TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) meresmikan Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Perikanan Tengkayu II, Kota Tarakan, Minggu
NUNUKAN – Bupati Nunukan yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Sirajuddin, S.Sos, menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Daerah Kolektif (PDK) KOSGORO
NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Ir. Arpiah, S.T.,M.I.Kom., menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan
NUNUKAN – Dalam upaya memperkuat komitmen pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan
JAKARTA – Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pers untuk menegaskan kembali perannya dalam menjaga demokrasi, perdamaian, dan
Bone-PP BONEPAL punya segudang prestasi didunia kepencinta Alaman , sejak terbentuk 30 Tahun yang lalu, Dari lomba lintas Alam sampai lomba panjat dinding Nasional, bahkan Bonepal Adalah cikal bakal lahirnya beberapa Mapala di Bone dan Sulawesi Tenggara.
Sejak Dulu Bonepal punya Pendaki pendaki yang tekun ikut pendakian beberapa puncak gunung disulawesi dan Jawa, sebutlah Indra jawase, Andi Nia patiroi, Andi Nisba Srikandi PP BONEPAL yang pernah taklukkan gunung Disulawesi dan di Jawa.
Bukan Hanya pendakian bersama Namun terkadang Anak Anak PP BONEPAL melakukan pendakian solo, pemanjatan Solo (Solo climb) urai Askari Abdullah atau lebih Akrab dipanggil Kak AYYINK oleh Anak Anak Bonepal saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsAppnya.
Erwin Makmur Generasi Pp Bonepal Angkatan ke 11 la Tenri Ruwa siap melanjutkan TITAH para senior yang pernah Mengukir sejarah manis dimasa keemasan Pp Bonepal ujarnya kepada Awak media ini Rabu, 21-agustus 2019.
Selagi saya masih mampu insya Allah bendera pp Bonepal tetap akan Berkibar dipuncak puncak gunung di Indonesia yang kelak akan saya injakkan kaki ini , bersama saudara saudara kami pencinta Alam Indonesia.
Terakhir kegiatan kami bersama teman teman pendaki dari jawa dan Bali pembentangan merah putih sepanjang 700 meter dipuncak gunung latimojong baraka Kabupaten enrekang Propinsi Sulawesi Selatan. (Irwan)
MAKASSAR– Terkait dengan kekosongan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau yang dikenal nomor plat kendaraan, skala nasional khususnya kendaraan roda dua, dikarenakan belum masuknya stok material dari Korlantas Mabes Polri.
Hal itu dipaparkan, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Ferdiansyah, saat dimintai tanggapan, Rabu sore, via telepon selularnya, Rabu (21/8/19), menjawab pertanyaan sejumlah pihak.
” Untuk kekosongan TNKB dikarenakan belum ada stock matrial TNKB dari Korlantas, dan Ditlantas Polda Sulsel masih menunggu matrial TNKB itu,” jelasnya.
Mengenai biaya Pendapatan Negara Bukan Pajak ( PNBP ) TNKB yang sudah dibayarkan masyarakat, diminta tidak khawatir.
“Apabila material sudah ada maka TNKB akan diserahkan kepada pemilik kendaraan dan tidak akan dikenakan pungutan biaya PNBP TNKB lagi,” pungkasnya.
Sementara TNKB untuk roda empat, masi tersedia di seluruh samsat wilayah Ditlantas Polda Sulsel.
Engrekang, Sulsel- Berbagai cara untuk sukseskan Peringatan Dirgahayu HUT Republik Indonesia ke 74 tahun 17 Agustus 2019, maka sudah sepatutnya kita sebagai bangsa Indonesia mengenang jasa-jasa pahlawan, perjuangan para pejuang dan pahlawan kita yang mengusir bangsa penjajah dari bumi Pertiwi dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebelumnya, kita harus mengetahui apa arti dari hari kemerdekaan itu . Hari kemerdekaan adalah tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang harus kita pertahankan. Selain mempertahankan kemerdekaan, kita sebagai generasi penerus tentunya harus mengisi kemerdekaan itu dengan melakukan hal-hal positif yang dapat menumbuhkan wawasan kebangsaan.
Oleh karena itu para pemuda/pemudi di tuntut untuk mengisi hari kemerdekaan ini dengan giat dan tekun dalam bekerja , jelas Ewin salah satu peserta dari Perkumpulan pemuda Bone pecinta Alam (PP BONEPAL).
Dwi Junaedi kami selaku ketua panitia pelaksana dalam kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia Republik Indonesia yang ke 74 bagi saudara saudara kami sesama penggiat alam dan pendaki gunung dipuncak latimojong ini Dengan Maksud dan tujuan menumbuhkan rasa persatuan, kesatuan dan kekeluargaan bagi saudara saudara pendaki seluruh indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah rela berkorban demi tanah air Indonesia.
Mengenalkan gunung latimojong dan keramahan kampung di kaki gunung kepada para pendaki di indonesia meningkatkan antusiasme pendakian gunung latimojong untuk kedepannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui guide porter home stay dan lain lain.
Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini kurang lebih 300 orang peserta dengan Jumlah panitia 35 pendaki dari surabaya bali dan Makassar dan saudara saudara pendaki yang mendaki gunung latimojong pada tanggal 17 agustus 2019 dan sukses membentangkan Merah putih sepanjang 700 meter dipuncak latimojong.
Para pendaki asal Bali tergabung Dalam KPA KRIPALA BALI, Pendaki SURABAYA GASS ADVENTURE SURABAYA, LINTANG OUTDOUR MAKASSAR, KPA TUPABIRING MAKASSAR , KPA KAWAH MAKASSAR , PP BONEPAL B’ONE KPA GEMPA ENGREKANG. (Irwan N Raju)
Langkat – Ketua DPC PPWI Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Salbiah, S.Pd.I, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Gerindra, menyempatkan diri menjalin silahturahim bersama para Alumni Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), bertempat di Rosella Court, Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (20/8/2019). Acara silahturahim tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang PAUD Kabupaten Langkat, Nelson Bangun, S.Pd dan beberapa Alumni Pengurus Himpaudi Kabupaten Langkat.
Dalam pertemuan yang sangat diharapkan para Alumni Pengurus Himpaudi ini, banyak hal yang diperbincangkan. Peserta pertemuan silahturahim membicarakan mengenai insentif para guru PAUD yang saat ini masih belum bisa sepenuhnya diakomodir oleh pemerintah, hingga berbagi cerita pengalaman dalam merintis PAUD dan selayang pandang tentang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).
Nelson Bangun, S.Pd sebagai Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, dalam pertemuan tersebut mengatakan, dirinya sangat berterima kasih karena telah diundang dalam acara yang dianggap penting bagi para Alumni Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini ini. Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPC PPWI Aceh Tamiang yang sekaligus Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai yang berlambang Burung Garuda ini telah berkenan hadir walaupun dengan menempuh jarak yang cukup jauh.
“Ibu Salbiah S.Pd.I yang dulunya juga seorang guru PAUD di daerahnya, juga pernah menjadi Ketua Himpaudi Kecamatan Pematang Jaya, mungkin saat ini Ibu sudah lebih beruntung dari pada kami. Kami berdoa kiranya rezeki yang Ibu dapatkan ini bisa menular sama kami nantinya tapi dalam hal ini kondisi Ibu lebih beruntung daripada kami karena sekarang sudah menjadi Anggota Legislatif, oleh karenanya harapan kami baik PKBM maupun PAUD agar kiranya kami tetap didukung di Kabupaten Langkat ini,” ujar Nelson Bangun.
Merespon Kabid Paud Langkat, Ketua DPC PPWI Aceh Tamiang, Salbiah S,Pd.I dalam sambutannya mengatakan, pengalaman dirinya di saat menjadi seorang guru PAUD itu sangatlah luar biasa, berawal di saat merintis untuk berdirinya PAUD di Kecamatan Pematang Jaya, hingga saat ini tinggal dijalankan saja oleh para guru lainnya.
“Jangan pernah bosan dengan apa yang telah kita berikan untuk dunia pendidikan, dan jangan berkecil hati dengan hasil yang kita dapatkan. Mungkin saya enggak tahu ya di Kabupaten Langkat, bagaimana untuk Himpaudi atau untuk guru-guru PAUD, bagaimana dengan insentifnya itu, tetapi menurut saya dengan DPRD sendiri cobalah kita berkomunikasi karena di masing-masing wilayah itu kan ada anggota dewan yang terpilih, dan kita di DPR juga ada bidang-bidang yang menangani tentang pendidikan. Dan juga untuk Pak Kabid, ya mudah-mudahan ada anggaran yang bisa disisihkan untuk guru-gurunya. Saya juga berharap agar nantinya ada diberikan pelatihan kepada para Guru PAUD, supaya pola pembelajaran itu lebih baik lagi, karena jujur, justru sekarang Pendidikan Anak Usia Dini adalah program yang sangat penting, karena dasar-dasarnya anak-anak ini mulai berpikir dan mulai belajar, jadi kalau gurunya tidak dibekali dengan ilmu yang cukup, maka kita tidak akan melahirkan generasi yang jauh lebih baik,” jelas Salbiah.
Pada kesempatan silahturahim itu, Salbiah juga sempat menambahkan tentang perlunya pembentukan organisasi PPWI di Kabupaten Langkat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menunjang penyebaran informasi tentang pendidikan dan berbagai informasi lainnya di masyarakat Langkat.
“PPWI ini adalah Persatuan Pewarta Warga Indonesia, dan yang saya tahu di Kabupaten Langkat, PPWI belum berdiri, jadi saya berharap mungkin dari pertemuan ini teman-teman dari dunia pendidikan ini berminat untuk menjadi seorang Pewarta, karena dengan menjadi seorang pewarta ini, kita bisa membagi informasi dan mendapat informasi yang sangat diharapkan bisa menjadi motivasi untuk memajukan dunia pendidikan,” tutup Salbiah.
Jeneponto-Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) polres Jeneponto akhirnya menetapkan 5 tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jembatan Bosalia tahap I Tahun 2016.
Proyek ini di kelolah Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jeneponto.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman menyampaikan kepada awak media diruang kerjanya Rabu 21 Agustus 2019.
Ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni, AMS selaku pengguna anggaran (PA), AA Selaku PPTK, RM selaku PPK, AS selaku bendahara pengeluaran dan MTT selaku pelaksana proyek,” ujarnya.
Lanjut disampaikan AKP. Boby Rachman, pihaknya telah menerima pelimpahan tahap dua terhadap tersangka. “Benar, AMS sudah ditetapkan tersangka namun belum dilakukan penahanan”, ujarnya.
Dijelaskannya, proyek pembangunan jembatan Bosalia dengan jumlah PAGU anggaran 6.000.000.000 dan nilai kontrak sebesar 4.045.491.000 Perkara tersebut dilakukan proses penyidikan sejak bulan Mei 2019, “ Ungkap Boby.
Berdasarkan surat perintah penyidikan nomor SP sidik/48/V/2019/Reskrim tanggal 21 mei 2019, Perbuatan tersebut menimbulkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 644.573.148.78.
Pasal yang dipersangkakan adalah pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan undang undang no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucapnya. (Irwan N Raju / Tulung)