Kebakaran Hebat di Desa Apas, 6 Unit Rumah Hangus Terbakar

NUNUKAN – Kebakaran hebat kembali terjadi hanguskan 6 unit rumah dan toko pada hari Senin pagi, 15 Desember 2025, sekitar pukul 08.40 WITA. Api melahap 6 unit ruko di Jalan Trans Kalimantan, Desa Apas, Kecamatan Sebuku,Kalimantan Utara menyebabkan kerugian material yang signifikan.

Menurut laporan, kebakaran diduga disebabkan oleh percikan api dari mesin dinamo listrik yang digunakan untuk menyedot BBM jenis bensin dari drum plastik ke jerigen. Api dengan cepat menyebar ke rumah-rumah lainnya, sehingga menyebabkan 5 unit rumah lainnya ikut terbakar.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Sri Yuliana, api mulai muncul sekitar pukul 08.30 WITA ketika ia, Sdr. M. Armawan, dan Sdr. Ramadhan melakukan penyedotan BBM jenis bensin dari drum plastik ke jerigen menggunakan mesin dinamo listrik. Adanya BBM jenis bensin yang merembes dari mesin dinamo listrik menyebabkan percikan api yang menyambar bensin secara langsung dan mengakibatkan rumah terbakar.

Setelah api mulai membesar, Sri Yuliana, Ramadhan, dan Armawan mengambil air untuk menyiram api yang sudah membakar sebagian drum BBM sekaligus meminta bantuan kepada warga terdekat. Namun, api semakin menyebar dan membesar, sehingga Sri Yuliana tidak bisa menyelamatkan dokumen, barang-barang penting, dan lainnya.

Kerugian material yang dilaporkan antara lain:

– 4 unit rumah/toko sembako
– 1 unit rumah/toko ATK
– 1 unit rumah/toko serba (baju, elektronik, dan pakan burung)
– 1 unit mobil Trak Dutro
– 1 unit mobil Hilux

Yon TP 881/Bharatama Darma berperan penting dalam upaya pemadaman api di Desa Apas. Dengan kerjasama yang baik antara TNI-Polri, Damkar, dan masyarakat setempat, api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam.

Komandan Yon TP 881/Bharatama Darma, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam upaya pemadaman api di Desa Apas.

“Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan siap siaga dalam menghadapi bencana,” ujar Dansatgas Yon TP 881/Bharatama Darma.

“Kejadian kebakaran ini menjadi perhatian serius bagi warga Desa Apas dan sekitarnya. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan dan warga Desa Apas dapat hidup dengan aman dan sejahtera”.TutupNya

(Nn/Nn)

Gelar Outbound Capacity Building, DWP Nunukan Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas Anggota

NUNUKAN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan Outbound Capacity Building dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP dan Hari Ibu ke-97. Kegiatan yang dipimpin Ketua DWP Kabupaten Nunukan, Nur Latira Hani Raden Iwan Kurniawan, ini mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan luar ruang tersebut berlangsung di Area Kafe Lisa, Sabtu (13/12/2025), dan dirancang untuk meningkatkan kapasitas individu maupun tim, meliputi kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, serta kemampuan pemecahan masalah melalui metode experiential learning. Para peserta diajak belajar langsung melalui berbagai permainan dan simulasi yang menyenangkan namun menantang.

Outbound capacity building ini diselenggarakan oleh DWP Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Andal Outbound Nature Experience Education (NEB) yang dikoordinir oleh Ramli, SE. Sejumlah aktivitas disiapkan, di antaranya permainan konsentrasi, lomba berhadiah, serta pelatihan penguatan teamwork yang mendorong kebersamaan dan kekompakan peserta.

Dalam arahannya, Ketua DWP Kabupaten Nunukan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Melalui kegiatan outbound ini, selain melatih kebugaran fisik, para peserta juga dapat membangun kebersamaan dan mengeratkan ikatan antara pengurus dan anggota. Semangat dan antusiasme dalam setiap aktivitas menjadi kunci memperkuat rasa kekeluargaan dalam berorganisasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, peringatan HUT DWP tahun ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran strategis DWP dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus.

Dengan mengusung tagline “DWP Mengajar: Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP diingatkan akan peran penting perempuan dan keluarga dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tetapi juga oleh ketangguhan keluarga, karakter generasi, serta peran perempuan dalam mendidik anak-anak agar tumbuh sesuai potensinya,” tambahnya.

Sementara itu, Penasihat DWP Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan Sabri, SE, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan kerja sama tim, pengembangan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, hingga peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan kebugaran.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan, sehingga silaturahmi dan kekompakan antaranggota DWP terus terjaga,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti dengan antusias oleh 159 pengurus dan anggota dari seluruh unit pelaksana (UP) DWP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Dipandu fasilitator Ramli, suasana kegiatan berlangsung ceria dan penuh inspirasi.

Kehadiran Penasihat DWP Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan Sabri, bersama Ny. Susanti Hermanus yang turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, menambah semarak acara yang ditutup dengan puncak kebersamaan, mencerminkan kekompakan seluruh pengurus dan anggota DWP Kabupaten Nunukan.

(PROKOMPIM)

Pemerintah Kabupaten Nunukan Selenggarakan Diseminasi Audit Maternal

NUNUKAN – Bupati Nunukan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin secara resmi membuka Kegiatan Diseminasi Hasil Audit Maternal Perinatal dan Surveilans Respon yang digelar di ruang rapat lantai 1 Kantor Bupati Nunukan, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri pimpinan fasilitas kesehatan, organisasi profesi, para narasumber, serta peserta dari berbagai layanan kesehatan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra, disampaikan bahwa penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kabupaten Nunukan.

Audit maternal perinatal dianggap penting karena dapat melihat akar masalah dari aspek medis, sistem pelayanan, maupun kondisi sosial masyarakat.

Bupati juga menekankan pentingnya surveilans respon sebagai langkah untuk memastikan setiap kasus dapat terdeteksi cepat, dianalisis, dan ditindaklanjuti. “Setiap kasus harus menjadi pembelajaran untuk memperbaiki pelayanan, bukan untuk saling menyalahkan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan fasilitas kesehatan, pemenuhan tenaga kesehatan, penguatan jejaring rujukan, serta kerja sama lintas sektor. Ia berharap rekomendasi dari audit dapat segera ditindaklanjuti oleh seluruh fasilitas kesehatan.

Dr. Ratna, Sp.OG selaku narasumber menjelaskan beberapa rekomendasi penting, di antaranya:

1. Penguatan advokasi, sosialisasi, pembelajaran, dan manajemen kebijakan.

2. Pelayanan ANC sesuai standar, minimal enam kali kunjungan, dua kali USG, dan pemenuhan 12T.

3. Ibu hamil dengan risiko tinggi wajib mendapatkan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis kandungan.

4. Pemenuhan alat kesehatan, tenaga kesehatan, serta penyediaan bank darah di RSP Sebuku.

5. Penguatan peran kader posyandu dan TPK serta pemenuhan sarana PONED di puskesmas.

Selain itu, berbagai intervensi seperti kampanye kesehatan, skrining pasangan usia subur dan ibu hamil, tatalaksana risiko, hingga peningkatan sistem rujukan juga menjadi rekomendasi utama.

Narasumber kedua, Dr. Sholeh, Sp.A memaparkan kebutuhan peningkatan pelayanan neonatal di RSUD Nunukan, khususnya penguatan ruang NICU dan PICU. Beberapa kebutuhan tersebut antara lain penyediaan infant warmer, inkubator, x-ray mobile, ventilator neonatal, serta obat emergensi yang belum ditanggung BPJS seperti surfaktan. Ia juga menjelaskan adanya rencana fellowship dokter spesialis anak dan pelatihan perawat melalui dukungan APBD Kabupaten Nunukan.

Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Hj. Miskia memberikan tanggapan atas seluruh hasil pemaparan. Ia menyampaikan bahwa kebutuhan yang disampaikan narasumber akan diupayakan melalui anggaran APBD maupun peluang bantuan dari kementerian.

“Tidak semua bisa langsung dipenuhi, tetapi kita akan berupaya bersama dan bersinergi. Semoga tahun depan beberapa program sudah bisa berjalan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi di Nunukan. Acara diseminasi resmi dibuka oleh Asisten I mewakili Bupati Nunukan.

(PROKOMPIM)

Dorong Regenerasi Pemimpin Berintegritas, IMDKN Gelar Mubes III

NUNUKAN – Musyawarah Besar (Mubes) ke-III Ikatan Mahasiswa Dayak Kabupaten Nunukan (IMDKN) resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, yang mewakili Bupati Nunukan, di Ruang VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Gat., S.Pd., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nunukan Hasan Basri, Ketua Umum IMDKN Miko, dosen Politeknik Negeri Nunukan Hariyanti, Ketua PC PMII Nunukan Yustin, serta seluruh peserta Mubes.

Mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Kadisdik Akhmad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mubes ke-III IMDKN. Ia menegaskan bahwa Mubes bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum strategis untuk evaluasi, konsolidasi, dan melahirkan pemimpin muda yang berintegritas.

Tema Mubes, “Regenerasi Kepemimpinan Berintegritas sebagai Pilar Perjuangan Daerah 3T”, dinilai relevan dengan kondisi Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan dan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pemerintah daerah berharap mahasiswa, khususnya generasi muda Dayak, dapat berperan aktif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menegaskan komitmen membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi kepemudaan, termasuk IMDKN, dalam pengembangan sektor pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pelestarian budaya Dayak.

Bupati berharap Mubes ini mampu melahirkan kepengurusan yang solid, gagasan konstruktif, serta semangat persaudaraan, sehingga perbedaan pandangan dapat menjadi kekuatan dalam memajukan IMDKN dan daerah.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Nunukan Hasan Basri dalam sambutannya menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan. Ia mengingatkan generasi muda untuk belajar dari sejarah bubarnya negara-negara besar seperti Uni Soviet, Yugoslavia, dan Sudan.

Menurutnya, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh wilayah dan sumber daya, tetapi oleh kemampuan menjaga persatuan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI.

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Gat., S.Pd., yang juga penasehat IMDKN, mendorong organisasi ini menjadi wadah pembentukan pemimpin yang kritis, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan. Ia menekankan agar kegiatan IMDKN tidak bersifat seremonial, melainkan menghasilkan program dan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Gat juga mengajak mahasiswa aktif berdialog dan berdebat secara sehat dengan pemerintah dan DPRD sebagai bagian dari proses demokrasi yang dewasa, sekaligus melatih kemampuan menyampaikan gagasan secara argumentatif dan beretika.

Ketua IMDKN Nunukan, Miko, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam perjuangan mahasiswa. Ia menyebut IMDKN sebagai tulang punggung intelektualitas mahasiswa Dayak di Kabupaten Nunukan.

“Integritas adalah harga mati. Tanpa integritas, seluruh perjuangan hanya akan menjadi slogan,” tegas Miko.

Ia mengajak mahasiswa Dayak untuk tidak menjadi penonton dalam arus pembangunan, melainkan hadir sebagai penggerak, penjaga moral, serta solusi atas persoalan pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan keadilan sosial di Nunukan.

Miko juga mendorong organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus dan UKP untuk menghidupkan budaya belajar dan kajian sebagai landasan melahirkan organisasi yang kuat dan berpihak pada kepentingan masyarakat perbatasan.

(PROKOMPIM)

Ribuan Pelari Ramaikan Run 07 Energi Baru di Alun-alun Kota Nunukan

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, secara resmi membuka ajang lari massal bertajuk “Run 07 Energi Baru” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Nunukan di Alun-alun Kota Nunukan, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan olahraga tersebut sukses menarik ribuan peserta, mulai dari atlet profesional hingga masyarakat umum. Para pelari menempuh tiga kategori jarak yang disiapkan panitia, yakni 3 kilometer (kategori family), 5 kilometer, dan 10 kilometer, dengan rute yang menyusuri sejumlah ruas utama Kota Nunukan.

Sebelum melepas peserta, Plt. Sekda Raden Iwan Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta atas antusiasme yang tinggi. Ia menegaskan bahwa olahraga, khususnya lari, memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental masyarakat.

“Run 07 Energi Baru ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam menerapkan gaya hidup sehat di tengah kesibukan masyarakat modern,” ujar Iwan.

Melihat tingginya partisipasi peserta, Iwan optimistis kesadaran masyarakat Kabupaten Nunukan terhadap pentingnya olahraga akan terus meningkat. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat,” tambahnya.

Usai pengangkatan bendera start oleh Plt. Sekda, peserta dilepas secara bertahap. Kategori 10K menjadi gelombang pertama, disusul kategori 5K lima menit kemudian, dan terakhir kategori 3K family.

Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, acara dilanjutkan dengan sesi peregangan melalui senam Zumba serta hiburan musik dari Fresly Nikijuluw, yang semakin menyemarakkan suasana.

(PROKOMPIM)