Kapolri Instruksikan Kapolda Papua Barat Untuk Melarang Demonstrasi

Jakarta – Untuk mencegah aksi anarkistis, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak untuk mengeluarkan maklumat larangan demonstrasi. 

“Dalam rangka pencegahan, saya perintahkan kepada Kapolda Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat melarang demonstrasi yang potensi anarkistis,” ujar Tito usai menghadiri acara HUT ke-71 Polwan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/9/2019).

Tito mengingatkan kembali demonstrasi yang belum lama ini berujung kericuhan. Mulai dari 21-22 Mei di Jakarta, Manokwari Papua Barat dan Jayapura Papua. Demonstrasi tersebut dinilai telah melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

“Berkaca dari peristiwa di Manokwari dan Jayapura, ketika kepolisian mempersilakan massa menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun aksi tersebut berujung anarkis,” tandas Kapolri. Selain memerintahkan Rudolf dan Hery menerbitkan maklumat, Kapolri juga memerintahkan para Kapolda di seluruh wilayah Indonesia untuk menjamin keamanan mahasiswa asal Papua.

“Menjamin keamanan adik-adik kita mahasiswa yang belajar di semua kota di Indonesia. Ini semua Kapolda saya sudah perintahkan. Saya minta juga adik-adik dari mahasiswa Papua, apa pun juga sebagai pendatang, perantau sesuaikan diri dengan local wisdom, budaya masyarakat lokal yang ada,” kata Tito Ketegangan di Papua dan Papua Barat meningkat pekan lalu.

Aksi unjuk rasa pada Kamis (29/8), menimbulkan kerusakan material di Sentani, Abepura, hingga Jayapura. Massa pengunjuk rasa sempat membakar beberapa gedung dan pertokoan sepanjang Abepura, Entrop, dan Jayapura. Lalu, bangunan Kantor Telkomsel Jayapura.

Selain itu, bangunan Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua, RS Provita Jayapura, Mal Jayapura, dan pertokoan yang berada di sekitarnya juga dilempari dan dirusak massa pengunjuk rasa. Sedangkan di Deiyai, demo masyarakat Papua mengakibatkan seorang anggota TNI tewas terkena panah dan dua warga sipil meninggal dunia. (eddysantry)

Madani Islamic Forum Bahas Kritik Ibnu Taimiyah Terhadap Logika Aristoteles

Makassar – Madani Institute (Center For Islamic Studies) mengadakan Madani Islamic Forum (MIF) dengan tema “Kritik Ibnu Taimiyah Terhadap Logika Aristoteles”, bertempat di Aula lantai 3 Warung Bakso Mas Cingkrang Pettarani Makassar, Sabtu (31/08/19).

Filsafat dan Islam adalah dua hal yang menjadi bahan perdebatan dikalangan para ulama dan pemikir Islam. Secara umum, para ulama dan pemikir Islam terbagi dalam tiga penyikapan: “Pertama, menolak secara tegas segala unsur filsafat.

Mereka ini biasa dikenal sebagai kelompok atsari atau ahli hadits. Kedua, menolak sebagian dan menerima sebagian.

Mereka menolak aspek metafisika namun mengadopsi aspek logika menjadi manhaj dalam mempelajari dan memahami Islam. Contoh kelompok ini adalah kalangan Asy’ariyah. Ketiga, menerima filsafat karena memandang terdapat kesamaan tujuan antara Islam dan filsafat.

Contoh kelompok ini adalah kalangan Mu’tazilah yang menggunakan metode filsafat hingga ke soal-soal metafisik,” papar Ustaz Abu Muhammad Ibnu Rajab saat menyampaikan materinya. Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa ada dua tipe kritik ulama terhadap logika dan filsafat Aristoteles.

“Pertama, kritik secara parsial. Tipe kritik ini melakukan serangan terhadap filsafat dengan model penolakan karena (utamanya) dianggap berasal dari luar Islam. Argumentasi pokoknya adalah bahwa filsafat tidak dikenal oleh para sahabat dan murid-muridnya dan juga ditemukan hal-hal baru yang tidak pernah diajarkan oleh mereka sehingga wajib untuk ditolak.

Membawa hal-hal baru diluar Al Qur’an dan Sunnah adalah sikap takalluf (memberat-beratkan diri). Kedua, kritik secara menyeluruh yang melakukan kritik terhadap filsafat itu secara sistematis dengan menyerang aspek dasar dan kaidah-kaidah utamanya, serta sistematikan permasalahnnya dengan metode ilmiah yang teliti. Inilah yang dilakukan oleh Ibnu Taimiyah,” imbuhnya.

Menurut Dr. Sami Ali An-Nasyaar, Ibnu Taimiyah melakukan dua hal sekaligus yaitu dekonstruksi dan rekonstruksi. Ibnu Taimiyah meruntuhkan logika Aristoteles dengan mendebat seluruh aspeknya, kemudian menunjukkan konstruksi logika Islam yang sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah.

Awalnya, Ibnu Taimiyah melihat adanya persoalan yang ditimbulkan filsafat pada wilayah metafisik yang menyentuh aqidah. Namun kemudian beliau melihat bahwa hal paling mendasar dari filsafat adalah logika.

Maka Ibnu Taimiyah menulis kitab (Ibn Taimiyyah, “Ar-Radd alal Mantiqiyyin, Nashihatu Ahlil Iman fi ar-Radd Mantiq al-Yunan”, Penerbit Maktabah ar-Rayyan, Cetakan III 2017) sebagai bantahan terhadap logika (mantiq) setelah beliau melihat umat Islam begitu mengagungkan logika filsafat yang dibangun Aristoteles.

Laporan: Muhammad Akbar (Humas Madani Institute)

BP3TKI Kordinasi Masalah Pencegahan PMI Non Prosedural dan Human Traffiking

Nunukan-Balai Pelayanan dan Perlindungan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan gelar rapat kordinasi dengan beberapa Institusi yakni TNI Polri dan Imigrasi.

Kegiatan yang membahas Upaya Pencegahan PMI Non Prosedural dan Human Traffiking di Aula BP3TKI Nunukan, Sabtu (31/8/19).

Kepala BP3TKI Nunukan, AKBP Hotma Viktor Sihombing mengatakan, rapat kordinasi ini bertujuan dalam rangka mencegah terjadinya PMI non prosedural dan human traffiking.

Kita sadar bahwa penangganan human traffiking dan non prosedural tidak bisa dilakukan dengan hanya satu instansi saja harus ada sinergitas dari masing-masing instansi.

Upaya yang kita dapatkan dari hasil diskusi ada tiga yaitu, pertama, dalam waktu dekat kita akan melakukan sosialisasi ditempat rawan sebagai perlintasan tki non prosedural dan human Traffiking baik pelabuhan maupun di Jalur tikus.

Kemudian yang kedua, kita meminta para bhabinkamtibmas dan babinsa agar mereka melakukan pemeriksaan di rumah-rumah yang diduga digunakan untuk menampung PMI yang non prosedural, dan terakhir, kita juga bersama-sama nantinya melakukan penegakan hukum terhadap mereka yang terbukti ikut serta mempermudah, mengkordinir para PMI untuk berangkat dari Nunukan ke Malaysia secara non prosedural.

“Kita ajak Bhabinkamtibmas ini agar lebih mudah untuk mensosialisasikan himbauan ke Masyarakat dan giat patroli, apabila nantinya menemukan rumah yang menampung TKI, karena Bhabinkamtibmas ini kan lebih tahu warga di Desa atau kelurahan binaanya, ketika diketahui ada rumah yang menumpang orang yang tidak berkaitan dengan pemilik rumah atau diduga sebagai tki yang akan diberangkatkan, maka kita minta para tki itu dibawa ke BP3TKI untuk di data dan melengkapi dokumennya atau kita pulangkan ke kampung halamannya,” jelas AKBP Hotma Victor Sihombing

Dia menuturkan, Hasil kordinasi ini masukannya sebagian besar mengenai bagaimana mencegah di tempat pemberangkatan.

“Pelindo tadi menyampaikan bahwa paling efektif itu ketika kapal-kapal penumpang itu sandar, disitu kita langsung memberikan langsung himbauan agar mereka tidak dipengaruhi oleh calo tanpa prosedural dan dibawa langsung ke malaysia untuk dipekerjakan,”tuturnya.

Kedepannya pihak bp3tki akan terus berkordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI, Imigrasi dan pelindo.

” Kita minta nanti pihak KSKP, pelindo untuk memberikan informasi dalam bentuk selebaran atau pamflet untuk diketahui seluruh masyarakat, dan datang ke bp3tki untuk melengkapi dokumen baru berangkat ke Malaysia secara resmi,” jelasnya.

Lanjut Victor, diprediksi jumlah 400 ribu pekerja migran indonesia yang bekerja di Malaysia Timur, sedangkan di kita yang sudah didata satu tahun ini dari januari sampai bulan september awal ini baru sekitar 750 PMI yang kita berangkatkan secara prosedural.

“Harapannya dengan rapat kordinasi ini ada bantuan dari Instansi-instansi yang kita undang agar mereka berusaha melakukan pencegahan-pencegahan bagi pmi kita yang non prosedural yang berangkat ke Malaysia, karena sampai saat ini hanya 27 yang dicegah oleh rekan-rekan TNI Polri, kita harapkan lebih banyak lagi pencegahan pemberangkatan Pmi non prosedural ,” Tuturnya. (Red)

Patut Diacungi jempol langkah Legislator Partai demokrat ini kunjungi PKL

BONE – Dua minggu pasca direlokasi PKL pasar malam pantai kering Bone dikunjungi Andi Wahyu Herman legislator partai Demokrat

Setelah Resmi dilantik menjadi anggota DPRD kab Bone periode 2019-2024 , Andi Wahyu Herman langsung tancap gas turun ke masyarakat, kunjungan kali ini ke PKL eks pantai kering Bone Jumat, 30 – 08-2019
Pukul 20.00 wita

Kehadiran beliau ditengah tengah PKL mendapat Apresiasi dari ketua Asosiasi pedagang kaki lima Indonesia DPD kab Bone, Iwan Hammer 44 tahun, ini patut menjadi contoh bagi legislator legislator lainnya yang baru dilantik

PKL adalah profesi yang paling menunjang ekonomi kerakyatan Indonesia, oleh karena itu pemerintah harus segera merespon Usulan perda inisiatif untuk PKL sebagai payung Hukum PKL kota watampone khususnya dan kabupaten Bone umumnya lanjut Ani Hammer biasa dipanggil sama aktivis Lsm Bone

Insya Allah kami dan teman teman di DPRD Bone akan melanjutkan Apa yang telah dilakukan Para inisiator Perda PKL agar PKL Bone bisa segera mendapatkan kepastian Hukum ungkap Andi Wahyu Herman disela sela PKL pasar malam eks pantai kering

Jamal 45 tahun salah satu PKL dibawah naungan Apkli DPD kab Bone , juga mengapresiasi Kunjungan Salah satu legislator Bone yang Ikut peduli Nasib PKL Semoga dengan lahirnya Perda PKL Bone Pemerintah bisa lebih menata dan memberdayakan PKL urainya

PKL adalah mata rantai ekonomi kerakyatan Indonesia PKL adalah profesi yang paling mulia bahkan lebih mulia daripada koruptor dan pelaku Narkoba.

Irwan n raju

Peduli, Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Membesuk Orang Tua Anggota Bhayangkari Yang Sakit Dan Berikan Tali Asih

Sinjai – Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Ny. Yovita Sebpril Sesa bersama pengurus bhayangkari cabang menyempatkan waktunya membesuk orang tua anggota bhayangkari yang sedang sakit yakni orang tua Ny. Jum Agus Sofyan, yang sedang terbaring sakit dirumah sakit umum kabupaten sinjai. Sabtu (31/8/2019).

Pada saat kunjungan, Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai
bersama dan rombongan memberikan semangat serta dukungan moril, dengan harapan agar tabah menjalani.

Selain itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai juga memberikan bantuan berupa tali asih / dana sedikit membantu selama perawatan dirumah sakit, yang merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan sebagai keluarga besar Polres Sinjai.

Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Ny. Yovita Sebpril Sesa menuturkan bahwa kita berikan dukungan moril agar tabah dalam menjalaninya, karna sesungguhnya sakit ataupun musibah yang kita alami itu juga merupakan ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa agar tetap semangat dan mudah-mudahan cepat diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktifitas seperti biasanya.

Irwan N Raju