong tinggi. Berdasarkan temuan, sekitar 98 persen siswa sekolah dasar menyukai membaca, namun kemampuan memahami bacaan masih rendah.

Anggota Pansus, Dino Andrianto, menyoroti fenomena rendahnya daya baca generasi muda sebagai latar belakang utama penyusunan ranperda ini.

“Kami melihat ada kesenjangan antara minat dan kemampuan membaca. Ini yang ingin kami jawab melalui regulasi,” katanya.

“Masalah utamanya bukan minat, tetapi kualitas dan kesesuaian buku dengan usia anak,” ungkap Supriyanto.

Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang mampu memastikan ketersediaan buku yang berkualitas, terjangkau, dan sesuai dengan jenjang usia.⁣

Ranperda ini juga diarahkan untuk memperkuat literasi dasar, mendukung pengembangan penulis lokal, serta meningkatkan pemerataan akses buku di daerah. DPRD Kaltara optimistis regulasi ini dapat menjadi percontohan nasional dalam pengembangan perbukuan dan literasi berbasis daerah.⁣

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kaltara akan melanjutkan pembahasan secara intensif, termasuk melakukan harmonisasi regulasi serta melibatkan pendampingan dari Kejaksaan.⁣

Ranperda ini diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong kemandirian daerah dalam pengelolaan perbukuan tanpa bertentangan dengan kebijakan nasional.

(Humas DPRD Kaltara)

MoU Porwada II Kaltara Diteken, Bupati Intruksikan Nunukan Jadi Tuan Rumah yang Membanggakan

NUNUKAN-Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Kalimantan Utara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, telah digelar di Nunukan, Sabtu (11/4/2026) sore.

MoU tersebut memuat tentang kesiapan penuh Kabupaten Nunukan mengemban tugas sebagai tuan rumah dan melaksanakan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II di Nunukan. Agenda yang tertuang dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Siwo PWI se-Kaltara ini, sekaligus mengkonfirmasi kepastian pelaksanaan Porwada II Kaltara.

“Setelah mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kaltara beberapa pekan lalu, hari ini, Bupati Nunukan juga telah menyatakan dukungan resminya terhadap Porwada II Kaltara,” terang Ketua Siwo PWI Kaltara, Eliazar Simon.

Lanjutnya, MoU ditandatangani langsung oleh Pj Sekrtaris Daerah (Sekda) Nunukan, Raden Iwan Kurniawan yang bertindak atas delegasi Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri.

Selanjutnya, dikatakan Eliazar, agenda rakor yang berlangsung satu hari penuh, membahas berbagai tahapan teknis Porwada II Kaltara. Diantaranya, penetapan jadwal resmi Porwada II, penetapan Panitia Besar (PB), penetapan syarat peserta dan berbagai tahapan teknis lainnya.

“Masih sementara berlangsung (rakor). Hari ini juga kita menargetkan launching resmi logo, maskot dan tema besar Porwada II Kaltara,” imbuh Eliazar.

Sementara itu, Bupati Nunukan dalam sambutan yang dibacakan Pj Sekda mengatakan, Pemkab Nunukan mendukung penuh pelaksanaan Porwada II Kaltara di Nunukan. Dia kemudian meminta PWI Nunukan beserta jajaran Siwo PWI Nunukan, menyiapkan even ini secara maksimal.

“Nunukan harus menjadi tuan rumah yang membanggakan. Layani tamu-tamu dari berbagai daerah dengan ramah, layak dan setara. Tentu sambil mempersiapkan wartawan-wartawan Nunukan yang akan turun bertanding,” pesan bupati.

Dia menambahkan, Pemkab Nunukan secara resmi telah memberikan dukungan anggaran untuk pelaksanaan Porwada II Kaltara. Termasuk akan mendukung fasilitas tanding yang akan digunakan oleh 9 Cabang Olahraga (Cabor).

Terpisah, Ketua PWI Nunukan, Taslee mengatakan kesiapan pelaksanaan Porwada II Kaltara sudah memasuki tahapan awal.

“Tahapan persiapan telah berjalan. Tentu rekan-rekan di Siwo PWI Nunukan mulai bergerak setelah adanya sikap resmi dukungan Pemkab Nunukan maupun Pemprov Kaltara terhadap Porwada II di Nunukan,” ucapnya singkat. (*)

Gubernur Serap Aspirasi Mahasiswa BEM se-Kaltara

TARAKAN – Suasana hangat terasa di sebuah pertemuan sederhana namun penuh makna, saat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., duduk bersama mahasiswa dalam diskusi santai di Rumah Makan B21 Tarakan, Jumat (10/4) malam.

Di tengah jamuan makan malam, percakapan mengalir tanpa sekat. Mahasiswa yang tergabung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Wilayah Kaltara menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan mereka terhadap pembangunan daerah.

Gubernur Zainal tampak serius mendengarkan setiap masukan yang disampaikan. Baginya, mahasiswa bukan hanya peserta diskusi, tetapi bagian penting dari masa depan Kaltara.

“Saya selalu terbuka menerima masukan, gagaasan dan ide dari mahasiswa, karena kalian adalah generasi penerus pembangunan Kaltara kedepan,” kata Zainal.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti kebutuhan akan sekretariat BEM yang representatif, serta persoalan beasiswa yang dinilai mengalami penurunan.

Menanggapi hal itu, Zainal langsung merespons dengan pendekatan solutif.

“Untuk sekretariat, akan kita upayakan, termasuk opsi menyewa tempat,” ujarnya.

Zainal juga mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat berkurangnya pendapatan. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan akses pendidikan bagi mahasiswa.

“Kita cari jalan supaya tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah. Data yang terkendala UKT akan kita kumpulkan untuk dicarikan solusi,” tambahnya.

Menutup pertemuan, Zainal menyampaikan aspirasi dan harapannya agar Muswil BEM ini dapat melahirkan ide-ide segar yang mampu mendorong kemajuan Kaltara.

Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Kaltara, Jaini, S.Hut., M.P., serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Saiful Bachry, S.E.

(dkisp)

Sekprov Pimpin Evaluasi Kinerja JPT Pratama Dukung Penerapan WFA

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., melaksanakan rapat Evaluasi Kinerja Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara Tahun 2026 secara virtual daring dari kediamannya, Jumat (10/4).

Rapat ini turut diikuti oleh Tim Evaluasi Kinerja, di antaranya Inspektur Inspektorat Daerah Kaltara Yuniar Aspiati, S.E., M.AP dan Prof. Dr.-Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T.

Sekprov Denny menyampaikan bahwa evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh perangkat birokrasi bekerja selaras untuk mendukung pencapaian pembangunan daerah.

“Evaluasi ini untuk memastikan semua perangkat daerah bekerja sejalan agar tujuan pembangunan bisa tercapai,” kata Denny.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus menjaga birokrasi tetap adaptif, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Selain itu, Denny menegaskan bahwa pelaksanaan rapat secara daring merupakan bagian dari penerapan Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Pemprov Kaltara.

“Kebijakan ini tetap memastikan pelayanan publik berjalan normal, terutama bagi perangkat daerah yang melayani masyarakat langsung,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan WFA dinilai sebagai langkah efisiensi yang relevan di tengah dinamika global, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pemprov Kaltara berkomitmen untuk terus membangun sistem manajemen ASN yang profesional, transparan dan berkelanjutan.

(dkisp)

Pemprov Pastikan Kelancaran Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tengkayu I

TARAKAN – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., melaksanakan Safari Perangkat Daerah ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Kamis (9/4) malam, guna memastikan aktivitas bongkar muat dan pelayanan berjalan aman serta lancar.

Kunjungan ini dilakukan usai menghadiri kegiatan bersama Ombudsman RI dan penyambutan anggota DPD RI.

Dalam safari perangkat daerah tersebut, Sekprov Denny memastikan aktivitas bongkar muat berjalan aman dan lancar, serta kondisi kebersihan pelabuhan tetap terjaga.

“Yang penting tidak ada kebocoran karena ini menjadi salah satu sumber pendapatan daerah,” ujar Denny.

Ia juga menemukan sejumlah fasilitas yang perlu segera diperbaiki, seperti lampu penerangan yang tidak berfungsi serta penataan barang muatan yang dinilai belum rapi.

Denny meminta perangkat daerah terkait segera melakukan perbaikan, mengingat anggaran telah dialokasikan untuk peningkatan fasilitas.

Selain itu, ia meninjau fasilitas penunjang lainnya dan berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan terkait kesiapan operasional, termasuk pengaturan penumpang dan keselamatan pelayaran.

Sekprov juga mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan koordinasi dan pelayanan, terutama dalam menghadapi peningkatan aktivitas pada arus balik Lebaran.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen memastikan kelancaran arus mudik serta keselamatan masyarakat yang menggunakan jalur penyeberangan.

(dkisp)