Harga Kebutuhan Pokok di Perbatasan Naik, Pasar Inhutani Nunukan Jadi Sorotan

IMG_20260610_140157

NUNUKAN – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Inhutani Nunukan mengalami kenaikan cukup terasa belakangan ini. Hal ini disampaikan Haji Ramblah, salah seorang pedagang, saat diwawancarai, Rabu 10/06/2026.

“Memang hampir semua harga sayuran sedang naik. Biasanya harga beli dari kebun mulai Rp5.000, sekarang sudah mencapai Rp10.000,” ungkapnya.

Kenaikan harga terlihat pada berbagai jenis barang. Kangkung yang biasa dibeli Rp5.000 per ikat kini menjadi Rp7.000, lalu dijual ke pembeli Rp10.000. Begitu juga kacang panjang yang sebelumnya dibeli Rp10.000 per ikat besar, kini naik menjadi Rp20.000 dan dijual Rp25.000.

Untuk bumbu dapur, lombok lokal dibeli Rp60.000–Rp70.000 per kilogram, sedangkan yang didatangkan dari Sulawesi Rp56.000. Keduanya dijual kembali di kisaran Rp80.000. Cabai keriting dan bawang merah juga mengalami kenaikan, mengingat pasokan utamanya harus didatangkan dari luar daerah.

Haji Ramblah mengaku kenaikan harga ini langsung berdampak ke omzet pedagang. Banyak pembeli yang mulai mengurangi jumlah belanja atau beralih ke sayur yang lebih murah.

“Kalau dulu ibu-ibu belanja Rp50.000 sudah dapat banyak, sekarang Rp50.000 cuma dapat beberapa macam. Pembeli jadi mikir dua kali, ada juga yang pilih ke pasar lain karena katanya lebih murah,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingginya harga jual di Nunukan tidak lepas dari biaya transportasi dan pasokan yang bergantung dari luar daerah. Cuaca yang tidak menentu juga membuat hasil kebun lokal berkurang.

“Harapan kami pemerintah bisa bantu stabilkan harga, terutama untuk transportasi kapal dan perizinan. Kalau distribusi lancar, harga pasti bisa lebih terkendali. Warga perbatasan juga butuh harga yang wajar,” pungkasnya.

Kenaikan harga ini dikhawatirkan semakin memberatkan daya beli masyarakat Nunukan, terutama menjelang pertengahan bulan saat kebutuhan rumah tangga meningkat.

(Padli/Nn)