Target Penghimpunan Zakat BAZNAS Nunukan Naik 50% di 2026

NUNUKAN- Pusat Menargetkan Penghimpunan Zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nunukan meningkat hingga 50%. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Baznas Nunukan Ustadz H. Zahri Fadli saat di temui awak media pada Selasa (17/03) Kantor Baznas Nunukan.

Ia mengatakan bahwa penetapan target didasarkan pada hasil evaluasi penilaian pusat terhadap kinerja dari tahun sebelumnya.

“Dalam satu tahun kita menyusun rencana kerja anggaran tahunan untuk di evaluasi yang kemudian pusat menetapkan target yang diberikan kepada kita didasarkan kinerja tahun sebelumnya”. Kata Ustadz Zahri

Sebelumnya target off balance sheet BAZNAS Nunukan sebesar Rp.10 Miliar, Kini dinaikkan dengan angka yang cukup tinggi hingga Rp.16 Miliar (50%).

Hal ini menurut Zahri merupakan
bentuk apresiasi dari pusat yang menyakini bahwa Nunukan mampu mencapai target tersebut. Sehingga untuk mencapai target tersebut BAZNAS Nunukan berupaya maksimalkan potensi-potensi yang di Kabupaten Nunukan.

” ini menjadi tantangan bagi kami untuk membuktikan kepercayaan tersebut. Oleh karena itu, upaya untuk menggali seluruh potensi yang ada harus dilakukan dengan maksimal. Potensi kita tidak hanya berasal dari ASN, tetapi juga dari perusahaan dan para karyawannya” Jelasnya

Dalam memaksimalkan potensi yang ada, Baznas Nunukan melakukan sosialisasi kebeberapa perusahaan khususnya yang berada di Seimenggaris. Hingga total capaian mencapai lebih dari 21 Miliar atau sekitar 200% dari target awal.

“Alhamdulillah, banyak perusahaan yang berkomitmen untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, baik zakat profesi maupun zakat fitrah. Hingga saat ini, total capaian kita sudah mencapai lebih dari 21 miliar, atau sekitar 200% dari target awal” Terang Ketua Baznas Nunukan

Dalam memperkuat penghimpunan zakat, BAZNAS juga membangun kanal melalui UPZ di setiap kecamatan. Sehingga saat ini hampir seluruh kecamatan sudah aktif termasuk Sebatik.

“Sebatik yang sebelumnya tidak sampai 20 juta, kini bisa mencapai lebih dari 100 juta dalam satu hari di bulan Ramadan” Lanjutnya

Kemudian disisi lain ia juga menanggapi terkait isu yang berkembang saat ini bahwa zakat dialihkan untuk pembiayaan MBG, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidaklah benar.

” Secara hukum Islam, zakat tidak dapat digunakan untuk hal tersebut.BAZNAS berpegang pada tiga prinsip utama, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI” Tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pendistribusian Baznas senantiasa melakukan survei terlebih dahulu agar bantuan dapat tepat sasaran. Dimana tingkat Kabupaten terdapat 11 titik layanan dan setiap Kecamatan dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) termasuk layanan jemput Zakat.

Pengelolaan Zakat dalam penghimpunan maupun pendistribusian di tingkat UPZ diserahkan kepada masing-masing kecamatan, sementara di tingkat kabupaten difokuskan pada kelompok tertentu seperti marbut masjid, imam masjid, dan sahabat BAZNAS.

” Di wilayah Sebatik, bantuan telah disalurkan kepada lebih dari 600 marbut dan imam masjid. Sedangkan untuk wilayah lain seperti Sebuku, Sembakung, Lumbis, dan Semanggaris, bantuan disalurkan melalui transfer” Jelas Zahri

“Awalnya kami menargetkan sekitar 2000 penerima, namun setelah pendataan, jumlah tersebut meningkat hingga lebih dari 4000 penerima. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat masih sangat besar” Pungkasnya.

(*/Mr)

Bertemu Kepala Otorita IKN, Wagub Usulkan Kemitraan Pembangunan

NUSANTARA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., melakukan pertemuan dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono untuk membahas integrasi pembangunan Kaltara dengan pengembangan IKN, Selasa (17/3).

Pertemuan ini dihadiri kepala adat, tokoh adat Kenyah, Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kaltara, serta sejumlah kepala perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Kabupaten Bulungan.

Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi atas kesediaan Kepala Otorita IKN menerima rombongan. Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Kaltara yang berhalangan hadir.

“Kami menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kaltara yang belum bisa hadir karena agenda lain,” kata Ingkong.

Ia menegaskan pentingnya integrasi pembangunan Kaltara dengan IKN guna memperkuat posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi kawasan ibu kota baru.

“Integrasi ini sangat penting untuk mendorong posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan ibu kota negara baru atau IKN,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Kaltara mengajukan sejumlah dukungan strategis, antara lain pengembangan sektor pariwisata, penguatan desa adat, pelestarian budaya, serta pengembangan wisata alam.

Selain itu, Kaltara juga mengusulkan pengembangan Taman Nasional Kayan Mentarang dalam konsep “Heart of Borneo” sebagai pusat studi biodiversitas dan kawasan konservasi.

Di sektor konektivitas, Pemprov Kaltara mendorong penguatan jalur penerbangan internasional seperti rute Tawau, Kota Kinabalu, Miri, hingga Brunei Darussalam ke Tarakan, Balikpapan.

“Sehingga rute ini menjadikan Bandara Juwata Tarakan sebagai pintu gerbang udara masuk ke wilayah NKRI di kawasan perbatasan,” jelas Ingkong.

Lebih jauh, Pemprov Kaltara juga meminta percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi dan konektivitas jalan lintas perbatasan, termasuk ruas Apau Kayan hingga terhubung ke kawasan IKN.

Ingkong mengusulkan pembangunan konektivitas jalan lintas kawasan perbatasan di Apau Kayan antara lain ruas PLBN Long Ampung , Long Nawang, Sungai Boh menuju Long Bagun, Tering, Sendawar, Blusuh, Gunung Bayan, Resak III hingga ke IKN.

“Kemudian, ruas PLBN Labang ke Mansalong hingga Malinau, rencana ruas PLBN Long Midang ke Binuang dan Malinau sebagai jalur distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, usulan lain yang juga disampaikan yakni dukungan diplomasi pembangunan Kaltara sebagai provinsi perbatasan dan pintu gerbang NKRI melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat adat.

Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut positif dan bahkan mendorong agar kerja sama ini tidak berhenti di wacana.

Ia mengusulkan agar kolaborasi antara Otorita IKN dan Pemprov Kaltara dituangkan dalam aturan resmi, sehingga memiliki dasar kuat dalam pelaksanaannya.

“Kita akan merumuskan kerjasama antara Otorita IKN dan Pemprov Kaltara dalam bentuk Peraturan Kepala Otorita IKN, sehingga Kaltara dapat menjadi mitra pembangunan IKN,” kata Basuki.

Pertemuan ini pun ditutup dengan kunjungan ke kawasan Istana Negara di IKN. Sebuah simbol bahwa masa depan ibu kota baru juga terbuka bagi daerah-daerah di sekitarnya, termasuk Kaltara yang kini bersiap mengambil peran lebih besar.

(dkisp)

Tutup Rangkaian Safari Ramadan di Nunukan, Gubernur Tegaskan Komitmen untuk Masyarakat

NUNUKAN – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Masjid Al-Muttaqin, Kabupaten Nunukan, saat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menutup resmi rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pada malam ke-27 Ramadan, Selasa (17/3).

Kegiatan ini menjadi titik akhir perjalanan panjang Safari Ramadan yang sebelumnya menyapa masyarakat di berbagai daerah di Kaltara.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras menyukseskan Safari Ramadan tahun ini,” kata Gubernur.

Zainal menegaskan bahwa Safari Ramadan yang digelar bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momen penting untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk terus membangun kebersamaan.

“Safari Ramadan ini untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah ingin selalu hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Zainal juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat dan rumah ibadah.

Bantuan itu meliputi hibah Rp100 juta untuk Masjid Al-Mujahirin, Rp150 juta untuk Masjid Nurul Hikma, serta masing-masing Rp200 juta untuk Masjid Al-Ikhsan dan Masjid Al-Muhajirin.

Selain itu, diserahkan pula 60 sarung dan 90 Al-Qur’an kepada pengurus masjid dan pesantren, serta paket sembako untuk tenaga kebersihan dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM).

Zainal berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta menambah semangat ibadah masyarakat di bulan suci Ramadan.

Acara penutup Safari Ramadan ini turut dihadiri jajaran Pemprov Kaltara, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah yang memenuhi Masjid Al-Muttaqin.

(dkisp)

BAZNAS Nunukan Tanggapi Isu Viral Dana Zakat Untuk MBG

NUNUKAN- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nunukan Ustadz H.Zahri Fadli, M.Pd.I menanggapi isu viral di Indonesia saat ini, dimana di isukan bahwa dana Zakat tahun ini untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat di temui awak media Selasa (17/03) Kantor Baznas Nunukan, Ustadz Zahri mengatakan bahwa hal itu hanya merupakan isu belaka.

“Itu isu yang dikembangkan oleh oknum-oknum, mereka sengaja memancing pak Prabowo, tidak ada respon dari pak Prabowo bahwa ya atau tidak, sehingga ada indikasi ” ya” dari mereka, dari situlah di kembangkan isu tersebut” Jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa berdasarkan arahan dari Majelis Ulama bahwa isu tersebut tidaklah benar.

“Jadi Zakat sama sekali tidak ada digunakan untuk pembiayaan atau diahlikan ke MBG”. lanjutnya

Ia menerangkan bahwa aspek hukum Islam dalam pengelolaan Zakat harus dikedepankan, sesuai dengan tiga prinsip Baznas yaitu aman Syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Sehingga penyaluran zakat sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku.

(Mr)

Meriah Rayakan Ramadhan 1447 H: Remas Mutiara Leubatang Bersama Karangtaruna Wei La’in Gelar Kegiatan Semarak Ramadhan

LEMBATA – Dalam menyabut Hari Raya Idul Fitri 1447 H Remaja Masjid (Remas) Mutiara Leubatang menggelar kegiatan Semarak Ramadhan dengan mengusung tema Mutiara Ramadhan Bersinar, Dengan Seni, Ilmu Dan Iman bertempat di Halaman Masjid Mutiara Leubatang, Kecamatan Omesuri, Kab. Lembata pada Senin, 16-18 Maret 2026

Dikatakan oleh Ketua Panitia “Ikwanudin Hasan” bahwa kegiatan semarak Ramadhan kali ini merupakan komitmen bersama lintas gemerasi antara Remas Mutiara dan Karangtaruna Wei La’in bertujuan untuk meriah rayakan bulan suci Ramadhan 1447 H juga sebagai upaya dalam membangun karakter generasi Mutiara Leubatang melalui pengetahuan berbasis Islami melalui, selain itu kegiatan ini juga diadakan untuk mensuport pembangunan Madrasah Aliyah Nurul Hadi Leubatang

“Kegiatan Semarak Ramadhan merupakan kerjasama generasi antara Remas bersama Karangtaruna Wei La’in diselenggarakan untuk meriah rayakan Ramadhan kali ini, selain itu untuk membangun pondasi pengetahuan dan membentuk karakter generasi Mutiara Leubatang berbasis islami serta menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi untuk masa mendatang ” Ujar Ikwan

“Melalui kegiatan ini juga bagian dari upaya generasi muda melalui Remas Mutiara Leubatang dalam menyupoort pembangunan Madrasah Aliyah Nurul Hadi Laubatang yang saat ini masih dalam proses pembangunan” Sambungnya

Ikwan menambahkan kegiatan ini berlangsung selama 3 hari terhitung sejak Senin, 16 – 18 Maret 2026 dengan diselenggarakan beberapa mata perlombaan diantaranya Lomba pidato Lomba MC, Lomba Syahril Qur’an, Lomba doa harian , Lomba mengenal huruf Hijaiyah serta Syair antar Ibu-Ibu Majelis Ta’lim

Disisi lain Syawaluddin Salem selaku Ketua Remaja Masjid Mutiara Leubatang berharap Remaja masjid harus terus berupaya melakukan kegiatan yang berdampak pada umat, tidak jenuh terhadap keadaan, terus melayani dan berkarya.

Syawal menuturkan Mutiara merupakan awal mula Peradaban Islam Ili Olong e’a laleng. Kedepan tentu semakin komplit pengaruh zaman, bekali diri dengan Iman yang kokoh, Ilmu yang mumpuni dan seni yang baik.

“Mari jadikan Remaja masjid sebagai rumah bersama tanpa memandang latar belakang. Remaja tidak hanya bergerak di bidang dakwah tetapi jangkauannya harus luas baik di segia ekonomi, politik dan sosial. Teruslah berkomitmen untuk keumatan dan kebangsaan, Berjuanglah semata untuk mengharap Ridho Allah SWT. Terima kasih banyak panitia Romadhan 1447 H dan Karang taruna Wei la’in yg sudah berkolaborasi untk mensukseskan kegiatan perlombaan dalam menyongsong hari raya Idul Fitri 1447 H” Tutupnya

Indra Lawetoda (Tim Redaksi)