Disdik Nunukan Telah Salurkan Blangko Ijazah Kepihak Sekolah, Namun Penyaluran Ijazah dari Sekolah Ke siswa Belum Terlaksana

Nunukan-Proses penuntasan siswa dibuktikan dengan ijazah atau surat keterangan hasil ujian.

Namun hingga saat ini proses pembagian ijazah belum diberikan kepada siswa, pasalnya proses pengisian ijazah yang diduga belum diselesaikan pihak sekolah.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Manajemen, Hendri menuturkan ijazah sudah diberikan kestiap wilayah satuan pendidikan, karena kita perwilayah baru minggu kemarin terakhir ke Krayan untuk pengiriman blangko.

“Masalahnya transportasi ke sana yang sulit, jadi itu kendala untuk penyaluran blangko, namun semua sudah kita salurkan, Sementara yang belum mengambil sekolah-sekolah yang berada di Nunukan yang terdekat, ada tiga sekolah yang tercatat belum mengambil blangko ijazah,”Ujarnya, Selasa (17/9/19).

Dikatakan Hendri, untuk pengambilan ijazah tidak dipungut biaya. Khususnya sekolah tidak boleh memungut biaya dari Siswa saat pengambilan ijazah.

“Tidak boleh melakukan punggutan, kalau ada yang seperti itu laporkan ke Disdik, Kami akan ganti dari Kepala sekolah. Jadi baik PPDB dan lain-lain tidakboleh ada pungutan, karena semua sudah ada di Anggaran Bosda dan Bosnas,”Ungkap Hendri. (Ali)

Menyanyikan Lagu-lagu Nasional Hiasi Materi Wasbang Dandim 0911/Nunukan

NUNUKAN – Pemberian Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara pada hari jumat pagi kemarin berjalan dengan penuh antusias, (12/09) berlokasi di Sei Fatimah Kelurahan Nunukan Barat Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimanatan Utara. Tepatnya di SMK N 1 Nunukan Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, SE, M. I. Pol, M. Tr. Han memberikan materi wawasan kebangsaan kepada 100 pelajar SMK N 1 Nunukan.

Bukan hanya materi yang diberikan, untuk menghidupkan suasana, Dandim 0911/Nunukan juga mengajak para siswa tersebut untuk menyanyikan lagu-lagu Nasional yang dipimpin oleh murid SMK N 1 itu sendiri. Mulai dari Satu Nusa Satu Bangsa, Bagimu Negeri dan lagu lainnya.

Tujuan Dandim mengajak para murid tersebut untuk menyanyikan adalah untuk mengingat kembali betapa luar biasanya perjuangan pada masa lalu hingga terbentuknya masa saat ini. Kalau tidak ada dahulu, tidak mungkin ada sekarang, petiknya.

Dandim juga menekankan kepada 100 murid yang hadir betapa pentingnya toleransi antar sesama, memahami benar arti bhineka tunggal ika dan penggunaan sosial media yang bijak.

Anak muda atau generasi milenial saat ini sudah banyak yang kecanduan dengan main game seperti PUBG atau nonton drama korea. Hal tersebut sah-sah saja akan tetapi jangan dijadikan candu yang merusak kepribadian kita sebagai pelajar. Bermain yang sewajarnya saja dengan tidak berlebihan, selebihnya tuntut ilmu setinggi mungkin dan jadilah apa yang kalian cita-citakan sejak masih kecil, tegasnya.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian kemah Blok SMK N 1 Nunukan, pada akhir sesi Dandim, guru beserta para pelajar melakukan foto bersama.

(Pendim 0911/Nunukan)

21 TK dan Paud Nunukan Ikuti Manasik Haji Cilik di Islamic Center

Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Abak Usia Dini Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengikuti kegiatan Manasik Haji Cilik, yang dibuka oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) bekerjasama dengan Himpaudi, bertempat di Islamic Center Nunukan, Sabtu (14/09/2019).

Manasik ini untuk memberikan pengetahuan kepada anak usia dini tentang nilai-nilai islam terutama tata cara menunaikan rukun melaksanakan ibadah haji.

Terpantau sebanyak 21 Lembaga yang terdiri dari TK dan PAUD dengan jumlah peserta 500 Anak mengenakan pakaian Ihram serba putih serta mempraktikkan langsung rukun haji dengan Tawaf mengelilingi kakbah didampingi para wali murid.

Selain itu juga, Peserta diajar melakukan Shalat dua rakaat di Makam Ibrahim, minum air zam-zam, melakukan Sa’i serta berdoa di bukit Shafa dan Marwah dan melempar Jumrah.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Farida mengatakan bahwa kegiatan ini berguna untuk memberikan pengetahuan kepada anak usia dini tentang nilai-nilai Islam dan manasik haji cilik.

“Kita mengajarkan anak-anak ini mulai dari Miqat hingga Tahalul, mereka masing masing dibimbing oleh wali muridnya, “jelas Farida

Farida berharap dengan kegiatan manasik haji cilik, mereka memiliki pengetahuan dasar, sehingga sudah paham rukun Islam kelima yakni ibadah haji.

“Minimal Anak-Anak sudah memahami tata cara Manasik, meskipun tidak semua. Alhamdulillah orang tuanya antusias dan ini kami lakukan agar para orang tua murid termotivasi untuk lebih memahami lagi bagaimana islam itu,”

Lanjutnya, peserta yang ada saat ini untuk sementara kita undang hanya cakupan Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan, karena jika kita mengajak yang dari luar terbentur dengan transportasi dan tempat tinggal. (OV)

Angkutan Pelajar Untuk Pelajar Lancang Tak Terealisasi, Disdik Nunukan Tidak Mengusulkan Kembali

Nunukan-Penambahan armada angkutan pelajar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara untuk pelajar di SDN 04 dan Smp Negeri 3 Nunukan Selatan, Armada angkutan tersebut yang diplot di Katalog elektronik (e-katalog) belum terealisasi.

Pengadaan angkutan pelajar untuk pengiriman kawasan yang belum tercakup layanan angkutan sekolah maupun angkutan umum lainnya khususnya di Kelurahan Tanjung Harapan. Hingga saat ini sejak tahun lalu yang direncanakan belum terealisasi sesuai rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2018 tercatat untuk pengadaan armada angkutan pelajar pick up L300 sebesar Rp. 370 juta dan mengalami perubahan di Anggaran perubahan sebesar Rp. 211 juta, hingga ditahun 2019 in armada tersebut tidak terealisasi, bahkan di rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2019 dan perubahan anggaran 2019 telah dihapus dari usulan.

Sementara perencanaan pengusulan ditahun 2020, L300 juga tidak diusulkan oleh dinas pendidikan.

Mantan Kasubag Umum, Rahman ketika dikonfirmasi mengatakan, Memang di rka itu ada cuma di spd tidak muncul karena keterbatasan anggaran, saya juga tidsk tahu bagaiman dari keuangan intinya pada saat itu surat penyediaan dana (SPD) nya tidak muncul.

Karena kami bekerja berdasarkan SPD, di RKA ada tapi di SPD nya tidak ada sehingga tidak terealisasi. Saya juga tidak tahu penganggaran 2019, karena dari sarana prasarana kenapa tidak menganggarkan itu, kami kan dari kasubag kepegawaian, tidak tahulah dari anggaran-anggaran itu dari bidang bidang lain juga, saya tidak tahu,” ungkapnya.

Dikatakan Rahman, saya juga tidak tahu solusinya bagaimana, karena saya sudah tidak didinas pendidikan.

Sementara itu, Bendahara Dinas Pendidikan Nunukan mengatakan, untuk Nunukan Selatan ada Dua unit yang angkutan pelajar yang beroperasi.

“Di Nunukan Selatan itu ada dua unit bus KT 7175 S dan KT 9013 S, itu tiap bulan kita setor biaya operasionalnya,” kata Ibrahim.

Terpisah, Kepala UPTD Nunukan Selatan, Mashur mengatakan, memang ada dua bus namun hanya digunakan dari SMP Negeri 1 Nusa ke SMP Negeri 3 Nusa.

” Antar jemput pagi dan siang dari Smp Negeri 1 Nusa mengantar ke Smp Negeri 3 Nusa begitu sebaliknya, untuk masuk ke wilayah Semengkadu dan perbatasan Binusan terlalu jauh,” kata Mashur.

Dikatakan Mashur, kalau satu bus kita alihkan ke Semengkadu, untuk pelajar yang ada didaerah tertentu juga tidak bisa kita ambil. (Ali)

Selain Tugas Pamtas RI-Malaysia, Prajurit Yonif Raider 600/Modang Mengajar Mengaji Anak Perbatasan

Nunukan- Menjaga perbatasan dari penyusupan asing, sudah menjadi tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meski menghadapi berbagai keterbatasan, namun mereka diharuskan mampu melaksanakan seluruh tugasnya dengan baik. Selain menjalani tugas pokok sebagai penjaga perbatasan dan mengamankan perbatasan, TNI juga harus mampu membina warga lokal, bekerja sama dengan masyarakat setempat memberi penyuluhan pertanian, berkebun menanam jagung dan ubi di kebun tadah hujan yang tandus serta mengelola sawah, maupun lainnya.

Di samping tugas pokok pengamanan perbatasan RI tersebut, TNI juga memiliki kemampuan manunggal dengan rakyat melalui Pembinaan Teritorial. Dengan kata lain, Selama ini, TNI sesuai jatidirinya (sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional), selain mampu melaksanakan tugas pengamanan perbatasan sebagai tugas pokoknya Satgas Pamtas, juga mampu membantu masyarakat sekitar perbatasan dengan hal yang sangat baik dan sangat dirasakan langsung manfaatnya, seperti dengan ikut membantu warga / anak-anak sekitar pos-pos penjagaan membaca, menulis dan lain sebagainya. Bahkan tak ada juga prajurit tersebut berlaku sebagai guru ngaji terhadap anak-anak di daerah setempat, sebagaimana yang berlangsung di lingkungan warga Muslim perbatasan RI-Malaysia.

Adalah Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 600/Modang Sersan Satu Haris berinisiatif memberikan pembekalan dasar di bidang Agama bagi anak-anak di desa tersebut, selain menjadi tenaga bantuan Pendidik di sekolah pada pagi hari, pada sore hari Personel Satgas memberikan juga pembekalan agama dengan cara mengajarkan membaca Al Quran kepada anak-anak, di Desa Sei Manggaris tepatnya daerah Sei Ular, Minggu (8/9/2019).

Mayor Inf Ronald Wahyudi selaku Dansatgas Yonif Raider 600/Modang menuturkan “Banyaknya anak usia di bawah 10 tahun berminat memperdalam ilmu agama. Dengan keterbatasan yang ada Personel Pos membuat Pondok untuk anak-anak belajar mengaji di depan Pos Sei Ular. Di Pondok berukuran 2,5×4 meter ini anak-anak belajar membaca ayat suci Al Quran dengan bimbingan personel Pos”.

“Tahap demi tahap tingkat demi tingkat minat anak-anak yang awalnya hanya berjumlah 5 sampai 8 orang mulai bertambah setiap minggunya, dan saat ini tercatat sekitar 20 anak-anak beragam usia rajin setiap sore datang ke Pos untuk menimba ilmu agama dan mempertebal pondasi agamanya”, jelasnya.

“Hal tersebut mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, masyarakat sekitar Pos Sei Ular Satgas Yonif Raider 600/Modang berencana akan memberikan bantuan berupa tenaga dan bahan untuk memperluas dan memperbaiki Pondok tempat anak-anak mereka belajar mengaji supaya menambah minat anak-anak sekitar datang ke Pos untuk belajar Mengaji”, ujarnya.
“Selama masa pertumbuhan dan perkembangan mental anak-anak, pendidikan agama merupakan unsur penting yang harus di tanamkan karena hal tersebut merupakan tiang pondasi untuk masa depan mereka. Rencana program ini akan kami jadikan program tetap kami dan akan kami sosialisasikan ke seluruh jajaran Pos Satgas Yonif Raider 600/Modang supaya dapat lebih dekat dengan masyarakat sekitar”, tegas Dansatgas.

(Penrem 091/ASN)