DKISP Kaltara Rangkul Pelajar Berpartisipasi Dalam Pembangunan Bangsa

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara melaksanakan Sosialisasi Literasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di SMA Negeri 1 Tarakan, Rabu (4/6).

Gubernur Kaltara diwakili oleh Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si membuka kegiatan tersebut menyatakan tujuan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap transformasi digital di sektor pemerintahan diikuti seluruh siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Tarakan.

“Dengan adanya SPBE, kita dapat mengakses berbagai layanan pemerintah secara online, belajar dengan lebih efisien dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa,” ucap Iskandar.

Iskandar mengatakan, di era digital saat ini, literasi digital menjadi sangat penting dan hal ini tidak bisa diabaikan. “Teknologi telah mengubah cara kita belajar, bekerja dan berpartisipasi dalam masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, SPBE ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat membantu dan memudahkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Ia mengajak masyarakat tanpa terkecuali para pelajar agar dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.

“Sehingga kita dapat menjadi generasi yang cerdas, kompeten dan berkontribusi positif dalam masyarakat,” pungkasnya.

Giat sosialisasi literasi SPBE turut menghadirkan narasumber dari DKISP Kaltara, Deddy Harryadi, S.IKom selaku Kabid Aplikasi dan Informatika, Analis Berita, Muhammad Nor Gusti, S.Ikom dan Analis Tata Kelola Keamanan Siber, Jeki Ansari, S.Kom. Turut dihadiri juga Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Mustari, S.Pd., M.Pd, Kepala Sekolah SMA N 1 Tarakan Jasmin, S.Pd.

(dksip)

Tangkal Radikalisme Melalui Seni Budaya

TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dalam hal ini diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., membuka secara resmi Lomba Gelar Budaya dan Membaca Puisi yang dilaksanakan di Gedung Gadis, Rabu (4/6).

Terselenggaranya kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltara dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dalam sambutannya, Datu Iqro menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan seni, melainkan gerakan kultural untuk menanamkan nilai – nilai toleransi, persatuan dan cinta tanah air.

“Lomba ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya kita dalam mencegah masuknya ideologi radikal dan intoleran, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Melalui seni dan budaya, kita ajak generasi muda membangun daya tangkal terhadap segala bentuk provokasi ekstrem,” kata Datu Iqro.

Datu Iqro menerangkan bahaya penyebaran radikalisme sudah melalui ruang digital. Ia menekankan pentingnya literasi digital, dialog lintas budaya, serta ruang ekspresi damai sebagai tameng utama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif tersebut.

Data menyebutkan bahwa pelajar SMA bahkan SMP kini telah menjadi target perekrutan paham radikal melalui media sosial. “Oleh sebab itu, pendekatan budaya dinilai sebagai strategi yang menyentuh akar persoalan secara damai dan membumi,” ujarnya.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program nasional Suara Damai Nusantara (Sudara), sebut Datu Iqro, diharapkan tidak hanya mencetak pemenang lomba, namun melahirkan generasi muda yang menjadi agen perubahan dan duta perdamaian.

“Menang bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya karakter kuat, semangat nasionalisme, dan keberanian menyuarakan perdamaian melalui karya seni,” tegasnya.

Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan radikalisme dan pembinaan generasi muda berbasis nilai Pancasila melalui berbagai pendekatan kreatif, edukatif, dan partisipatif.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan BNPT RI, jajaran FKPT Kaltara, unsur Forkopimda, Kepala OPD lingkup Kaltara, juga diramaikan dengan kehadiran peserta pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Kaltara.

(dkisp)

Laksanakan Instruksi Mentan RI, Pemprov Susun Langkah Percepatan Program Swasembada Pangan

TANJUNG SELOR – Pemerintah pusat mendorong seluruh daerah di Indonesia untuk segera melaksanakan penanaman padi dengan program irigasi dan pompanisasi guna menghadapi musim kemarau 2025.

Arahan ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Swasembada Pangan Menghadapi Musim Kemarau 2025 digelar secara hybrid dari Ruang Sidang Utama (RSU), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (3/6).

Arahan Mentan RI, Amran Sulaiman tersebut direspon langsung Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dengan menginstruksikan organisasi perangkat daerah untuk segera melakukan pendataan terkait lokasi irigasi yang telah siap digunakan, dan perlu perbaikan maupun akan dibangun baru.

“Kalau perlu kita harus jemput bola agar bisa langsung bergerak cepat sebagai bentuk komitmen kita mendukung program pemerintah pusat dan nanti hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ucap Gubernur Zainal hadir secara daring (virtual) di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara.

Gubernur Zainal mengatakan pemerintah pusat sudah dapat menyokong langsung pembangunan khususnya irigasi ke daerah – daerah sesuai ketersediaan anggaran. Ini menjadi angin segar untuk Provinsi Kaltara karena termasuk salah satu daerah prioritas program swasembada pangan nasional.

“Untuk suatu wilayah atau daerah irigasi pusat boleh membangun sampai dengan sekunder, tersier dan primer. Begitu juga pemerintah provinsi dapat membangun sekunder, tersier sampai primer serta urusan lainnya, dan tidak terbagi kewenangan seperti dulu dan sekarang bisa secara bersama-sama,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Gubernur Zainal turut menghadiri Rakor Swasembada Pangan dan Pembentukan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih Provinsi Kaltara yang bertujuan dalam menyukseskan Swasembada Pangan 2025-2026, berlangsung di kantor Gubernur Kaltara.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai strategi pemerintah dalam menghadapi musim kemarau untuk menyukseskan program swasembada pangan, guna menjaga ketersediaan pasokan pangan dan menekan inflasi.

Hadir mendampingi Gubernur Zainal dalam rakor secara virtual, Tenaga Ahli Menteri Prof. Ir. Muhammad Arsyad, S.P., M.Si, Ph.D., dan Ir. Hendri Sosiawan, CESA, Ketua Satgas Swasembada Pangan Kaltara, Dr. Inneke Kusumawaty, S.TP., M.P. serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si.

(dkisp)

Wamen Christina Aryani Tekankan Literasi Keuangan Bagi CPMI,Purna PMI dan Keluarga PMI

NUNUKAN- Kunjungan Kerja (Kunker) Pertama Wakil Mentri Perlindungan Pekerja Migran Indonesi (PMI) Christina Aryani, S.E.,S.H.,M.H di Kabupaten Nunukan dalam rangka membuka sosialisasi dan edukasi keuangan serta pelatihan konten kreator bagi PMI, purna PMI dan keluarga PMI yang digelar di ruang serbaguna kantor Bupati Nunukan lantai V pada Selasa, 03/06/2025.

Pertama-tama dalam sambutan wamen Christina Aryani ia mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia (BI) dengan berkolaborasi bersama BP3MI Kaltara atas terselengaranya kegiatan ini.

“Terima kasih bapak pimpinan BI Kalimantan Utara yang sudah memberikan acara ini dan mengundang saya langsung hadir ke Nunukan”.Ucapnya.

Dalam kegiatan Sosialisasi dan edukasi ini menjadi hal yang penting dan bekal bagi calon PMI, purna PMI maupun Keluarga PMI. Dimana dalam forum tersebut Wamen menekankan pentingnya literasi keuangan.

“Dibutuhkan keterampilan, pengetahuan agar mampu mengelola dan memanfaatkan keuangan dengan sebaik-baiknya”. Jelas Wamen

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pentingnya literasi keuangan agar keuangan dapat dikumpulkan dan digunakan dengan tepat nantinya, dalam hal ini perlunya strategi mengatur keuangan sehingga hasil kerja keras diluar negeri bisa berbuah manis.

Wamen juga menjelaskan dampak positif dari adanya PMI, dengan bekerja di luar negeri membawa implikasi dan dampak baik untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia) itu sendiri, keluarga dan ekonomi lokal.

“Ada banyak contoh pekerja migran yang pulang ketanah air sukses taraf ekonominya meningkat dan ekonomi lokal terangkat seperti standing Pekerja migram membeli tanah dengan cash itu cukup besar, kemudian membuat usaha memperkerjakan warga sekitar sehingga ekonomi lokal tumbuh bergerak”.Tambahnya

Ia mengharapkan dari kegiatan ini para peserta dapat belajar membuat keputusan dalam mengelola keuangan.

“Harapan kami melalui kegiatan ini bapak/ibu dapat membuat keputusan yang baik terkait pengelolaan keuangan disertai dengan dasar hang baik pula”. Harap Wamen Christina

“Pemerintah melalui lintas lembaga termasuk bersama pemerintah daerah berkomitmen tidak hanya melindungi pekerja migran dari eksploitasi, dan berbagai risiko selama bekerja tetapi juga memastikan bahwa jerih payah mereka dapat dimanfaatkan secara produktif untuk kesejahteraan jangka panjang.” Pungkasnya

Meri/Neni

Dukung Pahlawan Devisa, Pemprov Perkuat Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia

NUNUKAN – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara, H. Asnawi, S.Sos., M.Si menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Keuangan serta Pelatihan Konten Kreator bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bertempat di Aula Kantor Bupati Nunukan, Selasa (03/06/2025).

Giat tersebut dihadiri Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia / Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Christina Aryani, S.E., S.H., M.H., Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, Hasiando G. Manik, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos, serta para PMI se-Kaltara.

Asnawi hadir mewakili Gubernur Kaltara, Dr. H, Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak yang atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih atas sinergi yang luar biasa dalam menghadirkan program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberdayakan dan membekali masyarakat perbatasan kita, khususnya para PMI dengan keterampilan yang relevan di era digital saat ini,” ucap Asnawi.

Asnawi sapaannya menjelaskan Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan memiliki peran penting dalam mobilitas PMI, khususnya ke negara perbatasan negeri jiran Malaysia.

“Kami bangga melihat kontribusi luar biasa dari para pekerja migran asal Kaltara, mereka bukan hanya pahlawan devisa bagi negara tetapi juga tulang punggung bagi keluarga dikampung halaman dalam hal menyalurkan remitansi yang turut menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujarnya.

Namun demikian, ini menjadi tantangan serius seperti rendahnya literasi keuangan, akses yang terbatas terhadap layanan keuangan formal dan kerentanan sosial akibat keberangkatan yang belum sepenuhnya prosedural.

Kondisi ini, sebut Asnawi tidak boleh terlepas dari peran dan perhatian BP3MI Kaltara yang secara konsisten melakukan pemantauan langsung dan memberikan edukasi kepada calon pekerja migran.

“Respon cepat yang diberikan juga disertai dengan keberlanjutan perlindungan yakni memastikan bahwa setiap PMI tetap mendapatkan pendampingan untuk bangkit dan berdaya kembali secara sosial dan ekonomi,” tambahnya.

Mengakhir sambutannya, Asnawi meyakini sinergi pusat dan daerah merupakan bentuk nyata kehadiran negara yang berpihak pada rakyatnya terutama bagi masyarakat yang bekerja di luar negeri, tidak hanya terlindung tapi berdaya secara ekonomi dan sosial.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini dan sinergi pusat dan daerah menjadi inspirasi untuk langkah – langkah kolaboratif selanjutnya dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan PMI dari Kaltara maupun seluruh penjuru Indonesia,” tutupnya.

(dkisp)