Pemprov Dorong Implementasi Manajemen Aset SPBE

TANJUNG SELOR – Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di era digital menjadi keharusan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kaltara Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., dalam kegiatan Sosialisasi Manajemen Aset SPBE Provinsi Kaltara Tahun 2025, digelar di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (17/12).

“Aset Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti server, perangkat jaringan, perangkat lunak hingga pusat data merupakan motor penggerak utama layanan digital pemerintah,” ucap Iskandar

Menurutnya tanpa manajemen aset TIK yang baik dan tepat maka pemerintah daerah berpotensi menghadapi berbagai risiko dimulai dari inefisiensi anggaran, kerentanan keamanan siber hingga hambatan dalam integrasi sistem layanan pemerintahan.

Iskandar menyebutkan sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh aset TIK milik pemerintah daerah dapat terdata secara akurat, guna menjamin keberlanjutan operasional SPBE.

Ia berharap melalui penerapan manajemen aset SPBE ini dapat meningkatkan pemahaman seluruh peserta terkait regulasi, standar dan praktik terbaik dalam pengelolaan aset SPBE.

“Diharapkan terwujud harmonisasi data agar terdapat kesamaan persepsi dan metode pendataan aset TIK di seluruh perangkat daerah,” ujarnya.

Lebih jauh, Iskandar mendorong impelementasi manajemen aset SPBE tersebut agar dapat ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi yang jelas dan terukur di masing-masing unit kerja.

Selain itu, kegiatan ini dinilai sebagai langkah nyata dalam perbaikan tata kelola aset TIK secara berkelanjutan.

“Mari jadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk menata kembali infrastruktur TIK kita menjadikan lebih tertib, efisien dan kokoh dalam mendukung visi pembangunan Kaltara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan,” pungkasnya.

(dkisp)

Gubernur Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum membuka kegiatan “Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)” dirangkaikan dengan “Pemberian Penghargaan Kader Posyandu Berprestasi dan Lomba Video Edukasi” digelar di Lapangan Agatis, Kamis (18/12).

Gubernur Zainal menjelaskan Germas ini dilaksanakan dengan berbagai program dan aksi nyata diantaranya pencegahan dan percepatan penurunan stunting, aksi konsumsi pangan bergizi dan pendampingan ibu hamil agar tetap sehat.

Juga dengan pengaktifan kembali peran posyandu, pemeriksaan kesehatan serta pemberian penghargaan kepada kader posyandu dan posyandu berprestasi.

“Germas ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun masyarakat Kaltara yang lebih sehat dan sejahtera,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur mengatakan stunting masih menjadi tantangan yang harus dihadapi secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan kognitif, produktivitas dan kualitas hidup di masa depan.

Untuk itu, ia mendorong dalam pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja, dilanjutkan pada masa kehamilan, hingga pemenuhan gizi dan pola asuh yang baik pada balita.

Zainal menyambut baik atas pemberian penghargaan video edukasi percepatan penurunan stunting dan kesehatan reproduksi remaja pada kegiatan ini.

Melalui media kreatif seperti video edukasi diharapkan mampu menyampaikan pesan kesehatan secara lebih menarik, mudah dipahami dan menjangkau masyarakat luas, khususnya kalangan remaja.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para kader posyandu dan seluruh tenaga kesehatan,” ucapnya.

Penghargaan yang diberikan hari ini bukan hanya bentuk pengakuan, tetapi diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat provinsi Kaltara.

Dengan pembudayaan Germas, kesadaran dan partisipasi masyarakat Kaltara terhadap pola hidup sehat dapat terus ditingkatkan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltara nomor 12 tahun 2019 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Gubernur Zainal mengajak masyarakat memulai pola hidup sehat dan positif dari hal sederhana seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin memeriksakan kesehatan, aktif bergerak, menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan layanan posyandu dan fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Dengan Germas yang semakin kuat dan berkelanjutan, saya optimis angka stunting dapat kita turunkan secara signifikan, derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat dan pada akhirnya kualitas hidup masyarakat Kaltara menjadi lebih baik, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

(dkisp)

Gubernur Sambut Delegasi Investor Korea Selatan, Bahas Peluang Kerjasama Strategis

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menerima kunjungan delegasi investor IATEA dari negara sahabat Korea Selatan, di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (17/12).

Kunjungan tersebut dalam rangka membahas proyek pertanian dan perikanan di Kaltara yaitu proyek produksi dan pengolahan stevia, biji-bijian utuh/gandum dan rumput laut. Serta proyek teknologi pertanian, peternakan, perikanan dan pengolahan pangan unggulan Korea.

Dalam forum diskusi itu, Gubernur Zainal menyambut baik kehadiran delegasi investor asal negeri ginseng Korea Selatan di Provinsi Kaltara.

“Terima kasih banyak kepada delegasi Korea Selatan yang berkenan hadir di Kaltara. Sekali lagi selamat datang, kita sangat terbuka untuk berinvestasi di Kalimantan Utara,” kata Gubernur.

Dalam paparannya, Gubernur mengatakan Provinsi Kaltara memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dikenal dalam 3P yakni bidang pertanian, perikanan dan peternakan.

Kaltara saat ini telah memiliki banyak lahan sawah baru untuk pertanian yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kaltara.

“Saya baru balik dari Panen Raya di Krayan. Yang mana di Krayan memiliki beras Adan yang khas, karena semua ditanam organik tanpa bahan kimia,” ujarnya.

Disamping bidang pertanian ada potensi besar di bidang perikanan laut dan perikanan air tawar. Ia menyebutkan hasil perikanan seperti udang windu dan kepiting bakau memiliki potensi yang cukup besar bahkan di ekspor ke berbagai negara.

Selanjutnya, Zainal menuturkan mendapat informasi bahwa Malaysia sangat membutuhkan buah kelapa. Ia menilai potensi investasi buah kelapa di Kaltara cukup menjanjikan.

“Di bidang pertanian selain kacang-kacangan kemudian ubi dan kelapa ini sangat potensi, karena masyarakat Kaltara menanam kelapa itu sudah ratusan hektare, ini berbuah semua dan Malaysia butuh banyak,” ucapnya.

Dalam pertemuan ini, Gubernur didampingi sejumlah pejabat penting diantaranya Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Bustan, S.E, M.Si., Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Ferry Ferdinand Bohoh, S.T., M.T., Kepala Biro Perekonomian Muhammad Gozali, S.E., M.H., dan jajaran perangkat daerah Pemprov Kaltara.

Pada prinsipnya, Gubernur Zainal menyambut baik dengan adanya investor yang masuk di Kaltara. Ia menekankan bahwa dukungan penuh dari Pemprov Kaltara sangat penting dalam mewujudkan pembangunan di Bumi Benuanta.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya menjalin kerja sama internasional yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor strategis yang dibahas.

(dkisp)


Hadiri Wisuda ke-13 Unikaltar, Bustan pesan Wisudawan berkontribusi Pembangunan Daerah

TANJUNG SELOR – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. Bustan, S.E., M.Si, menghadiri acara Wisuda Ke-13 Program Sarjana Universitas Kaltara (Unikaltar) Tahun Akademik 2025/2026, digelar di gedung Auditorium Lantai 3 Kampus Unikaltar, Rabu (17/12).

Dalam sambutannya, Bustan mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar sarjana.

“Semoga gelar dan ilmu yang saudara peroleh selama masa perkuliahan dapat memberikan manfaat yang lebih bagi saudara dan masyarakat,” ucap Bustan.

Bustan menyebutkan sebagai generasi muda yang terdidik diharapkan para lulusan Unikaltar mampu menjadi penerus generasi Kaltara yang berkualitas, berkarakter dan berintegritas serta memiliki daya saing yang tinggi.

Predikat yang didapatkan tidak hanya membanggakan pribadi tetapi juga keluarga dan Unikaltara. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya.

“Kepada para wisudawan agar ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi dapat menjadi bekal untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat,” pesannya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menaruh harapan besar kepada para sarjana untuk ambil bagian dalam membangun Kaltara yang lebih maju dan dapat berdaya saing melalui dunia kerja, kewirausahaan, riset maupun pengabdian.

Menurutnya para wisudawan adalah para generasi penerus pembangunan Kaltara yang kelak sebagai pelopor dalam segala kebijakan yang ada dalam tatanan masyarakat.

“Jangan ragu untuk kembali dan berkontribusi bagi daerah karena Kalimantan Utara membutuhkan putra-putri terbaiknya,” jelasnya.

Bustan mengucapkan selamat kepada Unikaltar yang meluluskan sebanyak 160 wisudawan/wisudawati. Ia mengapresasi atas komitmen dan dedikasinya dalam mencetak sumber daya manusia unggul bagi daerah dan bangsa di Bumi Benuanta.

“Semoga universitas Kaltara terus berkembang dan melahirkan lulusan-lulusan yang berdaya saing dan berakhlak mulia. Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati, semoga kesuksesan selalu menyertai langkah saudara semua,” tutupnya.

(dkisp)

Komitmen Kesiapsiagaan Bencana, Pemprov Gelar Simulasi Vertical Rescue

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menguatkan komitmen dalam kesiapsiagaan bencana. Hal itu dibuktikan melalui kegiatan “Gladi Simulasi Vertical Rescue Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran untuk Mendukung Respon Cepat Kewaspadaan Daerah terhadap Bencana”.

Digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan pada Senin (15/12), pelatihan dibuka secara langsung Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltara H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si.

Melalui sesi arahannya, Datu Iqro mengapresiasi kegiatan Gladi Simulasi Vertical Rescue yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara dan BPBD Kota Tarakan serta jajaran RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan.

“Kegiatan ini menjadi pedoman kepada kita semua terutama para kepala unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Rumah Sakit agar bersedia dan cepat tanggap jika terjadi bencana di Kaltara,” ucap Datu Iqro.

Datu Iqro mengatakan dampak dari bencana ini tidak hanya berpotensi menimbulkan korban jiwa tetapi menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian harga benda, mengganggu layanan dasar dan menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat.

Ia menjelaskan terdapat 2 jenis bencana di Kaltara yang memerlukan perhatian khusus karena dampaknya yang besar dan potensi ancamannya berada di wilayah padat penduduk yaitu gempa bumi dan kebakaran gedung/bangunan.

Lanjutnya, bahwa 2 jenis bencana ini memiliki karakter yang sangat cepat, tidak dapat diprediksi dan berisiko menimbulkan korban dalam waktu apabila tidak dikelola dengan baik.

Ia melihat seluruh kondisi tersebut peningkatan personel, sarana dan prasarana, dan kemampuan teknis pertolongan sangat diperlukan dalam melakukan evakuasi pada area dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Gladi simulasi vertical rescue ini dirancang untuk memastikan bahwa para personel penyelamat memiliki keterampilan yang terstandarisasi dalam upaya evakuasi korban dari bangunan bertingkat, terutama saat menghadapi gempa bumi atau kebakaran gedung,” tegasnya.

Datu Iqro berharap kapasitas kesiapsiagaan semakin kuat, koordinasi antar instansi semakin solid dan masyarakat semakin siap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi.

Penguasaan vertical rescue menjadi indikator penting kesiapsiagaan daerah terutama di wilayah perkotaan dan padat penduduk seperti Kota Tarakan yang memiliki banyak fasilitas publik, perkantoran, hotel dan rumah sakit memiliki struktur bertingkat dan berpotensi terdampak bencana.

(dkisp)