PAUD Nunukan Fokus Cetak Anak Mandiri dan Mampu Bersosialisasi
NUNUKAN – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung. Lebih dari itu, PAUD menjadi fondasi utama membentuk kemandirian, kematangan emosional, dan akhlak mulia generasi penerus. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Himpaudi sekaligus Wakil Kepala Sekolah, Darwis,S.Pd usai acara pelepasan siswa di Gedung Amalia, Senin (08/06/2026).
Menurutnya, tema “Melepas Generasi Cerdas, Mandiri, Berakhlak Mulia Menuju Indonesia Emas” dipilih dengan pertimbangan matang. Ia menceritakan perubahan anak-anak selama menempuh pendidikan di PAUD.
“Awalnya banyak anak datang menangis dan takut berpisah dengan orang tua. Bahkan hal sederhana seperti makan sendiri belum bisa. Seiring waktu mereka tumbuh lebih percaya diri, bisa bergaul dengan teman, dan berani beraktivitas tanpa harus selalu didampingi. Perubahan inilah pencapaian terbesar yang kami syukuri bersama,” ungkap Darwis dalam wawancara bersama awak media.
Ia menegaskan kemandirian dan kesiapan mental lebih diutamakan dibanding kemampuan akademik. “Kami tetap ajarkan dasar baca tulis, tapi yang utama adalah kematangan emosi dan kemampuan bersosialisasi. Ini bekal penting agar mereka siap ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” tambahnya.
Tahun ini tercatat 341 siswa dilepas. Mereka berasal dari 21 lembaga PAUD nonformal dan 1 lembaga TK formal di wilayah Nunukan dan Nunukan Selatan. Acara dihadiri 682 orang tua siswa, 60 tamu undangan, serta 70 guru dan tenaga kependidikan.
Darwis juga menyampaikan perhatian Pemkab Nunukan terhadap kesejahteraan guru. Ada dua program utama yang digagas Bunda PAUD Andi Annisa Muthia Irwan dan didukung penuh Bupati Nunukan:
*1. Beasiswa Pendidikan S1*
Awalnya diusulkan 100 kuota, kini ditingkatkan menjadi 200 beasiswa. Program ini untuk guru yang ingin melanjutkan S1, baik yang baru mulai maupun yang sedang menempuh studi. Tujuannya meningkatkan kualifikasi, mengingat sebagian besar guru PAUD saat ini masih berlatar belakang SMA.
*2. Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni*
Bantuan khusus untuk guru yang rumahnya tidak layak. Dari usulan awal 10 orang, Bupati menyetujui penambahan menjadi 20 penerima. Bantuan disalurkan melalui tim terkait untuk meringankan beban hidup pendidik.
“Harapan kami program ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Semakin tinggi kualifikasi guru, semakin baik kualitas pembelajaran anak. Ini investasi jangka panjang pendidikan Nunukan,” pungkas Darwis.
(Padli/admin)
