Melanggar Aturan Lalin, Sopir PT Astra Honda Motor Cabang Bone Emosi Saat di Tilang

Bone-Sebuah truk milik PT Astra Honda Motor Cabang Bone ditilang Petugas Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Bone, lantaran melakukan pelanggaran membongkar muatan diwaktu jalan tengah macet.

Tampak sebuah truk milik PT Astra Honda Bone bernomor polisi B 9891 XO yang parkir di badan jalan sedang menurunkan muatannya, Sepeda Motor. Hal ini membuat Penguna jalan resah adanya bongkar muat di tengah macetnya arus lalu lintas di Jalan H Agus Salim tersebut.

Tak terima ditilang, sopir truk tersebut adu mulut dengan petugas, sehingga menarik perhatian masyarakat Bone, Rabu (7/8/19).

Salah satu warga yang turut menyaksikan pertengkaran Sopir dan Petugas, SL mengatakan, ini berawal dari aktivitas bongkar muatan sepeda motor didepan kantor PT Astra Honda Motor, namun parkir truknya di badan jalan.

“Hal ini sudah sering terjadi dan Petugas sering membiarkan Hal ini terjadi,” jelas SL.

Dijelaskan, Saat terjadi cekcok mulut, Sopir dan Petugas, salah satu pekerja di Dealer itu, yang tidak terima kendaraannya mau ditilang karena mau menurunkan kendaraan dipinggir jalan ini.

Petugas Satlantas Polres Bone, Brigadir Ardiansyah menuturkan, salah satu Sopir truk tersebut tidak terima mau ditilang padahal nyata-nyatanya ada unsur pelanggarannya.

Menanggapi hal itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Bone, H Nashar, SE juga mengatakan, jelas nyata melanggar karena belum waktunya masuk untuk bongkar muat, makanya anggota mau tilang. (Irwan N Raju)

KLHK RI gelar sosialisasi pengembangan bank sampah di Wajo, ini harapan Wakil Bupati Wajo.

WAJO – Guna mendukung sirkular ekonomi masyarakat di kabupaten Wajo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI lewat Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah PSLB3 menggandeng Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar sosialisasi pengembangan bank sampah dalam menunjang sirkular ekonomi masyarakat menuju Indonesia bebas sampah 2025 di Hotel Ayu Sengkang, Rabu (7/8/19).

Wakil Bupati Wajo, H. Amran SE saat membuka kegiatan tersebut menyatakan, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dari waktu ke waktu semakin berkurang, jumlah penduduk semakin bertambah begitu pula dengan aktivitas masyarakat yang menghasilkan sampah dan limbah berbahaya semakin meningkat setiap tahunnya.

“Sampah telah menjadi salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh Indonesia termasuk kabupaten Wajo. Jumlah sampah di Wajo ditahun 2017 sebanyak 57.409,82 ton meningkat di tahun 2018 menjadi 57.755,12 ton artinya mengalami peningkatan sebanyak 345,3 ton dan di prediksi akan terus mengalami kenaikan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Wajo,” paparnya.

Kondisi tersebut apabila dibiarkan tanpa ada pengelolaan secara optimal melalui langkah strategis diakuinya akan berdampak pada pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup sehingga akan berpengaruh pada keberlangsungan hidup manusia di masa yang akan datang.

Olehnya itu, H. Amran SE menegaskan permasalahan sampah dan limbah B3 merupakan permasalahan bersama yang perlu dipecahkan dan diolah menjadi potensi yang bernilai tambah bagi sirkular ekonomi masyarakat.

H. Amran SE juga mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Wajo telah melakukan pengelolaan sampah melalui 3R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle seperti dengan mendirikan 40
bank sampah, daur ulang, pengomposan dan lain-lain untuk mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA) serta menyusun program-program sedekah sampah yang saat ini telah merambah ke masjid-masjid.

Dirjen Pengelolaan Sampah PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Agus Syaifudin menjelaskan, bank sampah memberikan kontribusi terhadap pengurangan sampah nasional sebesar 1,7% atau 1.389.522 ton/tahun dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 1.484.669.825 per tahun.

Keuntungan ekonomi sirkular tersebut diperoleh dari pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Bank Sampah dengan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle).

Atas dasar itulah, konsep sirkular ekonomi sampah sebagai kampanye untuk menjadikan sampah bernilai jual kembali, dalam penerapannya diyakini akan membuat cara berbisnis lebih ramah lingkungan.

Hanya saja, dalam penerapannya ia mengungkapkan masih banyak terjadi kendala terkait pengolahan bank sampah hal itu dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah menyebabkan sampah belum dapat dikelola secara optimal di sumbernya. Bahkan, banyak sampah yang tercecer ke lingkungan dan berakhir di laut.

Disisi lain, Anggota Komisi VII DPR RI, A. Yuliani Paris mengungkapkan, telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program pemerintah pusat yang mencanangkan Indonesia Bersih Sampah 2025 termasuk di Kabupaten Wajo.

“Di DPR kita telah melakukan pelatihan-pelatihan tentang bank sampah dalam hal ini meningkatkan kesadaran masyarakat bagaimana mengurangi penggunaan plastik sejak dini yang berpotensi menjadi sampah dan limbah, karena sampah yang sangat sulit terurai itu sampah plastik,” jelasnya.

Terkait kurang berhasilnya pengolahan sampah di Kabupaten Wajo sendiri, A. Yuliani Paris berpendapat hal itu disebabkan karena perilaku masyarakat belum pada perilaku 3R (Reuse, Reduce, Recycle).

“Masyarakat tidak pernah berupaya mengurangi sampah dalam hal ini kemasan produk maupun penggunaan alat-alat rumah tangga yang berbahan dasar plastik, selain itu bank sampah yang dibuat Pemda tentu tidak cukup olehnya itu masyarakat harus didorong untuk berinovasi menciptakan bank sampah sendiri,” imbuhnya

Untuk mewujudkan itu, kata A. Yuliani Paris, ia mengajak masyarakat untuk membuang paradigma lama untuk penanganan sampah yang sebelumnya kumpul, angkut kemudian buang, menjadi kumpul, kelola sedekat-dekatnya dengan sumber, sisanya baru buang.

Diketahui, dalam kesempatan ini Anggota Komisi VII DPR-RI, A. Yuliani Paris juga menyerahkan bantuan motor sampah 3 roda kepada Pemerintah Kabupaten Wajo.

( Humas Pemkab Wajo )

Bupati Wajo hadiri Wisuda pertama Universitas Puangrimaggalatung hari ini.

WAJO – Wisuda I Pascasarjana , Sajana dan Diploma Universitas Puangrimaggalatung Tahun 2019 di Sengkang Rabu, 7 Agustus 2019.

Diawal acara Bupati Wajo beserta petinggi dari Universitas Prima dijemput dengan tari penyambutan yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta serta persembahan tari-tarian dan pembacaan surat keputusan pengurus alumni Puangrimagalatung yang diketuai oleh Bupati Wajo dan dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama Universitas Prima dengan Universitas Bosowa.

Adapun Wisudawan Universitas Puangrimaggalatung yang diwisuda di Tahun 2019 ini adalah sebagai berikut.

  1. Fakultas Ilmu Administrasi
    A. Prodi : Administrasi Publik = 359 orang
    B. Prodi : Administrasi Bisnis = 15 orang
    Jumlah keseluruhan 374 orang
  2. Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
    A. Prodi : Pend. Bahasa Indonesia = 58 orang
    B. Prodi : Pendidikan Biologi = 32 orang
    C. Prodi : Adm pendidikan. = 29 orang
    Jumlah Keseluruhan 119 orang
  3. Fakultas Pertanian
    A. Prodi : Agribisnis. = 8 orang
    B. Prodi : Agroteknlogi = 2 orang
    Jumlah Keseluruhan 10 orang.
  4. Fakultas Keperwatan dan Kebidanan
    A. Prodi : Kebidanan = 45 orang
    B. Prodi : Keperawatan = 139 orang
    Jumlah keseluruhan 184 orang
  5. Pascasarjana = 55 orang
    Jumlah total keseluruhan = 742 orang

Dalam sambutan Rektor Universitas Puangrimagalatung Prof. Dr. H. Imran Ismail, M.Si. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anggota DPR-RI Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc, atas kehadirannya pada acara hari ini dan pada perubahan bentuk dari STIA Prima menjadi Universitas Prima, kemudian kepada L2 Dikti atas perhatiannya hari ini dan juga kepada dewan Pembina yayasan Uniprima kemudian kepada Rektor Universitas Bosowa bahwa pimpinan Universitas Puangrimaggalatung mengucapkan selamat atas Diesnatalis ke 39 universitas Puangrimaggalatung.

Sedangkan sambutan dari Dewan Pembina Universitas Puangrimaggalatung dr. Sanusi Karateng menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan yang pertama kalinya digelar secara resmi, setelah menjadi Universitas Puangrimaggalatung, dan tak dapat di pungkiri bahwa ini adalah kerja keras dari semua pihak, juga dari Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc.

“Selamat datang kepada Andi Yuliani Paris, ini merupakan Universitas pertama di Bosowa dan ini tidak terlepas dari banyak pihak utamanya Pemerintah Kabupaten Wajo dalam hal ini Bupati Wajo dan DPRD Kabupaten Wajo,”katanya.

Juga diharapakan kepada lulusan nantinya menjaga Citra almamater setelah lepas dari sini, jagalah Citra almamater di tengah masyarakat katanya, yang disampaikan kepada para peserta yang lulus pada hari ini.

Sementara itu Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc, menyampaikan dalam sambutannya mengatakan kalau yang paling beruntung hari ini adalah orang tua mahasiswa, di mana momen ini merupakan pencapaian yang patut disyukuri, dan hal yang penting adalah kejujuran serta punya integritas .

“Sekarang era 4,0 perguruan tinggi harus siap hadapi dan menghadapi terobosan-terobosan, ada 4.700 jargas yang kami kawal yang sementara dipasang di sekarang di kota Sengkang dan ada 580 mesin berbahan bakar gas yang diserahkan November nantinya,” ungkap Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc.

Sambutan daripada Ketua L2 Dikti Prof. Dr. Jasruddin, M.Si. menyampaikan industri 4,0 merupakan loncatan yang sangat tak terduga ciri-cirinya diantaranya ada ide ada Inovasi digitalisasi ada enterpreneur dan kolaborasi Mahasiswa juga harus keluar untuk menata dunianya di luar yang merupakan studi lapangan.

Di acara yang sama Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan ini wisuda pertama dari Universitas Prima dan ini merupakan perjuangan meraih dari STIA Prima menjadi Universitas Prima dan ini merupakan juga partisipasi daripada Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc.

“Ini merupakan langkah strategis untuk membangun Wajo 5 tahun kedepan, Pemerintah Kabupaten Wajo juga sampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus Universitas Puangrimaggalatung yang telah berkontribusi di Kabupaten Wajo,” kata Bupati Wajo.

Dan dilanjutkan dengan mengatakan bahwa ada tiga kelompok yang harus berterima kasih pada hari ini di antaranya, Orang tua wisudawan karena mereka menjadi kebanggaan putra-putrinya dan disampaikan sampaikan kepada orang tua wisudawan kalau ilmu itu tidak akan pernah berhenti.

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, karna ilmu itu merupakan warisan yang paling Hakiki, ilmu pengetahuan harta yang tidak bisa habis dan ini akan menjadi amal jariyah,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud.

Selanjutanya yang bersyukur adalah Civitas Akademik Puangrimaggalatung, karna bisa semakin eksis dan ini jadi kebanggaan masyarakat Wajo, kalau mau melihat suatu daerah maju yaitu kalau ada perguruan tinggi yang bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten, dan itu sudah dilakukan, akan bangun kerjasama, mewujudkan mimpi di Kabupaten Wajo.

Dan yang selanjutnya adalah Pemerintah , Pemerintah juga berterima kasih dan akan mengawal perguruan tinggi ini, yang akan mencetak orang-orang handal.

“Di era 4,0 kalau kita tidak siap dalam era ini, maka kita akan jadi penonton dan tergilas mau atau tidak mau , suka tidak suka kita ke masuk kedalamnya, apa yang kita cari di Wajo semuanya ada, jadi kalau sumber daya alam tidak sesuai dengan sumber daya manusia maka akan menjadi susah juga,” ungkap Bupati Wajo.

Lebih lanjut dikatakan kalau Universitas Puangrimaggalatung akan tetap eksis menjadi Pendidikan tinggi di Wajo, sebagai wadah membangun sumber daya manusia dan Pemda mempunyai 25 program yang dicanangkan, diantaranya akan mereformasi Tata kelola Pemerintahan dan lainnya, juga tenaga pendidik dan kesehatan Kalau tidak ada SDMnya maka akan menjadi susah juga.

“Kita akan mencetak 10.000 entrepreneur di Wajo, dalam waktu 6 bulan Pemerintahan kami menjalankan roda pemerintahan, dan itu sudah ada kerjasama dengan Kementerian Pemuda Republik Indonesia di mana Wajo menjadi pilot project di Indonesia dari 7 Kabupaten yang ada di Indonesia,” jelasnya

Juga disampaikan kalau sudah membangun kerjasama dengan Universitas Prima yang nantinya akan mendampingi petani petani Kabupaten Wajo, peternak-peternak di Wajo akan menjadikan Wajo sebagai solusi impor daging di Indonesia juga peningkatan produksi pertanian akan menjadi dua kali lipat, juga potensi perikanan akan mengembalikan potensi-potensi perkiraan yang pernah dimiliki, kata Bupati Wajo di akhir sambutannya.

Selanjutnya orasi singkat yang disampaikan oleh Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. H. Muh. Saleh Pallu, M.Eng. yang diberi tugas menyampaikan peningkatan kualitas perguruan tinggi diantaranya dikatakan kalau kualitas perguruan tinggi beberapa cirinya yaitu dosennya harus punya kompetensi, kemudian fasilitas sarana dan prasarana juga tata kelola perguruan tinggi dan Akademik atmosfer.

Bagaimana Perguruan Tinggi berdaya saing tinggi dikaitkan dengan kualitas sehingga bisa menghasilkan mahasiswa yang berkualitas, diantaranya input mahasiswa harus berkualitas, Proses pembelajaran ditingkatkan kualitasnya di era 4.0 dan kalau proses bagus maka output juga bagus, selanjutnya literasi data dengan memperkuat big data dalam bentuk online dan pembelajaran sepanjang masa sepanjang hayat.

Selanjutnya pembacaan nama-nama Wisudawan yang lulus pada hari ini sebanyak 742 orang.

( Humas Pemkab Wajo )

Proyek “Jakarta Integrated Tunnel”, Solusi Backup Listrik untuk Infrastruktur di Jabodetabek


Jakarta — Proyek terowongan Terpadu atau dikenal dengan nama Jakarta Integrated Tunnel (JIT), yang di gagas oleh PT. Antaredja Mulia Jaya (AMJ), sedang berprogres terus, “Saat ini kita lagi menjajaki kerjasama dengan Investor dan EPC dari Korea Selatan,” ujar Komisaris Utama PT. AMJ Wibisono,SH,MH dihadapan awak media, Rabu, (07/08/2019), di Jakarta.

Menurutnya, dengan kejadian Insiden matinya listrik di jakarta dan jawa barat hari minggu sampai senin kemarin, Pemerintah tidak siap membangun infrastruktur kelistrikan untuk menunjang pembangunan Infratruktur yang pesat- masif, buktinya layanan publik transport seperti MRT,KRL lumpuh total, ini jelas memalukan, kok MRT yang dibangun di bawah tanah tanpa ada cadangan listrik (Genset), ujar Wibisono yang juga sebagai pengamat Infrastruktur dan Pembina LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) ini.

“Proyek JIT ini ada dua trase, JIT satu yaitu trase (Balaikambang Manggarai) yang membypass sungai Ciliwung dan JIT dua yaitu trase (Ulujami-Tanah Abang) yang membypass sungai Pesanggrahan, maka dari itu proyek terowongan multi fungsi ini mempunyai empat fungsi sebagai Pengendali banjir, jalan tol, bahan baku air bersih ( long storage ) dan menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) sebesar 7-15 megawatt, dan bisa juga menghasilkan listrik dengan memanfaatkan debit air dalam terowongan dengan konsep Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar 150 Megawatt, saat ini lagi dihitung mana yang terbaik, proyek ini solusi untuk mengadakan Listrik yang bisa mensuplay proyek-proyek Infrastruktur yang berada di Jabodetabek, sehingga tidak lagi tergantung suplay listrik dari PLN,” ungkapnya.

Seperti kita ketahui bersama bahwa proyek terowongan terpadu penanggulangan banjir jakarta atau dikenal JIT sudah mengantongi ijin prinsip dari Pemprov DKI-Jakarta ditahun 2014 dan SK (Surat Keputusan) menteri PUPR yang membentuk Tim Kajian Cepat balitbang PUPR tahun 2016, serta Rekomendasi Teknis menteri PUPR di tahun 2016.

PT. Antaredja Mulia Jaya (AMJ) sudah membuat Pra FS (study kelayakan) dengan menggandeng dua konsultan, yaitu konsultan lokal spesialis Tol di Indonesia PT. Perentjana Jaya dan konsultan dari BUMN China Gezhoba serta akan menggandeng Investor dan EPC Dari Korea selatan.

Konsep Jakarta Integrated Tunnel proyek ini tidak memakai uang negara-Anggaran Negara (APBN-APBD), dan semua dari pendanaan swasta, makanya selama ini kita berjuang mati-matian untuk mencari investor atau sumber pendanaan dari luar negeri, “pemerintah harusnya mengapresiasi atas upaya ini,” ujar Wibisono.

Tahapan inilah yang sekarang lagi diproses agar segera closing financial dan menteri PUPR akan mengamandemen PPJT (perjanjian pengusahaan jalan tol) PT. JTD (Jakarta Tollroad Development) yang memegang konsesi 6 ruas tol dalam kota, dan mensubstitusi 2 ruas tolnya menjadi tol terowongan multi fungsi sesuai rekomendasi teknis menteri PUPR.

PT. Pembangunan Perumahan dan PT. Waskita saat ini sedang mereview study kelayakan (FS) kita dan mereka juga lagi menyiapkan perjanjian pokok nantinya kita akan membuat Perusahaan patungan (JVco) dan bersama-sama untuk mewujudkan proyek monumental ini, kata Wibi.

Direktur marketing Krisman Simorangkir menambahkanbahwa”Kerjasama dengan PT. PP dan PT. Waskita nantinya akan bersama- sama menjadi pemrakarsa dan selanjutnya membuat Perusahaan (Jco) dan seandainya kita jalan buntu dengan PT.JTD, maka kita akan meminta trase sendiri untuk jalan tolnya,” pungkasnya. (fri)

Dinas Kelautan dan Perikanan SKPT Sebatik Jemput Bola Pendataan Dokumen Kapal Warga Desa Balansiku

Nunukan-Dinas Kelautan dan Perikanan SKPT Sebatik melakukan Jemput bola dengan mobil nelayan pintar di Desa Balansiku bertujuan untuk memudahkan pelayanan perijinan terkait dengan dokumen kapal, Rabu (7/8/19).

Salah satu Staf Dinas Kelautan dan perikanan SKPT Sebatik, Moko mengatakan, saat ini kami melakukan pelayanan jemput bola dengan mobil nelayan pintar di Desa Balansiku. Ini bertujuan untuk menginisiasi pelayanan.

“Ini karena ada data permintaan beberapa kapal nelayan yang belum memiliko dokumen, Kepala desa Balansiku meminta bisa di Inisiasi untuk dimohonkan untuk warganya yang belum memiliki dokumen kapal,”jelas Moko.

Lanjut Dia, kebetulan disaat yang bersamaan kami juga memiliki program yang sama, dalam hal penerbitan dokumen pas kecil itukan kewenangan menteri perhubungan, tetapi kami disini hanya untuk menyiapkan bahan-bahannya dan data-datanya, nanti kalau semua sudah lengkap data yang dimohonkan baru kami panggil instansi terkait dalam hal ini Kementerian perhubungan.

“Jadi ini hanya pendataan awal saja,” ujar Moko.

Sementara dari data yang telah dikumpulkan Dinas Kelautan dan Perikanan SKPT Sebatik ada sebanyak 580 Kapal nelayan, meliputi dari Kecamatan Sebatik Induk dan Kecamatan Sebatik Barat, jelas Moko.

Dia juga menyebutkan untuk pengurusan dokumen kapal ada persyaratan yang harus di penuhi yakni Ktp pemilik, Npwp Pemilik, ktp tukang pembuat kapal disertakan surat keterangan tukang dan surat hak milik yang diterbitkan Kecamatan dan Desa setempat.

“Kehadiran kami disini hanya untuk melengkapi dokumen-dokumen, karena warganya banyak yang tidak tahu, ada yang tulis tangan nah kami disitu yang benahi,” tandasnya.

Moko berharap seluruh nelayan di Sebatik bisa ikut dalam program yang tengah berjalan, “Kami berharap seluruh nelayan disebatik bisa ikut khususnya yng belum memiliki dokumen kapal kecil,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Balansiku H Firman menuturkan, Saat ini sedang dilakukan pendataan bagi warga desa Balansiku yang belum memiliki dokumen kapal untuk menangkap dilaut. Sebagai salah satu bentuk perhatian Uptd dan Desa Balansiku untuk langsung melayani warga dilapangan untuk kelengkapan dokumen kapalnya.

“Selaku kepala desa saya hanya menandatangani pengantarnya, kelengkapan dokumennya yang disertakan surat hak milik, surat keterangan tukang. Saya hanya mengetahui sebagai kepala desa dan mendampingi warga dilapangan,” ujar H Firman.