Kolaborasi CSR, Gubernur Ajak Perusahaan Bangun Kaltara

JAKARTA – Percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dengan melibatkan kontribusi aktif perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Gubernur Kaltara Bersama Para Pemimpin Perusahaan yang digelar di Lumire Hotel, Jakarta, Senin (20/4). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kaltara.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah dan dunia usaha punya tujuan yang sama, yaitu membangun Kalimantan Utara yang lebih maju dan berkembang,” kata Zainal.

Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan prioritas masyarakat, khususnya perbaikan jalan, perlu segera ditangani karena berdampak luas terhadap distribusi hasil bumi dan pemenuhan kebutuhan pokok.

Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian di antaranya Tanjung Selor – Tanah Kuning yang kondisinya cukup parah, serta jalur Gunung Seriang menuju Kecamatan Peso yang menjadi akses utama masyarakat di wilayah hulu Sungai Kayan.

Selain itu, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan juga menjadi perhatian, sebagaimana disampaikan oleh kepala daerah masing-masing.

Zainal mengajak seluruh pimpinan perusahaan untuk berkomitmen dan berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing dalam mendukung pembangunan daerah.

“Melihat kondisi tersebut, selain kita bersilaturahmi, saya mengajak pimpinan perusahaan untuk berdiskusi, berkomitmen, berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing kepada masyarakat Kalimantan Utara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pajak daerah serta menempatkan modal pada bank yang beroperasi di Kaltara.

Dalam forum itu, masing-masing perwakilan sektor usaha seperti perkebunan, pertambangan dan kehutanan menyampaikan program CSR yang telah berjalan. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.

Diskusi yang dipandu oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, Dr. Bustan, SE., M.Si., itu menjadi ruang terbuka untuk menyatukan gagasan dan rencana ke depan.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltara berencana membentuk Forum CSR tingkat provinsi. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang lebih terarah dalam mendukung pembangunan, terutama pada sektor layanan dasar masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., serta Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos., dan Wakil Bupati Tana Tidung Sabri, S. Pd., bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pertemuan ini kemudian ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama. Sebanyak 41 pimpinan perusahaan, bersama unsur pemerintah daerah dan DPRD, menyatakan komitmen mereka untuk ikut serta membangun Kaltara.

(dkisp)


Hadapi Tantangan Zaman, Sekprov Pastikan ASN Pemprov Kaltara Lebih Adaptif dan Inovatif

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia (RI) secara virtual, Senin (20/4).

Kegiatan tersebut diikuti dari ruang kerja Sekprov di Kantor Gubernur Kaltara dan dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) LAN RI, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H., M.A., dari Jakarta.

Pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai kementerian, lembaga dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Denny menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan pejabat yang akan maupun telah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II.

“Saya mengikuti pelatihan ini dengan semangat dan melihat antusiasme peserta yang sangat baik,” ujar Denny.

Ia menilai, keberagaman generasi dalam birokrasi menjadi tantangan sekaligus peluang, terutama dengan dominasi generasi muda di sejumlah perangkat daerah.

“ASN saat ini terdiri dari berbagai generasi, termasuk Gen Z dan milenial dan itu harus bisa disinergikan,” katanya.

Lebih jauh, Denny berharap pelatihan ini dapat mendorong lahirnya inovasi dan aksi perubahan nyata dalam meningkatkan kinerja birokrasi yang profesional dan berkualitas.

Ia juga mengapresiasi metode pelatihan yang mendorong peserta aktif berdiskusi dan berinisiatif menyampaikan gagasan sesuai kompetensi masing-masing.

“Peserta didorong aktif berbagi pengetahuan sesuai keahliannya agar bermanfaat bagi semua,” jelasnya.

Ke depan, Denny menegaskan akan membentuk tim efektivitas untuk mendukung pelaksanaan PKN Tingkat I serta memotivasi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara agar terus meningkatkan kualitas pelayanan dan birokrasi.

(dkisp)


Kundapil di Nunukan, Anggota DPRD Kaltara Arming Soroti Drainase Buntu dan Jalan Rusak

NUNUKAN – Komitmen untuk memastikan pembangunan tepat sasaran kembali ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Arming, S.H. Melalui agenda Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil), ia turun langsung ke tengah masyarakat Nunukan, Sabtu (19/4/2026), guna menyerap aspirasi sekaligus mengawasi jalannya sejumlah proyek pemerintah di lapangan.

Kegiatan Kundapil kali ini tidak hanya menjadi ajang seremonial. Arming menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pengawasan program pembangunan yang tengah dikerjakan pihak ketiga, serta mendengarkan keluhan warga terkait infrastruktur lingkungan. Langkah ini diambil mengingat beberapa proyek telah berjalan satu hingga dua bulan terakhir.

Di hadapan warga, Arming mengajak masyarakat untuk tidak pasif dan ikut berperan aktif mengawasi setiap program pemerintah. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci agar hasil pembangunan tidak menyimpang dari perencanaan dan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar.

“Mari kita sama-sama mengawal agar kegiatan ini dapat terlaksana sesuai harapan. Manfaat dari pembangunan yang dilakukan pemerintah harus betul-betul dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya bagus di atas kertas,” tegas Arming.

Ia menilai, pengawasan dari masyarakat menjadi kontrol sosial paling efektif untuk mencegah pekerjaan yang asal-asalan dan memastikan anggaran digunakan tepat guna.

Salah satu titik yang dikunjungi Arming adalah wilayah Jalan Teuku Umar, RT 13, Nunukan. Di sana, ia menerima langsung keluhan warga yang selama ini belum terselesaikan. Dua persoalan utama mencuat dan menjadi sorotan dalam dialog tersebut.

Pertama, warga mengharapkan perbaikan jalan berupa pengaspalan di lingkungan dekat Perumahan LA. Kondisi jalan yang rusak dikeluhkan menghambat aktivitas harian, terutama saat musim hujan tiba.

Kedua, masalah drainase yang terputus menjadi perhatian serius. Warga menyampaikan bahwa saluran air yang tidak tersambung sempurna menyebabkan aliran air terhambat. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan akan memicu genangan, banjir lokal, hingga masalah kesehatan lingkungan.

Menanggapi seluruh aspirasi yang masuk, Arming menyatakan komitmennya untuk membawa persoalan tersebut ke meja pembahasan di tingkat provinsi. Ia memastikan akan memperjuangkan agar perbaikan jalan dan normalisasi drainase di Nunukan masuk dalam program prioritas pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“Semua masukan sudah saya catat. Ini akan saya bawa dan kawal di provinsi. Saya akan pastikan Nunukan, khususnya wilayah perbatasan, mendapat perhatian pembangunan yang setimpal,” ujarnya.

Arming menambahkan, agenda Kundapil akan terus rutin dilakukan ke wilayah-wilayah lain di Kaltara yang membutuhkan perhatian. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Ia juga menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan saran membangun dari masyarakat. Menurutnya, masukan warga adalah bahan bakar untuk perbaikan kinerja, baik bagi dirinya sebagai wakil rakyat maupun bagi pemerintah secara umum.

Kunjungan kerja ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang serap aspirasi, tetapi juga mampu mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini dinantikan warga perbatasan.

(Nn/*)

Bupati Nunukan Resmikan Dapur MBG Selisun 2, Perluas Layanan Gizi untuk Masyarakat

NUNUKAN — Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menghadiri sekaligus meresmikan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selisun 2, dan dilaksanakan oleh Yayasan Astrada Garuda Jaya bertempat di Jalan Lingkar, Nunukan Selatan, Senin (20/04).

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan Astrada Garuda Jaya yang juga Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud, serta sejumlah unsur Forkopimda dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ibnu Saud menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi masyarakat.

“Program ini memiliki tujuan strategis, mulai dari meningkatkan kualitas gizi ibu hamil dan anak-anak, mendukung konsentrasi belajar siswa, hingga membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa program MBG memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan melibatkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal. Oleh karena itu, penggunaan bahan pangan lokal menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan dapur MBG Selisun 2 akan memperluas jangkauan layanan program di wilayah Nunukan Selatan.

“Program MBG terus berkembang dan memberikan dampak nyata, baik dalam pemenuhan gizi masyarakat maupun peningkatan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Bupati juga menegaskan pentingnya percepatan distribusi layanan, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.

Ia mengingatkan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang, sehingga kualitas layanan harus terus dijaga, terutama dalam aspek kebersihan dan keamanan makanan.

“Kepada pengelola SPPG Selisun, saya harapkan untuk selalu mengutamakan kebersihan dan memberikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Data Penerima Manfaat
Dapur Umum SPPG Selisun 2 akan melayani sebanyak 1.009 penerima manfaat, terdiri dari:
• 3 sekolah TK/PAUD
• 1 sekolah SMA (SMAN 1 Nunukan Selatan)

Dengan peresmian ini, total dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Nunukan mencapai 13 unit, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 27.931 orang.

(PROKOMPIM)

Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alimuddin menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru Madrasah se-Kabupaten Nunukan yang mengusung tema “Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Nunukan dan berlangsung di ruang serbaguna lantai V Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (18/04).

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan sektor pendidikan. Kondisi geografis yang tersebar, keterbatasan akses transportasi di sejumlah wilayah, serta kesenjangan fasilitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan menjadi persoalan yang terus dihadapi bersama. Selain itu, tantangan juga muncul dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis yang meliputi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan akses layanan pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama.

Dalam hal ini, Kurikulum Berbasis Cinta dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Kabupaten Nunukan. Pendekatan ini menekankan bahwa proses pendidikan harus dilandasi oleh kasih sayang, ketulusan, kesabaran, serta penghargaan terhadap potensi setiap anak. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan yang mampu membangun kedekatan emosional dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta bermakna.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk mendorong perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan di Kabupaten Nunukan.

“Saya berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mampu mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari”, ucapnya.

(PROKOMPIM)