TANJUNG SELOR – Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (PW BKMT) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi dilantik di Aula Serbaguna Kantor BKPSDM Kabupaten Bulungan, Senin (16/2). Pelantikan ini tindak lanjut dari Musyawarah Wilayah (Muswil) perdana BKMT yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.
Mewakili Gubernur Kaltara, Staf Ahli bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan Setdaprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., menghadiri pelantikan PW BKMT menuturkan bahwa BKMT bukan sekedar organisasi, namun ia merupakan gerakan hati.
“BKMT tumbuh dari majelis-majelis kecil dan doa-doa yang dipanjatkan dengan tulus. Dari majelis taklim, lahir kekuatan moral yang seringkali tidak terlihat, tetapi sangat terasa dampaknya di masyarakat,” bukanya saat menyampaikan sambutan Gubernur Kaltara.
Menurutnya, peran BKMT dalam pembangunan daerah yang berlandasan akhlak menjadi sangat strategis, karena hal ini menjadi sangat mendasar dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Saya percaya, ketika majelis taklim hidup, maka nilai-nilai kebaikan juga hidup,” jelasnya.
Oleh karena itu, Pemprov Kaltara siap bersanding bersama BKMT Provinsi Kaltara guna membangun serta merawat Bumi Benuanta yang ditopang oleh nilai spiritual dan kebersamaan sosial yang diiringi dengan doa maupun keteladanan.
“Kepada para pengurus yang baru dilantik, saya ucapkan selamat mengemban amanah. Bekerjalah dengan hati, bergeraklah dengan niat ibadah, dan jadikan setiap langkah sebagai ladang pahala,” tutupnya.
Nunukan – Kegiatan gotong royong rehabilitasi jembatan di Jalan Tanjung RT 12, Kelurahan Nunukan Barat, Aksi ini tidak lepas dari peran aktif Arming, S.H selaku Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Perbaikan jembatan yang selama ini dikeluhkan warga tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari hasil reses yang ia laksanakan beberapa waktu lalu (18/2/26)
Dalam agenda resesnya, Arming, S.H menerima langsung aspirasi masyarakat terkait kondisi jembatan yang sudah lapuk dan membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang setiap hari melintas. Ia menegaskan bahwa infrastruktur lingkungan, sekecil apa pun skalanya, tetap menjadi bagian penting dari perhatian dan perjuangannya di parlemen.
Sebagai bentuk komitmen atas aspirasi tersebut, Arming memberikan bantuan dana untuk mendukung kebutuhan material gotong royong. Bantuan itu digunakan warga untuk membeli kayu dan perlengkapan lain yang diperlukan dalam proses rehabilitasi. Sementara pengerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dukungan tersebut menjadi pemicu semangat kebersamaan warga dalam memperbaiki fasilitas umum di lingkungan mereka.
Momentum perbaikan yang bertepatan dengan awal Ramadhan 1447 H turut memperkuat makna kegiatan ini. Bagi Arming, bulan suci menjadi pengingat pentingnya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai, kerja-kerja politik tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi harus diwujudkan dalam aksi konkret yang dirasakan langsung oleh rakyat.
Salah satu warga, Ozy Marsuki yang akrab disapa Bojes, menyampaikan apresiasinya. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Arming, S.H. Menurutnya, kepedulian tersebut menunjukkan bahwa wakil rakyat hadir bukan hanya saat kampanye, melainkan juga saat masyarakat membutuhkan solusi atas persoalan di lingkungan mereka.
NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi, Arming, S.H, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II dengan mengunjungi lima titik di wilayah Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, guna memastikan kebijakan yang diperjuangkan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Adapun lima titik reses tersebut meliputi :
Titik 1 – 14 Februari 2026Sei Mentri (GG Pa’Jana) RT 17, Nunukan Barat.Titik 2 – 14 Februari 2026Kamp Solor RT 21, Nunukan Tengah.Titik 3 – 15 Februari 2026Jl. Pattimura RT 08, Nunukan Tengah.Titik 4 – 16 Februari 2026Jl. Imam Bonjol RT 06, Nunukan Timur.Titik 5 – 16 Februari 2026Jl. Tanjung (Lopon), Nunukan Barat.
Dalam setiap pertemuan, Arming secara tegas menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak sebagai pondasi masa depan daerah. Ia mengingatkan para orang tua agar tetap memprioritaskan pendidikan, meskipun di tengah tantangan ekonomi. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi mendatang.
“Anak-anak kita harus mendapatkan pendidikan yang layak. Jangan sampai karena persoalan ekonomi, pendidikan mereka terhambat. Jika ada kendala atau kesulitan, segera sampaikan kepada saya agar bisa kita carikan solusi bersama,” tegas Arming di hadapan masyarakat.Selain pendidikan, isu ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian dalam reses tersebut. Di beberapa titik, Arming berdialog dengan para petani rumput laut dan pelaku usaha kecil mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas. Ia menilai fluktuasi harga rumput laut yang tidak menentu dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurutnya, stabilitas harga rumput laut harus menjadi perhatian bersama agar petani memperoleh kepastian pendapatan. Ketika harga stabil, kesejahteraan meningkat, dan pada akhirnya roda perekonomian daerah dapat berjalan sebagaimana mestinya. Ia pun menyatakan siap memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada petani dan pelaku ekonomi kecil di tingkat provinsi.
Tak kalah penting, persoalan infrastruktur jalan juga menjadi sorotan dalam reses tersebut. Arming menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan lingkungan yang menjadi akses utama masyarakat. Infrastruktur yang baik, menurutnya, akan memperlancar aktivitas pendidikan, distribusi hasil usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
Ia menilai bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya menghadirkan keadilan pembangunan. Akses yang baik akan memudahkan masyarakat beraktivitas, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup.
Ia menilai bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya menghadirkan keadilan pembangunan. Akses yang baik akan memudahkan masyarakat beraktivitas, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup.Dalam setiap kesempatan, Arming juga menegaskan bahwa dirinya akan selalu hadir di saat rakyat membutuhkan. Ia menyampaikan bahwa jabatan yang diembannya adalah amanah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. “Saya tidak ingin hanya hadir saat reses. Jika ada persoalan, baik pendidikan, ekonomi, maupun kebutuhan lainnya, jangan ragu untuk menghubungi saya. Kita akan carikan solusi bersama,” ujarnya.
Melalui Reses Masa Sidang II ini, Arming, S.H berkomitmen membawa seluruh masukan dan kebutuhan masyarakat ke tingkat pembahasan provinsi. Ia berharap, langkah konkret yang diperjuangkan dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Nunukan secara berkelanjutan.
JAKARTA – Langkah mempercepat pembangunan Kalimantan Utara (Kaltara) terus dilakukan. Di sela agenda di Jakarta, Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum memanfaatkan pertemuan bersama pengusaha nasional, H.M. Aksa Mahmud, di Hotel Darmawangsa, Minggu (15/2) malam, untuk membahas peluang investasi strategis bagi Bumi Benuanta.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Aksa Mahmud menyampaikan niatnya untuk menghadirkan investasi yang tidak sekadar berorientasi bisnis, tetapi juga berdampak sosial. Fokusnya jelas yakni pendidikan, perhotelan dan kesehatan.
Salah satu rencana utama adalah pembangunan International Boarding School di Nunukan. Sekolah ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak pekerja migran di wilayah perbatasan. Dengan sekolah ini, generasi muda Kaltara diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat di masa depan.
Tak hanya itu, Tanjung Selor juga masuk dalam peta pengembangan. Hotel representatif dan rumah sakit swasta modern direncanakan berdiri di ibu kota provinsi tersebut. Untuk urusan layanan kesehatan, Bosowa akan menggandeng manajemen Primaya Hospital, yang telah berpengalaman mengelola rumah sakit di Makassar.
Pertemuan itu bukan hanya sekadar wacana. Kedua tokoh sepakat segera turun langsung meninjau lokasi di Kaltara. Pembahasan teknis bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dijadwalkan pada awal Maret 2026.
Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi atas rencana investasi tersebut. Ia berharap pembangunan sekolah internasional di Nunukan serta fasilitas hotel dan rumah sakit di Tanjung Selor dapat segera terealisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
NUNUKAN – Suasana asri dengan hamparan pepohonan nan hijau mengelilingi Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan. Masyarakat Desa Tubus Kecamatan Lumbis menyambut dengan hangat para tamu yang datang pada acara Peresmian Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan ini. Minggu (15/2/26).
Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan ini diresmikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara Dr. Njau Anau, S.Pd, M.Si. mewakili Gubernur Kalimantan Utara.
Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos, turut hadir bersama dengan Unsur Forkopimcam Kecamatan Lumbis, Camat Sebuku, PLT. Camat Lumbis, Pangeran Seiko Sakampung Pangeran Jabir, Tokoh Ketua Adat, Tokoh Masyarakat.
Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan bahwa Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, melainkan simbol jati diri, identitas budaya, dan fondasi nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
“Melestarikan budaya-budaya warisan nenek moyang kita yang merupakan bagian dari kekuatan kita oleh bangsa Indonesia untuk membangun ketahanan nasional dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan melestarikan budaya dan adat istiadat, “, ungkap Hermanus.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara Dr Njau Anau menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia peresmian, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Tubus yang telah bergotong royong, bersatu dan berkomitmen dalam melestarikan nilai-nilai adat dan budaya sehingga terwujudnya rumah adat ini.
“Keberadaan Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas adat dan budaya, tempat penyelenggaraan upacara adat, pertemuan masyarakat, serta ruang edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan jati diri budaya Dayak Tenggalan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan dinasmis,”pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memandang bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat khusunya generasi muda Dayak Tenggalan, untuk menjadikan Rumah Adat ini sebagai sumber pembelajaran, inspirasi dan kebanggaan bersama. Mari kita rawat dan jaga agar rumah adat ini tetap hidup , berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,”pungkasnya lagi.
Diakhir Acara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara didampingi Wakil Bupati Nunukan, serta para Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat menandatangani Prasasti dan dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai simbol telah diresmikannya Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan.