Salmiah Salah Satu PKL Yang Bertahan Demi Untuk Hidup Yang Lebih Baik Dari Sebelumnya

Social share

Bone, Sulsel – Berandankrinews.com – Jumat (17/5/19), kawasan kuliner Ramadhan Kelurahan Manurungnge Tanete Riattang Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.

Salmiah (45), mampu bertahan dengan rutinitasnya sebagai pedagang kaki lima, di kawasan lapangan merdeka.

Sekitar tahun 2013, saat-saat kawasan lapangan merdeka Watampone mulai menjadi ikon dengan hadirnya PKL yang berjejeran di pinggir lapangan merdeka.

Karena adanya oknum kaki lima yang tidak mau ikuti aturan dan kesepakatan yang ditandatangani bersama, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia dan Pemerintah Kab. Bone kala itu, akhirnya pemerintah merelokasi PKL ke Jalan Mangga dengan terlebih dulu membangunkan mereka tempat di atas pinggiran sungai.

Namun setelah direlokasi pada tahun 2014, masalah baru kembali menimpa para PKL karena minat warga untuk berkunjung ke pinggir sungai sangat kurang.

“Itulah sebabnya kami kembali kesini lagi pak. Kawasan Lapangan merdeka demi mempertahankan kelangsungan hidup kami yang terlanjur menyicil kendaraan dan lain-lainnya,” urai Salmiah yang akrab dipanggil Mammi.

Ditempat terpisah, Yusriani Hammer divisi litbang DPD APKLI Kab Bone, sangat mengharapkan pemerintah untuk segera buatkan Perda PKL yang sinkron dengan Perpres 125 tahun 2012 terkait Koordinasi dan Penataan Pedagang Kaki Lima Indonesia serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 41 tahun 2012 tentang Pedoman dan Penataan Pedagang Kaki Lima Indonesia, ujarnya. (Irwan N Raju)