Kini Karpet dan Peralatan Rumah Tangga Bisa di Kirim Ke Luar Daerah asalkan Mengikuti Prosedur Bea Cukai

Nunukan-Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kupaten Nunukan memberikan izin kepada beberapa pengusaha Karpet dan Alat Rumah tangga asal Malaysia.

Tentunya melalui prosedur dan aturan yang ditetapkan Bea Cukai Nunukan.

Direktur CV Filzah, Jefri menuturkan bahwa barang miliknya berupa Karpet dan alat rumah tangga telah melalui prosedur sehingga mendapatkan surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB).

“Barang saya itu dikeluarkan pada tanggal 16/8 tapi karena proses pemeriksaan fisik, pembayaran cukai, biaya masuk, PPH dan PPN itu membutuhkan beberapa hari, kalau sudah semua proses selesai barulah kita dikeluarkan surat persetujuan Pengeluaran barang (SPPB),” Jelas Jefri, Sabtu (31/8)

Sebagai dasar kita agar barang bisa di jual keluar daerah Nunukan, kemana pun yaitu harus memiliki Surat keterangan pengeluaran barang, kata Jefri.

Ia mengatakan, kalau kita mengimport, sebelum barang masuk dari Malaysia ke Nunukan kita melapor ke Bea Cukai. Semua barang yang kita bawa dimasukan atau dilaporkan untuk mendapatkan SPPB.

“Kita mengunakan agen pelayaran online, sebelum kapal yang kita gunakan masuk Malaysia, kita laporkan dulu ke Bea Cukai buat Output dengan kapal kosong, kemudian saat kapal ini kembali ke Nunukan atau inword, semuanya kita setor ke Bea Cukai baik manifest dan lainnya,” ujar Jefri.

Setelah itu, kata Jefri baru kita ajukan Pemberitahuan Import Barang (PIB), dari PIB maka keluar lah SPJM (Jalur Merah) untuk pemeriksaan fisik di Kapal. Sebelum bongkar kita ajukan surat izin bongkar kemudian izin bongkar diluar kawasan pabean.

“Dimana pun kita mau timbun itu bisa, yang penting kita sudah disetujui oleh Bea Cukai,” ungkapnya.

Jefri mengatakan, baru-baru ini kita juga mengirim 400 Bal karpet dan peralatan rumah tangga, ini barang resmi bukan selundupan karena kita angkut disiang hari bukan di malam hari.

“Dengan kita memasukan barang ini, kita bayar sekali jalan, jadi setiap kapal masuk dikeluarkan kode billing dan di bayar langsung di bank,” Tuturnya.

Sementara itu, Petugas Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Nunukan, Andi Badaillah mengatakan, Karpet yang dimuat atau milik Jefri tersebut telah memiliki dokumen PD dan Laporan Surveyornya semua lengkap.

“Saya sudah cek di aplikasi memang ada dan kemarin itu dilakukan pemeriksaan juga sama teman-teman Bea cukai, termasuk peralatan rumah tangga namun perlatan rumah tangga tidak perlu Laporan Surveyor, asalkan waktu masuknya diberitahukan ke Kami kapan datangnya dan mengunakan kapal apa, saat pembongkaran juga kami awasi kemudian kita PIB kan ” Ungkap Andi.

Saat Pemberitahuan import barang nantinya akan kita cocokkan, sesuai atau tidak, untuk pemeriksaan sendiri memakan waktu hanya tiga hari, yang memakan waktu pembongkarannya kurang lebih satu hari dan ditimbun di gudang importir.

“Karena di Nunukan belum ada tempat penimbunan sementara, jadi kita periksanya di gudang importirnya paling dua atau tiga hari sudah sama SPPB nya termasuk pembayarannya. Terkadang dari pihak importir belum membayar PIB nya maka tidak diproses lebih lanjut ,” jelas Andi.

Dikatakanya, untuk karpet 400 Bal itu jelas legal, resmi ada LS nya dan memberitahukan ke Kami, PIB dan SPPB nya juga ada.

“Jangan percaya informasi yang ada menyampaikan jika Karpet itu di selundupkan atau ilegal, jadi kapal tersebut datang ngak menentu pagi atau malam, memang malam datang namun kami mengawasinya siang saat pembongkaran. Mereka kan menunggu air pasang dulu baru masuk seperti di Jembatan bongkok, jadi kalau masuk malam atau subuh itu pengaruh dari air pasang atau surut ” ujar Andi. (Said Ali)

Bupati Wajo melantik pengurus Karang Taruna Kabupaten Wajo, ini harapannya.

WAJO – Pelantikan dan pengukuhan pengurus Karang Taruna Kabupaten Wajo, masa bakti 2019-2024 dirangkaikan dengan rapat kerja mewujudkan warga karang taruna yang berjiwa Smart, Sosial, Mandiri, Amanah, Responsif dan Terampil di ruang pola Kantor Bupati Wajo, Jumat 30 Agustus 2019.

Laporan ketua panitia Karang Taruna Kabupaten Wajo yang menyampaikan beberapa hal dalam laporannya yang terkait pelantikan sekaligus rapat kerja ini, bagaimana setelah pelantikan ada kontribusi nantinya, juga sekaligus berterima kasih kepada ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang telah berkesempatan hadir dalam pelantikan ini.

Selanjutnya mengatakan kalau organisasi kepemudaan di Wajo sekarang ini sudah besar dan bagaimana nantinya bisa memotivasi dan berinovasi, juga pada kesempatan hari ini hadir dari Anggota DPRD Kabupaten Wajo dan Anggota DPRD terpilih di periode tahun ini, juga dari Perangkat Daerah Kabupaten Wajo, Polres Wajo, Kodim 1406 serta dari unsur organisasi kepemudaan yang juga turut hadir dalam acara ini.

Selanjutnya dibacakan formasi kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Wajo oleh Sekretaris Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, mulai dari unsur pimpinan yang diketuai oleh Abdurrahim S.STP juga dari unsur Sekretaris, Bendahara dan ketua dari masing-masing Pokja serta anggotanya.

Acara dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Karang Taruna oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si yang didampingi oleh Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, bersama dengan Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati Wajo mengambil sumpah pengurus Karang Taruna Kabupaten Wajo periode kepengurusan 2019-2024 dengan hikmat dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Wajo, Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja dilantik.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera Panji Karang Taruna dari ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan Kepada Bupati Wajo dan selanjutnya dari Bupati Wajo menyerahkan kepada ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja dilantik pada hari ini.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja diambil sumpahnya Abd. Rahim S.STP, dimana dia memperkenalkan pengurus Karang Taruna dari Provinsi Sulawesi Selatan mulai dari ketua sampai ke pengurus yang sempat hadir pada saat itu.

Dan dilanjutkan dengan mengatakan kalau seluruh Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Wajo menjadi pembina teknis di Karang Taruna Kabupaten Wajo dan mengatakan, bagaimana struktur yang besar ini, diharapkan nantinya bisa masuk di 14 Kecamatan , masuk sampai ke desa-desa bahkan sampai ke pelosoknya untuk bisa berkiprah di sana nantinya.

Dan ucapan terima kasih kepada Bupati Wajo, Wakil Bupati Wajo, Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, Perangkat Daerah dan kepada seluruh pengurus Karang Taruna yang baru saja dilantik.

Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang mengatakan, kalau untuk pertama kalinya dia mengikuti pelantikan pengurus Karang Taruna yang terbesar yang pernah ada di Provinsi Sulawesi Selatan, dan ini juga merupakan bukti, kalau Bupatinya adalah sosok yang berjiwa muda serta potensial yang pernah ada, dan dia tidak akan pernah meragukan Karang Taruna Kabupaten Wajo, serta mengharapkan supaya tidak ada konflik interest di dalamnya karena Karang Taruna ini di dukung sepenuhnya oleh Bupati Wajo.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Wajo yang mengucapkan selamat datang kepada pengurus Karang Taruna dari Provinsi Sulawesi Selatan di Bumi Lamadukelleng.

Sekaligus memperkenalkan sosok dari ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo ini, sebagai orang yang bisa nantinya memimpin Karang Taruna, karena dia mempunyai rekam jejak yang bagus, pernah menjadi ketua Kepmawa di masa kuliah dulu di tanah Jawa tepatnya di Yogyakarta.

Diharapkan nantinya Karang Taruna Kabupaten Wajo bisa mengawal program-program pemerintahan dalam beberapa program yang menjadi program unggulan, terkait mencetak 10.000 wirausahawan baru dengan program ini dimana Kabupaten Wajo ditunjuk oleh kemenpora RI sebagai percontohan yang ada di Indonesia.

Bisa mensuport dan mengawal program enterpreneurship ini agar bisa benar-benar hadir di Wajo, agar bisa mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran yang ada di Wajo, dan itu bisa dikawal dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai ke tingkat Desa, sehingga program unggulan ini bisa terlaksana dengan baik.

Juga terkait program bantuan kepada rumah tangga miskin, sebanyak 3.200 rumah tangga miskin dengan bantuan berupa ayam kampung super yang dilengkapi dengan kandangnya dan kalau ini bisa di kawal sampai tingkat Desa ini bisa menjadi spirit dan semangat, sehingga bisa terangkat kehidupan masyarakat, dari kehidupan mereka dari rumah tangga miskin bisa menjadi Sejahtera, sehingga bisa berinovasi dan akan support mereka.

‘Program integrated farming system sudah kita siapkan kawasan di uraiyan, untuk ditempati pelatihan kepada petani-petani kita, untuk mendapatkan keahlian, sebuah kawasan kita sulap yang terintegrasi mulai dari pertanian perikanan dan peternakannya,” Dr. H. Amran Mahmud menjelaskan.

Juga dikatakan kalau ada program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, program kesejahteraan masyarakat dari Perangkat Daerah, misalnya dari Koperasi, Tenaga Kerja dan Sosial bagi adik-adik yang mau bersungguh-sungguh dan ingin mensejahterakan kehidupannya.

“Kami sangat berharap kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus membina pengurus yang baru saja dilantik, pengurus Karang Taruna di Kabupaten Wajo, juga dengan program persuteraan kita, yang didukung oleh Bapak Gubernur, di mana program persuteraan ini bisa dikawal oleh Karang Taruna Kabupaten Wajo dan akhirnya ucapan terima kasih kami atas kesempatan dari pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang sempat hadir pada pelantikan pada hari ini,” harap Bupati Wajo diakhir sambutannya.

Dilanjutkan acara dengan penyerahan cenderamata dari Bupati Wajo bersama ketua tim penggerak PKK Kabupaten Wajo kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan secara simbolik kepada Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seluruh anggota karang taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang hadir pada hari ini.

( Humas Pemkab Wajo ).

Wakil Bupati Wajo hadiri Pelepasan Tim surveior Re – Akreditasi Puskesmas Salewangeng

WAJO – Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, hadiri pelepasan tim surveior Re- Akreditasi di Puskesmas Salewangeng sore hari ini, Jumat 30 Agustus 2019.

Kegiatan ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi setiap Puskesmas untuk bisa kerjasama dengan BPJS seperti yang telah dilaksanakan pada Puskesmas Salewangeng.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, menyampaikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan Re Akreditasi, Pemerintah Kabupaten Wajo berkomitmen dalam pelayanan kesehatan.

“Agar betul betul mengutamakan pelayanan pada masyarakat, sesuai program kerja nyata saat ini,” ungkap H. Amran, SE.

Re Akreditasi Puskesmas Salewangeng dilaksanakan selama  3 hari dan pelepasan Tim pada tanggal 30 Agustus 2019 di halaman Puskesmas Salewangeng.

Saat ini Puskesmas Salewangeng telah meraih tingkat “Madya” dan mudah mudahan bisa naik menjadi Paripurna.” Harap Wakil Bupati Wajo.

“Setelah melalui Re Akreditasi ini tentunya banyak saran dan masukan, kita akan Akomodir secara bertahap, sehingga kedepan Puskesmas Salewangeng menjadi percontohan bagi Puskesmas lainnya.” H. Amran, SE menambahkan diakhir sambutannya.

(Humas Pemkab Wajo)

Bupati Wajo Jadi Khatib Shalat Jumat di Masjid Agung Ummul Qura, ini harapannya.

WAJO – Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si, Jumat 30 Agustus 2019 menjadi khatib Shalat Jumat, setelah serangkaian kegiatannya yang dilaksanakan hari ini, termasuk sehabis melayat dan juga mengadakan wawancara tingkat pimpinan dalam acara Re Akreditasi Puskesmas Salewangeng dari akreditasi Madya menuju Paripurna.

Dalam khutbahnya pada hari ini menyampaikan bahwa 1 Muharam atau tahun baru Hijriyah, telah digambarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dalam melakukan sebuah perubahan dari semua aspek kehidupan.

Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan kalau Beliau berhijrah secara fisik dari Mekah ke Madinah merubah Yatsrib menjadi kota Madinah, menjadi kota peradaban, kota perubahan dengan berbagai sifat-sifat kejadian yang ada dan ketika beliau hadir ini bisa mempersatukan kaum Muhajirin dan kaum Anshar pada saat itu, semua suku-suku merasa terlindungi bahkan Islam pun merasa aman.

“Rasulullah merasa gelisah bila ada salah satu suku atau kaum yang merasa tersisihkan, dimana dinamika yang ada semuanya pada saat itu merasa aman dan terayomi dengan kehadiran Rasulullah di Madinah,” katanya dalam Khutbah hari ini.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan akselerasi percepatan perubahan perilaku masyarakat, sehingga dengan momentum ini mewarnai dan memaknai Tahun baru Hijriyah sebagai Tahun baru Islam.

“Kita jadikan sebagai momentum peradaban dari sesuatu yang baik menjadi lebih baik lagi agar bisa bermakna, agar bisa mendapat ridho Allah SWT, ini bentuk spirit untuk memasuki Tahun baru Islam,” harapnya.

Lebih lanjut dengan mengatakan kalau melalui Tahun baru Hijriah ini, apa yang bisa dikerjakan dan apa yang bisa dilakukan perubahan-perubahan, apa yang bisa dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya menjadi lebih baik dan semua yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah SWT di akhirat kemudian.

“Agar semua pengorbanan kita, baik waktu, tenaga dan pikiran semua bermakna dan bernilai ibadah di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, inilah peradaban yang ingin kita lakukan, mengajak kita intropeksi diri, bermuhasabah dan sudah sejauh mana yang kita lakukan dan kita kerjakan, kualitas ibadah kita apa sudah ada perubahan dari kekhusuan jangan sampai seperti itu itu saja,” kata Dr. H. Amran Mahmud.

“Olehnya itu, melalui momentum ini mari melakukan perbaikan dan evaluasi diri kita, juga terkait shalat kita, apa sudah bisa merubah pribadi kita, Apakah shalat itu sudah bisa membentengi kita, serta memfilter, mari lakukan perubahan dari diri masing masing, sehingga bisa bermakna dihadapan Allah SWT, luruskan niat kita untuk memasuki Tahun baru Hijriyah ini,” katanya diakhir khutbah hari ini.

( Humas Pemkab Wajo )

Bupati Wajo hadiri Wawancara Rangkaian Re Akreditasi Puskesmas Salewangeng menuju Paripurna, ini jawabannya.

WAJO – Wawancara Lintas Sektor dan wawancara tingkat Pimpinan dalam rangka akreditasi di Puskesmas Salewangeng dari tingkat Madya menuju Paripurna, Jumat 30 Agustus 2019.

Wawancara Lintas sektor yang dilaksanakan di Puskesmas Salewangeng dari Kapolsek tempe yang memberikan tanggapannya tentang penyuluhan mengenai nafzah atau penggunaan obat-obat terlarang dan memberikan pelayanan kesehatan terkait korban kekerasan juga tentang penegakan hukum di lapangan dan melakukan acara lokmin.

Dari tim selanjutnya yang mengatakan dari 24.000 warga yang terdaftar di Kecamatan Tempe, ada beberapa yang belum terdaftar BPJS, Jadi diharapkan Camat dan Lurah bisa mensosialisasikan warganya supaya dapat mengarahkan warganya untuk memasukkan di Puskesmas masing-masing.

Camat Tempe menyatakan bersedia untuk mendukung program di Puskesmas Salewangeng, sehingga dapat meningkatkan pelayanan Kesehatan di masyarakat Kecamatan Tempe, demikian juga dari Koramil Tempe yang juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk memberikan penjelasan penjelasan, serta dari tim penggerak PKK dari Kecamatan Tempe yang memberikan penjelasan kepada tim pada hari ini.

Selanjutnya Abdul Kadar, SKM., M.Kes, sebagai ketua tim bertanya kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M. yang ditanyakan mengenai kebijakan sumber daya manusia terkait ketenagaan, dimana tenaga sukarela tidak boleh diberi tanggung jawab sama dengan ASN yang seharusnya misal apoteker yang dua orang harus di tanggungjawab oleh seorang ASN dan mestinya harus didukung oleh regulasi yang ada.

Dari Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M yang menyatakan kalau dari sisi ketenagaan yang belum terpenuhi, namun untuk meningkatkan kualitas pelayanan termasuk ketepatan pelayanan dari semua aspek pelayanan, jadi kebijakannya adalah bagaimana menjadi penanggung jawab atau Pokja yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Tenaga honorer ini adalah Suporting, jadi tim pendamping. Jadi apapun yang dilakukan oleh tenaga pendamping harus konsultasi dengan ASN yang diberikan tugas dan tanggung jawab seperti yang dikatakan oleh ketua tim, bahwa ini merupakan erat kaitanya dengan yang dilakukan, apabila berkaitan dengan masalah hukum kemudian terkait kode etik, ini semuanya adalah tanggung jawab ASN yang diberikan tanggung jawab dan tenaga kontrak adalah tenaga Suporting yang melakukan tindakan di bawah kewenangan yang diberikan tanggung jawab oleh ASN dari sisi Ketenagaan.

Selanjutnya tim melanjutkan wawancara tingkat pimpinan Kepada Bupati Wajo yang isinya bahwa, selama ada akreditasi yang dia kunjungi di acara semacam lintas sektor ini, barusan hadir Bupati bersama dengan Sekdanya lengkap.

Dalam wawancara tingkat pimpinan yang dipimpin oleh surveyor tingkat administrasi menyatakan, ini dukungan dari atas 100%, juga mempertanyakan kalibrasi alat kesehatan yang dalam setahun sekali harus diadakan, karena ditakutkan diagnosa bisa salah karena bisa saja tertukar hasil diagnosisnya ketika tidak ada kalibrasi dan itu mutlak bagi Puskesmas Kota yang berstandarisasi.

Juga mengenai struktur dan terkait pemakaian Ambulance yang memang tidak boleh dipakai untuk mengangkut mayat dan memang harus ada mobil khusus untuk itu, karna ini terkait masalah kesehatan, juga yang lainnya misalnya terkait di UGD yang dipertanyakan. juga dari sisi ketenagaan, utamanya SDM.

Bupati Wajo ketika menjawab pertanyaan dari tim menyatakan bahwa dari jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih atas masukan masukannya yang cukup objektif, sangat menjadi standar dari layanan Kesehatan.

“Kami tentunya dari Pemerintah Kabupaten Wajo dalam moment baik ini, karena kami memang mempersiapkan untuk anggaran 2020, dan apa yang digambarkan cukup urgent dan inilah yang selama ini kami wanti-wanti untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Wajo,” ungkap Bupati Wajo.

Dan dikatakan kalau layanan yang terbaik itu ada tiga hal menurutnya yang pertama bagaimana layanan bisa cepat, kedua layanan mudah, sehingga masyarakat merasa dimudahkan dalam layanan mereka dan yang ketiga terkait kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai yang memiliki standar akreditasi.

“Inilah tujuan akreditasi ini, harus jadi pegangan kita dan apa yang jadi temuan dan sumbang saran dari tim survei itu baik sekali, lakukan sesuai dengan aturan yang ada, terkait ketenagaan kita kualifikasi dan ditingkatkan, evaluasi, serta perseorangannya dan supaya terus mengingatkan kepada kami supaya kita terus di dalam koridor yang diharapkan, kita anggarkan secara bertahap apa yang bisa terkait kalibrasi alat kesehatan kita,” harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

“Jangan sampai lain yang dibutuhkan, lain yang dibeli, bagi kami sangat merespon, dan Insya Allah kita jadikan prioritas dan perhatian, ini sesuai dengan visi misi kami, diantaranya pelayanan kesehatan, bagaimana hadirkan masyarakat yang sehat ini tentu semua terkait sarana dan prasarana, juga terkait ruang layanan kita, penataannya, masalah ramah anak semua harus jadi perhatian kita semua, mohon terus bimbingannya dari tim dan atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo bila ada hal-hal yang tidak berkenan kepada tim surveyor mohon dimaafkan,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si, menambahkan.

Kemudian dari Ketua Tim Abdul Kadar, SKM., M.Kes, mengatakan, kalau dari tim mengharapkan agar semua Kabupaten yang disurvei nantinya, kiranya Bupatinya sama dengan Bupati Wajo, karena mereka merasa terlindungi terutama dari keamanan, bagi mereka.

“Mudah mudahan Bupati Wajo diberikan Rahmat dan Hidayah untuk membangun Wajo kedepannya lebih baik lagi,” ungkap Ketua Tim pada hari ini.

( Humas Pemkab Wajo )