TANJUNG SELOR – Di tengah upaya mengejar ketertinggalan dan memaksimalkan potensi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat
TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setda Provinsi Kaltara,
Berandankrinews.com – Bone – Bertempat di Mesjid Al-Istiqomah Korem 141 Toddopuli Jln. Jendral Sudirman No. 09 Kel. Manurungnge Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, Selasa (21/5/19).
Danrem 141 Toddopuli Kolonel Inf Suwarno S.A.P., dalam sambutannya mengatakan pada kesempatan baik ini danrem selaku pribadi dan atas nama komando beserta seluruh keluarga Korem 141 Toddopuli mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Tema Nuzulul Quran yakni Melalui Puasa Ramadhan Nuzulul Qur’an 1440 H/ 2019 Kita Tingkatkan Iman Dan Taqwa Prajurit Dan PNS TNI AD Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD.
Nuzulul Quran atau turunnya ayat ayat suci Alquranmerupakan peristiwa besar yang mempunyai makna penting bagi kehidupan umat Islam. Alquran yang berisi wahyu Allah tersebut diturunkan kepada Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia dalam upaya mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat.
“Maka setiap kaum muslimin ketika berada dalam suasana kritis menghadapi berbagai macam tantangan hidup kembali kepada al-quran merupakan solusi terbaik,” pungkasnya.
Adapun ceramah yang di sampaikan oleh Ustadz Yusriadi S.Pdi.M.Pdi yang intinya Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan “Al Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu sekitar 23 tahun.
Hadir Dalam Kegiatan tersebut Ustadz Yusriadi S.Pdi.M.Pdi Para Dan Kabalak Rem 141/Tp. Para Kasi, Pasi Korem 141/Tp. Para Perwira, Bintara, Tamtama beserta Pns. Para masyarakat di sekitar Makorem 141 Toddopuli. (Irwan N Raju)
Berandankrinews.com-Makassar, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Hamidin gelar silahturahmi bersama forum Warek III Se Kota Makassar. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama dirumah makan Torani, Makassar, Selasa (21/5/19).
Dalam kegiatan buka bersama yang dirangkai dengan suasana santai dirumah makan torani tersebut, Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin menyampaikan, beberapa hal kepada warek III yaitu, para warek agar mengawasi para mahasiswanya, dikarenakan diera sekarang banyak sekali pengaruh negatif yang bisa mempengaruhi para mahasiswa.
Mengawasi para mahasiswa senior saat penerimaan mahasiswa baru, karena biasanya pada moment ini terkadang melakukan pengkaderan yang mengarah tindakan negatif.
Kapolda juga mengatakan, Polda sulsel akan kembali menggalakkan program police go to campus agar tercipta sinkronisasi keakraban antara mahasiswa dengan polisi. (Irwan N Raju)
Berandankrinews.com-Bone, Polres Bone berhasil lumpuhkan pelaku pembunuhan anak, Muh Alif Maulana (10). Pelaku bernama Basman (19) dihadiahi timah panas sebanyak tiga kali dikedua betisnya.
Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, SH, SIK, M.Si MH didampingi oleh Kasat reskrim Polres Bone Iptu Muh Pahrum, SH dan Kasubag Humas polres Bone AKP Daniel S.Pd ketika melangsungkan pres release di Aula Mapolres Bone, Selasa (21/5/19) kemarin menjelaskan Kronologis penangkapan Pelaku pembunuhan, saat timunit Buser turun ke lokasi mengumpulkan data-data dan ciri-ciri pelaku diketahui.
Tim buser langsung menyergap pelaku dan dilumpuhkan dengan tiga kali tembakan terukur dibagian betis kiri dan kanan.
Dikatakan Kapolres Bone, dari keterangan pelaku berubah-ubah sehingga cukup sulit untuk menggali motifnya pembunuhannya apa, sehingga dia membunuh Muh Alif Maulana bin Amiruddin.
“Namun kita sudah mengantongi satu nama yang terlibat dalam kasus pembunuhan Anak dibawah umur ini,” ungkap AKBP Muhammad Kadarislam.
Sementara itu, keterangan pelaku Basman menuturkan dihadapan semua awak media bahwa, dia jengkel selalu di jelekin sehingga dia membunuh Muh Alif.
Kapolres Bone berjanji segera mengungkap motif pembunuhan ini.
“Kita berjanji akan ungkap semuanya, setelah salah satu pelaku yang kini dalam pengejaran kita tangkap, tutupnya. (Irwan N Raju)
Berandankrinews.com- Sinjai, Kapolres Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sebpril Sesa, S.Ik usai memimpin patroli gabungan dengan TNI Kodim 1424 Sinjai, Pria tampan berpangkat Dua Bunga tersebut melanjutkan kegiatan Patroli Sepeda bersama Club Sepeda Bayangkara Polres Sinjai dalam rangka memantau situasi kamtibmas pasca penetapan Hasil Pemilu Tahun 2019.
Patroli yang dilaksanakan dipusat keramaian maupun wilayah yang sulit dilalui dengan kendaraan untuk memantau dan mengantisipasi terjadinya tindakan-tindakan kriminal.
“Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan untuk antisipasi tindakan–tindakan yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas dan dengan menggunakan sepeda, anggota akan lebih leluasa patroli hingga bisa ke lokasi–lokasi yang sulit dijangkau,”Tutur Kapolres Sinjai.
Bahkan di sela-sela kegiatan patroli, petugas juga melaksanakan dialog bersama masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan meminta kepada masyarakat agar secara bersama – sama menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif serta menjaga tali silahturahmi di bulan suci ramadhan serta mengajak agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang saat ini dimedia sosial terkait penetapan hasil Pilpres, dan berharap semua permasalahan diselesaikan sesuai dengan jalurnya.
Pada kegiatan Patroli tersebut, Kapolres Sinjai juga memberikan bantuan kepada warga kurang mampu yakni puang Sappana (60) warga Jalan Bulu Manyurung, Kelurahan Bongki Kecamatan Sinjai Utara dan Lel. Saparuddin (59) warga jalan Gunung Latimojong, Dusun Cenning, Kecamatan Sinjai Utara, Kabuaten Sinjai. Bantuan itu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan uluran tangan.
“Mudah-mudahan apa yang diberikan sedikit membantu dalam penuhan kebutuhan sehari-hari di bulan suci ramadhan ini.” ujar Kapolres Sinjai. (Irwan N Raju)
Berandankrinews.com — Jakarta – Sehubungan dengan dilarangnya operasional B737 Max baru-baru ini setelah 2 kecelakaan besar – penerbangan Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines Penerbangan ET 302 maka IPI (Ikatan Pilot Indonesia) dan ITPI (Ikatan Teknisi Pesawat Udara Indonesia) telah berkolaborasi untuk memberikan rekomendasi Boeing 737 Max ke Dirjend Hubud dan DKPPU , ITPI dan IPI menerima legitimasi sebagai organisasi profesi insan penerbangan.
Dan rekomendasi untuk Boeing 737 Max tersebut akan dibawa sebagai referensi data untuk bertemu FAA dan Boeing Company serta seluruh dinas perhubungan dunia agar diadakannya perbaikan secara menyeluruh dan sampai pesawat tersebut layak dioperasikan.
Ketika Ibu Dirjend menyatakan Grounded untuk jenis pesawat B 737 Max 8 pasca kecelakaan Lion Air JT 610.
Indonesia yang diwakili oleh Ditjend Hubud
diundang oleh Boeing Company di Dalas USA untuk memverifikasi perbaikan terhadap Boeing Max . Untuk itu Dirjen minta dari para Pilot ( IPI ) & Teknisi Pswt ( ITPI ) memberikan bekal ( rekomendasi ) untuk berbicara seandainya Boeing Company & FAA menyatakan sudah laik terbang maka kita Indonesia melalui Ditjend Hubud akan mengajukan persyaratan yg salah satunya adalah Rekomendasi dari ITPI & IPI.
“Kami sangat mengapresiasi dan setuju atas Rekomendasi dari IPI dan IPTI ini sebagai bahan untuk bertemu Boeing Company dan FAA.” ujar Polana B. Pramesti Dirjend. Perhubungan Udara di DKPPU Cengkareng, Senin, (20/05/2019).
Secara kontekstual, jelas bahwa manual yang diterbitkan Boeing gagal memberikan informasi mengenai MCAS untuk kru penerbangan dan informasi yang cukup untuk personel pemeliharaan dalam manual yang diterbitkan.
Oleh karena itu, B737-Max tidak boleh dioperasikan sampai koreksi dan pembaruan terkait dengan sistem MCAS dilakukan dan semua rekomendasi Boeing dan persetujuan FAA dibuat untuk mematuhi semua Buletin Layanan (SB) berikutnya dan Airworthiness Directives (ADs).
Secara khusus, langkah-langkah berikut diharapkan untuk membantu memastikan standar keselamatan yang dapat diterima :
A. Semua aspek operasional, teknis, fungsional dan interaktif MCAS diungkapkan, diterbitkan dalam Boeing Manual terkait dan didistribusikan dengan cara yang paling efektif untuk memberdayakan kru penerbangan, pemeliharaan penerbangan, dan karyawan penerbangan teknis untuk secara efektif melindungi tingkat keselamatan yang dapat diterima.
Ini termasuk tetapi tidak terbatas pada penerbitan berikut ini :
Prosedur perawatan untuk sistem MCAS dan elemen-elemen terkait.
Prosedur perbaikan untuk sistem MCAS atau elemen-elemennya.
Prosedur uji fungsional pasca-perbaikan MCAS.
Informasi operasional sistem MCAS untuk Awak Penerbangan termasuk inter-hubungannya dengan sistem lain atau elemen-elemennya.
Semua kemungkinan kelainan yang dapat menyebabkan aktivasi sistem MCAS yang salah, tidak perlu, atau berbahaya.
Pedoman dan teknik kru penerbangan untuk secara jelas dan tanpa beban kerja yang berlebihan, mengidentifikasi aktivasi MCAS.
Prosedur penerbangan untuk menonaktifkan aktivasi MCAS yang salah.
Prosedur penerbangan untuk pemulihan manual setelah semua aktivasi MCAS yang memungkinkan termasuk dari kemungkinan keadaan pesawat yang tidak diinginkan (UAS).
Silabus pelatihan dan pedoman untuk awak pesawat untuk semua acara MCAS yang memungkinkan.
B. Setelah semua rekomendasi di atas ditindaklanjuti, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meminta maskapai penerbangan melakukan Uji dan Pembuktian pada B737 Max sebelum rilis lebih lanjut untuk transportasi penumpang.
C. Meminta pabrikan untuk transparan dalam memberikan semua informasi yang diketahui mengenai sistem pesawat yang ada, MCAS atau lainnya, dan elemen-elemennya termasuk perubahan dalam desain dan proses pengujian untuk memberdayakan awak pesawat agar menjadi mitra yang efektif dalam keselamatan penerbangan.
Diharapkan bahwa dengan itikad baik di semua sisi, keselamatan, transparansi dan upaya kerja sama dari seluruh komunitas penerbangan akan dipulihkan dan menjadi model yang dapat secara efektif memulihkan kepercayaan masyarakat yang akan bepergian dengan pesawat dan berkontribusi untuk menghormati kehidupan mereka yang hilang di dua peristiwa bencana yang tidak menguntungkan.
“Dalam pelaksanaan perawatan/perbaikan pesawat, kami bekerja berdasarkan, ‘ MPD'( Maintenance Planning Documents), yang dikeluarkan oleh pabrik dan menjadi Referensi Maintenance Planning Engineer Dept. (yang harus ada disetiap Airline). Untuk menerbitkan Operator Maint Progran (OMP),” ujar Hendro Gunawan Sugiarto Ketua Umum ITPI.
Hal ini membuktikan bahwa pekerjaan yang dilakukan Teknisi pesawat udara diseluruh dunia adalah sama sesuai standar Internasional. Indonesia juga terdaftar sebagai anggota Internasional Air Transport Association (IATA) sehingga License para penerbang dan Teknisi Indonesia juga berlaku pada penerbangan Internasional. Sehingga para penerbang dan teknisi Indonesia telah memenuhi persyaratan Internasional.
“Profesi kami sebagai Teknisi juga tidak berbeda dengan para Penerbang yang harus selalu update untuk menjaga kualitas dari sisi pengetahuan serta sikap yang secara periodik melakukan recurrent training sebagai syarat perpanjangan license, begitupun sumpah kami di Technical Log Book. Dalam mekanisme kegiatan kami, Penerbang dan Teknisi sangat bersinergi dan merupakan team work yang selalu mengedepankan keselamatan. Kami juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa transportasi udara masih yang teraman di dunia, semoga dengan adanya informasi dan pernyataan dari kami tidak mengurangi kepercayaan masyarakat untuk tetap menggunakan transportasi udara,” pungkas Hendro. (fri)