Sosialisasikan Perda Kaltara Nomor 17 Tahun 2024, Masyarakat di Himbau Dukung Hak Disabilitas

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Utara Nomor 17 Tahun 2024 Tentang Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Acara yang digelar di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, turut dihadiri jajaran kepala perangkat daerah Kaltara, Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Tamara Moriska, dan pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltara, Kamis (27/2).

Datu Iqro menyampaikan sosialisasi Perda Nomor 17 Tahun 2024 ini untuk melaksanakan amanat Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas dan Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Convention on the Righs of Person with Disabilities (Konvensi mengenai hak – hak penyandang disabilitas).

“Penyandang disabilitas merupakan salah satu penyandang kesejahteraan sosial yang memang sangat perlu mendapatkan perhatian,” kata Datu Iqro.

Merujuk UU Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, Datu Iqro menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara termasuk para penyandang disabilitas.

Namun ia mengungkapkan, sebagian besar penyandang disabilitas di Indonesia hidup dalam kondisi rentan, terbelakang dan miskin. Disebabkan masih adanya pembatasan, hambatan dan pengurangan hak penyandang disabilitas.

“Kaltara sebagai salah satu daerah yang peduli akan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Kita membutuhkan aturan sebagai payung hukum yang dapat menjamin hak – hak penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Diharapkan adanya jaminan perlindungan yang adil dan merata bagi penyandang disabilitas dalam segala sektor seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan serta partisipasi sosial. Dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dalam mendukung hak – hak penyandang disabilitas.

Tambahnya, salah satu langkah yang harus dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghormatan dan penerimaan terhadap penyandang disabilitas.

“Masyarakat perlu mengurangi stigma sosial dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas melalui edukasi yang tepat, termasuk di sekolah, lingkungan kerja dan dalam kehidupan sehari – hari,” pungkasnya.

(dkisp)

Pertama Kali, Kaltara Akan Jalin Kerjasama BUD IPB

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) salah satunya menjalin program kemitraan dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pemprov Kaltara menerima kunjungan audiensi dan sosialisasi IPB bersama tim Beasiswa Utusan Daerah (BUD) di laksanakan di Ruang Serbaguna Gedung Gabungan Dinas, Rabu (26/2).

Dalam kesempatan ini, Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara Bertius S.Hut., menyambut baik atas kunjungan dari IPB bersama tim BUD di provinsi Kaltara.

“Hari ini adalah langkah pertama mensosialisasikan IPB ke siswa-siswi kita. Tentu kita akan melakukan komunikasi dengan pihak IPB mendapatkan info lebih lanjut tentang mekanisme, tata cara, dan pelaksanaannya,” ucapnya.

Berangkat dari informasi yang ada, Bertius menegaskan melalui pemerintah provinsi, kabupaten, kota dan berbagai pihak akan mencoba bersama – sama merumuskan dan mendesain menjadi salah satu program untuk peningkatan SDM di Kaltara.

“Bagaimanapun tentunya anak-anak kita di tingkat SLTA ini yang nanti akan melanjutkan perjuangan-perjuangan kita,” tutupnya.

Untuk diketahui, BUD IPB merupakan program penerimaan mahasiswa IPB yang direkomendasikan dan dibiayai oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan maupun lembaga swasta. Setelah lulus diharapkan akan kembali ke daerah masing-masing.

Dan rencana program kerjasama di bidang BUD dan IPB bersama Pemprov Kaltara ini akan menjadi pertama kalinya dilaksanakan di Bumi Benuanta.

(dkisp)

Hadir di Kaltara, IPB Kenalkan Program BUD

TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., menyambut dan membuka langsung kegiatan audiensi Program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dan sosialisasi program studi pada Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (26/2).

Hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Bappeda Litbang Kaltara Bertius S.Hut., Kabid Sosial Budaya dan Pemerintahan Mufied Azwar, S.Pt., Ketua Tim BUD IPB Ibnul Qayim, perwakilan OPD Kabupaten, Kota se-Kaltara, perwakilan Kepala Sekolah, guru pendamping beserta SMA,SMK,MA se-Kaltara.

Dalam sambutannya, Datu Iqro menyampaikan bahwa pendidikan adalah pilar utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Kaltara sebagai provinsi muda di bidang pendidikan dihadapkan berbagai tantangan. Mulai dari akses pendidikan yang terbatas, jumlah tenaga pendidik, hingga infrastruktur di wilayah perbatasan dan pedalaman,” kata Datu Iqro.

Pemerintah provinsi Kaltara melakukan berbagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak nasional.

Datu Iqro menegaskan, pemerintah berkomitmen dalam memperluas akses pendidikan, kualitas pengajaran, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Selain itu, lanjutnya, tantangan di era globalisasi dan dunia internasional saat ini, setiap negara diharuskan dapat selalu meningkatkan kualitasnya mengikuti perkembangan zaman.

“Sekarang ini zaman globalisasi tidak bisa dipungkiri lagi, persaingan di tingkat SDM. Kita dan seluruh negara sekarang ini harus mampu menaikkan kualitas SDM. SDM itu adalah kunci kemajuan suatu bangsa, termasuk kita di daerah,” ujarnya.

Di kesempatan ini, bertempat di Ruang Serbaguna Gedung Gabungan Dinas Kaltara, Datu Iqro mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di kabupaten/kota maupun provinsi untuk dapat terus bekerjasama dalam meningkatkan kualitas SDM.

“Sesuai dengan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, kewenangan pendidikan telah diatur bahwasanya SD hingga SMP kewenangannya di kabupaten/kota, sementara SMA,MA, SMK dan SLB kewenangannya di provinsi,” jelasnya.

Belajar dari negara-negara maju, sekali lagi ia juga mengajak masyarakat untuk dapat membuka pandangannya tentang kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. Semuanya itu butuh pengelolaan yang baik diiringi dengan pengembangan SDM yang serius.

(dkisp)

BNNK NUNUKAN MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN TERHADAP PENGUNJUNG TEMPAT HIBURAN MALAM

NUNUKAN – Dalam Rangka Mendekati Bulan Suci Ramadhan BNN Kabupaten Nunukan Melaksanakan Pemeriksaan Terhadap Pengunjung Tempat Hihuran Malam (THM). Untuk Mengantisipasi Penyelahgunaan dan peredaan gelap Narkotika di Kabupaten Nunukan. Rabu (27/02)

“Kami melakukan pemeriksaan pada 2 (dua) titik lokasi yang berada di Kabupaten Nunukan dan menemukan Hasil pemeriksaan terhadap Pengunjung yang terindikasi Menyalahgunakan Narkotika  Golongan I jenis sabu melalui Mekasime alat tes urine’.

Oleh kerena itu terhadap Penyalahguna yang terindikasi Sejumlah 9 (Sembilan) orang untuk Sementara di amankan ke Kantor BNN Kabupaten Nunukan.

Dari kegiatan tersebut terhadap 9 (Sembilan) orang penyalahguna Tersebut akan dilakukan Asesment dan Pengawasan serta perawatan dan Pengobatan melalui mekanisme wajib Lapor atau skrining intervensi Lapangan (SIL) yang melalui program Rehabilitasi guna keberlangsungan Struktur sosial dan ekonomi terhadap Penyalahguna.

Kami dari BNN Kabupaten Nunukan Mengharapkan peran serta Masyarakat, Pemerintah dan Swasta Untuk dapat melakukan pencegahan Melalui deteksi dini agar dapat Mengetahui indikasi terhadap bahaya Penyalahguna Narkoba sebagai wujud Nyata bahwa BNN Kabupaten Nunukan Hadir untuk menjaga keamanan dan Ketertiban di Kabupaten Nunukan Secara kondusif.

(Humas BNNK Kab.Nunukan/**)

BNNK Nunukan Gelar Pelayanan Pemeriksaan Narkotika dan Cek Kesehatan Gratis

NUNUKAN- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan hadir di kawasan rawan narkotika dalam menggelar pemeriksaan urine dan kesehatan gratis berupa cek gula darah, kolestrol, asam urat dan tekanan darah. Adapun kegiatan ini merupakan kegiatan hari kedua yang dilakukan di wilayah Sei Bolong bekerjasama dengan RT.08, Kelurahan Nunukan Barat. Rabu (26/02/2025) pagi.

P2M BNNK Nunukan Zaenal Arifin menyampaikan bahwa adanya kegiatan ini dilakukan salah satunya bertujuan untuk mempersiapkan fisik dalam menyambut bulan ramadhan

“Mengantisipasi datangnya bulan Ramadhan kita harus menyiapkan fisik yang sehat dan prima untuk optimalnya tubuh kita di bulan Ramadhan”. Ucap Zaenal

Zaenal menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan yang di gelar hanya menyediakan 25 kuota untuk masyarakat dikarenakan alat yang terbatas.

“Kuotanya terbatas karna alat kami terbatas dan kami ada di beberapa tempat dimana hari pertama di lakukan di daerah Tanjung, dan selanjutnya pada hari ketiga di Jl.Lingkar Aji putri dan nanti terakhir hari Jumat sekitaran Pasar Baru Nunukan Timur”. Tambah Zaenal

Selain itu, BNNK Nunukan juga memfasilitasi tes urine bagi warga. Namun sampai pada kegiatan hari kedua belum ada warga yang melakukan pemeriksaan urine. Dan menurutnya jikalau ada warga terindikasi positif nanti akan di lakukan rehabilitasi.

“Karna ini merupakan deteksi dini upaya pencegahan narkotika maka dilaksanakan program rehabilitasi yang akan kami lakukan lebih lanjut di kantor BNNK Nunukan”.Jelasnya
Terakhir Zaenal berpesan untuk seluruh masyarakat agar Hidup sehat tanpa Narkotika.

Disamping itu Ketua RT 08 H.Asri mengatakan bahwa merasa bersyukur dengan adanya kegiatan dari BNN Nunukan yang sangat membantu masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan dan berharap akan terus diselenggarakan dengan jumlah kuota yang lebih banyak lagi.

“Kami berterima kasih banyak kepada BNN untuk warga dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis, mudah-mudahan kedepannya kegiatan ini berlanjut dan dapat bertambah kuotanya karna masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan seperti ini.” Harapnya.

Meri/Neni