Satgas Pamtas Yonkav 8/Narasinga Wiratama Buka Layanan Kesehatan 24 Jam di Nunukan
NUNUKAN — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia Yonkav 8/Narasinga Wiratama menempatkan tenaga kesehatan di seluruh pos pengawasan sepanjang perbatasan Kabupaten Nunukan untuk melayani warga secara cuma-cuma. Selama masa penugasan satu tahun ke depan, pelayanan kesehatan masyarakat menjadi fokus utama Satgas.
Dokter Satgas Pamtas Yonkav 8/Narasinga Wiratama, Kapten Kes Idul dari Kesdam XIV Hasanuddin, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 17 pos yang masing-masing sudah dibekali petugas kesehatan, bekal ilmu medis, serta persediaan obat-obatan lengkap.
“Hampir setiap hari warga datang berobat ke pos kami. Mereka merasa diperhatikan karena dilayani dengan tulus dan tanpa pungutan biaya apa pun. Mulai dari pemeriksaan hingga pemberian obat, semuanya gratis. Jika ada yang perlu dirujuk ke fasilitas lebih lengkap, kami juga bantu fasilitasi,” ujarnya,Jumat(25/9).
Poliklinik Satgas di Kotis, Kota Nunukan, kini resmi buka 24 jam dan selalu siap melayani warga kapan saja. Khusus wilayah terjauh seperti Lumbis yang aksesnya menyeberangi sungai, tetap dijangkau melalui pos yang sudah dilengkapi tenaga medis dan obat. Koordinasi transportasi hingga kapal cepat sudah disiapkan untuk mengantar warga ke tempat rujukan jika diperlukan.Keluhan warga yang paling umum adalah batuk, pilek, demam, dan alergi.
Dokter Idul menjelaskan bahwa kesembuhan bukan hanya soal obat, melainkan juga perlakuan yang ramah dan penuh perhatian sehingga warga merasa dihargai dan didengarkan.
Persediaan obat utamanya bersumber dari Markas Besar TNI, namun Satgas tetap berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menjamin ketersediaan yang berkelanjutan.
Baru bertugas dua minggu, Satgas Pamtas sudah melaksanakan bakti kesehatan bersama Kodim Nunukan, memeriksa sekitar 250 warga secara gratis, serta kegiatan donor darah yang diikuti 150 orang.
Ke depannya, berbagai kegiatan direncanakan: khitanan massal, pengobatan gratis ke berbagai lokasi terpencil, penyuluhan kesehatan, hingga pembentukan kader Palang Merah Remaja di sekolah-sekolah.
“Kami ingin hadir untuk semua, dari yang paling dekat hingga yang paling jauh. Seluruh warga di perbatasan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” pungkas Dokter Idul.
Padli/admin
