Warga Sudah Geram, PGB Didemo, Polisi Turunkan Semua Unit Untuk Pengamanan

Social share

BONE – Setelah sekian lama dipedam, puluhan warga Pakkawarue, Kelurahan Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, akhirnya melakukan aksi demo terhadap Pabrik Gula Arasoe (PGB), Selasa (2/10).

Salah seorang tokoh masyarakat Pakkawarue, Kelurahan Tanete Harapan, Kabupaten Bone, Dg Pasara (59) mengatakan sebenarnya warga sekitar sudah sejak lama geram dengan PGB yang tidak ada sinegritas dengan warga.

‘Sebenarnya kalau kami ingin jujur banyak masalah di perusahaan ini. Saya adalah mantan karyawan di perusahaan ini, kenapa saya keluar dan mengundurkan diri? Karena saat saya sakit selama 3 bulan, tak satupun orang perusahaan yang datang membesuk,” terangnya.

Lanjut dia, gerakan bersama masyarakat ini rata-rata dari warga Pakkampi sapi yang sudah jenuh dari tahun-ketahun disalahkan oleh pihak PGB ARASOE. “Kami tau bahwa ini adalah perbuatan segelintir oknum yang tidak diketahui atasan atau pimpinan perusahaannya,” tuturnya.

Sebenarnya, kata dia, dalam aksi demo ini banyak masyarakat yang ingin ikut namun pihaknya hanya meminta sekitar 20 orang untuk mewakili perdesaan dari empat kecamatan yang ada di kebun tebu milik PGB ARASOE Bone. “Bukan kami ingin buat sejarah baru namun memang ini aksi yang pertama kalinya sepanjang berdirinya perusahaan PGB sejak tahun 1971,” tambahnya.

Jenderal Lapangan Aksi warga peternak sapi, Andi Ilham mengatakan salah satu tuntutan dalam aksi demo itu adalah aturan yang dibuat pihak perusahaan secara sepihak. Bahkan, tidak ada sosialisasi di tengah masyarakat. “Inilah yang menjadi keresahan warga selama ini,” jelas Andi saat beradu argumen di aula kantor Desa Arasoe dengan perwakilan PGB ARASOE, Serikat Buruh, Kapolsek Mare.

Sementara itu, General Manajer (GM) di perusahan tersebut, Andi Ilham Ari Pallampa bersumpah tidak mengetahui permasalahan ini. “Demi Allah, jika masalah ini kami tidak tahu. Yang terpenting mari kita mencari solusi agar masalah ini tak berkepanjangan,” urainya dalam pertemuan dengan perwakilan warga peternak.

Untuk menghindari tindakan anarkis dalam aksi demo, pihaknya kepolisian melakukan pengawalan ketat. Bahkan, dari Polres Bone menurunkan semua unit untuk mengamankan aksi demo berjalan dengan damai tanpa ada gangguan. “Kita tidak inginkan hal-hal yang negatif terjadi,” ungkap Kabag Ops Polres Bone,Kompol H Syamsu Alam, SH.

Irwan N Raju
Biro Kabupaten Bone