Disbudporapar Nunukan Benahi Objek Wisata, Air Terjun Binusan Jadi Prioritas Pengembangan
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata daerah, khususnya dari sisi infrastruktur, fasilitas, serta sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata.
Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Nunukan, Iskandar, mengatakan saat ini terdapat dua objek wisata yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, yakni Air Terjun Binusan di Desa Binusan dan Wisata Mangrove Belagawan di Kecamatan Nunukan Selatan.
“Saat ini ada dua objek wisata yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, yakni Air Terjun Binusan dan Wisata Mangrove Belagawan,” ujar Iskandar, Rabu (04/11/2026).
Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan fasilitas dan kemampuan SDM agar pengunjung merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman wisata yang memuaskan.
“Pengembangan tidak hanya infrastruktur, tetapi juga fasilitas dan SDM agar pengunjung merasa nyaman,” katanya.
Pada tahun 2026, salah satu upaya yang dilakukan adalah merehabilitasi tiga unit gazebo di kawasan wisata Air Terjun Binusan serta memperbaiki bangunan tempat penjualan cendera mata.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengupayakan pengadaan jaringan internet Starlink untuk mengatasi keterbatasan komunikasi di kawasan tersebut yang selama ini masih mengalami wilayah tanpa jaringan atau blank spot.
“Kami mengupayakan pengadaan Starlink untuk mengatasi blank spot di kawasan Air Terjun Binusan,” tuturnya.
Iskandar menjelaskan, pengembangan wisata ke depan juga akan melibatkan masyarakat sekitar. Terlebih, Desa Binusan telah ditetapkan sebagai desa wisata sekaligus memiliki potensi budaya dan adat yang dapat mendukung daya tarik destinasi wisata.
Untuk tahun 2027, pihaknya berharap adanya dukungan anggaran guna memperbaiki sejumlah fasilitas lain, termasuk bangunan kuliner yang kondisinya mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi.
“Kami berharap ada dukungan anggaran pada 2027 untuk rehabilitasi bangunan kuliner yang mulai rusak,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pengembangan kawasan wisata alam juga diarahkan pada penyediaan jalur trekking dan kegiatan wisata alam lainnya, sekaligus meningkatkan kemampuan para pemandu dan pengelola wisata setempat.
Ia menambahkan, kawasan hutan di sekitar Air Terjun Binusan masih memiliki potensi keanekaragaman flora dan fauna, di antaranya trenggiling, kucing hutan, babi hutan, serta berbagai jenis burung, termasuk burung enggang.
“Di sekitar Air Terjun Binusan masih ada trenggiling, kucing hutan, babi hutan, hingga burung enggang. Potensi ini harus dijaga agar menjadi daya tarik unggulan,” pungkasnya.
Padli/admin
