Masyarakat Nunukan Antusias Mengikuti Sosialisasi Penguatan Ekosistem Ultra Mikro

Antusiasme masyarakat Nunukan mengikuti sosialisasi Sosialisasi Penguatan Ekosistem Ultra Mikro yang digelar Karang Taruna Nunukan atas inisiasi Anggota DPR RI, Deddy Yevry Sitorus di Balroom Neo Fortune Hotel, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (7/6)

Nunukan – Ratusan orang yang didomiminasi kawula muda nampak sangat antusias menyimak penjelasan dari para Nara Sumber dalam Sosialisasi Penguatan Ekosistem Ultra Mikro yang digelar Karang Taruna Nunukan di Balroom Neo Fortune Hotel, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (7/6)

Dalam acara yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI, Deddy Yevry Sitorus tersebut, hadir beberapa nars sumber diantaranya Rizki Fadillah yang merupakan Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Nunukan, Agus Riyadi (Vice Presjdent PT. Pegadaian area Tarakan), Miswadi (Kepala Regioan Mekar , Kalimantan Selatan ) dan Tomy Ramli (Pimpinan Cabang PT. PNM ).

Deddy Sitorus saat membuka secara virtual sosialisasi ini memgungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk Holding BUMN Ultra Mikro antara 3 BUMN yakni BRI, Pt. Pegadaian dan Pt. Permodalan Nasional Madani.

Deddy meniilai pembentukan holding BUMN ultra mikro dinila sangat membantu para pelaku usaha ultra mikro. Yang dengan hal tersebut, akan tercipta penguatan ekonomi kreatif sehingga dampak pandemic Covid-19 menjadi lebih cepat teratasi.

Para pelaku usaha ultra mikro, ungkap Deddy, adalah salah satu dati penyangga ekonomi kerakyatan. Sehingga bimbingan kepada para pelaku usaha tersebut tentu sangat bermanfaat sebagai bagian dari basis ekonomi nasional.

Staf Ahli Anggota DPR RI , Saddam Husein saat menyerahkan Cindera Mata kepada salah satu Nara Sumber

“Untuk itu saya harap para perserta dari sosialisasi ini benar – benar dapat memperhatikan materi – materi yang disampaikan oleh para nara sumber,” tutur Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Tusriadi Tahir, Ketua Panitia dari sosialIsasi ini mengungkapkan bahwa digelarnya acara tersebut merupakan bentuk kepedulian dari Deddy Sitorus kepada para pelaku usaha ultra Mikro terutama yang dilakoni para milenial di Nunukan.

*Terselenggaranya acara ini karena kepedulian Bang Deddy Sitorus kepada para pengusaha mikro di Nunukan. Dengan sosialisasi ini kita berharap teman – teman pengusaha mikro dan yang berminat membuka usaha, dapat lebih paham dan mengerti bagaimana cara menjadi enterprenur yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, pengusaha kuliner bernama Arnold Utama mengakui bahwa ia mendapatkan sesiuatu hal yang sangat bermanfaat dari sosialisasi tersebut. Menurutnya, sekarang ia dapat menverti cara memenej usahanya dengan baik.

“Menurut saya, sosialisasii ini sangat bermanfaat sekali. Sekarang saya menjadi lebih tahu cara memenej usaha saya,” ujarnya.

Pewarta : Eddy Santry

Deddy Sitorus Tegaskan Bahwa Investasi Harus Menjadi Tenaga Pendorong Untuk Kemajuan Bersama

Foto Anggota DPR RI , Deddy Sitorus

“Investasi harus diletakkan dalam konteks membangun manusianya, karena tidak serta merta investasi akan membuat masyarakat setempat sejahtera. Contohnya Kalimantan, dengan kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah serta banyaknya investor yang mengelolanya, namun pada kenyataanya kehidupaan masyarakat setempat justru jauh dari kesejahteraan – Deddy Sitorus “

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Deddy Yevry Hanteru Sitorus menilai kurang tepat bahkan ia mengakui risau dengan anggapan bahwa tanpa investasi maka Indonesia tak akan bisa membangun. Seolah – olah Investasi adalah sebuah mantera ajaib yang akan membawa masayarakat dari kesusahan.

“Realita yang kita hadapi, fakta brutalnya setiap ada investasi pasti banyak masalah. Dan seringkali investasi bersaudara tiri dengan kemajuan masyarakat ditempat investasi itu berada,” tutur Deddy saat Tatap Muka dengan Menteri Investasi, Bahlil Ladalla di Gedung DPR RI, Senayan , Jakarta, Jumat (4/5)

Lebih lanjut Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan bahwa tujuan dari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah untuk kemakmuran rakyat, kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Untuk itu, kita harus mel;ihat investasi dalam konteks itu, Yakni menambah kapasitas bahwa negara kita ini menjadi berarti bagi negaranya, Tidak semata – mata invevstasi diletakan dalam satu sisi karpet merah bagi para investor ” tandas Deddy.

Seharusnya, menurut Deddy, dengan kekayaan sumber daya alam yang ada saat ini ditambah pangsa pasar yang begitu luas, investor pasti akan datang sendiri. Keengganan investor saat ini untuk berinvestasi tak lebih hanya dikarenakan ketidakjelasan dan inkonsistensi dari lembaga terkait.,

“Kalau permasalahan ini dapat segera diselesaikan oleh Kementerian Investasi, Kita tidak usah ke luar negeri untuk menawarkan diri. Tapi investor pasti akan berbondong – bondong datang ke Indonesia, Karena tidak ada negara didunia ini yang punya kekayaan alam seperti negara kita” jelasnya.

Selanjutnya, ungkap Deddy, yang lebih penting adalah kita harus tahu bagaimana menempatkan sumber daya alam yang ada. Deddy mengingatkan bahwa sumber daya alam Indonesia adalah modal pembangunan dan bukan sekedar produk yang untuk dijual yang hanya akan menjadi penyesalan manakala sumber daya alam Indonesia telah habis dibawa keluar negeri.

Untuk itu, Deddy Sitorus menegaskan bahwa investasi harus diletakan dalam konteks membangun manusia Indonesia. Pasalnya, ungkap Deddy, tidak serta merta investasi itu akan membuat bangsa ini sejahtera. Ia mencontohkan, Kalimantan yang sangat kaya sumber daya alam dan banyaknya investor yang mengelolanya namun tak berbanding lurus dengan kehidupan sosial masyarakat setempat.

“Kita ketahui Kalimantan begitu kaya dengan banyaknya investor yang yang mengelolanya. Tapi coba kita lihat, kaya nggak masyarakat disana?,” ujarnya.

Hal tersebut menurut Deddy harus menjadi pemikiran dan pemahaman bersama bahwa Kementerian Investasi harus punya ideologi serta Ruh Kebangsaan dan bukan hanya berhasil ketika menghasilkan bermilyar keuntungan. Karena Deddy menilai, investasi harys mampu menjadi tenaga pendorong untuk kemajuan bersama.

Selain itu Deddy Sitorus juga minta kepada Kementerian Investasi agar melakukan audit terkait sumber daya alam Indonesia. Karena dengan dilakukanya audit tersebut, negara akan tahu berapa kekayaan alam yang sudah keluar Indonesia maupun berapa jumlah pemasukan untuk kemajuan Indonesia.

” Saya minta Kementerian Investasi untuk melakukan audit terkait sumber daya alam kita. ada berapa sih sumber daya alam kita yang ada? ada berapa banyak yang keluar dan sudah berapa banyak sumbangan untuk kemajuan negara kita? Audit donk !, Supaya Kementerian Investasi dalam menetapkan sumber daysa alam yang dapat diinvest seperti apa, akan punya kerangka ideologi yang jelas ” kata Deddy

Audit terkait sumber daya alam , ungkap Deddy, juga bagian dari upaya Pembangunan Semesta yang terencana. Bukan sekedar kerangka tahunan tapi untuk masa depan Indonesia kedepan.

Deddy juga mengungkapkan lebih lanjut bahwa pihaknya menginginkan agar investasi adalah bagian dari upaya meredistribusi kekayaan negara. Hal tersebut karena Deddy menilai apabila hanya menggunakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) semata, maka tidak akan pernah ada keadilan pembangunan antar pulau.

” Sampai kapanpun pasti akan ada perbedaan pembangunan antara Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sumatera dan pulau laininya. Maka Kementerian Investasi yang harus mendorong keadilan wilayah itu. ” tegas Deddy

Dalam kesempatan tersebut, Deddy Sitorus juga meminta agar setiap investasi agar memasukkan skenario pembangunan manusia di dalamnya. Karena hal tersebut menurut Deddy adalah bagian dari keadilan.

“Contohnya di Kalimantan Utara ada pembangunan kawasan industri besar yang dilakukan oleh investor, Ajaklah Pemda setempat untuk berkomunikasi untuk mengembangkan sumber daya manusia setempat dapat menjadi bagian dari pengerjaanya,” tegasnya.

Pewarta : Eddey Santry

Bupati Bersama Wakil Bupati Nunukan Sampaikan Pidato Perdana di Rapat Paripurna DPRD

NUNUKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan menggelar rapat paripurna dengan agenda pidato sambutan Bupati Nunukan, bertempat di ruang sidang Paripurna DPRD Nunukan, Jumat (4/6).

Ketua DPRD Nunukan H. Rahma Lepa saat memimpin rapat paripurna mengucapkan selamat dan sukses telah dilantiknya Hj. Asmin Laura Hafid, SE., MM., Ph.D dan H. Hanafiah, SE., M.Si sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nunukan.

“Sesuai edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 273/487/SJ tanggal 21 Januari 2020 tentang pengesahan dan penjelasan terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, Bahwa setelah pelantikan Gubernur/Walikota atau Bupati agar menyampaikan pidato sambutan kepada sidang paripurna DPRD”, ujar Ketua DPRD.

Dalam pidato pertama Bupati Laura menyampaikan pidato perdananya pasca dilantik dalam rapat paripurna DPRD di hadapan pimpinan dan anggota DRPD Nunukan, Jajaran FORKOPIMDA Kab.Nunukan, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Para Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian sekretariat, Camat, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN dan BUMD, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Ketua Organisasi Wanita, LSM, dan serta Insan Pers.

Dalam pidatonya, Bupati Laura yang berdiri di podium dengan didampingi oleh Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah mengapreasiasi pimpinan dan anggota DPRD yang telah menjadwalkan rapat paripurna.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura juga menyampaikan bahwa ia bersama Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak.

” Pada hari Rabu tanggal 2 Juni 2021 lalu, kami berdua Hj. Asmin Laura Hafid, SE., MM., Ph.D dan H. Hanafiah, SE., M.Si telah dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Nunukan hasil Pilkada Serentak Tahun 2020. Kami berdua diberikan amanah untuk menjalankan pemerintahan di kabupaten Nunukan demi mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat di kabupaten Nunukan, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras maupun golongan”, ujar Bupati.

Menurut Bupati, mengutip sebuah kalimat bijak dari Lance Amstrong, pembalap sepeda nomor satu di dunia, yang menyatakan : “jika kamu diberikan kesempatan kedua dalam hidupmu, maka berusahalah sekuat tenaga untuk menjadi lebih baik lagi”.

“;Kalimat singkat ini akan menjadi pengingat bagi kami berdua dalam menjalankan amanah ini titik kami berdua akan berusaha sekeras mungkin dalam mewujudkan sebuah tatanan masyarakat yang maju aman adil dan sejahtera seperti yang kita cita-citakan bersama”, tambahnya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa pemilihan kepala daerah telah usai. Menurutnya yang tadinya beragam dalam pilihan, sekarang harus seragam dalam tujuan.

” Kita tentu menginginkan kedamaian, olehnya itu mari kita berdamai, karena damai itu indah untuk menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat”, tambahnya.

Menurutnya jabatan Bupati Nunukan yang diembannya ini merupakan kepercayaan kedua yang diberikan oleh masyarakat. Sementara bagi H. Hanafiah, amanahnya sebagai Wakil Bupati adalah kesempatan keduanya untuk memberikan pengabdian dan darma baktinya kepada masyarakat setelah memasuki masa pensiun sebagai seorang Aparatur Sipil Negara ASN.

“Kami berdua menyadari, tugas yang harus diemban tidaklah ringan, tantangan dan berbagai persoalan berat begitu nyata terhampar di depan mata. semuanya membutuhkan kesungguhan kerja keras, dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk menyelesaikannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan kali ini, tidak sesuainya anggaran dengan keinginan sepertinya masih akan berlanjut, lesunya perekonomian global yang secara otomatis berimbas pada perekonomian nasional dan daerah, serta dampak multidimensi dari penyebaran wabah covid 19 adalah realita yang tidak bisa dipungkiri.

“Sampai sekarang, belum ada satupun pihak di dunia yang berani meramalkan kapan pandemi ini akan berakhir. Itu artinya, kita harus mampu bertahan menghadapi situasi yang serba tidak pasti ini. Sebagai pemimpin, kami mendengar keluhan para penjual sayur di pasar pasar ia mengaku omzet penjualannya menurun titik kami mengerti betapa sulitnya sarjana-sarjana yang baru lulus kuliah dalam mencari pekerjaan, dan kami juga sangat mengerti kesulitan para ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, menurutnya semua persoalan itu begitu jelas tergambar di mata hati dan pikiran kami berdua. Kenyataan ini sungguh membuat nurani dan kemanusiaan kami tersentuh”, tambahnya.

Sebagai pemimpin, Bupati Laura menyatakan tidak boleh ikut larut dan hanyut dalam segala kekalutan tersebut, harus bergerak cepat, bekerja keras dan menyelesaikan setahap demi setahap setiap persoalan di masyarakat.

” Akan tetapi Bapak Ibu sekalian, tidak ada solusi instan dalam hidup ini. Semua butuh proses, butuh kesabaran, ketekunan, dan kolaborasi dari seluruh komponen masyarakat dalam menghadapinya. Saya percaya, masyarakat kita adalah masyarakat yang tangguh, masyarakat petarung, bukan masyarakat yang manja dan cengeng”, tambahnya.

Dalam kesempatan ini Bupati Laura juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD kabupaten Nunukan yang selama ini telah memberikan dukungan dan sinergi yang luar biasa kepada pemerintah, sehingga cukup banyak prestasi dan kemajuan yang bisa diraih.

Pasca Pilkada serentak, bupati Laura kembali serentak menyatukan tujuan kembali untuk kesejahteraan masyarakat.

” Kita boleh berdebat tetapi tetap harus bersahabat, karena perbedaan itulah yang membuat kita saling melengkapi. Kami percaya komunikasi kerja sama dan sinergi yang sudah terjalin sedemikian baik selama ini akan mampu kita jaga, pelihara, dan kita tingkatkan di masa-masa mendatang. Saran dan masukan dari yang terhormat seluruh anggota DPRD kabupaten Nunukan akan selalu menjadi perhatian dan pertimbangan bagi pemerintah dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan di masa mendatang mudah-mudahan segala yang dan perjuangan kita senantiasa diberikan kemudahan dan bimbingan dari Allah SWT”, ujar Bupati diakhir pidatonya.

(Humas)

Bupati Nunukan Serukan Semua Pihak Berkalaborasi Untuk Ahiri Pandemy

Nunukan – Sebuah hal yang wajar apabila Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) diwarnai perbedaan pendapat. Baik jalan politik termasuk beda pilihan adalah keniscayaan dalam Demokrasi. Namun ketika Pilkada telah usai, maka berahir pula segala perbedaan tersebut.

Demikian diutarakan Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid dalam Rapat Paripurna keempat masa Sidang III Tahun 2021 tentang Penyampaian Pidato Bupati masa jabatan 2021 – 2024 di ruang Paripurna, Kantor DPRD Kabupaten Nunukan, Jumat (4/6).

“Pilkada telah usai. Kita yang tadinya beragam dalam pilihan, saatnya kita seragam dalam tujuan. Mari kita berdamai, karena damai itu indah terutama dalam menjalankan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat,” tutur Laura.

Dalam kesempatan yang juga didampingi Wakil Bupati Nunukan – Hanafiah tersebut, Laura mengakui bahwa tugas yang akan mereka emban sebagai Kepala Daerah tidaklah ringan. Tantangan begitu tampak di depan mata dan semuanya membutuhkan kerja keras.

“Namun kami yakin, dengan dukungan masyarakat, seberat apapun beban pasti terangkat,” tandasnya.

Lebih lanjut Laura menjelaskan, selain lesunya perekonomian global yang otomatis berimbas pada perekokomian nasional dan daerah, wabah covid – 19 juga semakin membuat masyarakat berada dalam keterpurukan.

Bahkan sampai saat ini, ungkap Laura, belum ada satupun pihak di dunia ini yang berani meramalkan kapan pandemy covid – 19 ini akan berahir. Itu artinya, belum dapat diprediksi sampai kapan situasi tak menentu ini akan berahir

“Bukan kami abai dan tutup mata. Hati nurani kami juga tersentuh dengan kondisi masyakat saat ini. Kami tahu bagaimana para pedagang bahkan Ibu – Ibu penjual sayuran di pasar yang omsetnya menurun. Kami juga tahu, tak sedikit sarjana yang kesulitan mendapat pekerjaan dan kami juga tahu bagaimana jeritan ibu – ibu rumah tangga karena kebutuhannya tak tercukupi,” paparnya

Namun wanita cantik kelahiran Tawau 10 Agustus 1985 itu menegaskan, sebagai Pemimpin ia tak boleh hanya ikut larut apalagi sampai kalut. Ia menyatakan tahap demi tahap telah dan akan dilaluinya dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Memang tidak instan, tapi dengan kalaborasi semua pihak, Laura meyakini persoalan dan masalah akan dapat disesaikan. Terlebih menurut Laura, masyarakat Nunukan adalah masyaarakat yang mempunyai jiwa petarung yang pernah menyerah

“Saya percaya, masyarakat Nunukan bukan masyarakat yang manja tapi masyarakat yang tangguh dan berjiwa Petarung. Sejarah telah mencatat bahwa masyarakat Nunukan apabila semakin ditekan, akan semakin muncul potensi yang dimilikinya,” tegas Laura.

Sebelum menutup sambutannya, Laura kembali menyerukan agar semua pihak dapat bersinergi dalam membangun Nunukan. Ia juga bahwa pihaknya terbuka dan menerima segala kritik dan saran yang konstruktif dari pihak manapun.

” Karena adanya perbedaan untuk saling melengkapi, maka kira boleh saja berdebat tapi tetap harus bersahabat,” tutup Laura.

Semetara Sidang Paripurna sendiri di pimpin Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, Rachma Leppa Hafid. Sebagian besar peserta rapat menyampaikan apresiasi atas pidato dari Bupati Nunukan tersebut.(Adv)

Survey CISA: Elektabilitas Partai Demokrat Semakin Moncer

Jakarta – Lembaga Analis dan Konsultan Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali meluncurkan hasil Surveinya yang bertajuk Potret Kondisi Sosial dan Konfigurasi Politik tahun 2024. Adapun hasil survei tersebut merupakan review termin kedua survei berkala yang telah dilakukan sebelumnya pada bulan Februari 2021.

Berdasarkan hasil survei CISA yang dimulai sejak tanggal 27 Mei – 1 Juni 2021 yang menyasar 1.600 responden di 34 Provinsi secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling didapatkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merasakan puas terhadap kinerja Pemerintah Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Kinerja Jokowi dan Ma’aruf Amin cukup diapresiasi oleh masyarakat sehingga kepuasan publik mencapai 61,32 persen meskipun ada 25,77 persen masyarakat yang menganggap kinerja Pemerintah belum memuaskan,” ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui siaran persnya pada Kamis (3/06/2021).

Secara umum masyarakat Indonesia menganggap Pemerintah unggul di beberapa sektor seperti Infrastruktur dan Tata Ruang Wilayah, Pelayanan Publik dan Birokrasi, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia serta sektor Energi dan Sumber Daya Alam.

“Publik menganggap bahwa Pemerintah mampu mengoptimalisasi sektor Infrastruktur dan Tata Ruang Wilayah yang mencapai 45,52 persen, kemudian sektor Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi sebesar 23,51 persen, di sektor Pendidikan dan Sumber Daya Manusia mendapatkan 22,91 persen serta persoalan Energi dan Sumber Daya Alam yang mendapat 8,06 persen kepuasan publik,” ungkap Herry.

Disisi lain, Herry menyebutkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia menyoroti beberapa sektor yang dianggap belum mampu dioptimalkan oleh Pemerintah Jokowi.

“Terus terang sektor yang dianggap kelemahan Pemerintah hari ini adalah Perekonomian dan Industri yang mendapatkan 30,52 persen, Komitmen terhadap Anti Korupsi yang mencapai 22,35 persen kemudian sektor Kesejahteraan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan sebesar 18,06 persen serta persoalan Perikanan dan Kelautan yang mendapatkan 9,51 persen ketidakpuasan publik,” sebutnya.

Selain menyasar pada persoalan kinerja Pemerintah, ternyata ketika dilakukan jajak pendapat perihal proyeksi kepemimpinan nasional di tahun 2024, masyarakat cukup antusias memberikan pilihan kepada beberapa tokoh yang berpotensi maju sebagai kandidat Presiden jika Pemilihan Presiden (PILPRES) dilakukan hari ini.

“Seperti sebelumnya temuan Survei CISA, Anies Baswedan yang merupakan Gubernur DKI Jakarta berada di posisi teratas dengan raihan 19,20 persen. Kemudian disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mendapatkan 15,51 persen serta ditempel ketat oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang mendapatkan 15,33 persen sedangkan Prabowo Subianto hanya mendapatkan 10,26 persen,” tutur Herry.

Survei CISA yang Margin of Errornya mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen memunculkan nama Menteri BUMN, Erick Tohir dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Andika Perkasa di bursa kepemimpinan nasional di 2024 mendatang.

“Cukup menarik, secara on the spot Menteri BUMN, Erick Tohir mampu mendulang 9,76 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mendapatkan 7,55 persen serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (TNI) Andika Perkasa sebesar 7,15 persen,” kata Herry.

Di posisi terbawah hasil Survei CISA menempatkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, kemudian Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mendapatkan 3,47 persen. Meskipun demikian nama Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka disebutkan sebanyak 2,43 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang mendapatkan 1,35 persen sedangan 7,99 persen masyarakat belum menentukan sikapnya,” jelas Herry.

Selanjutnya Herry juga menambahkan bahwa survei elektabilitas tokoh tersebut selain melakukan uji Validitas melalui kegiatan Recheck dan Reconfirm terhadap 20 persen keseluruhan data pada 1.600 responden juga melakukan uji kembali secara khusus terhadap elektabilitas 5 tokoh yang berada di posisi lima besar tertinggi elektabiitasnya pada 5 Provinsi yang persebaran komposisi sampel respondennya terbesar.

“Anies, AHY, Ganjar, Prabowo dan Erick adalah figur yang menempati lima besar elektabilitas tertinggi dari yang lainnya. Kemudian kita cek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar juga. Hasilnya di Jawa Timur, Ganjar, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya apalagi dominasi Ganjar yang masih sulit untuk ditumbangkan di Jawa Tengah. Sedangkan Anies, Prabowo dan AHY memimpin di Jawa Barat. Praktis Ganjar tumbang di DKI Jakarta karena kecenderungan responden memilih Anies, AHY dan Erick Tohir. Namun di Sumatera Utara peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional serta sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir,” tambahnya.

Sementara itu untuk elektabilitas Partai Politik (Parpol) jika Pemilihan Legislatif (PILEG) dilakukan hari ini maka PDI-Perjuangan berhasil mengungguli parpol lainnya kemudian disusul oleh Partai Demokrat yang menunjukkan peningkatan elektabilitasnya serta Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa.

“PDI-Perjuangan cukup unggul elektabilitasnya dari parpol lainnya karena berhasil meraih 18,91 persen kemudian di posisi kedua ada Partai Demokat yang menunjukkan eskalasi keterpilihan di angka 13,22 persen yang disusul oleh Partai Golkar sebesar 11,65 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 11,20 persen,” jelas Herry.

Sedangkan Herry menyampaikan bahwa Survei yang melakukan wawancara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan antara surveyor dan responden menempatkan Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar serta adanya penguatan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera yang membuat PAN dan PPP harus berada di posisi terakhir.

“Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar. Gerindra mendapatkan 10,36 persen sedangkan PKS kembali menguat di 9,33 persen serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 6,43 persen. Di posisi terakhir ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,35 persen dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,88 persen. Namun masih terdapat 12,67 persen masyarakat yang belum menentukan sikap. Hal ini bisa digarap oleh semua parpol termasuk non DPR-RI,” pungkas Herry Mendrofa.

Jakarta- Lembaga Analis dan Konsultan Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali meluncurkan hasil Surveinya yang bertajuk Potret Kondisi Sosial dan Konfigurasi Politik tahun 2024. Adapun hasil survei tersebut merupakan review termin kedua survei berkala yang telah dilakukan sebelumnya pada bulan Februari 2021.

Berdasarkan hasil survei CISA yang dimulai sejak tanggal 27 Mei – 1 Juni 2021 yang menyasar 1.600 responden di 34 Provinsi secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling didapatkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merasakan puas terhadap kinerja Pemerintah Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Kinerja Jokowi dan Ma’aruf Amin cukup diapresiasi oleh masyarakat sehingga kepuasan publik mencapai 61,32 persen meskipun ada 25,77 persen masyarakat yang menganggap kinerja Pemerintah belum memuaskan,” ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui siaran persnya pada Kamis (3/06/2021).

Secara umum masyarakat Indonesia menganggap Pemerintah unggul di beberapa sektor seperti Infrastruktur dan Tata Ruang Wilayah, Pelayanan Publik dan Birokrasi, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia serta sektor Energi dan Sumber Daya Alam.

“Publik menganggap bahwa Pemerintah mampu mengoptimalisasi sektor Infrastruktur dan Tata Ruang Wilayah yang mencapai 45,52 persen, kemudian sektor Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi sebesar 23,51 persen, di sektor Pendidikan dan Sumber Daya Manusia mendapatkan 22,91 persen serta persoalan Energi dan Sumber Daya Alam yang mendapat 8,06 persen kepuasan publik,” ungkap Herry.

Disisi lain, Herry menyebutkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia menyoroti beberapa sektor yang dianggap belum mampu dioptimalkan oleh Pemerintah Jokowi.

“Terus terang sektor yang dianggap kelemahan Pemerintah hari ini adalah Perekonomian dan Industri yang mendapatkan 30,52 persen, Komitmen terhadap Anti Korupsi yang mencapai 22,35 persen kemudian sektor Kesejahteraan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan sebesar 18,06 persen serta persoalan Perikanan dan Kelautan yang mendapatkan 9,51 persen ketidakpuasan publik,” sebutnya.

Selain menyasar pada persoalan kinerja Pemerintah, ternyata ketika dilakukan jajak pendapat perihal proyeksi kepemimpinan nasional di tahun 2024, masyarakat cukup antusias memberikan pilihan kepada beberapa tokoh yang berpotensi maju sebagai kandidat Presiden jika Pemilihan Presiden (PILPRES) dilakukan hari ini.

“Seperti sebelumnya temuan Survei CISA, Anies Baswedan yang merupakan Gubernur DKI Jakarta berada di posisi teratas dengan raihan 19,20 persen. Kemudian disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mendapatkan 15,51 persen serta ditempel ketat oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang mendapatkan 15,33 persen sedangkan Prabowo Subianto hanya mendapatkan 10,26 persen,” tutur Herry.

Survei CISA yang Margin of Errornya mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen memunculkan nama Menteri BUMN, Erick Tohir dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Andika Perkasa di bursa kepemimpinan nasional di 2024 mendatang.

“Cukup menarik, secara on the spot Menteri BUMN, Erick Tohir mampu mendulang 9,76 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mendapatkan 7,55 persen serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (TNI) Andika Perkasa sebesar 7,15 persen,” kata Herry.

Di posisi terbawah hasil Survei CISA menempatkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, kemudian Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mendapatkan 3,47 persen. Meskipun demikian nama Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka disebutkan sebanyak 2,43 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang mendapatkan 1,35 persen sedangan 7,99 persen masyarakat belum menentukan sikapnya,” jelas Herry.

Selanjutnya Herry juga menambahkan bahwa survei elektabilitas tokoh tersebut selain melakukan uji Validitas melalui kegiatan Recheck dan Reconfirm terhadap 20 persen keseluruhan data pada 1.600 responden juga melakukan uji kembali secara khusus terhadap elektabilitas 5 tokoh yang berada di posisi lima besar tertinggi elektabiitasnya pada 5 Provinsi yang persebaran komposisi sampel respondennya terbesar.

“Anies, AHY, Ganjar, Prabowo dan Erick adalah figur yang menempati lima besar elektabilitas tertinggi dari yang lainnya. Kemudian kita cek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar juga. Hasilnya di Jawa Timur, Ganjar, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya apalagi dominasi Ganjar yang masih sulit untuk ditumbangkan di Jawa Tengah. Sedangkan Anies, Prabowo dan AHY memimpin di Jawa Barat. Praktis Ganjar tumbang di DKI Jakarta karena kecenderungan responden memilih Anies, AHY dan Erick Tohir. Namun di Sumatera Utara peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional serta sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir,” tambahnya.

Sementara itu untuk elektabilitas Partai Politik (Parpol) jika Pemilihan Legislatif (PILEG) dilakukan hari ini maka PDI-Perjuangan berhasil mengungguli parpol lainnya kemudian disusul oleh Partai Demokrat yang menunjukkan peningkatan elektabilitasnya serta Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa.

“PDI-Perjuangan cukup unggul elektabilitasnya dari parpol lainnya karena berhasil meraih 18,91 persen kemudian di posisi kedua ada Partai Demokat yang menunjukkan eskalasi keterpilihan di angka 13,22 persen yang disusul oleh Partai Golkar sebesar 11,65 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 11,20 persen,” jelas Herry.

Sedangkan Herry menyampaikan bahwa Survei yang melakukan wawancara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan antara surveyor dan responden menempatkan Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar serta adanya penguatan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera yang membuat PAN dan PPP harus berada di posisi terakhir.

“Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar. Gerindra mendapatkan 10,36 persen sedangkan PKS kembali menguat di 9,33 persen serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 6,43 persen. Di posisi terakhir ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,35 persen dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,88 persen. Namun masih terdapat 12,67 persen masyarakat yang belum menentukan sikap. Hal ini bisa digarap oleh semua parpol termasuk non DPR-RI,” pungkas Herry Mendrofa.