Kisah Kartini Pedagang Kecil Keliling Yang Sering di Usir Panitia Saat Berjualan

Nunukan, Kartini dan Jufri pedagang minuman yang selalu menjajakan minumannya disetiap ada event pesta rakyat di Kabupaten Nunukan.

Dengan hanya bermodalkan Rp. 500.000 Pasangan Suami istri ini meraup untung yang besar. Namun menurut mereka suka dukanya menjadi pedagang minuman keliling sangat banyak.

Ditemui di Sirkuit Manrapi Bhayangkara open Motorcross dan Grasstrack Sabtu (6/7/19) kemarin, Kartini mengatakan, Kita menjual begini sebenarnya beresiko karena kita kadang di usir oleh panitia.

“Kita ini takut juga sama panitia kalau ada event seperti ini, terkadang kita di usir, tadi kita di usir karena pedagang yang mengunakan tenda itukan membayar dan protes, tapi karena kita izin jadi di sampaikan jualannya di belakang sedikit,” ujar Kartini tertawa.

Dia mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini, kami sebagai pedagang kecil keliling sangat terbantu.

“Karena acara ini kami bisa mencari rejeki dengan berjualan disini, dengan begini modal kami sudah kembali dan bisa menguntungkan juga,” katanya.

Kartini berharap kegiatan atau acara besar seperti Motorcross dan Grasstrack ini sering diadakan di Kabupaten Nunukan.

“Semoga adalagi kegiatan seperti ini selanjutnya, supaya kami pedagang kecil keliling bisa mencari rejeki seperti sekarang ini. Karena mata pencarian kami kan hanya ini,” ujarnya. (Red)

Polisi Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal, 2 Pelaku dan 23 Korban di Amankan

Berandankrinews.com-Nunukan, Jajaran Sat Polairud Polres Nunukan berhasil menggagalkan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia yang hendak diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal, di Jembatan Penyeberangan orde baru Rt 12 Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan, Kaltara, Pada hari Selasa (25/6/2019) lalu.

Dari upaya penyelundupan itu, Polisi setidaknya berhasil mengamankan 5 orang korban yakni Rosmini bin Haling, Rosalinda bin Surtang, Nurmeni bin Martang, Sofyan bin Sade dan M Khairul Ikhwan.

“Dalam penangkapan itu, petugas yang dipimpin AKP Fendi Majarani, mengamankan 5 orang pekerja Migran dan 1 orang pengurus yang berperan sebagai tekong yakni Lukman alias Raden Bin Najamuddin ,” ujar Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH, Minggu (7/7/2019).

Sejumlah barang bukti berupa perahu dengan mesin tempel dan barang milik para korban diamankan petugas.

“Dari keterangan korban, Pelaku meminta biaya / tarif sebesar Rp. 1.600.000, uang tersebut akan dibayar setibanya di Malaysia,” kata AkBP Teguh Triwantoro.

Tidak berhenti di situ, Kapolres Nunukan juga mengungkapkan pihaknya berhasil mengagalkan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia di Jembatan Inhutani Kelurahan Nunukan Utara, Nunukan pada Jumat (5/7/19), Satu Pelaku berhasil kita amankan yakni Andi Said alias Puring bin Rasyid dengan korbannya sebanya 18 orang yakni Walter Baba, Mardianti binti Sayuti, Suryani binti Malucu, Yanuaris, Barnabas, Lukman bin Mustaking, Baharuddin bin Sahide, Rahmawati binti Abdul Rahman, Mulyadi bin Sibek, Edo bin Nurdin, Meri binti Middi, Gita binti Rudi, Nurlia binti Bate, Rosmawati Binti Malle, Sayuti bin Amping, Aldi bin Baharudin, Tari binti Kamri, Zahra binti Muliadi, Teri dan Binti Kamri

“Pelaku ini perannya sama dengan Lukman, pengurus TKI ilegal, dengan jumlah korban nya ini 18 orang terdiri dari 14 orang dewasa dan 4 anak-anak,” jelas Kapolres.

Dari hasil pengungkapan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia, Polisi berhasil mengamankan Dua pengurus TKI imigran dan 23 orang korban.

“Total pelaku yang kita amankan ada Dua dan 23 orang korban. Pelaku kita jerat Pasal 120 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian subsider Pasal 81 jo pasal 69 UU No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” Tutur Kapolres Nunukan.

Dikatakan AKBP Teguh Triwantoro, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan dari tersangka yang telah diamankan untuk mengungkap jaringan lainnya dan memantau perairan Nunukan. “Kita masih lakukan pengembangan dan tentu kita akan perketa untuk penjagaan dan memantau dari Penyelundupan Pekerja Imigran atau tindak kejahatan di perairan Nunukan” Tandasnya.

Presiden Jokowi: Guru Harus Jadi Agen Transformasi Penguatan SDM Kita

Berandankrinews.com — Jakarta, Perubahan zaman dan teknologi yang begitu cepat dewasa ini menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi. Tujuan pendidikan nasional tidak lagi mencetak siswa yang berpengetahuan, tetapi juga siswa yang berketerampilan, memiliki skill, dan berkarakter.

Foto: Rusman – Biro Pers Sekretariat Presiden

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat membuka Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) – Kongres Guru Indonesia Tahun 2019 di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 5 Juli 2019.

“Pendidikan kita juga harus mampu memberikan bekal keterampilan, bekal skill, kepada siswa yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Ketika pembangunan SDM menjadi prioritas paling utama, sekali lagi peran guru akan semakin sentral, semakin utama, dan semakin strategis. Guru harus menjadi agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta bangsa,” ujar Presiden.

Untuk menghadapi perubahan zaman itu, transformasi pendidikan dan transformasi proses belajar-mengajar harus terus dilakukan. Menurut Presiden, proses belajar-mengajar harus menggembirakan, baik guru maupun murid, dan dilakukan secara efisien dan mudah.

“Saya kira ruang kelas bukanlah satu-satunya tempat belajar. Dunia virtual adalah kampus kita, bisa belajar dari sana. Google adalah perpustakaan kita, Wikipedia adalah ensiklopedi kita, bisa cari apa saja, Kindle buku elektronik adalah buku pelajaran kita dan masih banyak media digital lainnya,” paparnya.

Oleh sebab itu, Kepala Negara memandang peran guru harus lebih dari mengajar, tetapi juga mengelola belajar siswa, mengarahkan belajar siswa karena mereka bisa belajar di mana-mana. Guru pun dituntut lebih fleksibel, lebih kreatif, lebih menarik, dan lebih menyenangkan siswa.

“Kalau tidak ada yang mengarahkan berbahaya sekali. Sekarang buka apa saja di dalamnya ini ada semuanya. Hati-hati,” lanjutnya.

Meski demikian, Presiden memandang peran guru tidak bisa digantikan oleh mesin atau teknologi secanggih apa pun. Sebagai sebuah profesi mulia, Presiden percaya guru memiliki peran tak tergantikan dalam membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti yang luhur, dengan toleransi, dan nilai-nilai kebaikan.

“Guru lah yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi, membangun kreativitas serta mengokohkan semangat persatuan dan semangat kesatuan,” ungkapnya. (fri)

Masyarakat Tompobulu Bersama Personil Kodim 1424 Sinjai Gotong Royong di Pra TMMD

Sinjai (Sulsel)-Warga Kampung Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, masih antusias Bergotong-royong bersama di akhir-akhir di lokasi Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105. Sabtu (06/07/2019).

Beberapa hari lagi Pra TMMD akan berakhir dilaksanakan. Pasiter Kodim 1424/Sinjai Kapten Inf Muh Bakri menerangkan jika pekerjaan selama ini hanya menyelesaikan bagian kecil saja.
“Seperti merapihkan pekerjaan dan membersihkan jalan” jelas Pasiter.

Meski begitu, masyarakat yang hadir masih sama jumlahnya seperti pertama kali pra TMMD dilaksanakan.
“Puluhan warga yang pekerjaannya diladang sudah selesai, mereka memilih ke lokasi TMMD.

Ini adalah hal yang bagus mengingat TMMD adalah kegiatan yang tujuan utamanya adalah untuk menjalin kekompakan antara masayarakat dengan TNI,” jelasnya.
Halide (43), salah satu warga dusun Balle mengatakan, pada akhir akhir masa Pra TMMD kami masih semangat bergotong-royong bersama TNI AD.

“Anggota Kodim 1424/Sinjai saja semangat membangun kampung, begitu juga kami sebagai warga yang akan menikmati pembangunan gorong-gorong dan perintisan jalan,” ujarnya. (Irwan N Raju

Pra TMMD, Serda Basri Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat Tompobulu

Sinjai (Sulsel)-Pagi menjelang siang yang cerah, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulipoddo juga sudah mulai berdenyut. Serda Basri setelah bersama-sama dengan masyarakat setelah melaksanakan pekerjaannya dalam Pra TMMD 105 Kodim 1424/Sinjai ini.

Kebersamaan dan kesederhanaan pun terlihat, seadanya hanya beristirahat di sekitar lokasi berteduh dari sinar matahari. Babinsa bersama masyarakat menikmati minuman seadanya dan makanan yang dibawah warga dari rumah masing-masing

“Kekompakan dan kebersamaan bersama warga akan tetap kami jaga, tidak hanya dalam Pra TMMD saja nanti waktu TMMD dan bahkan setelah TMMD pun kami akan selalu kompak.” kata Serda Basri, Sabtu (6/07/2019), Wargapun terlihat tidak canggung membaur bersama TNI saling bercanda ketika istirahat di tempat yang seadanya. (Irwan N Raju)