Orasi Pemuda Lintas 6 Agama Dukung Forum Pelita Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN– Perbedaan tidak membuat perpecahan melainkan kesatuan yang menciptakan kedamaian, toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. Oleh sebab itu, terbentuklah Forum Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Nunukan yang telah di kukuhkan oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri, SE bertempat di Ruang serbaguna lantai V kantor Bupati Nunukan pada Senin, 25/08/25.

Melalui forum PELITA ini diharapkan semakin memperkokoh nilai-nilai keagamaan dan toleransi di Kabupaten Nunukan.

Dalam Kesempatan tersebut perwakilan setiap agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu menyampaikan orasinya dalam mendukung terbentuknya forum PELITA di Kabupaten Nunukan.

Berikut orasi Pemuda lintas 6 Agama:

Pemuda Islam dengan penuh semangat ukhuwah mendukung hadirnya PELITA sebagai wadah persaudaraan lintas agama.

Dalam ajaran Islam, kita diajarkan untuk hidup saling mengenal dan menghormati, sebagaimana firman Allah: “Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal” (QS. Al-Hujurat:13).

Mari bersama-sama merawat persatuan, menebarkan rahmat, dan membangun Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera dalam semangat kebhinnekaan.

Pemuda Kristen dengan penuh sukacita mendukung hadirnya PELITA sebagai wadah persaudaraan lintas agama.

Sebagai murid Kristus, kami percaya bahwa menjaga persatuan dan merawat keberagaman adalah wujud nyata dari perintah Yesus: “Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yohanes 13:34).

Mari bersama-sama menjadi terang dunia (Matius 5:14), menebarkan kasih, dan membangun Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera dalam semangat kebhinnekaan.

Pemuda Katolik berdiri teguh mendukung PELITA sebagai wadah persaudaraan lintas iman.

Bagi Pemuda Katolik, menjaga persatuan dan merawat kebersamaan adalah wujud nyata dari panggilan iman untuk hidup dalam kasih, sebagaimana diajarkan Kristus: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39).

Mari bersama-sama membangun semangat Fratelli Tutti — semua bersaudara — demi Indonesia yang penuh cinta kasih, damai, rukun, dan sejahtera.

Pemuda Buddha, dengan penuh welas asih, mendukung hadirnya PELITA sebagai cahaya persaudaraan lintas agama.

Sejalan dengan ajaran Metta (cinta kasih) dan Karuna (kasih sayang), kami meyakini bahwa kebersamaan dalam perbedaan adalah jalan menuju kedamaian sejati.

Mari bersama menjaga persatuan, menebarkan kebaikan, dan menerangi Nusantara dengan cahaya kebhinnekaan demi Indonesia yang damai dan sejahtera.

Pemuda Hindu memberikan dukungan penuh kepada PELITA sebagai wadah pemersatu lintas iman.

Dalam semangat luhur Tat Twam Asi — “Aku adalah engkau, engkau adalah aku” — kami meyakini bahwa persaudaraan sejati hanya dapat lahir dari sikap saling menghormati, mengasihi, dan menjaga harmoni.

Mari bersama-sama merawat Bhinneka Tunggal Ika, menjaga persatuan, serta membangun Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera bagi semua.

Pemuda Konghucu berdiri teguh mendukung PELITA sebagai wadah persaudaraan lintas iman.

Bagi kami, menjaga persatuan bangsa adalah wujud nyata dari ajaran luhur Rén (kemanusiaan) dan Yi (kebenaran).

Mari bersama-sama menjadi cahaya yang menerangi bangsa, menguatkan toleransi, serta merawat kebhinnekaan demi terwujudnya Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera.

Meri