Pelaksanaan Karnaval Tingkat SD, SMP dan SMA HUT RI ke – 74 , Masyarakat Wajo ikut meramaikan

WAJO – Pelaksanaan Karnaval Tingkat SD, SMP dan SMA HUT RI ke – 74 , Masyarakat Wajo ikut meramaikan

Pelaksanaan karnaval yang digelar Pemerintah Kabupaten Wajo untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-74 yang akan digelar selama dua hari berlangsung meriah.

Pada karnaval hari pertama, Rabu (14/8) yang diikuti oleh SD, SMP, dan SMA terlihat ribuan warga tumpah ruah antusias menyaksikan jalannya karnaval, baik di sekitar kawasan Lapangan Merdeka maupun sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai.

Pelaksanaan karnaval hari pertama ini diikuti 43 SD/MI, 14 SMP/MTS, 4 SMA/SMK ditambah SLB 1 Wajo dan Kerukunan Keluarga Jawa & NTT Kab. Wajo dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai 5.000 orang.

Pelepasan karnaval hari pertama ini dilepas oleh Staf Ahli Bupati Wajo Bidang Pemerintahan, Drs. H. Andi Muh. Diswan, M.M. didampingi Kadis Dikbud Kabupaten Wajo Drs. Jasman Juanda, M.Si. yang diawali dengan pertunjukan Reog Ponorogo dari Kerukunan Keluarga Jawa & NTT Kab. Wajo.

Para peserta karnaval sendiri menampilkan berbagai macam busana seperti pakaian adat, simbol-simbol daerah, seragam ABRI, dan berbagai seragam profesi lainnya.

Selain itu, para peserta juga menunjukan beberapa hasil desain aksesoris bersimbol budaya Kabupaten Wajo berupa motif tenun sutera khas Kabupaten Wajo.

( Humas Pemkab Wajo )

Tim SAR Bone Siaga Pengamanan di Gunung Bawakaraeng untuk Persiapan Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-74

Bone (Sulsel)-Tingginya animo para pecinta alam dan pendaki gunung rayakan kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbondong-berbondong mendaki dipuncak gunung Bawakaraeng seperti tahun lalu.

Terkadang para pendaki melaksanakan upacara bendera dipuncak sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengusir penjajah dari bumi Pertiwi.

Karena itu, dalam rangka Pengamanan Siaga Merah Putih di gunung Bawakaraeng Jalur Tasoso Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (15/08/19).

Dari informasi yang dikumpulkan berandankrinews.com dari beberapa Masyarakat, kegiatan upacara diperkirakan akan ada 5000an pendaki dan warga masyarakat setempat yang akan mengikuti upacara bendera dipuncak.

“Kami dari Pos Sar Bone ikut melaksanakan pemantauan dan pengamanan untuk pendaki yang rencana akan melaksanakan upacara bendera di puncak gunung Bawakaraeng, salah satu puncak gunung yang punya pesona tersendiri dan sangat diminati pendaki untuk kegiatan kegiatan pendakian,” ungkap
Andi Sultan. (Irwan N Raju)

Gubernur Terima Audiensi Jajaran Kementerian ESDM

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menerima audiensi dari jajaran Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di ruang kerjanya, Selasa (13/8). Rombongan jajaran instansi pemerintah pusat itu dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Pemantauan Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Simon L Himawan.

Dalam pertemuan itu, Gubernur mendengarkan sedikit perkembangan pembangunan Kaltara melalui sektor ESDM. Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir sudah ada perkembangan yang begitu cepat di sektor energi. “Sangat cepat progressnya, kami mengapresiasi atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada Kaltara,” kata Irianto.

Ke depan, Gubernur berharap usulan Kaltara dalam sektor energi bisa lebih diperbesar lagi porsinya. Pasalnya, kata Gubernur, ada beberapa rencana besar yang harus dikembangkan di Kaltara. Salah satunya adalah pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

Hadir dalam pertemuan itu, Direktur Renbang Infrastruktur EBTKE Kesdm L.N. Puspa Dewi,  PPK LTSHE Dit Renbang  Infrastruktur EBTKE Kesdm Galan Jaesa Perdana dan Direksi PT. Adyawinsa Nick Nurrahman.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM telah menyelesaikan pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 285 unit.

Pembangunan PJU-TS di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun anggaran 2018 tersebar pada 5 kabupaten, yaitu Kota Tarakan 43 unit, Kabupaten Tarakan 65 unit, Kabupaten Bulungan 92 unit, Kabupaten Nunukan 55 unit, dan Kabupaten Malinau 30 unit. “Pembangunan PJU-TS merupakan upaya Pemerintah dalam penyediaan listrik berupa penerangan untuk daerah yang belum terjangkau listrik PLN maupun daerah yang telah terlistriki PLN namun ingin mengurangi konsumsi listrik daerahnya,” jelasnya. Tidak saja itu, kata Gubernur, penyediaan listrik untuk Provinsi Kalimantan Utara merupakan wujud nyata kehadiran Pemerintah untuk wilayah yang berada di daerah perbatasan.(humas)

Bakamla RI Gandeng XL Axiata dan BNN Bentuk Poksimar

NUNUKAN – Dengan ditetapkannya Desa Balansiku Kecamatan Sebatik sebagai Desa Maritim berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nunukan 188.48/379/VI/2019 pada Juni lalu, dibangun kerjasama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dalam mewujudkan peningkatan keamanan dan keselamatan di laut khususnya diwilayah perbatasan. 

Bakamla RI menggandeng PT XL Axiata dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan sosialisasi serta menginplementasikan program digital yang dapat diakses langsung oleh para nelayan dan masyarakat desa Balansiku. Hal itu mendapatkan apresiasi dari pemerintah kabupaten Nunukan seperti disampaikan oleh Bupati Nunukan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat,  Muhammad Amin SH saat membuka acara sosialisasi dan Pembentukan Kelompok Potensi Maritim (Poksimar) Desa Maritim di balai pertemuan kantor Desa Balansiku kecamatan Sebatik pada Rabu (14/8) yang dihadiri Plt Deputi Iinformasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla RI Laksma Bakamla RI Dade Ruskandar SH MH dan Group Head XL Axiata Ragional Jabodetabek, Kalbar, Kaltim dan Kaltara, Bambang Parikesit.

Muhammad Amin menyampaikan Perjanjian kerjasama hari ini menjadikan Desa Balansiku sebagai pilot project yang beban anggarannya di bebankan pada Dipa Bakamla tahun anggaran 2019, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut nantinya desa Balansiku sebagai desa maritim akan didukung dalam pemanfaatan tekhnologi dan sarana prasarana untuk kelancaran kegiatan peningkatan keamanan dan keselamatan di laut serta pemberdayaan masyarakat pesisir dalam rangka peningkatan keamanan dan keselamatan di laut.

  
“Bukan hanya itu masyarakat desa Balansiku akan dilatih untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dibidang kemanan dan keselamatan di laut, kita ketahui sebagian besar mata pencaharian masyarakat Sebatik khususnya Desa Balansiku adalah nelayan tentunya melalui kerjasama dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Amin berharap dengan dibentuknya Kelompok Potensi Maritim di desa Balansiku yang dibina Bakamla dapat bekerja dan menjaga  secara maksimal keamanan di wilayah kelautan dan perairan kabupaten Nunukan dari segala bentuk ancaman kejahatan, kegiatan ilegal seperti penyelundupan narkoba dan tindakan ilegal lainnya.

Dengan kehadiran Bakamla Di Kabupaten Nunukan akan mewujudkan keamanan maritim nasional dan internasional yang mampu menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan  dan wilayah yuridiksi indonesia, mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim melalui Bakamla sebagai penjaga poros maritim dunia. (Humas)

H-4 Merah Putih Tangkulara 2019, Panitia Lakukan Rapat Kordinasi Lintas Instansi

Bone, Panitia Merah Putih Tangkulara terus melakukan serangkaian persiapan jelang puncak acara pembentangan bendera merah putih 74 meter, Pada 18 Agustus 2019 di Bone Tanre Kawasan Tangkulara, Bone, Sulawesi Selatan mendatang.

Untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait menjelang pelaksanaan kegiatan, panitia menggelar rapat koordinasi lintas instansi, lembaga serta beberapa tokoh masyarakat pesisir pada, Rabu 14 Agustus 2019.

Rapat yang dihadiri oleh Komandan Batalyon C Pelopor ( Kompol Ichsan ) Basarnas, Syahbandar, Polair, serta beberapa Tokoh Masyarakat Pesisir ini membahas teknis pelaksanaan kegiatan diantaranya kondisi dan cuaca pada saat kegiatan, keamanan dan keselamatan peserta.

Rusmin Igho Ketua Panitia dalam paparannya menyampaikan bahwa, sejauh ini sudah ada sekitar 100 unit kapal yang telah melakukan registrasi dan menyatakan kesiapannya mengikuti kegiatan.

“Untuk kapal nelayan yang akan mengikuti lomba kapal hias yakni, 12 Unit kapal berkapasitas 10-18 gt, 27 unit dengan kapasitas 3 GT serta 60 unit speed boat,” kata Igho

Selain itu, sekitar 15 kapal dari lintas instansi juga telah mengkonfirmasikan kehadirannya.

“Sekitar 500 orang akan terlibat langsung dalam acara pembentangan bendera merah putih 74 meter di Bone Tanre Kawasan Tangkulara 18 Agustus 2019 nanti,” ujarnya

Menanggapi hal tersebut, Andi Sultan Kepala Basarnas Bone, menuturkan bahwa sejauh ini Basarnas telah berkoordinasi dengan beberapa pihak termasuk pihak Syahbandar Bajoe, Polair, OPP dan BPBD untuk bersinergi sekaligus menyatukan persepsi.

“Yang utama adalah keamanan maupun keselamatan seluruh peserta pada saat kegiatan berlangsung, ini kegiatannya dilaut kondisi alam tentu tidak bisa kita kondisikan. Olehnya, seluruh pihak dapat bersinergi demi kelancaran kegiatan,” papar Andi Sultan.

Sementara itu, Kepala Syahbandar Bone turut menyampaikan bahwa pada saat kegiatan berlangsung, mulai dari star sampai dengan kepulangan, para peserta wajib menggunakan alat keamanan.

“Kami dari Syahbandar sangat mengharapkan kerjasama panita untuk memastikan sekaligus sebagai upaya antisipasi terjadinya emergency (keadaan darurat) maka seluruh peserta yang terlibat wajib menggunakan fasilitas keamanan,” harapnya.

Kemudian sebelum hari H perlu diadakan check lokasi utk memastikan kondisi Air pada saat jam D nya dan digladykan rangkaian acara nya, supaya ada gambaran tentang pelaksanaan kegiatan nanti nya, tambah Ichsan. (Irwan N Raju)