Wakili Kapolres Wajo, Kabag OPS Hadiri Pelepasan Jamaah Calon Haji di Islamic Center

WAJO _ Kapolres Wajo AKBP Mohammad Rosid Ridho diwakili Kabag OPS Kompol Jasman. P, hadiri acara pelepasan jemaah haji 2025 di Islamic Center Ulugalung Desa Lempa Kec. Pammana Kabupaten Wajo. Sabtu (17/05/2025).

Acara ini dihadiri oleh Bupati Wajo H. Andi Rosman, Wakil Bupati Wajo dr. H. Baso Rahmanuddin, Sekda Kab. Wajo Ir. Armayani, unsur Forkopimda, para tokoh agama, serta keluarga calon jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci dan calon Jemaah Haji sebanyak 428 orang.

Usai menghadiri pelepasan, Kabag OPS Kompol Jasman juga melakukan pengecekan langsung terhadap personel Polres Wajo yang bertugas dalam pengamanan kegiatan tersebut. Pengecekan dilakukan guna memastikan kesiapan dan kehadiran anggota di lapangan dalam menjaga keamanan serta kelancaran acara.

“Pengamanan ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan seperti pelepasan jemaah haji. Saya mengapresiasi menyampaikan terimakasih atas kesiap siagaan seluruh personel yang bertugas hari ini,” kata Kompol Jasman

Kompol Jasman, juga menyampaikan bahwa jemaah haji Kabupaten Wajo berjumlah 604 orang dengan rincian Haji reguler 428 orang dan Haji khusus 176 orang, kloter 31 dan 37.

“Adapun waktu dan jumlah pemberangkatan calon jemaah haji reguler tiap kloter, mulai kloter 31 sebanyak 68 jemaah, berangkat pada hari Rabu tanggal 22 Mei 2025 dan Kloter 37 sebanyak 360 jemaah, berangkat pada hari Selasa tanggal 27 Mei 2025,” Jelas Kompol Jasman.

**Kasi Humas Polres Wajo**/Vetty Rilla

Jalan Nasional Mansalong-Tau Lumbis Raya Kembali Menghutan, Menanti Realisasi Janji Pemimpin Negeri!

NUNUKAN-Jalan Mansalong-Tau Lumbis Raya merupakan jalan koridor perbatasan dengan negara tetangga Sabah Malaysia. Jalan nasional tersebut menyangkut hajat hidup masyarakat 77 desa yang ada di 4 Kecamatan yakni kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Kecamatan Lumbis Hulu Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantam Utara.

Rano,S.IP salah satu anggota organisasi ikatan sarjana Kabudaya perbatasan (ISKP) mengatakan bahwa jalan pararel perbatasan Negara koridor Mansalong-Tau Lumbis melintasi Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu Kabupaten Nunukan Kaltara Kembali Menghutan.

Ia memaparkan bahwa pada tahun 2015 dan 2016 jalan pararel perbatasan Mansalong-Tau Lumbis ini mendapatkan anggaran APBN.

“Kurang lebih ratusan miliar yang dikerjakan oleh satuan TNI untuk buka bahu jalan ini” Katanya

Lebih lanjut, Rano menerangkan bahwa sejak tahun 2017 hingga sampai saat ini pembangunan jalan nasional Mansalong -Tau Lumbis tidak lagi dilanjutkan sehingga kembali menjadi Hutan Belantara.

“Jalan koridor perbatasan Mansalong-Tau Lumbis Kabupaten Nunukan ini sepi dari rupiah APBN, selama kurang lebih 8 tahun jalan ini sudah tidak lagi tersentuh oleh APBN maka kondisi jalan sudah kembali normal seperti semula yakni hutan belantara”. Terang Rano

Masyarakat mempertanyakan persoalan jalan ini, apakah tidak lagi memiliki nilai strategis nasional atau negara merasa rugi mengeluarkan rupiah APBN untuk kembali membangun jalan koridor perbatasan ini.

Dulu sejak dimulai tahun 2015 lanjut Rano masyarakat sangat antusias dan bangga dengan pembukaan jalan perbatasan, hal ini sebagai potret realisasi janji-janji pemimpin negeri. Namun, setelah bahu jalan terbuka tidak ada lagi progres selanjutnya hingga saat ini. Padahal jalan ini sangat di nantikan masyarakat setempat.

” Jalan pararel perbatasan itu sangat diinginkan masyarakat perbatasan salah satunya membuka akses terisolasian masyarakat”.jelas Rano

Terakhir Rano dan masyarakat setempat meminta agar Menteri Pekerjaan Umum (PU) dapat meninjau kembali jalan pararel perbatasan tersebut dan melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan agar membuka keterisolasian masyarakat perbatasan.

#*Kabudaya*#

 

Pemkab Nunukan Ramah Tamah Bersama Plt. Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI

NUNUKAN – Yang utama dalam momentum pertemuan ini adalah dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan memperkuat komunikasi serta koordinasi yang telah terjalin baik selama ini antara pemerintah daerah kabupaten Nunukan dan Kejaksaan negeri Nunukan. 

Hal itu disampaikan oleh Bupati Nunukan H. Irwan Sabri pada acara malam ramah tamah bersama Plt. Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI, R. Febrytrianto S H M H beserta rombongan di Cafe Sayn Nunukan, Kamis (15/05/2025).

Lebih lanjut dalam kesempatan sambutan selamat datangnya tersebut Bupati H. Irwan menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan Kejaksaan Agung dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum.

H. Irwan pada kesempatan ini juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Nunukan.

Pada kesempatan ini, Plt. Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI R. Febrytrianto SH MH mengatakan hal ini adalah kunjungan pertamanya di Kabupaten Nunukan.

Febrytrianto menjelaskan kunjungan ini adalah dalam rangka mengakselerasikan hubungan kerjasama antara pemerintah daerah kabupaten Nunukan dengan Korps Adhyaksa yang berada di wilayah kerja kabupaten Nunukan.

Dalam kesempatan ini Febrytrianto menyampaikan informasi bahwa Kementerian Dalam Negeri, dalam hal ini Mendagri akan membentuk tim terpadu tentang Forkopimda yang memiliki fungsi untuk menyelaraskan tugas pokok dan fungsi dari Forkopimda yang ada di setiap daerah sehingga ada keselarasan, sinergitas dan kekompakan antara pemda dan Forkopimda. 

Tim terpadu ini menurut Febrytrianto direncanakan akan diketuai oleh Mendagri langsung dan nantinya akan membentuk tim tim terpadu dari setiap daerah yang ada di wilayah kerja hukum Republik Indonesia.

Dalam malam ramah tamah ini, tampak hadir Kajati Kalimantan Utara Amie Wulandari S H MH, Forkopimda Nunukan, serta jajaran pejabat dan staf Kejaksaan Negeri Nunukan.

(PROKOMPIM)

Kabupaten Nunukan Menjadi Salah Satu Titik Rentan TPPO, KPAI Gelar Rakor di Nunukan

NUNUKAN – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk membahas isu perlindungan anak dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah, M.Si dan dihadiri oleh Plt. Sekda Nunukan Ir.Jabbar, M.Si serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Kapolres Nunukan.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Forkopimda Lantai I Kantor Bupati Nunukan. Kamis (15/05).

Dalam surat kunjungan nya KPAI menyebutkan menurut data Kepolisian Republik Indonesia, Kalimantan Utara adalah salah satu provinsi dengan kasus TPPO tertinggi di Indonesia dan daerah yang paling sering menjadi titik rentan TPPO di Kalimantan Utara adalah Kabupatan Nunukan yang lokasinya berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Perdagangan orang adalah masalah multidimensi yang membutuhkan perhatian dan kerjasama semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah

Ketua KPAI dalam pertemuan tersebut mengapresiasi setinggi-tingginya karena diterima dengan baik.

” Kehadiran bapak ibu sekalian merupakan komitmen untuk anak-anak Indonesia terus-menerus ingin mengajak semua pihak untuk selalu mengutamakan perlindungan anak-anak kita”, ucap Maryati.

Maryati menjelaskan KPAI sendiri memiliki tugas dengan 7 model perlindungan anak. Di tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual adalah mandatory KPAI sehingga seluruh OPD ini memang memiliki mandat atau aturan dan leading sector yang harus diefektifkan bicara tentang perlindungan anak.

Lebih jauh Maryati mengajak semua pihak bisa memperkuat kerjasama dalam menangani anak anak korban TPPO, terlebih di Kabupaten Nunukan secara spesifik ditetapkan sebagai daerah transit.

“Harapan kita bersama mari anak-anak yang kurang beruntung ini menjadi perhatian kita semua, dan semakin meminimalisir tingkat penderitaan kekerasan, dampak hidup tumbuh kembang yang kurang baik dan kurang optimal pada mereka, karena kalau tidak kita ya siapa lagi”, tambah Maryati.

Maryati juga berharap semua sektor bisa optimis dalam melakukan penanganan. Polri yang memegang kendali Ketua Harian diharapkan yang utama dalam penegakan hukumnya.

“Karena di area ini, kita masih saja bertemu dengan orang yang mengambil keuntungan dan bahkan para tukang makelar dan lain sebagainya yang ternyata mencari kehidupan dalam ruang lingkup seperti ini, hal ini tentu menjadi tantangan besar di dalam penegakan hukumnya”, harapnya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaam Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan Faridah Aryani pada kesempatan ini menjelaskan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Menurut Faridah, Kabupaten Nunukan sendiri saat ini telah memiliki Perda Perlindungan Anak nomor 17 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Perda selanjutnya yakni Perda nomor 16 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang”, ungkapnya.

(PROKOMPIM)

46 Siswa Siswi SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan Angkatan XI, Adakan Prosesi Pelantikan, Penyumpahan dan Wisuda Kelulusan Tahun 2025

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan, Kepala Dinas Pendidikan Ahmad menghadiri Acara Pelantikan, Penyumpahan dan Wisuda Siswa Siswi SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan Angkatan XI Jurusan Asisten Keperawatan dan Asisten Tenaga Kefarmasian Tahun 2025. Kamis (15/5/2025). 

Acara Wisuda Siswa Siswi SMKS Kesehatan Borneo Nunukan yang dilaksanakan di ruang serbaguna lantai V Kantor Bupati Nunukan ini terdiri dari 20 orang Jurusan Farmasi Klinis dan 28 orang Jurusan Asisten Keperawatan.

Dalam sambutan tertulis Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Nunukan menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa siswi SMKS Putra Borneo Angkatan XI yang telah menyelesaikan studi di SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan.

“Keberhasilan kalian hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi,” ungkapnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan, sebagai satu-satunya SMK Kesehatan yang ada di Nunukan dan telah memberikan pendidikan berkualitas di bidang kesehatan.

“Kepada siswa siswi, saya berharap kalian dapat mengabdikan keahlian kalian dengan sebaik-baiknya, berdedikasi dalam melayani masyarakat, dan terus mengembangkan diri untuk menjadi profesional yang kompeten,” ujarnya.

Selain itu, dalam sambutannya bupati juga berharap kepada siswa siswi SMKS Kesehatan Putra Borneo agar dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder di bidang kesehatan untuk bersama-sama membangun kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Diakhir acara, SMKS Kesehatan Putra Borneo memberikan penghargaan kepada 3 siswa siswi bidang akademik jurusan Asisten Keperawatan atas nama A. Putri Sardila terbaik pertama, Arsila Khaerunnisa terbaik kedua, dan Anastasya Rahmadani terbaik ketiga.

Selain itu 3 siswa siswi terbaik di bidang akademim jurusan Asisten Tenaga Kefarmasian yang menerima penghargaan terbaik pertama atas nama Madisa Najwa Napisa, Terbaik kedua atas nama Uswatun Hasanah, dan terbaik ketiga atas nama Sharmila.

Sedangkan untuk penghargaan bidang akademik diberikan kepada Ferna, juara I Lomba O2SN Bidang Pencak Silat Tahun 2023 Tingkat Provinsi dan Finalis Nasional Lomba O2SN tahun 2023. Divia Abellina Rahma Asnawi, Juara II LKS jurusan keperawatan Tingkat Provinsi. M. Firdaus, juara II lomba O2SN Bidang Pencak Silat Tahun 2023 tingkat provinsi. Madisa Najwa Napisa, Finalis Lomba FIKSI Nasional Tahun 2023. Uswatun Hasanah, juara II Lomba FIKSI Tahun 2024 dan perwakilan Nunukan dalam forum anak-anak Provinsi Tahun 2024.

Pada acara wisuda SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan kali ini juga dihadiri perwakilan Forkopimda Kab. Nunukan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Ptov. Kaltara wilayah Nunukan, Ketua Yayasan SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan, Kepala Sekolah SMKS Putra Borneo Nunukan, Serta para wali murid SMKS Kesehatan Putra Borneo Nunukan Angkatan XI.

(PROKOMPIM)