Dinas Pariwisata Kabupaten Selayar Kepulauan promosi lewat Event “Selayar Competition 2019″

SELAYAR – Sejumlah event bertajuk promosi potensi sumberdaya alam dan keanekaragaman wisata akan kembali dihelat dalam rangkaian menyambut dan memperingati Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Selayar, Sulawesi-Selatan yang ke 414 tahun.

Event tersebut salah satunya akan dituangkan melalui pelaksanaan “Selayar Competition Fishing 2019”, yang akan memperebutkan total hadian, senilai enam puluh tiga juta rupiah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kepariwisataan Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Abdurrahman, SE., M.SI, saat disambangi wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.

Juara satu, akan memperoleh hadiah uang tunai senilai dua pulu lima juta rupiah, berikut trophy, dan piagam. Sementara untuk juara dua, akan diberi hadiah uang tunai senilai lima belas juta rupiah,ditambah hadiah trophy dan piagam.
Hadiah uang tunai senilai sepuluh juta rupiah, trophy, dan piagam penghargaan akan diberikan oleh panitia pelaksana kepada juara tiga.

Sedangkan sisanya, akan diperuntukkan bagi juara species tuna, giant travelly, kurisi, dan atau kakap, escolar, tenggiri, dan atau wahoo, serta species baracuda, dengan total hadiah, masing-masing senilai, dua juta rupiah.


Hadiah uang tunai juga akan diberikan, kepada kapten, dan atau nakhoda terbaik, sebesar satu juta rupiah. Hadiah trophy dan piagam penghargaan juga akan dipersembahkan kepada masing-masing juara.

Andi Abdurrahman menuturkan, event “Selayar Competition Fishing 2019” merupakan event kalender tahunan yang secara continue, dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menjelang peringatan hari jadi Selayar yang jatuh pada tanggal, 29 November,
“Event “Selayar Fishing Competition Fishing 2109” merupakan supporting event, “Festival Takabonerate 2019” dan sekedar perlu untuk diketahui, bahwa event ini, telah tercatat secara resmi dalam deretan 100 Calender of Event 2019, di Kementerian Pariwisata Repubilik Indonesia .”

Event, “Selayar Competition Fishing 2019” juga sekaligus merupakan media promosi dan ‘pasar’ dalam rangka untuk memperkenalkan keanekargaman potensi parwisata Kabupaten Kepulauan Selayar,

Melalui kegiatan tersebut wisatawan khususnya yang hobi mancing akan berkunjung ke Selayar.
Melalui gelar event. “Selayar Competition Fishing 2019”, kita berharap, agar wisatawan mancanegara, lokal, serta domestic yang hobby travelling,, dan memancing akan semakin ramai berkunjung ke Selayar.

Melalui kompetisi ini pula, kami sangat berharap banyak agar para peserta event, SCF 2019, para peserta akan dengan sadar membantu penyebarluasan keindahan panorama alam dan keragaman potensi pariwisata Bumi Tanadoang..

Event, “Selayar Competition Fishing 2019”, sendiri, rencananya akan dihelat dari tanggal 21-22 Oktober 2019 Pembukaan event, “Selayar Competition Fishing 2019” akan ditandai dengan pelaksanaan technical meeting yang akan digelar di ruang pendopo rumah jabatan sapo lohe, (Rujab bupati) pada sekitar pukul 20.00 Wita, hari, Minggu, (20/10), pungkas Andi Abdurrahman mengakhiri season wawancaranya dengan wartawan
.
Hampir senada dengan Kepala Dinas Pariwisata, Ketua panitia pelaksana, event, Selayar Competition Fishing 2019”, Andi Batara, menambahkan, pelaksanaan, event, “Selayar Competition Fishing 2019”, rencananya akan dikonsentrasikan, di perairan Taka bajangan, Pangguringan, Desa Khusus Bahuluang, Kecamatan Bontosikuyu.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, peserta event akan dikenai biaya pendaftaran sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah, pungkasnya kepada awak media via telefon selular pada hari, Rabu, (16/10) dini hari.

Andi Batara menuturkan, sejumlah unsur terkait, rencananya akan turut dilibatkan sebagai panitia lokal event “Selayar Tournament Fishing” 2019, diantaranya, jajaran ORARI Lokal Kabupaten Kepulauan Selayar, selaku bantuan komunikasi (bankom).

Irwan N Raju /fadly syarif
Kontributor

SDN 22 Jeppe’e bersama Ikatan Apoteker Indonesia kolaborasi Dinas Kesehatan sosialisasi Apoteker cilik

BONE – Mungkin Dokter kecil sudah tidak asing ditelinga kita, namun kita jarang mendengarkan istilah Apoteker cilik,Gagasan Apoteker cilik ini, dicetuskan pertama kali oleh Prof Dr Zulies ikawati, Apt dan didukung oleh Dr. Rer. Nat. Triana M. S.i Apt serta Prof Dr Agung Endro Nugroho M. Si. Apt.

Ketiganya merupakan Dosen difakultas Farmasi Universitas Gajah Mada, pentingnya memberikan pengetahuan terhadap Anak anak mengenal obat obatan, melalui Apoteker cilik diharapkan Anak anak dapat menjadi Agen yang bisa meluruskan kesimpang Siuran itu, Masalah jajanan, Narkoba, jamu banyak informasi yang Simpangsiur, harapannya Anak anak dapat informasi yang jelas, anak-anak menjadi penyampaian informasih yang baik.

Dalam Rangka World Farmacist Day 2019  Asosiasi Apoteker Indonesia menggelar
Sosialisasi Apoteker cilik dinas kesehatan kerjasama dengan ikatan Apoteker Indonesia Cabang Bone bersama SDN 22 ‘Jeppe’ e. Rabu(16/10/2019)

sambutan kepala sekolah kepada para Siswa /siswi, tenaga pendidik dan Tim Ikatan Apoteker Indonesia mengharapkan kepada siswa untuk memperhatikan pemanfaatan obat-obatan sesuai dengan fungsinya dan menghidari penyalahgunaan obat obatan yang bisa mengakibatkan ketergantungan dan dijadikan sebagai bahan Narkoba.

Kepala SDN 22 Jeppe’e  Juraeje Spd. M. Pd merupakan salah Satu penggiat Anti Narkoba BNNK BONE Karena pernah mengikuti Pelatihan yang dilaksanakan oleh BNNK BONE.

Sasaran Kegiatan sesuai dengan tema bersama Apoteker mengenali obat-obatan sejak dini dan Untuk membekali siswa-siswi dalam mengenal dan memanfaatkan obat sesuai peruntukannya dan keguanannya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengetahuan sejak dini terhadap pengenalan Obat dan memahami prinsip pengenalan Obat dan memahami prinsip menggunakan Obat secara Aman dan baik.

Dalam kegiatan ini turut hadir  Drs Fajar M. Kes. Apt  Ketua Cabang Ikatan Apoteker Indonesia, Juraeje Spd. M. Pd Kepala SDN 22 Jeppe’e, Para tenaga pendidik lingkungan SDN 22 Jeppe’e,Team IAI cabang Bone beserta  Para siswa/siswi SDN 22 Jeppe’e.

Irwan N Raju
Biro Sulsel

Jaga Kesatuan, Tokoh Agama, Masyarakat, dan Seluruh Elemen Gelar Pertemuan

NUNUKAN – Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, Kesbangpol Kabupaten Nunukan menggelar silaturahmi Forkopimda dengan tokoh agama, masyarakat dan elemen lainmnya di ruang rapat Polres Nunukan, Selasa(15/10/2019).

Pada kegitan ini turut hadir juga berbagai elemen seperti unsur Forkopimda, Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan unsur media massa.Dengan mendatangkan langsung berbagai unsur tersebut agar pesan yang disampakan dapat tersalur secara langsung.

Adapun maksud dan tujuan diadakanya kegiatan ini yaitu dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan serta mempererat hubungan antar umat agama adat dan masyarakat khususnya kabupaten Nunukan. Serta menjaga kesatua dan persatuan NKRI dan menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi pada Indonesia akhir-akhir ini.

 Sekertaris Kesbangkpo Nunukan, Drh. Hasmuni menjelaskan Indonesia saat ini banyak sekali isu-isu yang beredar yang membuat kita terpecah belah. “Maka dari itu kita sebagi masyarakat yang cerdas  harus menyikapi ini dengan baik. Agar Indonesia kedepanya menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Pada akhir kesempatan ia juga menambahakan “Marilah kita bersama-sama merekatkan hubungan silaturahim diantara kita baik sesama keluarga,  maupun sesama masyarakat  dan Pemerintahan Kabupaten Nunukan”jelasnya.

Reporter Charles/Irwan

SDN 23 Jeppe ‘e gelar Hari cuci tangan Sedunia Bagi siswa dan siswi undang BNNK BONE Beri Edukasi tentang bahaya Narkoba

BONE – Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organisation) mendefinisikan Kesehatan itu lebih berharga dari pada Harta oleh karena itu mari menjaga lingkungan agar terbebas dari pengaruh Narkoba dan obat Obat terlarang lainnya. Selasa(15/10/2019).

Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, sehubungan peringatan Hari cuci tangan Sedunia yang tepatnya Hari ini, .SDN 23 Jeppe,e, gelar kegiatan cuci tangan dan sarapan bersama semua siswa-siswi yang hadir pada kegiatan tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Bahaya Narkoba pada Anak usia sekolah oleh BNNK BONE Kegiatan ini dilaksanakan oleh pihak sekolah SDN 23 Jeppe, e dengan melibatkan komponen sekolah lainya.Menghadirkan BNNK BONE dengan tujuan untuk berikan Edukasi tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat berbahaya serta Narkoba. Kegiatan ini digelar di halaman teras sekolah tersebut jalan Besse Kajuara Jeppe, e Tanete Riattang Kabupaten Bone provinsi Sulawesi Selatan.

Target kegiatan ini: Terciptanya kesadaran dalam diri setiap warga sekolah akan pentingnya kebersihan dan bahaya Narkoba serta Terwujudnya warga sekolah yang sehat dan sejahtera.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berupa siswa siswi dan tenaga pengajar SDN 23 Jeppe ‘e.Sekolah ini memiliki jumlah siswa /siswi 394 dengan Rincian siswa laki laki 201 Anak, siswi perempuan 193 anak dan jumlah tenaga pendidik 28 orang, rinciannya 5 orang laki laki dan 23 perempuan.

Dari BNNK BONE yang Hadir yaitu Ns.Nurlaelah,S.Kep,M.Kes, Yusni Zainal SKM MPH dan Rahmat Badrun Muharram,SH. Materi tentang Bahaya Narkoba pada anak usia sekolah dibawakan langsung oleh Ns.Nurlaelah,S.Kep,M.Kes Penyuluh Narkoba Seksi P2M BNNK BONE.

“Sosialisasi ini Dilangsungkan agar para guru dan siswa serta warga sekolah lebih paham dan mengerti tentang bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan sejenisnya”.ungkap Herlina SH MH Kasi P2M BNNK BONE.

Kegiatan ini mendapat Apresiasi dan dukungan penuh dari pihak sekolah melalui kepala sekolah SDN 23 ungkap Herlina Azikin SH. MH Kasi P2M BNNK BONE. Murniati S. Pd kepala SDN 23 Jeppe juga menyatakan sangat mendukung kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan ekstra kurikuler positif bagi siswa, guru dan keluarganya.

Irwan N Raju
Biro Sulsel

Dewan ‘Pulangkan’ Rancangan KUA PPAS

NUNUKAN – Setelah dibahas, rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dikembalikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan, Selasa (15/10/2019). Hal ini dikarenakan ada beberapa point dalam KUA PPAS yang dinilai DPRD belum sinkron.

Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa membenarkan rancangan KUA PPAS dikembalikan kepada Pemkab untuk diperbaiki. Karena menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura ini ada beberapa point yang harus direvisi. “Kita kembalikan untuk kembali diperiksa ulang,” jelasnya kepada sejumlah media saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2019).

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Nunukan, H Irwan Sabri mengatakan ada ketidaksinkronisasi terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan KUA PPAS yang diusulkan Pemkab. “Tapi kita belum lakukan pembahasan inti. Artinya kita masih tahap awal. Kita harapkan perbaikan KUA PPAS ini bisa secepatnya dilakukan dan kita langsung lakukan pembahasan anggaran,” ujarnya.

Kemudian, Anggota Badan Anggaran (Banggar) Andre Pratama mengatakan di PMK sudah jelas porsi anggarannya namun hal ini belum tertuang dalam usulan rancangan KUA PPAS. “Ada peningkatan anggaran. Karena sebelumnya anggaran kita Rp1,1 triliun di PMK naik menjadi Rp1,4 triliun. Makanya perlu disinkronkan dan dibenahi dulu,” ujarnya.

Ketidaksinkronisasinya, kata dia, di PMK untuk DAU sebesar Rp556 miliar namun di KUA PPAS hanya Rp531 miliar. Begitu juga di dana insentif daerah di PMK Rp28 miliar namun KUA PPAS Rp55 miliar. “Kan ada ketidaksinkronisasinya. Makanya kami minta diubah. Jadi, saat ini masih pembahasan KUA karena untuk PPAS nya belum. Kita minta KUA diperbaiki dulu,” ungkapnya.

Wakil Ketua II DPRD Nunukan, Burhanuddin mengatakan memang ada beberapa rancangan KUA PPAS yang perlu direvisi tentang kebijakan-kebijakan. “Yang petama, mencoba untuk mensinkronkan program pemerintah RKPD, visi misi bupati,” akunya.

Mengenai jangka waktu pembahasan, kata dia, pihaknya akan segera melakukan. Sebenarnya, diakuinya, untuk pembahasan KUA PPAS ini sudah lewat sejak bulan Juni lalu. “Karena kemarin adanya transisi di DPRD makanya ditunda. Hanya nantinya yang menjadi pedebatan ini adalah yang menentukan skala prioritasnya,” terangnya.

Menurut Burhanuddin, dalam menyepakati prioritas tentunya akan memiliki versi yang berbeda-beda. “Tapi kita sama-sama mempunyai acuannya. Artinya, mempertimbangkan hasil muserembang yang menjadi penting. Misalnya, tingkat kecamatan berkurang, ya kita dari dewan harus berteriak juga kenapa bisa kurang,” ungkapnya.

Reporter, Charles/Irwan