Danrem 091/ASN Hadiri Prosesi Pembukaan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

KUTAI KARTANEGARA– Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono mengahadiri acara Pembukaan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Tahun 2019 yang merupakan pesta adat Kutai Kartanegara yang di pusatkan di kawasan Museum Mulawarman Jl. Diponogoro, Kelurahan Panji Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu (8/9/2019).

Tradisi adat budaya Erau tahun ini dengan tema “Eroh Bepijak Awal Kerabat di Rakat, Kampong di Rakat, Rakyat di Rakat Be Harkat Be Berkat”. Yang akan dilaksanakan selama 7 hari yaitu mulai tanggal 8 sampai dengan 15 September 2019 dan selanjutnya akan dilaksanakan Tenggarong Internasional Folk Arts Festival (TIFAF) yang akan di mulai pada 21-29 September 2019.

Acara Erau Adat Kutai Kartanegara Ing Martadipura adalah acara yang rutin dilaksanakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada setiap tahunnya. Prosesi mendirikan Tiang Ayu serta Titah Sultan dalam membuka Erau dan  Penyalaan Berong sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Disela-sela acara Danrem 091/ASN mengatakan “Kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan Tradisi Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang menjadi salah satu ikon kegiatan budaya di tanah air serta mengangkat Festival Budaya Daerah ke Kancah Internasional dengan melibatkan peserta Kesenian Rakyat,” jelasnya.

(Penrem 091/ASN)

Lewat Arisan keluarga Ika 93 pererat Tali silaturahmi

BONE – Menjalin hubungan tali silaturahmi setiap insan manusia di bumi ini seakan menjadi wahana untuk eratkan tali silaturahmi kekeluargaan

Ika 93 smp 4 wtp punya cara tersendiri eratkan hubungan tali silaturahmi dengan keluarga besarnya lewat Arisan keluarga agar setiap bulannya bisa kumpul dan bercengkrama satu sama lainnya ungkap Erni diamini teman temannya , Icha , Jumiaty, Abbi, Firman, Enhul, Muliaty Erniwati T, A. Emma, Kasma, Anti , aji Irma ,

Kegiatan Arisan ini setiap bulan dilaksanakan agar bisa menjadi tempat kumpulnya teman teman karena Ika 93 Smp 4 wtp Ada juga yang tugas diluar kab Bone, bahkan luar provinsi Sulawesi Selatan

Namun jika salah satu keluarga tiba tiba ada cuti ke Bone , kami ramai ramai kembali ngumpul sekedar berbagi cerita dan pengalaman selama tugas diluar Bone, ujar Andi Syail Askari saat dikonfirmasi langsung oleh awak media ini disela sela acara arisan Yang sedang dilaksanakan Di Alfin Cafe jln yos Sudarso watampone Kab Bone Minggu, 08 – 09-2019

Ketua Apdesi provinsi Sulawesi Selatan Sri Rahayu Usmi yang Akrab dipanggil ibu Ayu karena kesibukan sebagai ketua beberapa lembaga terkadang sekali kali menyempatkan diri kumpul kumpul juga dengan ika 93 smp 4 wtp kalau bertepatan ada di Bone urainya saat dikonfirmasi awak media ini melalui sambungan whatsap pribadinya

Iwan Hammer Ketua DPD Asosiasi pedagang kaki lima Indonesia Kab Bone yang juga tercatat sebagai Anggota IKA 93 SMP 4 WTP juga terkadang Hadir karena selain sebagai ketua Lsm beliau juga Aktif di media online jelas M. Noer diiyakan Samirkan, Rudi dan Irawan

Irwan N Raju

PMII di Perbatasan Tuntut PLN Bertanggung Jawab Atas Pemadaman Bergirlir di Sebatik

NUNUKAN – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Sebatik menggelar Aksi Aksi Unjuk Rasa yang ditujukan kepada PLN Sebatik di depan kantor PLN Ranting Sebatik di Desa Tanjung Harapan pada Sabtu, 07 September 2019. Tidak hanya dari PMII, Massa Aksi juga berhasil menarik simpati dan dukungan dari masyarakat sekitar.

Dalam aksinya tersebut, dengan Andi Massarappi selaku koorditor menyampaikan ada beberapa tuntutan diantaranya meminta agar pihak PLN segera memperbaki pelayanan listrik dalam waktu yang secepat-cepatnya. Selain itu, PT PLN juga dituntut untuk memberikan biaya kompensasi  tiap rumah berupa token listrik.

“Ini sesuai dengan aturan yang terdapat pada UU No.30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan pasal 29 point 1 yang mengatur hak konsumen,” ujar Andi atau yang akrab dipanggil JJ Yunior tersebut.

Selain orasi, aksi juga dilakukan dengan menyalakan 40 lilin dan pengusungan keranda jenazah. Hal tersebut menurut Andi adalah sebagai simbol dari gelapnya kondisi masyarakat akibat matinya listrik. Sementara pengusangan dilanjutkan pembakaran keranda yang bertuliskan RIP PLN adalah bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pelayanaan PLN selama beberapa bulan ini.

Aksi Andi Massarappi dalam orasinya juga mengatakan ”jangan pernah katakan kemakmuran, jangan pernah katakan keadilan, jangan pernah katakan demi hukum. Jika masih saja menginjak nginjak hak rakyat, tolong selamatkan listrik kami berikan kami ganti rugi terhadap kerusakan yang kami alami akibat pemadaman listrik bergilir, dan kami juga mendorong Pemerintah dalam pembenahan total terhadap management PLN khususnya di Sebatik.” tandasnya.

Setelah melaksanakaan orasi di depan Kantor PLN, perwakilan masa kemudian berdialog dengan Manager PLN Rayon Nunukan (Fajar Setiadi). Selama dialog berlangsung, manager PLN mananggapi permasalahan terkait pemadaman bergilir selama beberapa bulan ini dengan berbagai kendala teknis yang dialami oleh timnya dilapangan. Tidak hanya itu, pihak PLN juga menjawab tuntutan aksi yang dilayangkan oleh mahasiswa.

Menurut Fajar Setiadi selaku Manager PLN Rayon Nunukan bahwa kemampuan daya mesin yang ada di Sebatik seharusnya 3 MW, namun karena adanya pengalihan keluar daerah sehingga menyisakan 1,2 MW saja.

Terkait masalah kompensasi, Fajar Setiadi mengakui adanya hal tersebut dalam UU nomor 30. tahun 2019 dan Peraturan Menteri ESDM nomor 27 tahun 2007, namun ganti rugi baru dapat diberikan ketika pemadaman mencapai durasi 10 jam dalam sehari.

“Kompensasi telah kami berikan kepada masyarakat yang terdapat disalah satu daerah Pulau Nunukan karena telah mencapai 10 jam sehari. Sedangkan di Sebatik, pemadaman hanya berkisar 3-8 jam saja “ ungkap Fajar

Diketahui, dari dialog tersebut tersebut terunkap bahwa kompensasi di daerah Sebatik akan di kaji ulang mengingat persoalan listrik terlah berlangsung selama beberapa bulan dan akibat panjangnya durasi tersebut sehingga tidak sedikit kerugian yang telah ditimbulkan kepada masyarakat baik itu kerugian ekonomi hingga kerusakan alat-alat elektronik.

“Kami mencurigai adanya permainan dari PLN dalam melakukan pemadaman di bawah 10 jam, hal tersebut bisa saja dilakukan hanya sampai 9 jam sehari untuk menghindari pemberian kompensasi kepada masyarakat,”tandas Andi.

Sementara salah seorang tokoh Perbatasan H. Herman Baco kepada pewarta mengungkapkan keluhanya terkait kondisi listrik yang sangat memprihatinkan selama beberapa bulan ini. Menurutnya, Listrik di wilayah Sebatik memang tidak pernah stabil sejak ia menetap di wilayah itu.

“Beginilah kondisi kami masyarakat di wilayah perbatasan. Apa pelayanan atas hak rakyat di wilayah pinggiran benar-benar harus terpinggirkan?,” keluhnya. (eddy/Str)

Bupati Nunukan Siap Jadikan Mobil Esemka Sebagai Kendaraan Dinasnya

Nunukan – Sebagaimana diketahui, Jumat 6 September 2019 Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi pabrik mobil Esemka di di PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Boyolali, Jawa Tengah. Kala itu Presiden menilai kualitas mobil PT Esemka sudah cukup bagus. Meskipun demikian, jika ada kekurangan, Jokowi berharap masyarakat maklum karena ini merupakan produksi pertama kali.

“Saya lihat harganya kompetitif. Saya tanya harganya (Bima-red) Rp 95 juta on the road. Feeling saya sih laku keras,” tutur Presiden.

Sedangkan terkait Jokowi berdirinya pabrik yang terletak di Desa Demangan, Kosambi, Boyolali itu, Jokowi juga menandaskan bahwa itu merupakan langkah dan upaya awal bagi merek Indonesia untuk meningkat ke level manufaktur dan membangun industri otomotif lokal.

“Banyak yang bertanya kenapa saya mau meresmikan pabrik Esemka ini. Ya karena saya ingin mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Mendukung merek lokal, mendukung merek nasional. Itu saja jawabannya,” katanya.

Apresiasi atas lauchingnya mobil hasil karya anak bangsa tersebut datang dari berbagai pihak tak terkecuali dari Bupati Nunukan Asmin Lura Hafid. Kepala Daerah yang sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut menuturkan bahwa Esemka dapat menjadi penggugah rasa cinta terhadap produk dalam negeri.

“Saya ikut bangga atas capaian anak-anak bangsa dalam menghasilkan karya berupa mobil Esemka tersebut. Walau mungkin dengan segala kekuranganya, hal ini adalah sesuatu yang sangat layak untuk diapresiasi,” tutur Laura kepada Pewarta, Minggu (8/9/2019).

Bahkan tak tanggung-tanggung, sebagai edukasi kepada masyarakat dalam penggunaan produk dalam negeri, Laura berniat menjadikan mobil Esemka sebagai kendaraan dinas untuk para pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Namun untuk mewujudkan hal tersebut tentunya harus melewati persetujuan pihak-pihak terkait

“Ya, apabila diperkenankan tentun sy sangat senang menjadikan mobil Esemka itu sebagai kendaraan dinas. Minimal sebagai Kepala Daerah, saya harus mengawali dari diri sendiri dulu baru kemudian kepada para pejabat lain di Pemkab Nunukan,” ujarnya.

Laura pun mengaku tak mau ambil pusing apabila niatnya menjadikan mobil Esemka tersebut nantinya akan mendatangkan pro maupun kontra apalagi persepsi negatif karena seorang Kepala Daerah memakai mobil dinas bikinan dalam negeri. Karena sepanjang tidak menabrak aturan perundang-undangan dan etika, menurutnya hal tersebut adalah hal yang bisa dilakukan.

“Pro dan kontra tetap ada. Tentang anggapan orang yang bahwa seorang Kepala Daerah memakai mobil dalam negeri, kita jangan malu. Justru kita harus bangga menggunakan mobil dalam negeri. Kalau ada yang mempertanyakan bahwa selama ini mobil dinas saya adalah bikinan luar ngeri, ya saya mengakuinya, tapi mobil dinas tersebut ada sebelum mobil Esemka diluncurkan,” tegas wanita berparas ayu tersebut. (eddy/Str)

Mobil Esemka Akan Dijual Dikisaran Rp 95 Juta

BOYOLALI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan harga mobil Esemka yang diberi nama Bima 1.200 cc sangat kompetitif. Sehingga Jokowi pun meyakini mobil produksi pertama Pt. Esemka tersebut aka laku di pasaran.

Hal tersebut diutarakan Jokowi usai meresmikan mobil buatan anak bangsa Indonesia tersebut di PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Jokowo menilai kualitas mobil PT Esemka sudah cukup bagus. Meskipun demikian, jika ada kekurangan, Jokowi berharap masyarakat maklum karena ini merupakan produksi pertama kali.

“Saya lihat harganya kompetitif. Saya tanya harganya (Bima-red) Rp 95 juta on the road. Feeling saya sih laku keras,” tutur Presiden.

Sedangkan terkait Jokowi berdirinya pabrik yang terletak di Desa Demangan, Kosambi, Boyolali itu, Jokowi juga menandaskan bahwa itu merupakan langkah dan upaya awal bagi merek Indonesia untuk meningkat ke level manufaktur dan membangun industri otomotif lokal.

“Banyak yang bertanya kenapa saya mau meresmikan pabrik Esemka ini. Ya karena saya ingin mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Mendukung merek lokal, mendukung merek nasional. Itu saja jawabannya,” katanya.

Jokowi juga berharap, berdirinya pabrik baru Esemka ini nantinya akan mendatangkan efek berganda bagi industri-industri lain termasuk industri kecil dan menengah. Diketahui, Esemka juga telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan lokal untuk pengadaan suku cadang kendaraan yang diproduksinya.

Selain itu, kata Jokowi beroperasinya pabrik tersebut juga akan turut menggerakkan ekonomi Kabupaten Boyolali dan sekitarnya. Karena menurut Presiden, pabrik itu alan smembuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Edi Wirajaya mengungkapkan, Esemka merupakan perusahaan swasta nasional yang 100 persen dimiliki oleh swasta. Menurutnya,Esemka bukan mobil nasional yang dipahami orang selama ini.

“Esemka mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri,” tandas Eddy.

Lebih lanjut, Edi memaparkan bahwa pihaknya juga mengikuti setiap aturan yang ditetapkan, serta semua peraturan yang berlaku industri ini. Pihaknya berharap dengan diresmikan fasilitas ini, Esemka bisa merintis kemajuan industri otomotif buatan Indonesia sekaligus satu langkah maju dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

“Sehingga, menjadi SDM unggul melalui pemberdayaan para siswa lulusan SMK yang secara langsung diseleksi terlibat dalam proses produksinya,” imbuhnya.

Menurut Edi, Para siswa lulusan SMK merupakan anak bangsa yang ingin membuktikan bahwa mereka mampu dalam berkarya bagi nusa dan bangsa serta mengharumkan nama Indonesia.

“Esemka inilah hasil kerja kami selama ini, kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat Boyolali khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” pungkasnya.

Selain doreksi Pt ESemka, hadir pula dalam peresmian tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pencetus mobil Esemka Sukiyat, Presiden Direktur Esemka, Eddy Wirajaya dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja pejabat lainya.(eddy.S)