Pengurus Daerah Himpaudi Kabupaten Nunukan Bakti 2025 – 2029 Dilantik

NUNUKAN – Pengurus Wilayah Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (PW Himpaudi) Kabupaten Nunukan menggelar acara Pengangkatan/Pengesahan/Pelantikan Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Nunukan Masa Bakti 2025 – 2029 di ruang pertemuan lt 5 kantor Bupati Nunukan pada tanggal 14 Agustus 2025. 

Dengan mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Yang Profesional Untuk Kesetaraan Pendidik PAUD Demi Terwujudnya Generasi Emas”, kegiatan ini juga diisi dengan dialog Kepemimpinan dengan pembicara Ketua PW Himpaudi Provinsi Kalimantan Utara ibu Hj. Triyaningsih Widianti, S. Hut, M.AP , Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Nunukan ibu Andi Anissa Muthia Irwan , SE, serta Ketua Himpaudi Kabupaten Nunukan Ibu Martina, S.Pd.

Bupati Nunukan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan kabupaten Nunukan mengatakan bahwa keberadaan Himpaudi kabupaten Nunukan adalah sebagai wadah tempat berkumpulnya guru PAUD karena keberadaannya sangat penting, karena menjadi pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia bahkan pendidikan pada jenjang berikutnya hingga pada jenjang perguruan tinggi yang tergantung bagaimana pendidikan saat di usia dini atau pendidikan PAUD.

Bupati dalam sambutannya berpesan agar guru PAUD dapat mengajar anak didiknya dengan hati dan penuh rasa tanggung jawab mengingat anak pada usia dini saat ini lebih mencontoh tingkah laku dan pembicaaran guru.

” Jika guru PAUD mengajar dengan hati mengajarkan anak, maka pasti pada jenjang berikutnya akan lebih baik”, tambahnya.

Tak lupa Bupati Nunukan mengucapkan selamat kepada Pengurus Wilayah HiMPAUDI Kabupaten Nunukan. Bupati mengucapkan semoga semakin menjadi pengajar yang dapat bekerja dengan lebih baik dan menjadi teladan untuk anak didiknya.

Dalam kesempatan yang sama Bunda PAUD kabupaten Nunukan Andi Anissa Muthia Irwan pun memberikan sambutan dan berharap kepada pengurus Himpaudi yang baru dapat berjalan dan berkolaborasi dengan pemerintah saat ini dan dapat memberikan Energi Baru kepada anak-anak didik serta dapat mensosialisasikan dan memberikan pengertian tentang pentingnya pendidikan saat usia dini atau PAUD kepada orang tua dan kepada masyarakat luas.

Dalam laporan ketua penyelenggara, Farida mengatakan bahwa dasar pelaksanaan kegitan ini dalam hasil Musyawarah Daerah ke 5 HiMPAUDI Kabupaten Nunukan pada tanggal 25 Mei 2025.

Sambutan yang sama juga disampaikan oleh Ketua PW Himpaudi Provinsi Kaltara ibu Triyaningsih Widianti untuk tetap menjaga kekompakan antar pengurus provinsi dan kabupaten yang merupakan kekuatan utama sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan dapat menciptakan generasi yang sehat untuk Geneasi Emas 2045.

Dr. Betti Nuraini, MM sebagai Ketua Himpaudi Pusat mengatakan kepada semua peserta yang hadir untuk memilki sikap pekerja keras, cerdas dan tegas supaya bisa bekerja dengan lebih baik dan dapat menghantarkan anak-anak kita menjadi generasi yang pintar, sehat dan cerdas untuk Indonesia Emas 2045 ,dan berpesan kepada pengurus yang baru supaya mempunyai visi misi yang jelas sehingga menciptakan pengajar yang profesional, kompeten dan cakap dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya jadi harus bekerja cepat dan tepat untuk lebih baik kedepannya.

Peserta untuk kegiatan ini terdiri dari semua Pengurus Daerah HiMPAUDI Kabupaten Nunukan 2025-2029 dan peserta Pendidik KB, SPS, TPA se-kecamatan Nunukan dan se-kecamatan Nunukan Selatan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat untuk mensukseskan kegiatan ini.

Pada kepengurusan HiMPAUDI periode 2025-2029 kembali terpilih ibu Martina, S.Pd yang sebelumnya juga adalah ketua pada periode sebelumnya, dalam kesempatan ini hadir melalui zoom meeting Ketua Umum PP Himpaudi Pusat , Dr. Betti Nuaraini, MM.

(PROKOMPIM)

POLAIRUD POS TANJUNG ARU POLRES NUNUKAN BAGIKAN DAN PASANG 10 BENDERA MERAH PUTIH DI PERAIRAN PULAU SEBATIK

SEBATIK– Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Personel Polairud Pos Tanjung Aru Polres Nunukan melaksanakan kegiatan pembagian dan pemasangan Bendera Merah Putih di Perairan Pulau Sebatik, Jumat (15/8/2025) pukul 08.00 WITA.

Sebanyak 10 Bendera Merah Putih dibagikan dan dipasangkan pada perahu-perahu pemukat rumput laut yang beroperasi di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme, meningkatkan semangat persatuan, serta mengajak masyarakat nelayan untuk turut serta memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan.

Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., melalui personel Polairud Pos Tanjung Aru, menyampaikan bahwa pemasangan bendera di kapal nelayan merupakan simbol persatuan bangsa di tengah perbedaan, serta bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin mencintai tanah air dan terus menjaga persatuan di tengah kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat nelayan yang mengapresiasi perhatian Polairud dalam mengajak mereka memeriahkan HUT RI. (*)

LANAL Nunukan Selenggarakan Sosialisasi Kesadaran Bela Negara, Bahaya Radikalisme, Bahaya Narkoba, Kesehatan KB, Stunting dan Gizi dalam rangka Pembinaan Ketahanan Wilayah Bahari T.A 2025.

NUNUKAN – Lanal Nunukan mengadakan Sosialisasi Kesadaran Bela Negara, Bahaya Radikalisme, Bahaya Narkoba, Kesehatan KB, Stunting dan Gizi dalam rangka Pembinaan Ketahanan Wilayah Bahari. Kamis (14/8/25). 

Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Nelayan Kel. Mansapa ini dihadiri Kasubdis Bintahwal Kolonel Laut (P) Samsul Bahri, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Ir. Jabbar, Unsur Forkopimda Kab. Nunukan, Pimpinan Instansi Vertikal.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 peserta, yang terdiri Pelajar Tingkat SMA di Nunukan dan masyarakat sekitar kampung nelayan. Para pelajar dan masyarakat begitu antusias mengikuti kegiatan ini, sehingga meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu yang diangkat dan potensi kekuatan kolektif dalam menjaga keutuhan NKRI.

Mewakili Bupati Nunukan, Ir. Jabbar menyampaikan sambutan Bupati Nunukan.

Dalam sambutannya Bupati Nunukan menyampaikan bahwa saat ini bangsa Indonesia telah memasuki bulan Agustus, bulan yang penuh makna karena merupakan bulan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Bulan ini semestinya diisi dengan semangat kebersamaan, semangat gotong royong rakyat, serta berbagai kegiatan positif dan lomba-lomba dalam rangka menyambut dan merayakan hari kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Bupati juga mengatakan bahwa sebagai daerah perbatasan, Kab. Nunukan memiliki banyak kerawanan, mulai dari rawan terjadinya penyelundupan, perdagangan manusia (TPPO), Narkoba dan lain sebainya.

“Namun terlepas dari itu semua, kita harus memperkuat pondasi dan benteng pertahanan dari kita sendiri, terutama para generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba,” ujarnya lagi.

Bupati juga mengajak semua masyarakat untuk ambil bagian terhadap program stunting dan jangan berpuas hati meskipun angka prevalensi stunting di Kab. Nunukan sudah lebih baik yaitu 11% dari target nasional 14%.

Sementara itu Kasubdis Bintahwal Kolonel Laut (P) Samsul Bahri. Mewakili Kadispotmaral menyampaikan bahwa pembinaan ketahanan wilayah bahari merupakan salah satu kegiatan strategis dari Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar), yang pada hakikatnya dilaksanakan dalam rangka memberdayakan pertahanan laut nasional.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia dan pengetahuan masyarakat maritim, khususnya masyarakat pesisir,”ujarnya.

Lebih lanjut lagi, dalam sambutannya Kadispotmaral mengatakan Kegiatan Bintahwil Bahari Tahun 2025 ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan perhatian TNI Angkatan Laut untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan masyarakat, khususnya keluarga besar TNI, serta sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan wilayah demi pertahanan negara.

Diakhir acara, Plt. Sekretaris Daerah, Kasubdis Bintahwal, Unsur Forkopimda dan tamu undangan melakukan peninjauan kegiatan Bakti Sosial mulai dari khitanan masal, donor darah, pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat dan penyerahan sembako secara simbolis.

(PROKOMPIM)

Kapolres Nunukan Serahkan Bendera Merah Putih ke PWI, Ajak Warga Kibarkan di Setiap Rumah

NUNUKAN – Dalam semangat menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas menyerahkan bendera merah putih secara simbolis kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan. 

Penyerahan dilakukan di Tugu Dwikora Alun-alun Nunukan pada Kamis (14/08/2025), siang.

Usai penyerahan, Bonifasius Rumbewas bersama jajaran Polsek Nunukan dan pengurus PWI melanjutkan kegiatan dengan memasang bendera merah putih di sejumlah rumah warga yang belum memiliki tiang bendera di halaman rumahnya.

Bonifasius Rumbewas mengatakan, pengibaran bendera merah putih bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Lebih lanjut Bonifasius katakan bahwa aksi ini kata menjadi simbol ajakan kepada seluruh masyarakat untuk ikut mengibarkan bendera merah putih selama bulan kemerdekaan.

“Merah putih adalah simbol persatuan. Dengan mengibarkannya di rumah masing-masing, kita menunjukkan rasa cinta tanah air dan menghormati perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Nunukan, Taslee, mengapresiasi langkah Kapolres yang melibatkan insan pers dalam kegiatan ini.

Menurutnya, kolaborasi ini memperkuat pesan moral kepada masyarakat.

“Kami di PWI merasa terhormat bisa ikut serta mengajak masyarakat mengibarkan bendera. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tapi tanggung jawab kita semua,” ucap Taslee.

Gerakan pemasangan bendera ini kata Taslee menjadi sarana mengingatkan generasi muda bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini tidak datang dengan mudah.

“Ada darah dan air mata yang telah tertumpah, dan merah putih adalah pengingat yang selalu berkibar,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh Sekretaris PWI Kabupaten Nunukan, Taufik. Dia menuturkan bahwa pemasangan bendera di rumah warga menjadi bentuk edukasi langsung.

“Ketika kami datang dan membantu memasang bendera, kami juga mengingatkan arti kemerdekaan. Merdeka itu bukan hanya bebas, tapi juga menjaga dan menghargai simbol negara,” tutur Taufik.

Taufik menjelaskan bahwa kibaran merah putih di setiap halaman rumah, Nunukan mengirimkan pesan sederhana namun tegas.

“Kemerdekaan bukan hanya milik sejarah, tetapi napas yang dihidupi bersama setiap hari,” ungkapnya. (*)

263 Siswa SD, SMP, SMA Menerima Bantuan Beasiswa PIP Program Aspirasi Anggota DPR RI  Wabup Hermanus : Terima Kasih Pak Deddy Sitorus

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus menghadiri acara Serah Terima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Program Aspirasi Anggota DPR RI yang bertempat di Aula SD Fransico Yasinta Sei Sembilan. Selasa (12/8/25).

Dalam sambutannya Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan pada kesempatan ini ada beberapa hal terkait dengan beasiswa PIP Program Indonesia Pintar.

Hermanus mengatakan program ini merupakan aspirasi dari anggota DPR-RI Bapak Deddy Sitorus yang selalu memberikan perhatian yang khusus kepada kita khususnya Kabupaten Nunukan.

“Sebagai Kabupaten yang memang berada di garis perbatasan yang pertama kami sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Deddy Sitorus yang sudah terus melakukan terobosan – terobosan yang luar biasa dalam berbagai aspek bidang, bukan hanya pendidikan tetapi terkait dengan pelayanan dasar beliau memperjuangkan baik itu pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik”, ungkap Hermanus.

Menurut Hermanus, Anggota DPR RI Deddy Sitorus telah berjuang memberikan sentuhan penuh kepada masyarakat Kabupaten Nunukan yang ada di 232 desa 8 kelurahan 21 kecamatan kurang lebih 217 ribu jiwa masyarakat Kabupaten Nunukan.

“Kedepannya kami melakukan berbagai upaya termasuk penataan baik itu tata kelola Pemerintahan, tata kelola keuangan dan kecepatan pelayanan dasar, ini sesuai dengan kewenangan yang telah di atur dalam Undang undang 23 tahun 2014”, tambahnya.

Hermanus mengatakan Pemerintah Kabupaten Nunukan saat ini fokus pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar yang memang menjadi kewenangan secara undang – undang. Kedepan pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya dalam rangka pemerataan pelayanan dasar kepada semua warga Indonesia yang berada di Kabupaten Nunukan.

“Kemudian kedepannya juga kami perlu memohon bantuan di pemerintah pusat agar terkait dengan keberadaan konsekuensi Kabupaten Nunukan yang berada di garis batas negara, artinya memang kami mengharapkan agar kebijakan khusus afirmasi itu di pertahankan oleh pemerintah pusat agar kami di Kabupaten Nunukan ini dengan keterbatasan kewenangan keterbatasan anggaran yang hanya mengandalkan Undang Undang 23 kami tentu kesulitan berkaitan dengan perbatasan”, tambahnya.

Dikatannya, berkaitan dengan daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan mendapatkan berbagai dampak karena memang sebagai pintu transit, pintu keluar masuk warga Nunukan yang masyarakatnya kadangkala ada keluhan.

” Termasuk kemudian dengan itu kami merasakan dampak sosial terkait dengan stunting, narkoba dan lain-lain sebagianya. Jadi inilah yang menjadi persoalan kami Kabupaten Nunukan yang memang berbeda dengan Kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara. Kami pintu masuk sehingga semestinya menjadi urusan negara, suka tidak suka kami harus menghadapi karena memang berada secara sosial di Kabupaten Nunukan”, ungkapnya.

Lanjut Wakil Bupati Nunukan Hermanus pada kesempatan ini menyampaikan hal ini sebagai pesan kepada pemerintah pusat dari warga Nunukan karena ada beberapa pintu pintu perbatasan, diantaranya di Sebatik, pintu di pulau Nunukan, di Krayan, di Lumbis Hulu, jadi pintu – pintu ini terbuka.

” Banyak dampak yang dirasakan, termasuk anak-anak kita banyak juga di Malaysia, dari warga Indonesia di kebun sawit yang memang tidak mendapat pelayanan pendidikan, bahkan ada secara administrasi penduduk mereka tidak punya identitas, memang kedepan menjadi persoalan kami terus melakukan koordinasi terkait dengan masalah ini kedepan”, ucapnya.

Pada kesempatan ini Hermanus juga menyampaikan pesan kepada para orang tua untuk dapat menjauhi dan menghindari narkoba . “saya mendapatkan data dari BNN di pulau ini terkait dengan narkoba, bahkan ada dari anak SD dan SMP. Ini menjadi fenomena permasalahan, mari kita jaga anak anak kita jangan sampai mereka masuk dalam masalah narkoba”, harap Wabup Hermanus.

Dalam sambutannya Anggota DPR RI Deddy Sitorus mengatakan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis itu merupakan mimpi dari partai PDI Perjuangan dari jaman Bung Karno. Dulu Bung Karno sering turun ke kampung-kampung mengajari anak-anak menulis dan membaca.

Ketika tahun 2014, lanjut Deddy menjelaskan PDI Perjuangan memenangkan Pemilu, Pemerintah mengeluarkan program yang namanya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan seterusnya yang dijadikan program pemerintah yang berkelanjutan dan kali ini diteruskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Deddy kalau tahun-tahun sebelumnya di Kalimantan Utara bisa diperjuangkan 8.000 sampai 10.000 PIP, tahun ini karena anggarannya diturunkan maka makin sedikit lagi.

“Saya berpesan kepada wali murid penerima bantuan, agar beasiswa ini benar-benar dipergunakan untuk pendidikan anak dan jangan sekali – kali digunakan untuk kebutuhan lain”, pesannya.

Deddy juga mengatakan beasiswa ini adalah hak anak. Karena pendidikan adalah modal paling utama bagi sebuah bangsa untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Untuk tahap pertama ini kita akan menyerahkan beasiswa kepada siswa sebanyak 263 penerima dengan rincian 164 siswa SD, 51 siswa SMP dan 48 siswa SMA. Adapun besaran beasiswa adalah untuk siswa SD hingga Rp.450.000,-, untuk siswa SMP sebesar Rp.750 .000,- dan untuk siswa SMA sebesar Rp.1.800.000,-

Lanjut dikatakan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah inisiatif pemerintah untuk memberikan bantuan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu di seluruh Indonesia. Penyerahan beasiswa PIP di SD Fransisco Yasinta Nunukan menjadi momen penting, menunjukkan komitmen pemerintah dan perwakilan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan penyerahan beasiswa PIP ini akan memberikan dukungan finansial kepada siswa dan orang tua, yang dapat meringankan beban biaya pendidikan. Dengan adanya beasiswa ini, akan ada peningkatan akses pendidikan bagi siswa yang kurang mampu, sehingga dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Dengan melibatkan 2 Bank (BRI dan BNI) untuk pencairan, siswa penerima dapat lebih mudah mengakses dana beasiswa. Hal ini menjadi langkah positif dalam memperlancar proses administratif, namun perlu diwaspadai adanya potensi kendala dalam pencairan, seperti informasi yang kurang jelas kepada para penerima.

Dari sambutan Kepala Dinas Pendidikan Achmad mwnyapaikan bahwa Ir Deddy Sitorus merupakan sosok yang tanpa kenal lelah selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Utara khususnya pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Menurut Akhmad, salah satu yang diperjuangkannya adalah beasiswa Program Indonesia Pintar atau PIP yang sebentar lagi akan diserahkan secara simbolis.

“Kami berharap agar bea siswa ini benar – benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak agar yang telah diperjuangkan oleh Bapak Deddy Sitorus tidak sia – sia”, harap Akhmad menyampaikan.

(PROKOMPIM)