APTIKNAS Dukung Kick-Off Indonesia 4.0 Conference and Expo 2025

Oplus_131072

Jakarta – Berandankrinews.com. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) berkolaborasi dengan Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII) dan didukung oleh Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) terus mendorong industri lokal mampu bersaing secara global.

“Meski dunia terus menghadapi banyak tantangan yang semakin kompleks, tentu kita patut bersyukur dan bangga bahwa kinerja sektor industri pengolahan non migas tetap kuat tangguh bersaing,” ujar Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutan acara Kick-Off Indonesia 4.0, yang berlangsung di Ruang Garuda, Gedung Kementerian Perindustrian RI, baru-baru ini (19/2/2024).

Ia menambahkan, keunggulan industri di Indonesia yang patut diapresiasi, salah satunya adalah nilai Manufacturing Value Added (MVA) pada tahun 2023 mencapai US$ 255 miliar yang menjadikan Indonesia berada di posisi ke-12 top manufacturing countries by value added di dunia.

Hal itu membuktikan, nilai MVA Indonesia lebih unggul dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

“Bahwa inisiasi Making Indonesia 4.0 ini sebagai momentum untuk terus mempercepat transformasi industri nasional menuju era digital yang lebih maju dan berdaya saing,” tambah Menperin Agus Gumiwang.

Menurutnya, optimisme sektor industri nasional juga semakin kuat dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Kita bisa lihat kontribusi terhadap PDB Nasional (industri pengolahan nonmigas) Tahun 2024 sebesar 17,16%. Kemudian, kontribusi ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD 196,54 Miliar, dan pencapaian ekspor nasional sebesar USD 264,70 Miliar,” jelasnya.

Kemudian untuk peningkatan penyerapan tenaga kerja industri pengolahan nonmigas per Agustus 2024 berjumlah 19,96 juta orang atau 13,79% tenaga kerja nasional.

Sementara, Nilai Manfufacturing Value Added (MNA) 2023 diposisi peringkat ke 12. “Nilai MVA Indonesia 2023 mencapai USD 255 miliar mengungguli Amerika Serikat, Jepang, Thailand, dan Vietnam.

Selain itu, nilai investasi di tahun 2024 juga telah mencapai 42,1% atau realisasi investasi disektor industri manufaktur sebesar Rp.721,3 triliun.

“Artinya kalau kita sama-sama kelola sektor industri bisa melihat ya tanda-tanda ekspansi optimisme paling tidak di titik psikologi daripada pelaku industri itu mulai tumbuh mulai kuat. Mereka akan lebih semangat dalam beroperasi dan syukur-syukur kalau mereka akan bisa membawa investasi baru masuk ke Indonesia semua pencapaian ini tidak lepas dari upaya kita mengimplementasikan program making Indonesia 4.0,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH mengatakan, pihaknya terus mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat transformasi industri nasional di era digital. “Kegiatan Kick Off Indonesia 4.0 Conference and Expo 2025 ini merupakan langkah konkrit pemerintah dan swasta mempercepat transformasi industri untuk meningkatkan daya saing di sektor swasta nasional, termasuk industri teknologi, informasi, dan komunikasi,” ujar Hoky sapaan akrabnya yang juga menjabat Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Sekjen Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Waketum Serikat Pers Republik Indonesia, dan Pendiri dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi menyampaikan, Kick Off Indonesia 4.0 Conference and Expo 2025 ini mengundang para pemangku kepentingan kegiatan untuk memberikan informasi dan sosialisasi mengenai pentingnya transformasi digital, khususnya dalam mengembangkan dan implementasi aspek keberlanjutan dalam industri.

“Dalam kegiatan ini akan dipaparkan mengenai alasan pemilihan tema yang diusung dan juga kegiatan-kegiatan pendukung seperti sosialisasi skema untuk pemilihan pemenang Penghargaan Rintisan Teknologi Industri 2025, Seleksi INDI 4.0 Awards, dan juga Seleksi National Lighthouse Industry 4.0 Awards,” papar Andi.

Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Dewan Transformasi Digital Indonesia dan Asosiasi Pengusaha TIK Nasional. “Diharapkan, kegiatan ini dapat menarik dan menumbuhkan minat dari para pelaku usaha untuk bergabung ke dalam ekosistem kolaborasi demi mewujudkan smart nation yang baik,” ujar Andi.

Sejak 2019, Indonesia menyelenggarakan event tahunan ini dalam rangka percepatan transformasi digital dan revolusi industri 4.0 dengan nama Indonesia 4.0 Conference & Expo.

Ketua Umum WANTRII Ir. Fadli Hamsani menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan ajang untuk mempertemukan para stakeholder mulai dari pemerintah, industri, provider teknologi, akademisi, konsultan industri, hingga financial sector dalam satu platform yang berorientasi pada transformasi digital industri di Indonesia.” kata Fadli.

Sementara, event bergengsi Indonesia 4.0 Conference & Expo akan kembali hadir pada 24-25 September 2025 mendatang yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Acara ini didukung oleh Epicor, Beckhoff dan Monitor ERP mengusung tema bertajuk “Smart Nation 2025: Building Stronger, Moving Faster Towards Sustainability”.

Tema tersebut, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat industri nasional dengan transformasi digital yang berkelanjutan, lebih efisien, dan berdaya saing global. Bagi yang ingin ambil bagian dalam acara ini dapat mengunjungi website official www.indonesia40.id. *Hend*

Launching Desa Anti Narkoba, Komitmen Bersama Berantas Narkotika

BULUNGAN – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) menghadiri Launching program Kelurahan/Desa Anti Narkoba digelar di Taman Budaya, Tanjung Palas pada Sabtu (22/2) malam.

Digagas oleh Lembaga Anti Narkoba (LAN) Kaltara bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara, program ini bertujuan memperkuat upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tingkat komunitas, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika.

Datu Iqro menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, BNN, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Desa Anti Narkoba ini adalah bukti nyata sinergi kita dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat, aman, bebas dari narkoba, dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” kata Datu Iqro.

Kaltara sebagai daerah perbatasan dengan Malaysia, memiliki tantangan besar karena menjadi jalur rawan peredaran narkotika.

“Perlu penguatan pengamanan di perbatasan dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan lingkungan sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Selain itu edukasi berkelanjutan kepada generasi muda juga menjadi prioritas,” ujarnya.

Berdasarkan data BNNP Kaltara di tahun 2024, tercatat 206 orang direhabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba, meningkat dari 126 orang pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mengkhawatirkan, terutama di kalangan pelajar yang rentan terpapar pengaruh negatif.

Datu Iqro mendorong pembentukan Satgas P4GN di setiap kelurahan dan desa. Hadirnya Satgas ini memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, serta melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkotika.

“Pemerintah akan mengintensifkan program pencegahan di sekolah-sekolah dan komunitas pemuda,” ucapnya.

“Pentingnya peran keluarga dalam pengawasan dan pembinaan anak-anak agar terhindar dari pengaruh narkoba, mari kita serukan bersama pada narkoba, kita katakan tidak!,” sambungnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan deklarasi Desa Anti Narkoba. Turut hadir Ketua LAN Kaltara, Panji Rahmadan, jajaran Forkopimda tingkat provinsi Kaltara dan kabupaten Bulungan, tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

(dksip)

Tindak Tegas Pengusaha Nakal Jelang Ramadhan dan Lebaran 2025, Ketum APKLI: Rakyat Lagi Susah

Jakarta-Berandankrinews.com
Disadur dari hasil wawancara wartawan dengan Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed., Jakarta, 23/2/2025

*Bagaimana tanggapan Anda tentang harga pangan yang mulai naik jelang Ramadan?*

Kami berharap Pemerintah dan DPR bisa menjaga stabilitas harga, sekaligus ketersediaan pangan je­lang Ramadan dan Lebaran 2025. Kami sudah mendengar ancaman Pemerintah kepada yang menjual kebutuhan pokok di atas harga eceran (HET) tertinggi. Juga kepada pengusaha nakal yang menimbun kebutuhan pangan.

*Saat ini, harga pangan mulai naik. Apa yang perlu dilakukan Pemerintah?*

Kami minta Pemerintah melakukan operasi pasar besar-besaran selama Ramadan dan Idul Fitri 2025 sehingga rakyat mendapatkan jaminan bahwa kebutuhan pangan terjaga dan stabil. Kalaupun ada kenaikan, tidak tinggi, yang wajar-wajar saja. Ngunu yo tapi yo ojo ngunu, rakyat lagi susah, kesulitan penuhi kebutuhan hidup.

*Apakah operasi pasar efektif menjaga stabilitas harga pangan?*

Operasi pasar cukup efektif. Tapi, yang paling penting adalah Pemerintah menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Ada operasi pasar, tapi kalau ketersediaan di lapangan tidak ada, tidak ada artinya.

Jadi, operasi pasar secara besar besaran dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah untuk menja­min stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

*Saat ini, sudah ada kenaikan harga beberapa komoditas. Apakah per­mintaan masyarakat naik, atau ada permainan?*

Hukum ekonomi atau hukum pasar itu berlaku dalam kenyataan di lapangan. Ketika permintaan tinggi menjelang Ramadan dan lebaran, akan terjadi kenaikan harga. Tapi, saya tidak bisa menampik bahwa jika ada event-event besar, ada potensi menimbun dan memainkan harga pangan.

*Maksud Anda, ada spekulan yang bermain?*

Ini persoalan klasik terjadi setiap tahun jelang ramadhan atau idul fitri juga momentum lainnya, ada pengusaha nakal yang menimbun dan mainkan harga pangan. Saya mendesak pemerintah, khususnya penegak hukum untuk menindak dengan tegas. Tidak boleh pandang bulu, siapa pun yang lakukan dan atau yang membackup. Kalau ada penimbunan bahan pangan dan atau mainkan harga tindak tegas dan hukum seberat-beratnya.

*Bagaimana harapan Anda men­jelang Ramadan?*

Menghadapi Ramadan dan idul fitri 2025, kami ber­harap Pemerintah dan DPR memantau betul kenaikan harga pangan. Tidak boleh terjadi kelangkaan dan kenaikan harga tak wajar. Negara atau pemerintah tidak boleh kalah dari spekulan. Oleh karena, pertama, Pemerintah harus menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Kedua, Pemerintah mampu melakukan operasi pasar besar-besaran selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2025. Bukan sekadar menyampaikan pernyataan akan melakukan operasi pasar. Dan, ketiga. tegakkan hukum setegak-tegaknya tanpa pandang bulu. Kalau ada yang menimbun dan mainkan harga tindak tegas, hukum seberat-beratnya, dan umumkan kepada publik.

APTIKNAS Dukung Kolaborasi Sivali, ITTS dan Canonical Luncurkan Sahabat Ubuntu Indonesia

Tangsel – Berandankrinews.com
Teknologi komputasi awan atau cloud computing technology semakin berkembang di Indonesia. Teknologi ini dimanfaatkan berbagai aktivitas bisnis korporasi swasta, BUMN, organisasi hingga instansi pemerintah. Dari sektor bisnis, pengguna teknologi cloud di antaranya perbankan, keuangan, manufaktur, dan telekomunikasi.

Cloud technology sangat diperlukan karena memiliki keunggulan efisiensi, keamanan, dan peningkatan kapasitas. Perusahaan tidak perlu berinvestasi besar pada infrastruktur fisik, seperti server dan pusat data.

Terlebih, cloud technology atau komputasi awan memungkinkan akses data dan aplikasi dari mana saja, mendukung tren remote working atau yang populer dengan istilah WFH.

Secara lebih luas, komputasi awan juga mendukung transformasi digital yang tengah dipacu di Indonesia. Cloud memungkinkan pemanfaatan teknologi canggih seperti AI dan big data analytics untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data.

Adapun beragam platform cloud menggunakan sistem operasi open source, seperti Ubuntu dari Canonical, sebagai basis infrastruktur mereka. Dengan pendekatan open source, penyedia layanan cloud dapat memberikan biaya yang lebih terjangkau, dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, serta didukung oleh komunitas global yang terus meningkatkan keamanannya.

Selain mendukung aktivitas bisnis dan layanan publik, teknologi cloud juga membuka peluang kerja bagi generasi muda termasuk gen Z. Hal ini karena cloud mengandalkan ketersediaan SDM dan dukungan lokal.

Untuk itulah APTIKNAS mendukung kolaborasi Sivali Cloud Technology yang melakukan MoU dengan Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) yang didukung pula oleh Canonical Amerika Serikat, dengan meluncurkan program Sahabat Ubuntu Indonesia – Jaringan Afiliasi Nusantara (SUI JAN), kegiatan tersebut dilakukan di Kampus ITTS, Tangsel, Banten, pada Selasa (18/2/2025).

Dalam sambutannya Ketum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH mengatakan, Launching Program Sahabat Ubuntu Indonesia – Jaringan Afiliasi Nusantara (SUI JAN) dan Peresmian Kerja Sama Sivali Cloud Technology & Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) wajib didukung semua pihak.

“Event ini menjadi ajang penting bagi kemajuan industri TIK di bidang open source di Indonesia untuk berinovasi dan memperkuat daya saing global dengan melakukan kolaborasi antar asosiasi industi dan pelaku bisnis dengan civitas academica,” ujar Hoky sapaan akrabnya yang juga menjabat Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Sekjen Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Waketum Serikat Pers Republik Indonesia, dan Pendiri dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.

“Saya selaku Ketua Umum APTIKNAS merasa beruntung, sebab seluruh pengurus APTIKNAS selalu aktif turut berperan dalam berbagai kegiatan TIK. Bahkan kali ini, anggota APTIKNAS Bapak Wong Sui Jan – President Director Sivali Cloud Technology berperan aktif mengundang saya dalam kegiatan keren ini, saya yakin program ini akan berjalan dengan sangat sukses, karena nama programnya sesuai dengan nama beliau SUI JAN = Sahabat Ubuntu Indonesia – Jaringan Afiliasi Nusantara.” ungkap Hoky sambil senyum sumringah.

Hoky juga mengatakan, APTIKNAS sangat mendukung kerjasama ITTS, Sivali, dan Ubuntu untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan pemimpin dalam transformasi digital agar memastikan kedaulatan data dan teknologi di Indonesia.

Sedangkan Presiden Direktur Sivali Cloud Technology, Wong Sui Jan, selaku pelopor program SUI JAN merasa bersyukur, sebab program ini mendapat dukungan dari banyak pihak khususnya dari pihak ITTS dan dari Canonical Amerika Serikat, dirinya menyadari perlu banyak pihak yang mendukung agar semakin banyak lahirnya tenaga kerja ahli dan sekaligus peningkatan kapasitas SDM.

“Kebutuhan sumber daya ini yang memicu Sivali untuk meluncurkan Sahabat Ubuntu Indonesia – Jaringan Afiliasi Nusantara (SUI JAN) dan merupakan langkah strategis dari Sivali membentuk wadah komunitas dan jaringan afiliasi open source yakni Ubuntu Pro yang tangguh di Indonesia,” kata Sui Jan.

Program ini, lanjutnya, memang dirancang untuk memberdayakan individu-individu dalam mengembangkan keterampilan manajemen infrastruktur, meningkatkan karier, dan memberikan kontribusi nyata pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital Indonesia.

Program ini juga bertujuan untuk memberikan peluang karier melalui kerja sama dengan berbagai mitra, seperti System Integrator (SI), Cloud Service Provider (CSP), dan Managed Service Provider (MSP) yang memerlukan tenaga ahli dalam proyek infrastruktur open-source.

Pada kesempatan tersebut Rektor ITTS, Prof. Onno W Purbo mengatakan, ITTS dengan bangga menjalin kemitraan strategis dengan Ubuntu untuk membangun ekosistem cloud berbasis open source yang akan mengubah wajah industri teknologi di negeri ini.

“Saat ini, regulasi seperti Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP) dan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (POJK) semakin menegaskan pentingnya penggunaan data center lokal di Indonesia. Namun, tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik, kita juga memerlukan tenaga ahli di bidang networking, cloud infrastructure, DevOps, dan Site Reliability Engineering (SRE) untuk memastikan operasional yang efisien dan aman,” ujarnya.

ITTS juga ingin menjadi pilot project pertama dalam membangun ekosistem cloud berbasis open source di Indonesia. Ini bukan sekadar soal mengakses teknologi, tetapi membangun talenta dan komunitas yang paham infrastruktur cloud secara mendalam.

Onno juga menekankan bahwa ITTS dipacu menjadi Pusat Pengembangan SDM Cloud Computing dan Open Source. “Kerjasama ini tidak hanya untuk ITTS, kita ingin menyebarkan ilmu ini ke sebanyak mungkin kampus, sekolah, dan SMK di Indonesia. Ini adalah bagian dari visi kita untuk membangun kedaulatan teknologi, agar bangsa ini tidak terus bergantung pada vendor asing dalam bidang infrastruktur digitalnya,” paparnya.

Saat ini, perbankan, pemerintahan, dan sektor telekomunikasi di Indonesia semakin membutuhkan solusi private cloud berbasis open source. Mereka tidak lagi ingin bergantung pada vendor asing yang mahal dan support-nya lambat. Mereka membutuhkan SDM lokal yang bisa membangun dan mengelola infrastruktur mereka sendiri.

“ITTS dan Ubuntu akan memastikan bahwa kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan pemimpin dalam transformasi digital Indonesia,” kata Onno.

Co-Founder and Executive VP Sivali Cloud Technology Ryo Ardian mengatakan, kerja sama Sivali dengan ITTS memacu optimisme menguatkan kualitas SDM teknologi informasi. “Dari sini kita bisa bangun generasi baru yang bakal membangun Indonesia lebih mandiri dan berdaulat di teknologi,” tandanya.

“Kalau belajar Kubernetes, OpenStack, Ubuntu, kita belajar cara bikin infrastruktur dari nol. Tidak hanya menjadi generasi user, namun kita lahirkan generasi builder yang tentu saja memiliki skill dan nilai tambah untuk menjadi tenaga kerja ahli yang berani dan mampu berkompetisi secara global,” lanjut Ryo.

Ryo memaparkan, deretan peluang karier yang terbuka oleh maraknya adopsi cloud yang ditopang oleh teknologi open source di antaranya tenaga kerja ahli di data center, data science, perusahaan start up, pengembang AI, jasa keuangan atau finansial/ fintech, cyber security, hingga robotic.

Program “Sahabat Ubuntu Indonesia” sendiri menargetkan kalangan mahasiswa, siswa SMK atau sederajat, pegiat open source, para konsultan hingga freelancer yang tertarik menambahkan layanan terkait Ubuntu Pro dalam portofolio mereka.

Turut hadir pada kegiatan tersebut antara lain; Richard Kartawijaya Ketua Yayasan Pendidikan Tangerang Selatan, Joyce Young Regional Channel Lead Canonical, Andrey Grebennikov Director of Field Engineering Canonical, Harry Sufehmi Penggiat Open Source Ubuntu dan Ruby Alamsyah Pakar Digital Forensik serta Erik Hadi Founder Nusantara Academy. (Hen)

Diduga Jual BB Berjamaah, Subdit 1 Ditreskrimsus Narkoba Polda Lampung Dibubarkan

Lampung –Berandankrinews.com
Kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian kembali dipertaruhkan setelah terungkapnya dugaan skandal narkoba yang melibatkan sejumlah anggota Polda Lampung. Skandal ini tidak hanya mencoreng citra kepolisian di tingkat daerah, tetapi juga mengguncang kepercayaan publik terhadap integritas aparat penegak hukum di Indonesia.

Dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam peredaran narkoba semakin mencuat setelah beredar informasi bahwa sejumlah anggota Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung diduga menjual barang bukti (BB) narkoba yang seharusnya dimusnahkan. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi institusi kepolisian, terutama setelah beredar isu keputusan mendadak untuk membubarkan Subdit 1 Ditreskrimsus Narkoba Polda Lampung.

Menurut sumber internal, praktik jualan BB, yang baru-baru ini terjadi, santer jadi perbincangan di lingkungan Polda Lampung. Selama ini hanya diketahui oleh segelintir orang di internal kepolisian. Para pelaku diduga melakukan tindakan tersebut secara sistematis dan rapi untuk menghindari sorotan publik. Namun, setelah informasi ini bocor ke masyarakat, tekanan terhadap Polda Lampung meningkat.

Dalam laporan yang diterima Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA., pada Rabu, 19 Februari 2025, sejumlah anggota Polda Lampung tampaknya telah mengetahui skandal ini, tetapi memilih bungkam. Kekhawatiran akan dampak buruk terhadap karier mereka disebut menjadi alasan utama diamnya para personel yang mengetahui praktik ini.

“Kalau media tahu, ini bisa bahaya. Bisa terkena PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat – red). Tapi kalau media diam, mereka masih bisa atur di internal untuk selamat,” ungkap seorang narasumber dalam laporan yang diterima Wilson Lalengke.

Menanggapi laporan tersebut, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menilai bahwa situasi ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem pengawasan internal kepolisian. Ia menegaskan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh aparat hukum justru lebih berbahaya daripada kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat sipil.

“Bagaimana masyarakat bisa percaya dengan polisi jika mereka sendiri bertindak seperti mafia jalanan? Kepolisian saat ini menghadapi ujian berat, dan jika tidak ada tindakan tegas, maka kepercayaan publik akan semakin runtuh,” ujar Wilson.

Desakan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengambil tindakan tegas semakin menguat. Publik berharap ada penyelidikan transparan terhadap kasus ini dan hukuman berat bagi para pelaku.

Wilson Lalengke juga meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan untuk memastikan bahwa skandal ini tidak berakhir tanpa kejelasan hukum. “Negara ini tidak akan aman jika aparatnya sendiri terlibat dalam kejahatan. Presiden harus memastikan bahwa semua yang terlibat dalam skandal ini mendapatkan hukuman yang setimpal,” tegas Wilson.

Kasus ini tidak hanya menjadi skandal lokal di Polda Lampung, tetapi juga mencerminkan krisis moral yang lebih luas dalam tubuh kepolisian. Jika tidak ada langkah tegas, dikhawatirkan praktik serupa juga terjadi di daerah lain tanpa terungkap ke publik.

Saat ini, masyarakat menunggu respons resmi dari kepolisian terkait kasus ini. Apakah Polda Lampung akan bersikap transparan dalam mengusut kasus ini, atau justru memilih jalan diam untuk melindungi para pelaku? Yang jelas, skandal ini telah menambah daftar panjang kasus yang mencoreng citra institusi kepolisian di mata publik. (TIM/Red)