Wagub Ingkong Dorong Perusahaan Berikan Pelatihan Kewirausahaan Ke Masyarakat

BULUNGAN – Rasa bangga ditunjukkan Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala,SE, M.Si saat melihat lokasi peternakan ayam di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Yang membuat bangga Ketika peternakan ayam tersebut dikelola langsung oleh masyarakat dibawah binaan dari PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN).

“Kita sekaligus mengeceknya ternyata persiapan produksi dan kondisi bahan dan materialnya bagus – bagus semua, dan dipersiapkan dengan waktu yang panjang dan cukup matang,” kata Wagub Ingkong didampingi Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Dr. Bustan, S.E., M.Si dan Kepala Bappeda – Litbang Kaltara Bertius, S.Hut.

Wagub Ingkong mengatakan keberhasilan peternakan ayam dirintis ini merupakan hasil pelatihan sumber daya manusia yang dilaksanakan oleh PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) kepada masyarakat setempat.

Pemerintah Provinsi (Kaltara) Wagub Ingkong mengucapkan terima kasih kepada PT. PKN yang turut serta membantu meningkat kemampuan kewirausahaan melalui pelatihannya kepada masyarakat.

Karena itu, Wagub Ingkong berharap perusahaan PT. PKN dan perusahaan lainnya di Kaltara dapat mendorong pelatihan ke masyarakat bukan hanya di bidang masalah pendidikan, pabrikan tetapi termasuk peluang yang ada seperti pertanian dan peternakan.

“Kepada teman – teman pengusaha lain diharapkan bisa ikut ambil bagian memberikan pelatihan pada masyarakat disini,” ucapnya.

Selain itu beliau mengharapkan perusahaan yang ada disini dapat memprioritaskan peluang dan mendukung masyarakat setempat dengan menerima hasil – hasil produksi peternakan dan kebun yang ada di Kabupaten Bulungan.

Terakhir Wagub Ingkong mengapresiasi swadaya masyarakat dalam membangun peternakan ayam ini, dengan inisiatif dan biaya sendiri. “Sungguh luar biasa kita akan berikan dukungan support kepada beliau, karena ini adalah inisiatif sendiri dan dibiayai sendiri oleh beliau,” sebutnya.

Menurutnya hal ini sangat jarang oleh masyarakat yang melakukan inisiatif sendiri, membuka dan melihat potensi peluang yang cukup besar. Apabila peternakan ayam ini terbuka maka dipastikan akan menyerap banyak tenaga kerja di masyarakat.

(dkisp)

Wujudkan Optimalisasi Pembangunan Daerah Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah Pusat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menjelaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Secara teknis, Musrenbang merupakan forum untuk mendapatkan gambaran rencana pembangunan daerah dan kesempatan para pihak untuk memberikan penajaman prioritas pembangunan daerah melalui penyampaian saran dan kritik,” kata Gubernur Zainal membuka kegiatan Musrenbang RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 bertempat di Ruang Serbaguna Gedung Gadis, Rabu (30/4).

Gubernur Zainal menyebutkan dengan tema “Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Berbasis Optimalisasi Potensi Daerah” ini, yang dirumuskan sebagai bentuk respon terhadap tantangan global, nasional dan lokal.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam pembangunan daerah melalui forum ini harus dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Karenanya ia mengajak bersinergi bersama antara pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat untuk menyusun program yang tepat melalui Musrenbang RKPD ini.

Gubernur berharap forum Musrenbang RKPD dapat menjadi momentum untuk dapat menyelaraskan aspirasi dan komitmen bersama dalam mewujudkan fondasi dan transformasi Kalimantan Utara kokoh sebagai beranda depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan.

“Mari kita optimalkan potensi yang ada untuk pembangunan Kalimantan Utara yang sejalan dengan arah kebijakan pusat,” tuntasnya.

Hadir dalam Musrenbang ini, Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyaratan dan Hubungan Antar Lembaga Kemendagri Ir. Togap Simangunsong, M.App.Sc, Wakil Gubernur (Wagub) Ingkong Ala, SE., M.Si, Pj Sekprov Kaltara, Dr. Bustan, SE., M.Si, Kepala Bappeda Litbang Kaltara Bertius, S.Hut, seluruh Kepala OPD lingkup Kaltara, Forkopimda, tokoh masyarakat dan akademisi.

(dkisp)

Pastikan May Day Berjalan Aman, Pemprov Gelar Simulasi Pengendalian Massa

TANJUNG SELOR – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) melalui Badan Kesatuan Bangsa menggelar simulasi pengendalian massa di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (30/4).

Simulasi tersebut melibatkan sebanyak 387 personel gabungan yang terdiri dari Polda Kaltara, Brimob, TNI, Satpol PP, Badan Kesbangpol, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta koordinasi antar unsur dalam menghadapi potensi kerawanan sosial yang bisa terjadi saat momentum May Day.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara, Jonilius, S.STP, menyebutkan bahwa latihan bersama ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah.

“Simulasi ini penting sebagai langkah antisipatif. Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan May Day nanti bisa berlangsung damai, tanpa gangguan keamanan yang berarti,” jelas Jonilius.

Jonilius juga menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan dibekali dengan pendekatan humanis dalam menghadapi potensi aksi unjuk rasa, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip penegakan hukum.

“Pengamanan dilakukan dengan profesionalisme tinggi, namun tetap mengedepankan etika dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Aspirasi masyarakat harus dihargai, tetapi ketertiban umum juga harus dijaga,” tambahnya.

Dengan adanya simulasi ini, Pemprov Kaltara berharap May Day dapat dirayakan sebagai momentum yang bermakna bagi para pekerja, serta memberi dampak positif bagi iklim ketenagakerjaan dan pembangunan di Kalimantan Utara.

(dkisp)

Literasi dan Pendidikan yang Merata, Pondasi Masa Depan Kaltara

TANJUNG SELOR – Penjabat (Pj.) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Bustan, SE., M. Si  menyebutkan literasi dan Pendidikan yang merata menjadi salah satu pondasi dasar dalam menentukan masa depan Kaltara. Hal ini disampaikannya saat menyampaikan sambutan Gubernur Kaltara dan membuka Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Fase 3 Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa (29/4).

Bertema “Mengoptimalkan Ekosistem Pendidikan Kabupaten dan Kota untuk Menguatkan Kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua” kegiatan yang diselenggarakan di ruang rapat lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam transformasi pendidikan di Kaltara.

“Saya  menyampaikan  apresiasi  yang setinggi-tingginya  kepada  seluruh  pihak  yang hadir dalam  rapat  penting  ini.  Terima  kasih khusus  saya  sampaikan  kepada  pemerintah Australia melalui program INOVASI, Kementerian Pendidikan  Dasar  dan  Menengah, Kementerian Agama,  serta  seluruh  mitra  yang  telah berkontribusi  dalam  mendukung  transformasi pendidikan di provinsi Kalimantan Utara,” kata Bustan membacakan sambutan Gubernur.

Kaltara sendiri menunjukkan kemajuan pesat dalam literasi, dengan indeks gemar membaca meningkat dari 66,7% (2023) menjadi 72,80% (2024). Menempati peringkat ke-10 nasional dan tertinggi di luar Pulau Jawa. Jika dirata-rata, penduduk Kaltara membaca 5–6 kali/minggu, dengan durasi hampir 2 jam per hari.

“Ini adalah hasil upaya kolektif bersama program  Inovasi untuk  Anak  Sekolah  Indonesia  (INOVASI) sejak satu dekade terakhir. Kolaborasi yang melibatkan  pemerintah daerah,  universitas, sektor swasta, LSM, PKK, relawan, dan komunitas literasi,” jelas Bustan.

Meski demikian juga masih terdapat tantangan seperti geografis Kaltara dan keterbatasan infrastruktur. Ini menuntut strategi inovatif dan krusial seperti pembelajaran jarak jauh, penguatan peran komunitas dan dukungan bagi guru di daerah terpencil.

Pemprov Kaltara menyadari bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) berawal dari pondasi literasi, numerasi dan pembentukan karakter. Studi menyebutkan bahwa peningkatan 10% pelajar dengan kemampuan membaca tinggi dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 1,3%.

“Artinya,  investasi  kita untuk meningkatkan pondasi belajar di bidang literasi,  numerasi,  dan  karakter  adalah investasi bagi masa depan Kalimantan Utara dan Indonesia,” sambungnya.

Inisiatif DPRD Kaltara membentuk Perda tentang Perbukuan dan Literasi, menjadikan Kaltara sebagai pelopor implementasi nyata UU No. 13/2017 tentang Sistem Perbukuan. Tujuannya adalah menjamin akses buku berkualitas bagi semua anak di Kaltara.

“Terakhir, Gubernur juga menyerukan komitmen bersama untuk memberikan pendidikan berkualitas dan berkeadilan dari pesisir hingga pedalaman,” tutup Bustan.

(dkisp)

Puncak HKB 2025, BPBD Gelar Vertical Rescue

TANJUNG SELOR – Dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar simulasi Vertical Rescue di Gedung Gadis, Selasa (29/4).

Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kaltara, PMI Bulungan dan beberapa instansi terkait. Dalam simulasi ini, tim BPBD dengan kemampuan terlatih mengevakuasi korban dengan cara menurunkan dari dinding gedung tinggi menggunakan tandu basket yang dilengkapi tali karmatel serta perlengkapan safety body harness.

Setelah menurunkan korban, Terlihat dari bawah gedung, kesigapan para tim medis dalam mengevakuasi korban bencana.

Vertical Rescue sendiri merupakan metode penyelamatan korban dari tempat tinggi atau sulit dijangkau, biasanya digunakan dalam kondisi darurat seperti kebakaran dan Gempa Bumi yang mengakibatkan keruntuhan bangunan.

Simulasi ini diharapkan tak hanya meningkatkan kesiapsiagaan petugas namun juga menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengetahuan dasar penyelamatan diri dalam situasi bencana alam.

Sebelumnya, upacara peringatan HKB tahun 2025 digelar di Halaman Kantor Gubernur Kaltara, pada Sabtu (26/4) lalu. Upacara dipimpin langsung oleh Pj. Sekprov Bustan.

Pada apel tersebut, ia bersama Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Amriampa, S.Sos. M.Si dan beserta jajaran BPBD turut melaksanakan simulasi pemadaman kebakaran api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Mengusung tema “Siap Untuk Selamat” dengan sub tema “Bangun Kesiapsiagaan Sejak Dini”, Bustan menyebutkan terdapat pesan kuat bahwa keselamatan dalam menghadapi bencana sangat bergantung sangat bergantung pada kesiapan setiap individu.

“Melalui tema ini, masyarakat diajak untuk menyadari bahwa kemampuan menyelamatkan diri tidak datang tiba – tiba, melainkan harus dibangun dan dilatih terus – menerus, dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga hingga ke komunitas yang lebih luas,” ucapnya.

Ia menghimbau pentingnya partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana masyarakat di daerah rawan bencana, bersama – sama dengan pihak yang berwenang menjadi “Subjek” atau Pelaku.

Masyarakat Indonesia belum terbiasa melakukan latihan atau simulasi secara rutin maka diusulkan secara khusus perlu dilakukan secara serentak dengan skala nasional, “Melibatkan seluruh lapisan masyarakat minimal 1 (satu) kali setahun melakukan latihan simulasi kebencanaan,” tegas Bustan.

Peringatan HKB Tahun 2025, Bustan berharap masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga ke komunitas luas.

“Melalui keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, HKB diharapkan menjadi tongak terbentuknya bangsa Indonesia yang semakin siap, siaga dan tangguh dalam menghadapi resiko bencana,” pungkasnya.

(dkisp)