Bupati Nunukan H. Irwan Sabri memimpin rapat dan bersilahturahmi dengan Pimpinan Perusahaan di wilayah Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Bertempat di ruang VIP lt 4 kantor bupati Nunukan, Bupati Nunukan H Irwan Sabri memimpin rapat yang dirangkaikan dengan silaturahmi pimpinan perusahaan yang berinvestasi dan beroperasi di wilayah kabupaten Nunukan, Selasa (20/05/2025).

Acara silaturahmi ini dihadiri oleh perwakilan perusahaan yg beroperasi di Nunukan, termasuk juga beberapa Pimpinan perusahaan BUMN serta pimpinan OPD terkait.

Pertemuan ini adalah pertemuan dan tatap muka yang pertama kalinya H. Irwan Sabri sebagai Bupati Nunukan dengan para pimpinan perusahaan, sekaligus perkenalannya dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Nunukan.

Dalam sambutannya, Bupati Nunukan berterima kasih kepada perusahaan yang ada di Nunukan atas kehadirannya pada pertemuan kali ini.

H. Irwan Sabri berharap dan kegiatan CSR yang telah berjalan baik terus dilanjutkan dan perlu untuk ditingkatkan yang tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat.

” Pemerintah Daerah sendiri, dalam hal ini Bupati memiliki peran yang strategis dalam hubungan CSR ini, diantaranya sebagai pendorong dan pengarahan kebijakan, sebagai fasilitatir dan jembatan komunikasi, sebagai pengawas dan Evaluasi, sebagai simbol komitmen pemerintah daerah, dan sebagai pelopor kolaborasi multi pihak, bahkan Wakil Bupati sebagai pembina di Forum CSR”, ujar Bupati.

Oleh karenanya, Bupati berharap seluruh pihak, baik pemerintah daerah ataupun perusahaan perusahaan bisa berkolaborasi bersama yang kesemuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(PROKOMPIM)

Menjadi Irup pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Plt. Sekda Bacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital

NUNUKAN – Plt Sekda Nunukan Jabbar mewakili Bupati Nunukan membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Viada Hafid pada acara Hari Kebangkitan Nasional ke – 117, yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Nunukan, Selasa 20 Mei 2025.

Dalam sambutan tersebut, Plt. Sekda mengatakan 117 tahun yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan.

Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing, bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri.

Namun dari itu, lanjutnya kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman.

“Zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks, tantangan teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita.” Ungkapnya.

Lebih lanjut, Plt. Sekda mengatakan di tengah arus besar itu, indonesia tidak berdiri terombang-ambing, tidak pula berdiri di tepi sebagai penonton.

” Kita bersyukur bahwa Indonesia terus melangkah dengan tenang, menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian. prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang telah menjadi pedoman sejak awal kemerdekaan, senantiasa menuntun langkah kita,” Lanjutnya.

Semangat inilah yang juga tercermin dalam setiap langkah kebangkitan nasional di dalam negeri, Lanjut Plt. Sekda Jabbar Indonesia menapaki jalur pembangunan yang tidak semata terfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan membuka ruang bagi kemajuan yang adil dan merata. sebuah ikhtiar besar agar pembangunan yang megah tetap berpijak kokoh pada kepentingan rakyat.

“150 hari pertama pemerintahan presiden Prabowo-GIbran dan kabinet merah putih, kami memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat. karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang.” Jelasnya.

Sementara untuk kesejahteraan sosial, melalui program makan bergizi gratis, lebih dari tiga koma lima juta anak Indonesia kini menikmati akses pada makanan bernutrisi. langkah yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya menjadi landasan penting bagi masa depan bangsa. sebab, kemajuan tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar, melainkan dari sebuah piring makan yang penuh, dari anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa rasa lapar, dengan semangat belajar yang tumbuh karena tubuh mereka cukup gizi.

di bidang kesehatan, lebih dari tujuh ratus tujuh puluh ribu masyarakat sudah merasakan manfaat layanan pemeriksaan kesehatan gratis. bukan hanya soal berobat, tapi tentang memberi rasa tenang bahwa siapa pun, di mana pun, berhak merasa aman ketika berbicara tentang kesehatannya. akses pengobatan tidak lagi bergantung pada tebalnya dompet, tapi pada keyakinan bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat. layanan ini juga semakin mudah dijangkau lewat pemanfaatan teknologi digital.

Masyarakat bisa mencari informasi kesehatan, konsultasi dokter secara daring, dan mengakses layanan medis langsung dari ponsel mereka. dengan cara ini, pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat, lebih cepat, dan bisa dirasakan oleh lebih banyak orang.

Di bidang ekonomi, pembentukan Danantara menjadi wujud komitmen untuk mengelola kekayaan nasional secara lebih terarah dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. melalui upaya ini, terbuka peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan mendorong pemerataan kesejahteraan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

Di bidang pengembangan manusia, mempercepat hadirnya pusat-pusat pelatihan vokasi dan penguatan talenta digital untuk menjawab tantangan besar di era transformasi digital. melalui kolaborasi dengan dunia industri, pemerintah indonesia mendorong terbukanya lebih banyak program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar, termasuk dalam penguasaan kecerdasan artifisial, pengelolaan data, dan keterampilan digital praktis.

” Hasil kolaborasi antara pemerintah dan industri. sebagai sarana untuk membangun kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi transformasi digital. di saat yang sama, pemerintah juga memperkuat fondasi pelindungan sosial di ruang digital. peraturan pemerintah tentang tata kelola dan pelindungan anak di ruang digital menjadi langkah konkret untuk memastikan anak-anak indonesia tumbuh di ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan beretika.” Tegasnya.

Sebelum menutup sambutannya, Plt. Sekda mengatakan membangun masa depan yang tidak hanya lebih maju, tetapi benar-benar berpihak pada rakyat.

” Dalam momen peringatan hari kebangkitan nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa. dan dalam semangat itu, pemerintah telah menetapkan asta cita sebagai kompas utama kebangkitan nasional. delapan misi besar, untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah kehidupan rakyat.

di balik setiap kebijakan fiskal, setiap program sosial, dan setiap langkah strategis, selalu ada satu tujuan yang di ingat oleh pemerintah Indonesia.” Ungkapnya.

(PROKOMPIM)

Pj. Sekprov Kaltara Paparkan Perkembangan Ketahanan Wilayah Perbatasan Dihadapan Pasis Sesko TNI

TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara sudah berdiri selama 12 tahun sedang giat – giatnya membangun dan menjaga perbatasan, serta menjadi penyanggah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum melalui Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si dalam kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) Tentara Nasional Indonesia (TNI) 2025, berlangsung di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (20/5).

“Saya yakin dan percaya paparan ini disamping akan berdampak mempunyai manfaat bagi Pasis tapi juga bermanfaat bagi bangsa Indonesia, terkhususnya bagi provinsi Kalimantan Utara,” kata Bustan.

Bustan menyampaikan tema paparannya yakni “Penguatan Ketahanan Wilayah Perbatasan Kalimantan Utara sebagai Serambi Depan Negara : Kolaborasi Pentahelix dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan, Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Dalam paparannya, sebutnya data – data primer dan sekunder ini didapat dari seluruh masyarakat di Kaltara akan menjadi sumber referensi terkait dengan program – program yang dijalankan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten / kota.

“Saya berharap data – data yang dipaparkan tersebut dapat menambah keterampilan dan kemampuan dari Pasis Sesko TNI untuk menyusun kajian – kajian beserta rekomendasi bagi Pemprov Kaltara, anggota legislatif, akademisi,pihak keamanan TNI, Polri dan khususnya Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(dkisp)

Harkitnas Ke-117, Momentum Semangat Membangun Bangsa Indonesia

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum dalam hal ini diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara, Pollymaart Sijabat, SKM, M.A.P. menjadi Inspektur Upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke – 177.

Mengusung tema “Menuju Kebangkitan Nasional yang Bersahaja, Berpihak dan Berkelanjutan”, upacara berlangsung di lapangan Agathis pada Selasa (20/5), dan dihadiri seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ini berlangsung khidmat.

“Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup, ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini,” ucap Pollymaart saat membaca sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi RI).

Dikatakannya, di tengah polarisasi dunia ini Indonesia mengambil posisi sebagai trusted partner bebas dalam menentukan kepentingan nasional, dan aktif membangun dialog yang produktif dengan berbagai pihak.

“Prinsip inilah yang menjadikan Indonesia kian dihormati di berbagai forum internasional,” tegas Pollymaart.

Indonesia menapaki jalur pembangunan yang tidak semata berfokus pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga memastikan setiap kebijakan membuka ruang bagi kemajuan yang adil dan merata.

Bebernya, dalam 150 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo – Gibran dan kabinet merah putih, pemerintah memulai melangkah dengan berangkat dari hal – hal yang paling mendasar yakni dekat kebutuhan sehari – hari masyarakat.

“Karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari pondasi – pondasi yang sederhana dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang dan hati yang lapang,” ujarnya.

Pollymaart menerangkan, di bidang kesejahteraan sosial lebih dari 3,5 juta anak Indonesia kini menikmati makanan bernutrisi melalui program makan siang gratis. Langkah ini terlihat sederhana tetapi menjadi landasan penting bagi masa depan bangsa.

Di bidang kesehatan, lebih dari 777.000 masyarakat merasakan manfaat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dijangkau lewat pemanfaatan teknologi digital. Lalu di bidang ekonomi, pembentukan Danantara Investment Agency wujud komitmen mengelola kekayaan nasional lebih terarah dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Sedangkan di bidang pengembangan manusia, dengan mempercepat hadirnya pusat – pusat pelatihan vokasi dan penguatan talenta digital untuk menjawab tantangan besar di era transformasi digital industri.

“Sebagai bagian dari upaya tersebut, akan segera diresmikan AI Center Of Excellence di papua, hasil kolaborasi antara pemerintah dan industri sebagai sarana untuk membangun kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi trasformasi digital,” ungkapnya.

Melalui momentum hari kebangkitan ini, Pollymaart mengajak untuk tetap menjaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. “Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan,” tutupnya.

(dkisp)

Pertama Di Kaltara, DPK Kaltara Musnahkan Ribuan Arsip

TANJUNG SELOR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan pemusnahan serta penyerahan arsip statis di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara, Senin (19/5/2025).

Pemusnahan arsip statis ini merupakan yang pertama dilakukan di Kaltara. Dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melakukan pemusnahan hari ini yakni Dinas Perikanan dan Kelautan sebanyak 1.046 arsip dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) sebanyak 527 arsip.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara, Ilham Zain menyampaikan bahwa jenis arsip yang dimusnahkan adalah arsip yang sudah tidak memiliki masalah hukum, belum pernah diperkarakan atau diperiksa (menjadi barang bukti).

“Kita sudah lama melaksanakan tahapan-tahapan ini sesuai dengan amanat UU, bahwa untuk pemusnahan arsip memiliki syarat-syarat tertentu dan kita sudah penuhi,” kata Ilham Zein, Senin (19/5/2025).

Selain itu, kegiatan pemusnahan ini juga dilatarbelakangi adanya penumpukan arsip di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang setiap hari semakin menumpuk. Mengingat belum adanya gudang arsip khusus yang dimiliki oleh Pemprov Kaltara.

“Ini dilakukan setahap demi setahap untuk memastikan depo arsip bagi teman-teman OPD. Supaya penyimpanan ada dan perlu dimusnahkan kita musnahkan, yang perlu kita pertahankan kita pertahankan,” ungkapnya.

Ilham Zain mengatakan jika bahwa arsip merupakan suatu kebutuhan. Sehingga pengadaannya juga dibutuhkan.

Arsip-arsip yang telah dinyatakan layak untuk dimusnahkan ini lakukan pemusnahan menggunakan mesin pemusnah kertas.

“Kita musnahkan ini menggunakan mesin penghancur kertas, jadi kita musnahkan hingga menjadi potongan-potongan yang benar-benar tidak bisa diselamatkan dan harus hancur,” ungkapnya.

Limbah hasil pemusnahan kertas akan disimpan di gudang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara. “Sebenarnya bisa langsung kita siram pakai air, tapi ini kita simpan dulu, barangkali ada yang ingin mengolah menjadi kerajinan kita akan berikan,” tandasnya.

Kegiatan pemusnahan ini juga disaksikan langsung oleh perwakilan dari inspektorat Provinsi Kalimantan Utara.

(dkisp)