Gubernur Zainal Berikan Bantuan Budidaya Perikanan dan Korban Kebakaran Saat Safari Ramadhan di Nunukan

NUNUKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang melakukan safari ramadhan di Masjid Al-Mujahiddin, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Rabu (03/04/2024) sore.

Hal tersebut melanjutkan kegiatan safari Ramadhan di provinsi Kaltara, dimana sebelumnya Gubernur Zainal telah mengunjungi Pulau Sebatik, Bunyu, Kota Tarakan, Kab.Bulungan dan juga KTT.

Terlihat hadir Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, Wakil Bupati Nunukan, Hanafiah, sejumlah OPD Pemprov dan juga masyarakat Nunukan

Selaku Gubernur Kaltara, Zainal menyampaikan bahwa setiap bulan puasa selalu menggelar kegiatan safari Ramadhan di Kaltara.

“Kegiatan ini rutin kita lakukan saat bulan suci Ramadhan, dan kali ini kita di Nunukan tepatnya di masjid Al-Mujahiddin menggelar safari ramadhan bersama dengan beberapa organisasi pemerintah daerah (OPD) Pemprov,” ujar Zainal.

Selanjutnya, Gubernur Zainal mengatakan bahwa memberikan beberapa bantuan kepada masyarakat membutuhkan dan kelompok tani (poktan) budidaya perikanan.

“Bantuan sembako kepada masyarakat, bantuan ke masjid, dan untuk poktan budidaya perikanan hampir sekitar 1 Miliar bantuan diberikan untuk pembuatan tempat penjemuran rumput laut,” ucap Gubernur.

Selain itu bantuan juga diberikan kepada korban kebakaran di Mamolo, Kel.Tanjung Harapan, Kec.Nunukan Selatan.

“Memang setiap ada musibah bencana, pemprov selalu memberikan anggaran untuk membantu para korban, jadi tadi korban kebaran di mamolo kita beri, dan dimanapun itu bantuan harus kita berikan walaupun saya tidak sempat hadir,” tuturnya.

Adapun Gubernur Zainal juga menghimbau masyarakat Nunukan untuk menjaga keamanan dan kerukunan umat beragama dan toleransi di Kaltara.

“Pada bulan suci ramadhan dan menjelang lebaran, kita menghimbau agar masyarakat menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan bersama umat beragama dan juga menjaga toleransi di Kaltara terutama di Nunukan,” himbau Gubernur.

Adapun setelah kegiatan pemberian bantuan secara simbolis, agenda dilanjutkan dengan buka bersama dengan masyarakat serta tamu yang hadir di Masjid Al-Mujahiddin.

(Nam/Nam)

Dugaan Video Politik Uang Caleg Kabupaten dan Provinsi, Bawaslu Nunukan : Semua Bukti Sudah Ada Tinggal Pernyataan Terlapor

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Nunukan telah mengusut kasus dugaan politik uang atau money politics yang mengarah pada calon legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kab.Nunukan dan provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) daerah pemilihan 4.

Hal ini bermula dari sebuah video yang memperlihatkan seorang pria paruh baya tengah mengarahkan empat orang disalah satu rumah warga untuk memilih calegnya, sambil memegang sejumlah uang pecahan Rp100.000, pria paruh baya tersebut menunjukan contoh kertas surat suara Pemilihan Legislatif untuk tingkat DPRD Kabupaten Nunukan dan DPRD Provinsi Kaltara, Setelahnya pria tersebut membagikan uang sebesar Rp.300.000 yang diduga uang paketan caleg kepada masing-masing empat orang tersebut.

Selaku ketua Bawaslu Nunukan, Moch. Yusran menyampaikan bahwa kasus dugaan politik uang terus diusut, dimana sebelumnya telah memanggil caleg yang bersangkutan dan juga terlapor berinisial S tetapi seseorang di video tersebut (terlapor) sudah 2 kali tidak memenuhi panggilan.

“Kita juga sudah memeriksa kedua caleg tersebut hanya saja tetapi terlapor lari tidak mau dimintai keterangan,” ujar Moch. Yusran, Kamis (29/02/2024) lalu.

Lebih lanjut, Yusran mengatakan bahwa seluruh bukti telah ada tinggal pernyataan S, juga Bawaslu akan tindak lanjuti hingga tingkat penyidikan.

“Kita akan tetap lanjutkan ini ke tingkat penyidikan selama Kepolisian dan Kejaksaan menyetujui karena kita sudah mendapatkan bukti permohonan yang cukup, dimana barang bukti diantaranya uang, replika surat suara, video, saksi yang menerima sudah dimintai keterangan dan keterangan ahli, hanya tinggal keterangan S yang belum kita dapatkan,” kata Yusran.

Lalu, Ia menambahkan bahwa kasus ini dilanjutkan ke tingkat penyidikan walaupun tanpa keterangan terlapor, dimana disebut In Absentia.

“Ini tetap kita akan lanjutkan ke tingkat penyidikan dengan metode In Absentia, dimana metode ini bisa dilakukan jika semua bukti telah terpenuhi walaupun tanpa keterangan S, padahal kalau zaja terlapor ini memberikan keterangan bisa saja Ia mendapatkan keringanan,” terang Ketua Bawaslu kab.Nunukan.

Bersama dengan itu, Bawaslu menggelar kegiatan rapat koordinasi terkait evaluasi pengawasan pungut hitung, rekapitulasi hasil tingkat kecamatan dan persiapan pengawasan rekapitulasi hasil tingkat kabupaten.

Adapun saat berita ini diterbitkan, kasus tersebut telah disetujui oleh kepolisian dan dilanjutkan ke tingkat penyidikan.

(Nam/Nam)

Litbang PWI Rilis Hasil Survei Figur Ideal Pilgub Kaltara dan Pilbup Nunukan

NUNUKAN – Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan secara resmi merilis hasil survei sejumlah nama berpotensi masuk dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Nunukan.

Juru Bicara Tim Bidang Litbang PWI Nunukan, Adharsyah mengatakan, bahwa tim survei yang dibentuk sejak Februari 2024 itu telah melaksanakan survei langsung kepada masyarakat dengan pola _stage random sampling_ terhadap ratusan responden dengan sistem wawancara dan kuesioner.

“Tim survei yang berasal dari teman-teman wartawan di lingkungan PWI Nunukan ini menggunakan dua pola, yang pertama menggunakan sistem wawancara dan kedua dengan membacakan kuesioner kepada responden dengan pertanyaan siapakah figur ideal yang akan memimpin yang berpotensi maju bertarung pada Pilgub Kaltara maupun Pilbup Nunukan,” ujar Adharsyah di Kantor PWI Nunukan, Jalan Ahmad Yani, Jumat (1/3/2024).

Untuk figur ideal yang akan memimpin Kaltara, nama Gubernur Kaltara H. Zainal Arifin Paliwang masih menarik perhatian cukup tinggi dari responden dengan perolehan 40 persen. Di posisi kedua, ada nama Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid dengan perolehan 20 persen disusul nama Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP dengan perolehan 11 persen.

Sementara nama lain yang turut menarik perhatian responden yakni, mantan Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie memperoleh 9 persen, kemudian mantan Bupati Nunukan H Abdul Hafid Achmad sebesar 8 persen, mantan Kabinda Kaltara yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltara Andi Sulaiman sebesar 7 persen dan Walikota Tarakan dr Khairul sebesar 3 persen.

“Selain itu ada juga nama Wakil Ketua I DPRD Kaltara Andi Hamzah serta Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala yang masing-masing dipilih oleh dua responden Nunukan,” beber Adharsyah.

Untuk Pilbup Nunukan sendiri, tambah Adharsyah, nama Wakil Ketua II DPRD Kaltara H Andi M Akbar M Djuarzah memperoleh pilihan terbanyak sebagai calon pemimpin ideal Bupati Nunukan periode 2024 – 2029 dengan perolehan 36 persen. Disusul, nama mantan Wakil Ketua I DPRD Nunukan H Irwan Sabri dengan perolehan 31 persen dan di posisi ketiga diperoleh mantan Bupati Nunukan periode 2011 – 2016 H Basri dengan perolehan 14 persen.

Selanjutnya sejumlah nama yang turut dilakukan survei seperti, dr Jambri yang mengantongi 6 persen suara, Ladullah dan Andi Hamzah masing-masing mengantongi 3 persen pilihan responden. Selain itu, ada nama Muhammad Nasir dan Nardi Azis B dengan memperoleh 2 persen suara.

“Nama seperti Mashur memperoleh 1 persen suara dan satu responden memilih nama Hj Andi Maryati pada survei perdana yang dilakukan Litbang PWI Nunukan ini. Pada hasil survei ini, Tim Data Center Litbang PWI menemukan ada margin error sebesar 2 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Litbang PWI Nunukan Budi Anshori menambahkan, survei Pilkada 2024 yang digagas oleh Bidang Litbang ini akan terus diperbaharui secara berkala hingga memasuki tahapan resmi KPU nantinya.

Dijelaskan, mekanisme penjaringan nama-nama bakal calon yang disodorkan kepada responden telah melewati tahapan yang cukup ketat. Mulai dari merekam suara dari partai politik di parlemen Nunukan, akademisi, mahasiswa hingga pelaku usaha dan masyarakat umum.

“Dalam pelaksanaan survei kedepannya tentu nama-nama yang muncul akan terus mengerucut sampai akhirnya nanti ada nama yang ditetapkan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan serta Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. Jadi survei Litbang PWI ini bertujuan memberikan gambaran awal kepada masyarakat tentang figur-figur populer dan potensial yang berpotensi maju berkontestasi pada Pilbup Nunukan dan Pilgub Kaltara,” pungkasnya.

(Litbang PWI Nunukan)

40 Persen Data Masuk, Litbang PWI Mulai Lakukan Rekap Survei

NUNUKAN – Tim survei yang tergabung dalam tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan, mulai melakukan rekap berjenjang. Hal ini dilakukan pasca masuknya sekitar 40 persen data hasil survei di lapangan.

Juru bicara Bidang Litbang PWI Nunukan, Adharsyah mengatakan, tim Litbang PWI secara serentak turun ke lapangan memotret aspirasi publik sejak Sabtu (24/2/2024). Responden yang dituju masing-masing diberikan form survei dan dibarengi wawancara.

“Ada dua metode yang dijalankan bersamaan dalam survei pedana ini. Yakni pengisiaan form survei secara fisik dan wawancara langsung dengan responden,” ungkap Adharsyah di Kantor PWI Nunukan, Jl. A. Yani, Senin (26/2/2024).

Survei Litbang PWI fokus pada bakal calon populer yang diunggulkan masyarakat maju bertarung dalam Pilkada Nunukan maupun Pilkada Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini,

Dijelaskan Adharsyah, mekanisme penjaringan nama-nama bakal calon yang disodorkan kepada responden telah melewati tahapan yang cukup ketat. Mulai dari merekam suara dari partai politik di parlemen Nunukan, akademisi, mahasiswa maupun pelaku usaha.

“Namun dalam form yang disodorkan kepada responden, kami turut memberi ruang kepada publik untuk mengusulkan nama-nama pilihan lain yang belum tertera dalam form survei,” tegas Adharsyah.

Sementara itu, Koordinator Data Center Litbang PWI, Alamsyah mengungkapkan, hasil akhir rekap data akan dilaporkan secara berkala kepada ketua Litbang PWI. Demikian halnya untuk jadwal pengumuman hasil survei, akan dibahas bersama dalam forum tim Litbang.

“Mengenai jadwal pengumuman hasil survei, sepenuhnya akan dilakukan oleh ketua dan anggota yang tergabung dalam tim Litbang PWI Nunukan,” jelas Alamsyah.

(tim)

Rekam Keinginan Publik, Litbang PWI Lakukan Survei Pra Pilkada

NUNUKAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) akan melaksanakan survei pra Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Kepastian ini disampaikan Ketua PWI Nunukan, Taslee di Kantor PWI Nunukan, Jumat (23/2/2024).

Survei pra Pilkada 2024 yang dijadwalkan Litbang PWI merupakan upaya konkrit PWI dalam memastikan terpenuhinya hak publik dalam memperoleh informasi yang benar, tepat, akurat dan berimbang sesuai kaidah jurnalistik.

Selain itu, dijelaskan Taslee, survei Litbang PWI akan memberikan gambaran awal kepada masyarakat tentang figur-figur populer dan potensial yang akan menjadi bakal calon kepala dan wakil kepala daerah di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Badan Litbang PWI akan bekerja secara mandiri. Puluhan anggota PWI Nunukan akan terlibat dalam menjalankan program ini,” ungkap Taslee.

Landasan kerja Litbang PWI Nunukan sepenuhnya mengacu pada ketentuan PD PRT PWI tahun 2024 serta Surat Keputusan PWI Nunukan Nomor : 007-PGS/PWI-NNK/II/2024. Hasil survei Badan Litbang selanjutnya diumumkan ke publik secara berjenjang.

Sementara itu, Ketua Tim Litbang PWI Budi Anshori mengatakan, saat ini Badan Litbang sedang menyusun dan merangkum teknis dan panduan kerja sebelum tim diturunkan ke lapangan.

“Tahap awal sebelum turun ke lapangan adalah menyusun kerangka dan acuan kerja. Kami juga sedang menyiapkan jumlah dan sebaran responden yang akan di survei,” terang Budi.

Terpisah, Juru Bicara Badan Litbang PWI, Adharsyah menjelaskan, sesuai ketetapan Pilkada Serentak 2024 yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 tahun 2024 tentang tahapan dan jadwal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota, dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2024.

Selanjutnya, disampaikan Adharsyah, Litbang PWI akan melakukan survei secara spesifik terhadap figur-figur potensial pilihan masyarakat yang diperkirakan akan bertarung pada Pilkada Nunukan maupun Pilkada Kalimantan Utara.

“Konsen pada survei ini adalah figur-figur potensial pilihan masyarakat yang akan maju bertarung sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Nunukan, serta bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Utara,” rinci Adharsyah.

Dia kemudian menegaskan, tujuan utama program survei ini fokus pada penyajian aspirasi publik. Selain itu, keterlibatan responden merupakan bentuk perlibatan masyarakat secara aktif dalam mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024.

(tim)