Bupati Irwan Naikkan Insentif Marbot, Guru Ngaji, Guru Sekolah Minggu dan Petugas Fardu Kifayah

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masjid, mushola dan tempat ibadah, serta insentif buat marbot, imam masjid, pendeta, guru mengaji, guru sekolah minggu, dan petugas fardu kifayah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al – Mujahiddin, Nunukan, Kamis (2/10).

Khusus untuk insentif imam masjid dan pendeta, bantuan yang diberikan pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar Rp. 250 ribu, dari yang awalnya Rp. 750 ribu menjadi Rp. 1 juta. Insentif tersebut akan dibayarkan sekali dalam satu tahun.

Kenaikan insentif juga diberikan kepada marbot, guru ngaji, guru sekolah minggu dan petugas fardu kifayah. Dari yang awalnya sebesar Rp. 700 ribu menjadi Rp. 800 ribu. Insentif juga akan diberikan satu kali setahun.

Sebelum memberikan bantuan, Bupati Irwan Sabri menyampaikan bahwa pemberian bantuan tempat Ibadah dan insentif merupakan komitmen dari pemerintah untuk membangun mental dan karakter masyarakat.

“Pemerintah sangat komitmen, bahwa pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya sebatas fisik saja, melainkan juga membangun mental dan karakter masyarakat. Salah satu bentuknya adalah mengalokasikan anggaran untuk membantu pembangunan tempat ibadah dan insentif bagi para guru mengaji, marbot, guru sekolah minggu, dan petugas fardu kifayah,” Kata H. Irwan Sabri

(PROKOMPIM)

Pansel Umumkan Hasil Akhir Selter JPT Madya Sekprov Kaltara

TANJUNG SELOR – Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya di Lingkungan Kalimantan Utara secara resmi mengumumkan hasil akhir Selter JPT Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025.

Hasil akhir tersebut tertuang pada Nomor 21/PANSEL/JPTM/X/2025 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025. Untuk pengumuman hasil akhir dapat dilihat melalui https://kaltaraprov.go.id/pengumuman

Ketua Pansel, Komjen (Pol), Drs. Tomsi Tohir., M.Si mengungkapkan hasil akhir ini sesuai dengan surat rekomendasi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 18125/R-AK.02.03/SD/K/2025 dan hasil rekapitulasi penilaian dari Rekam Jejak, Uji Kompetensi, Penulisan Makalah dan Uji Gagasan/Wawancara Selter JPT Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara.

“Di mana dari pengumuman tersebut merekomendasikan 3 nama Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dapat diangkat menjadi JPT Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara,” katanya, Rabu (1/10). Nama-nama tersebut meliputi Denny Harianto (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah), Ferdy Manurun Tanduk Langi (Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah), Sanusi (Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Provinsi Kalimantan Utara.

“Seluruh rangkaian Tahap Selter JPT Madya Sekprov Kaltara termasuk wawancara dengan ketua dan seluruh anggota Pansel telah berjalan dan tentunya dibawah pengawasan BKN,” jelasnya

Plt. Kepala BKD Kaltara, Andi Amriampa mengungkapkan, tiga nama tersebut akan disampaikan ke Gubernur Kaltara selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Di mana, PPK akan merekomendasikan 1 nama untuk diangkat menjadi Pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara.

“Tugas kami dari BKD akan menyiapkan proses administratifnya, baik itu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun ke Sekretariat Negara (Setneg),”katanya.

(dkisp)

Tingkatkan Kualitas ASN Kaltara Melalui Corporate University

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) bertema “Menuju Corporate University: Diseminasi, Transformasi, dan Perencanaan Pengembangan Kompetensi ASN Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025–2029”.

Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Luminor, Rabu (1/10) tersebut, dibuka oleh Gubernur Kaltara dalam hal ini diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara, Pollymaart Sijabat, SKM, M.A.P.

Pollymaart menuturkan saat ini Kaltara berada di tahap akselerasi pembangunan, dan karena itu Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menjadi aparatur yang kompeten, profesional, dan adaptif agar percepatan pembangunan dapat terlaksana dengan maksimal.

​“Tantangan besar menuntut kita untuk mampu menyiapkan ASN yang memiliki integritas tinggi. ASN harus mampu berperan sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Pollymaart.

Rakernis, sebut Pollymaart dapat menjadi landasan strategis untuk mentransformasi sistem pengembangan kompetensi ASN, memastikan seluruh aparatur siap menghadapi tantangan akselerasi pembangunan dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif.

Ungkapnya saat ini Kaltara berada di tahap akselerasi pembangunan, dan untuk itu ASN wajib menjadi aparatur yang kompeten, profesional, dan adaptif agar percepatan pembangunan dapat terlaksana dengan maksimal.

​​Mengusung tema “Menuju Corporate University” disebut “Corpu”, menekankan bahwa ini bukan hanya sekadar konsep pelatihan biasa, namun Corpu adalah sebuah transformasi menyeluruh dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur.

​“Corporate University hadir sebagai model strategis untuk membangun budaya belajar di lingkungan birokrasi. Ini memfasilitasi peningkatan kompetensi individu, sekaligus mensinergikan proses pembelajaran dengan pencapaian kinerja organisasi secara menyeluruh,” jelas Pollymaart

​Terangnya konsep ini selaras dengan arahan kebijakan nasional terkait SDM unggul, produktif, dan berdaya saing. Pengembangan kompetensi ditekankan harus terstruktur, berkesinambungan, dan terintegrasi dengan visi pembangunan daerah.

​Terdapat Tiga (3) Pilar Utama Peta Jalan ASN 2025-2029 pada Rakernis ini menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah nyata. Pertama tersusunnya Peta Jalan (Roadmap) Pengembangan Kompetensi ASN 2025–2029 yang sejalan dengan kebijakan nasional dan daerah.

Kedua, ​terbangunnya Budaya Belajar di Lingkungan ASN yang mendorong inovasi, kolaborasi, serta keberanian dalam melakukan perubahan, serta ketiga, dengan terwujudnya Sistem Corporate University Pemprov Kaltara yang akan menjadi pusat pengembangan talenta ASN.

​Pollymaart menutup sambutannya menekankan bahwa program ini adalah proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan komitmen bersama.

“Kesinambungan program hingga 2029 ini harus kita kawal untuk menghasilkan SDM aparatur yang benar-benar unggul, kompeten, dan siap menghadapi persaingan global,” pungkasnya.

(dkisp)

Ajak Stakeholder Dukung Pembangunan Pabrik Minyak Goreng di Kaltara

TARAKAN– Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Pabrik Minyak Goreng di Kaltara, yang digelar di Ruang Pertemuan Hotel SwissBell Tarakan, Selasa (30/9).

Dalam kesempatan itu turut hadir juga Pelaksana Tugas (Plt). Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Republik Indonesia (RI), Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS), asosiasi petani, serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah.

“Insyaallah pabrik minyak goreng ini akan kita bangun di Kaltara. Ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltara, tapi kalau bisa lebih, kita ekspansi ke wilayah Borneo,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal menyampaikan bahwa rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Kaltara ini merupakan cita-cita lama yang sudah ia impikan sejak tiga tahun lalu.

Rapat ini juga diadakan sebagai tindak lanjut atas arahan langsung dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman di agendakan turut hadir dalam rapat ini namun harus kembali ke Jakarta, meski demikian, semangat pembahasan tidak surut.

Gubernur menuturkan pembangunan pabrik minyak goreng tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan penuh dari para pemilik PKS. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk bersama-sama mendukung terwujudnya pembangunan pabrik di Bumi Benuanta.

“Tanpa dukungan dari PKS yang ada di Kaltara, pembangunan pabrik ini tidak akan ada artinya. Kita harapkan bahan baku dari 20 PKS di Kaltara bisa menyuplai produksi pabrik nantinya,” tegasnya.

Di sesi diskusi tersebut, dia juga mendengar secara langsung dan menampung masukan dan saran, dari kapasitas produksi masing-masing PKS, dari harian maupun bulanan, hingga mekanisme kontrak atau kerja sama ekspor yang selama ini dijalankan.

Menurutnya, informasi tersebut akan menjadi dasar utama dalam perencanaan pembangunan pabrik minyak goreng agar sesuai dengan kondisi lapangan. “Tidak hanya berfokus pada sisi industri, tetapi hingga peran penting petani plasma dalam ekosistem kelapa sawit di Kaltara,” jelasnya.

Lebih jauh, Gubernur Zainal berharap petani plasma dapat dihimpun dalam wadah asosiasi yang serupa dengan yang sudah berjalan di provinsi lain, seperti SIAT (Sumatera Selatan).

“Kita perlu data berapa ribu petani plasma yang ada di Kaltara dan luasan lahan sawit yang mereka miliki, ini penting agar mereka juga bisa menyuarakan aspirasinya melalui asosiasi. Kami mohon bimbingan dari Pak Setyono agar petani plasma di Kaltara bisa lebih terorganisir dan sejahtera,” ucapnya.

Rakor ini menjadi langkah awal konkret dalam mewujudkan kemandirian industri minyak goreng di Kaltara, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

Gubernur Zainal berharap melalui pembangunan pabrik minyak goreng ini akan memberikan manfaat luas, terutama dalam menstabilkan harga bahan pokok dan inflasi daerah, serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat di Kaltara.

(dkisp)

Gubernur Ajak Penyuluh Majukan Pertanian

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, secara resmi membuka Konferensi Wilayah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kaltara, berlangsung di Ruang Aula Asrama Haji Kota Tarakan, Selasa (30/9).

Dalam acara tersebut Gubernur Zainal turut melantik Pengurus Baru Perhiptani Kaltara Tahun 2025, serta mengucapkan terima kasih khusus kepada panitia penyelenggara atas kerja keras dan dedikasi mereka.

“Konferensi Wilayah ini sangat penting sebagai wadah kebersamaan, pembelajaran, dan penguatan sinergi antar penyuluh, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah. Di dalamnya berlangsung Temu Karya dan Temu Usaha sebagai ajang kolaborasi antara petani dan pelaku usaha, bahkan antar kabupaten di Kaltara,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia mengutip pernyataan Bung Karno bahwa “Pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa” sebagai pengingat akan tanggung jawab besar yang diemban para penyuluh.

Selain itu juga, Gubernur sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang telah mengalokasikan berbagai program dan kegiatan pertanian di Kaltara.

Dikatakannya, tidak kalah penting keberhasilan program tersebut tidak lepas dari peran aktif dan pendampingan para penyuluh pertanian di lapangan.

Dalam Konferensi Wilayah Perhiptani tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) ke-3 Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kaltara.

Di momen tersebut Gubernur menyampaikan tiga harapan besar yang pertama, dengan mewujudkan Kaltara sebagai lumbung pangan nasional dan penghasil komoditas ekspor sektor pertanian

Kedua, meningkatkan partisipasi anak-anak muda, khususnya Generasi Z dan petani milenial, untuk terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi seperti mekanisasi dan kecerdasan buatan (AI).

Dan ketiga, yaitu memperkuat kelembagaan penyuluh pertanian agar lebih tangguh dan memiliki daya tawar tinggi di tingkat nasional maupun global.

Dia menerangkan bahwa di era yang tumbuh pesat saat ini, teknologi menjadi salah satu kunci transformasi pertanian masa depan.

“Dengan kecanggihan yang tersedia saat ini, anak-anak muda bahkan bisa mengelola komoditas pertanian hanya melalui gawai atau ponsel pintar,” ucapnya.

Gubernur Zainal mengajak seluruh elemen, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, maupun petani, dapat bersama-sama untuk terus bersinergi membangun Kaltara menjadi daerah yang mandiri pangan, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakatnya.

“Konferensi Wilayah Perhiptani ini bukan hanya ajang formal, tapi momentum peningkatan sumber daya manusia penyuluh pertanian. Mari jadikan acara ini sebagai tempat berbagi pengalaman, mempererat persaudaraan, dan menguatkan tekad membangun Kaltara yang lebih Maju, Makmur, dan Berkelanjutan,” tutupnya.

(dkisp)