PT.Pipit Mutiara Indah Diduga serobot lahan masyarakat adat di kecamatan sekatak

TANJUNG SELOR – PPPKH-LH Kaltara (Perkumpulan Pemuda Peduli Kelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup) Kalimantan Utara melalui Ketua Harian, Natalius Jhon, membenarkan telah melayangkan somasi kepada PT Pipit Mutiara Indah (PMI) atas dugaan pencaplokan lahan adat masyarakat Dayak Bulusu di Sungai Selanyut, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Somasi tersebut dilayangkan setelah adanya laporan masyarakat hukum adat Dayak Bulusu terkait lahan kelola turun-temurun yang diduga telah ditanami kelapa sawit oleh pihak perusahaan tanpa persetujuan pemilik lahan serta tanpa proses pembebasan lahan yang sah.

Menurut Natalius Jhon, lahan yang disengketakan merupakan wilayah adat yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat dan diperkuat dengan surat segel kepemilikan No : 05-011/KDSB/I/2000. Ia menegaskan agar perusahaan menghormati dan mengakui hak-hak masyarakat hukum adat.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara adil, terbuka, dan mengedepankan musyawarah. Hak masyarakat adat harus dihormati,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Adat Tidung Kecamatan Sekatak, Abdul Jalil A, menyampaikan bahwa sebelumnya bersama tokoh adat Dayak Bulusu, Kaharudin, telah mengirimkan surat permohonan pembayaran atas lahan yang diserobot berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bulungan No.12 Tahun 2016 Tentang Penetapan Tarif Ganti Rugi Tanah, Tanam Tumbuh dalam wilayah Kabupaten Bulungan. Namun, surat tersebut tidak mendapat tanggapan dari perusahaan.
“Karena tidak ada respons, kami meminta pendampingan kepada PPPKH-LH Kaltara agar persoalan ini mendapat perhatian dan penyelesaian. Pada manajemen sebelumnya, persoalan lahan seperti ini biasanya dapat dimusyawarahkan,” ujarnya.

Sementara itu, Jhoni Ahim, salah satu pimpinan Pipit Group, menyampaikan bahwa PT Pipit Mutiara Indah saat ini berada di bawah manajemen tersendiri dan tidak lagi di bawah kepemimpinannya. Ia juga mengaku belum menerima laporan dari manajemen PMI terkait persoalan lahan tersebut.

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak PT Pipit Mutiara Indah belum memberikan keterangan resmi.

PPPKH-LH Kaltara menegaskan bahwa apabila somasi tidak diindahkan, pihaknya akan menempuh langkah hukum serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pengecekan perizinan dan kondisi lapangan, untuk memastikan tidak terdapat pelanggaran hukum dalam aktivitas perusahaan.

(***)

Aparat Bubarkan Aktivitas Balapan Liar Di Sei Pancang

SEBATIK UTARA – Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara bersama aparat pengamanan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas balapan liar yang meresahkan warga di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, pada Kamis malam, 19 Februari 2026. Sekira pukul 23.00 Wita

Laporan dari masyarakat sekelompok remaja melakukan balapan motor dan balapan lari dari simpang empat Desa Sei Pancang menuju arah kawasan perbatasan. Aktivitas tersebut menimbulkan kebisingan, mengganggu waktu istirahat masyarakat, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, pada pukul 23.15 Wita

Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Sebatik Utara, Suriansyah, S.I.P bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa bergerak menuju lokasi kejadian. Tim gabungan yang berjumlah sekitar enam personel melakukan pemantauan situasi lapangan sekaligus pembubaran kegiatan balapan liar.

Dalam penanganan di lapangan, aparat mengedepankan pendekatan persuasif dengan menghentikan aktivitas balapan serta memberikan pembinaan dan imbauan kepada para remaja agar tidak mengulangi perbuatan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun gangguan ketertiban umum.

Plt Camat Sebatik Utara Zainal Abidinsyah, SE menegaskan bahwa pemerintah kecamatan berkomitmen merespons cepat setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat” Ungkapnya

“ zainal mengapresiasi kepedulian warga yang segera melaporkan kejadian ini. Aktivitas balapan liar sangat berisiko terhadap keselamatan. Pemerintah kecamatan bersama aparat terkait akan terus bersinergi menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Setelah dilakukan penanganan hingga sekitar pukul 00.00 WITA, situasi wilayah kembali kondusif. Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan potensi gangguan ketertiban guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.

(*)

UPT LLA Sebatik Tingkatkan Pengamanan Wasdal Setiap Pasar Dan Mesjid Selama Bulan Ramadhan

SEBATIK – UPT LLA Sebatik Dinas Perhubungan melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian (wasdal) pada kawasan pasar penjualan takjil serta penjagaan masjid pada waktu ibadah malam.menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan

Kegiatan wasdal pasar dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Pebruari 2026, mulai pukul 16.30 hingga 18.15 WITA. Pengawasan difokuskan pada kelancaran arus aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa agar tercipta situasi yang tertib dan kondusif.

Sementara itu, penjagaan masjid dilaksanakan mulai pukul 19.10 WITA hingga selesai guna mendukung keamanan dan kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah.

Penempatan 3 personel dilakukan sejumlah titik strategis diantaranya pasar Kampung Baru, Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur , Pasar Sungai Pancang, Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara,
Masjid Nurul Huda, Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur : 4 personel
Masjid Al Aqsha, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah : 2 personel
Masjid Babul Hasanah, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur : 2 personel
Masjid Al Khair, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik : 2 personel

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, H. Abdul Munir, ST, M.A.P menyampaikan bahwa pelaksanaan wasdal ini bertujuan memberikan ketenangan, keamanan, dan kenyamanan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah Ramadan. Ia menegaskan bahwa agenda tahunan tersebut terus mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah maupun pola penjagaan.
Menurutnya,

H. Munir mengatakan pada tahun sebelumnya penjagaan masih terpusat di satu lokasi. Tahun ini, penjagaan diperluas ke masjid-masjid yang berada di pinggir jalan dengan jumlah jamaah yang tinggi sebagai langkah preventif guna menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat.

Sejalan dengan itu, Kepala UPT LLA Sebatik, Zainal Abidinsyah, SE berharap peningkatan pola penjagaan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kelancaran aktivitas masyarakat. Ia menegaskan komitmen jajaran untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan selama bulan Ramadan.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Daerah sebagai wujud kehadiran pelayanan publik dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan nyaman.

(*)

Safari ke Gedung Gadis, Sekprov Pastikan Pelayanan Tetap Prima di Bulan Ramadan

TANJUNG SELOR – Usai libur panjang perayaan Imlek, aktivitas di Gedung Gabungan Dinas (Gadis) kembali berjalan normal. Di tengah suasana bulan suci Ramadan, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M, hadir langsung menyapa jajaran perangkat daerah, Kamis (19/2).

Safari Perangkat Daerah yang dilaksanakannya bukan sekadar kunjungan rutin. Sekprov Denny memanfaatkan momen ini untuk mempererat silaturahmi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Sekprov membuka kunjungannya di lantai lima mendatangi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Di sana, ia berbincang dengan pegawai, menanyakan aktivitas pelayanan dan memastikan pekerjaan berjalan normal.

Turun ke lantai empat, Denny mengunjungi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM). Ia memberi perhatian pada pelayanan perizinan, capaian pendapatan daerah, hingga dukungan terhadap sektor kepemudaan dan energi.

Perjalanan berlanjut ke lantai tiga. Di sini, Denny menyapa jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pariwisata (Dispar) serta Dinas Kehutanan (Dishut).

Pelayanan administrasi kependudukan menjadi salah satu fokus peninjauan, mengingat langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ia juga menanyakan perkembangan program sektor kelautan, kehutanan dan promosi pariwisata daerah.

Turun lagi ke lantai dua, ia mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Komisi Informasi Provinsi Kaltara serta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans). Di lantai ini, perhatian diberikan pada pengawasan lingkungan, keterbukaan informasi publik serta pelayanan tenaga kerja.

Terakhir, Denny menyambangi lantai satu, yang menjadi titik pelayanan langsung kepada masyarakat melalui unit layanan DPMPTSP. Ia memastikan proses pelayanan berjalan tertib, disiplin, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Baginya, safari ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan momen memperkuat kebersamaan dan konsolidasi antar perangkat daerah.

“Walaupun sedang puasa, saya lihat semangatnya tetap bagus. Kehadiran dan pelayanan sudah berjalan dengan baik,” kata Sekprov Denny.

Denny berharap momentum bulan suci Ramadan dapat menjadi dorongan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kaltara.

Selain itu, Denny yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara menyoroti beberapa fasilitas kantor yang masih kurang memadai. Hal tersebut menjadi perhatian serius demi kenyamanan kerja dan pelayanan publik.

“Dengan kondisi APBD yang semakin baik, ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pengelola gedung. Mudah-mudahan ke depan akan kita perbaiki,” ujarnya.

Ia menilai kinerja perangkat daerah di Gedung Gadis sudah berjalan baik, namun perlu terus ditingkatkan, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat, lembaga, instansi, akademisi dan pemerintah daerah.

Di akhir kunjungan, Denny menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan serta mengajak seluruh ASN untuk tetap menjaga disiplin kerja.

“Jam kerja sudah diatur, jadi harus ditepati. Yang terpenting, terus jaga dan tingkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

(dkisp)

Jelang Ramadan, Gubernur Pimpin Kerja Bakti dan Ziarah di Makam Sultan Kaharuddin II

TANJUNG SELOR – Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan upaya pelestarian budaya, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, memimpin ziarah sekaligus kerja bakti di Kompleks Makam Sultan Kaharuddin II Kesultanan Bulungan di Desa Seriang, Rabu (18/2).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran staf Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, khususnya Dinas Pariwisata. Kerja bakti difokuskan pada pembersihan area makam, pengecatan ulang pagar dan fasilitas yang mulai pudar, serta penataan lingkungan agar lebih rapi dan nyaman bagi peziarah.

Zainal menjelaskan, kegiatan ini berawal dari kunjungannya berziarah pada malam sebelumnya. Ia merasa perlu dilakukan pembenahan agar makam Sultan Bulungan ke-6 itu tetap terawat dan terjaga kesakralannya.

“Alhamdulillah, sebelum masuk bulan Ramadan, kami bersama Dinas Pariwisata melaksanakan kerja bakti kebersihan makam bersejarah Kesultanan Bulungan. Kami ingin tempat ini tetap bersih, indah dan terawat sebagai bagian dari identitas sejarah daerah kita,” ujar Gubernur Zainal.

Sultan Kaharuddin II sendiri memerintah Kesultanan Bulungan pada 1876–1889 Masehi dan menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah daerah.

Menurut Zainal, menjaga situs bersejarah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan perusakan atau pengambilan barang di area makam.

“Mari kita jaga bersama kebersihan dan kelestarian makam ini. Jangan sampai ada yang merusak atau mengambil barang di area ini. Ini warisan sejarah yang harus kita pelihara dan jaga bersama,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghargai jasa para leluhur dan menjaga situs-situs bersejarah yang ada di Kaltara.

Kerja bakti itu mungkin terlihat sederhana. Namun di balik sapu dan kuas cat yang digerakkan bersama, tersimpan pesan penting yaitu sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dirawat dan dijaga keberlanjutannya.

(dkisp)