Dibalik Tembok, Warga Binaan Lapas Nunukan Berkarya dan Menenun Harapan Lewat Batik

IMG_20260925_174451

NUNUKAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan keterampilan membatik. Jumat, (25/09/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dikembangkan sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

Dalam prosesnya, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengenal berbagai tahapan pembuatan batik, mulai dari membuat pola, mencanting, pewarnaan hingga proses penyelesaian kain. Dengan pendampingan petugas, kegiatan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan ketelitian, kreativitas dan kesabaran.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan donny setiawan menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari proses perubahan sikap dan membangun kepercayaan diri warga binaan.

“Melalui keterampilan membatik, kami ingin memberikan bekal yang memiliki nilai manfaat dan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Program membatik ini juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai seni dan ekonomi. Ke depan, hasil karya tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui inovasi motif dan desain yang mengangkat identitas serta kekayaan budaya lokal Nunukan.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Nunukan berkomitmen menciptakan warga binaan yang lebih terampil, produktif dan memiliki kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

“Dari pembinaan lahir keterampilan, dari keterampilan tumbuh kemandirian, dan dari kemandirian lahir harapan baru,” tutupnya.
(*)