TNI TMMD ke-106 Kodim 1423/Soppeng, Resmi Dibuka

SOPPENG – Program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 tahun 2019 di Kabupaten Soppeng, akhirnya resmi dibuka. Dalam pembukaan ini, Danrem 141/TP, Kolonel Inf Suwarno, S. A. P tampak hadir di lapangan sepak bola Andi Besse, Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Rabu (02/10).

Pembukaan ini ditandai dengan digelarnya upacara yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi di tubuh TNI-Polri. Kali ini, yang menjadi irup dalam upacara pembukaan itu, Sekda Soppeng Drs. H. A. Tenri Sessu, M. Si. Kemudian, komandan upacara Danki Danki Rai Arhanud Divisi 3 Kostrad Kapten Arh Jamaluddin, serta yang bertindak sebagai Perwira Upacara Pasi Log Dim 1423/Soppeng Kapten Inf Nasruddin.

Mengambil tema ‘Melalui TMMD kita Wujudkan Percepatan Pembangunan Untuk Kesejahtraan Rakyat’, upacara ini dihadiri kurang lebih 1.500 masayrakat dan tamu undangan.

Dalam amanat Bupati Soppeng yang dibacakan oleh Sekda Soppeng Drs. H. A. Tenri Sessu, M. Si, menyatakan kegiatan TMMD ini merupakan salah satu program TNI Bidang Teritorial yang bersifat lintas sektoral dengan melibatkan TNI, Polri, Departeman, Lembaga Pemerintahan Nondepartemen, Pemerintah Daerah (Pemda) serta masyarakat. Tujuannya, untuk membantu Pemda dalam meningkatkan akselerasi pembangunan agar dapat terwujud peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini juga merupakan perwujudan jati diri TNI sebagai Tentara rakyat yang berjuang demi rakyat. Pelaksanaan TMMD ini harus direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh melalui koordinasi secara terus menerus guna menghindari hambatan dan penyimpangan yang dapat menyebabkan pelaksanaan program ini gagal atau tidak,” terangnya.

Selain itu, Bupati juga meminta jalin kerja sama dan kekompakan yang baik antar sesama unsur yang terlibat dalam kegiatan ini. Kenali dan hormati adat istiadat yang berlaku didaerah setempat serta hindari tindakan dan sikap yang dapat merusak citra TNI.

Dalam program TNI TMMD ini setidaknya ada beberapa sasaran fisik dari Kodim 1423/Soppeng.  Di antaranya, normalisasi sungai Kawerang sepanjang 4.600 Meter dari Desa Patampanua menuju Desa Panincong Kec. Marioriawa Kab. Soppeng. Kemudian, pengerasan jalan sepanjang 3.000 Meter dari Desa Panincong menuju Kampung Paleccu Desa Patampanua dan terakhir rehab sarana ibadah Masjid Nurjannah (Kampung Abbanuange Dusun Wanatua Desa Sering Kec. Donri-Donri Kab. Soppeng)

Dalam upacara pembukaan, sejumlah pejabat tinggi hadir seperti Danrem 141/TP Kolonel Inf Suwarno, S. A. P beserta istrinya, Dandim 1423/Soppeng Letkol Arm Fajar Catur Prasetyo, SE (selaku Dansatgas) beserta istrinya. Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Utsman Abdul Ghofir beserta istrinya. Dandim 1407/Bone Letkol Inf Mustamin beserta istrinya. Dandim 1411/BLK Letkol Arm Joko Triyanto S.Pd beserta istrinya. Dandim 1415/Kep. Selayar Letkol Arm Yuwono, S.Sos, MM beserta istrinya. Dandim 1424/Sinjai Letkol Inf Oo Sahrojat. S.Ag. M.Tr. Han beserta istrinya, para Kasi Rem 141/Tp dan Kabalak Rem 141/Tp.

Kemudian juga dihadiri oleh Kapolres Soppeng AKBP Dedi Dewantho, S. Ik, Kapolres Soppeng AKBP Dedy Dewantho, S. Ik, Ketua Pengadilan Negeri Soppeng Irianto Priyatna Utama, SH.,M. Hum, Kajari Soppeng Suwarno, SH. MH, Ketua Pengadilan Agama Drs. Zaenal Farid SH. MH, Ketua DPRD Soppeng Saharuddin, SE. MM, para Kapolsek jajaran Polres Soppeng. Selain itu, juga hadir Ketua persit KCK Koorcab Rem 141/Tp beserta 5 orang pengurus, Ketua Persit KCK Cabang XXXI Dim 1423/Soppeng beserta para pengurus, Tim Penggerak PKK Kab. Soppeng, para Camat se-Kabupaten Soppeng, para Lurah/Kades se-Kabupaten Soppeng, para Tomas, Toga, Tomas dan tamu undangan serta masyarakat sekitar 1.500 orang.

Koresponden, Irwan N Raju

Hendrawan Dukung Rencana Kodim 0911/Nunukan Terkait Rencana Pengelolaan 100 Hektar Lahan Percontohan

Nunukan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan, Hendrawan memaklumi apabila ada sebagian masyarakat yang pesimis apabila Nunukan mampu menjadi salah satu daerah penyangga pangan untuk Ibu Kota Negara (IKN) nantinya. Hal tersebut karena selama ini barang pangan dan beberapa kebutuhan lain untuk masyarakat Nunukan masih dipasok dari luar Nunukan terutama dari Jawa dan Sulawesi bahkan ada yang dari Sabah, Malaysia.

Namun Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut meminta masyarakat untuk tak larut dalam pesimisme. Pasalnya, banyak daerah dan negara yang pada awalnya dianggap tak mampu bangkit dari keterpurukan namun kini justru menjadi pemasok kebutuhan bagi pihak – pihak yang dulu meremehkanya,

“Vietnam contohnya. Kita pasti ingat bagaimana negara tersebut mengalami keterpurukan bahkan untuk makan saja sampai dipasok dari donatur. Tapi siapa sangka Vietnam yang dulu miskin dan memprihatinkan kini menjadi salah satu negara terkaya di Asia,” ujar Hendrawan, Rabu (2/10/2019)

Sedangkan Nunukan tak separah Vietnam yang berarti menurut Hendra, sangat besar celah dan kesempatan bagi Nunukan untuk membuktikan diri sebagai salah satu daerah penyangga pangan IKN. Bahkan tak hanya itu, Hendrawan meyakini apabila semua pihak bersinergi, maka Nunukan tak hanya mampu menjadi penyangga pangan IKN tapi juga akan menjadi Lumbung Pangan Nasional.

Salah satu cara mewujudkannya menurut Hendrawan adalah memaksimalkan pengelolaan lahan-lahan yang selama terbiarkan (lahan tidur) menjadi lahan produktif. Untuk itu terkait rencana Kodim 0911/NNK yang meminta lahan 100 hektar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan sebagai lahan percontohan, merupakan rencana yang sangat tepat dan layak didukung semua pihak.

“Kita tak bisa pungkiri, selain strategi tentang Hankam, TNI juga ahli dalam strategi olah pertanian. Sehingga rencana peminjaman 100 hektar lahan sebagai area percontohan menurut saya sangat layak untuk didukung,” tandas Hendrawan

Ia pun berharap Bupati Nunukan selekasnya merespon permintaan Kodim tersebut. Dandim Nunukan, menurut Hendrawan pasti juga telah mempunyai perhitungan dan pemetaan sendiri terkait komoditas yang akan di kembang biakan. Hendrawan juga meyakini bahwa percontohan dari olah pertanian yang baik, pasti akan bermuara kepada kesejahteraan masyarakat nantinya.

“Pasti masyarakat juga nantinya yang akan merasakan manfaatnya. Saya berharap Bupati secepatnya merespon rencana dari Dandim Nunukan tersebut,” pungkasnya. (eddySantry)

Sulit Lalui Medan, Kades Binusan Beli 3 Unit Motor Trail

NUNUKAN – Untuk memudahkan dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kepala Desa (Kades) Binusan, Kabupaten Nunukan, akhirnya membeli tiga unit sepeda motor trail, belum lama ini.

Kades Binusan, Rudi Hartono mengatakan, pengadaan motor ini sejatinya adalah program dari Kades sebelumnya. Sebab, dirinya baru kurang lebih sebulan menjabat sebagai Kades Binusan. “Saya hanya melanjutkan program Kades sebelumya. Memang, pembeliannya saat saya menjabat tapi ini sudah diprogram dari sebelum saya menjabat dan baru sekarang datang unitnya,” terangnya kepada Berandankrinews.com, Rabu (2/10) pagi.

Untuk pembelian tiga unit motor trail ini, kata dia, menggunakan anggaran dana desa sebesar kurang lebih Rp102 juta. Harga ini sudah termasuk dengan pajak dan sebagainya. “Jadi dibelinya motor ini karena memang kita kesulitan dalam melakukan pengukuran. Karena akses masuk ke lahan warga itu sangat sulit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja,” pungkasnya.

Selama ini, kata dia, jika menggunakan sepeda motor yang biasa maka akan mengeluarkan biaya perawatan yang cukup besar. Beda dengan motor trail yang memang diperuntukan untuk medan yang ekstrim. “Kemudian, kalau kita menggunakan motor yang biasa akan cepat rusak dan tidak mampu melewati medan ektrim. Sementara permintaan masyarakat terhadap pengukuran sangat tinggi,” tuturnya.

Dalam seminggu, kata dia, permintaan masyarakat bisa mencapai tiga hingga empat lokasi pengukuran. Dan itu, jaraknya pun begitu jauh. Sehingga dengan alasan  inilah pengadaan tiga motor trail dilakukan. “Bayangkan kalau dalam seminggu ada tiga atau empat pengukuran. Ini sangat menyulitkan kita kalau menggunakan motor biasa. Sementara mobil tidak bisa masuk,” tambahnya.(Irwan)

Warga Sudah Geram, PGB Didemo, Polisi Turunkan Semua Unit Untuk Pengamanan

BONE – Setelah sekian lama dipedam, puluhan warga Pakkawarue, Kelurahan Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, akhirnya melakukan aksi demo terhadap Pabrik Gula Arasoe (PGB), Selasa (2/10).

Salah seorang tokoh masyarakat Pakkawarue, Kelurahan Tanete Harapan, Kabupaten Bone, Dg Pasara (59) mengatakan sebenarnya warga sekitar sudah sejak lama geram dengan PGB yang tidak ada sinegritas dengan warga.

‘Sebenarnya kalau kami ingin jujur banyak masalah di perusahaan ini. Saya adalah mantan karyawan di perusahaan ini, kenapa saya keluar dan mengundurkan diri? Karena saat saya sakit selama 3 bulan, tak satupun orang perusahaan yang datang membesuk,” terangnya.

Lanjut dia, gerakan bersama masyarakat ini rata-rata dari warga Pakkampi sapi yang sudah jenuh dari tahun-ketahun disalahkan oleh pihak PGB ARASOE. “Kami tau bahwa ini adalah perbuatan segelintir oknum yang tidak diketahui atasan atau pimpinan perusahaannya,” tuturnya.

Sebenarnya, kata dia, dalam aksi demo ini banyak masyarakat yang ingin ikut namun pihaknya hanya meminta sekitar 20 orang untuk mewakili perdesaan dari empat kecamatan yang ada di kebun tebu milik PGB ARASOE Bone. “Bukan kami ingin buat sejarah baru namun memang ini aksi yang pertama kalinya sepanjang berdirinya perusahaan PGB sejak tahun 1971,” tambahnya.

Jenderal Lapangan Aksi warga peternak sapi, Andi Ilham mengatakan salah satu tuntutan dalam aksi demo itu adalah aturan yang dibuat pihak perusahaan secara sepihak. Bahkan, tidak ada sosialisasi di tengah masyarakat. “Inilah yang menjadi keresahan warga selama ini,” jelas Andi saat beradu argumen di aula kantor Desa Arasoe dengan perwakilan PGB ARASOE, Serikat Buruh, Kapolsek Mare.

Sementara itu, General Manajer (GM) di perusahan tersebut, Andi Ilham Ari Pallampa bersumpah tidak mengetahui permasalahan ini. “Demi Allah, jika masalah ini kami tidak tahu. Yang terpenting mari kita mencari solusi agar masalah ini tak berkepanjangan,” urainya dalam pertemuan dengan perwakilan warga peternak.

Untuk menghindari tindakan anarkis dalam aksi demo, pihaknya kepolisian melakukan pengawalan ketat. Bahkan, dari Polres Bone menurunkan semua unit untuk mengamankan aksi demo berjalan dengan damai tanpa ada gangguan. “Kita tidak inginkan hal-hal yang negatif terjadi,” ungkap Kabag Ops Polres Bone,Kompol H Syamsu Alam, SH.

Irwan N Raju
Biro Kabupaten Bone

Dua Hari, Puluhan Pembudidaya Sudah Lakukan Registrasi

NUNUKAN – Meski baru dua hari dibuka, registrasi usaha rumput laut dan pengurusan surat kapal di Pos PLBL Liem Hie Djung, Nunukan, kini sudah mencapai puluhan pendaftar.

Kepala Bidang (Kabid) Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nunukan, Wahyudi mengatakan, pembukaan registrasi ini akan diperpanjang jika masih banyak pembudidaya yang ingin melakukan pendaftaran dan melengkapi dokumen kapal. “Kita akan lihat nanti kedepannya. Kalau masih banyak ya kita akan perpanjang waktunya,” terangnya kepada Berandankrinews.com, Rabu (2/10) siang.

Untuk hari kedua, Rabu (2/10), hingga pukul 11.30 WITA, kata dia, jumlah pembudidaya yang datang mengurus dokumennya mencapai 9 orang. “Kalau hari pertama yang banyak. Karena, ada yang datang membawakan 30 hingga 40 an berkas untuk petani ini,” tuturnya.

Kata dia, sebelum pembuatan keterangan tersebut, pemilik kapal wajib mengajukan nama kapal yang akan digunakan “Karena, nanti akan diproses. Kemudian, kita juga mendata mengenai lokasi pembudidaya, jumlah bentangan rumput lautnya. Begitu juga dengan kapal yang digunakan akan dilengkapi dokumen,” tuturnya.

Untuk pengajuan pengukuran kapal dan registasi, kata dia, ada tujuh persyaratan  yang wajib dipenuh calon pemohon. Seperti, melampirkan surat keterangan kepemilikan dari desa, surat keterangan tukang atau pembuat kapal dari desa, kwitansi pembelian mesin pakai materai, fotocopy warna KTP kepemilikan, NPWP, fotocopy KTP tukang atau pembuat kapal dan foto kapal dari sisi kanan, kiri, belakang dan depan.

Diberitakan sebelumnya, selama tujuh hari, Pemkab Nunukan mengelar registasi rumput laut dan pengurusan surat kapal di Pos Perhubungan Liem Hie Djung. Sosialisasi ini digelar selama tujuh hari sejak Selasa (1/10) hingga Senin (7/10) mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nunukan, Wahyudi mengatakan, kegiatan ini tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor : 164/065-UM/X/2019, Selasa (1/10). “Kita harap dengan kegiatan ini, membuat pembudidaya rumput laut untuk hadir dan mengurus dokumen kapalnya,” terangnya kepada Berandankrinews.com, Selasa (1/10) siang.

Dia mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk ketertiban, keamanan dan kelancaran  dalam berusaha di laut. Khususnya, bagi pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan. “Untuk itu, kita imbau agar segera mengurus atau melakukan registrasi usaha rumput laut dan pengurusan dokumen kapal,” tuturnya.

Selama ini, kata dia, banyak petani atau pembudidaya rumput laut yang belum mengetahui cara pasti registrasi maupun kepengurusan dokumen laut. “Jadi dengan adanya kegiatan ini kita harap pembudidaya dapat memanfaatkan moment seperti ini,” tutupnya.(Irwan)