Pemkab Nunukan Gelar Pelatihan Desa / Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak Serta Layak Anak Bagi Perangkat Desa

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hj. Faridah Aryani membuka secara resmi acara Pelatihan Desa Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DKRPPA) serta Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA) untuk perangkat desa dan kelurahan Kabupaten Nunukan.

Acara tersebut berlangsung di ruang rapat VIP lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Rabu (20/11).

DRPPA (Desa Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak) adalah desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa/kelurahan, pembangunan desa/kelurahan serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan sesuai dengan visi pembangunan Indonesia. Sedangkan untuk Dekela (Desa Kelurahan Layak Anak) sendiri adalah salah satu Indikator pendukung untuk mendukung Kabupaten Nunukan menjadi Kabupaten Layak.

Bupati Laura pada sambutannya yang dibacakan oleh Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Faridah memberikan dukungan penuh terhadap pelatihan dan pembentukan desa dan kelurahan layak anak dan perempuan di Kabupaten Nunukan.

Bupati Laura berharap pelatihan pembentukan desa dan kelurahan layak anak dan perempuan seperti ini, tidak hanya menjadi program kosong, hanya indah di atas kertas, tapi minim implementasi di lapangan.

“Saya minta, upaya-upaya seperti ini diikuti dengan aksi nyata yang melibatkan sebanyak mungkin lapisan di masyarakat, mulai dari tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, perempuan dan yang lain, supaya hal ini menjadi sebuah gerakan bersama yang memiliki daya ungkit dan daya dobrak yang lebih besar”, ungkap Faridah.

(PROKOMPIM)

Pemkab Nunukan Selenggarakan Temu Forum Anak Daerah (TEFA) dan Peringatan Hari Anak Sedunia 2024

NUNUKAN- Mewakili Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Abdul Munir hadir dan membuka secara resmi acara Temu Forum Anak Daerah (TEFA) dan Peringatan Hari Anak Sedunia 2024. Acara itu dilaksanakan di ruang rapat VIP Kantor Bupati Nunukan, Kamis (21/11).

Bupati Nunukan pada sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Munir menyambut baik dan apresiasi setinggi- tingginya kepada Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Bupati Laura, kegiatan itu sangat positif dan bernilai strategis sebagai salah satu implementasi sekaligus wujud kepedulian dan tanggung jawab moril pemerintah terhadap masyarakat Nunukan khususnya anak-anak.

Selanjutnya, Hari Anak Nasional tahun 2024 menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen dalam melindungi dan mengembangkan potensi anak-anak indonesia. Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran serta mereka dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak.

Pemerintah daerah bertanggung jawab melindungi, menghormati, dan memenuhi hak-hak anak sesuai dengan prinsip-prinsip yang tercantum dalam konvensi hak anak. Hak-hak tersebut, mencakup hak atas kehidupan, hak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi serta hak untuk berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan segala upaya yang diperlukan untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Nunukan dapat menikmati hak-hak tersebut dengan sepenuhnya. Penguatan forum anak bukan tanggung jawab pemerintah daerah semata. Sebab dalam hal ini juga dibutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk orang tua, pendidik serta komunitas.

“Saya berharap melalui forum ini, kita akan mampu memfasilitasi anak-anak kita agar tumbuh dan berkembang secara optimal, baik mental, fisik, intelegensia maupun sosial dalam rangka mengembangkan pribadi, kecerdasan dan bakatnya secara optimal dan terarah”, ucap Munir.

(PROKOMPIM)

Direktur Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirtataka Nunukan Resmi Dilantik

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid melantik Direktur Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirtataka Nunukan. Rabu (20/11/24).

Direktur Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirtataka Nunukan kembali dijabat oleh Masdi, yang kembali mendapat amanah untuk memimpin di periode 2024 – 2029.

Setelah resmi melantik, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Direktur Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirtataka Nunukan.

” Saya berharap, kepercayaan yang diberikan untuk yang ketiga kalinya ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya untuk terus mempernaiki kualitas pelayanan air beraih kepada masyarakat,”ungkapnya.

Bupati Laura juga menyampaikan dalam beberapa tahun terakhir, pelayanan air beraih bagi masyarakat harus diakui terus mengalami peningkatan.

Selain itu beberapa kali Perumda Tirtataka Nunukan Juga berhasil meraih penghargaan yang menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dalam kondisi yang prima.

Menurut Laura, hal itu jangan membuat kita mudah berpuas diri, karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus terus memperluas pelayanan,

“Saya juga minta kepada jajaran Perumda Tirtataka Nunukan untuk ikut mencari solusi dalam menghadapi krisis air bersih yang terus berulang setiap tahun,khusunya ketika datang musim kemarau,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Laura juga mengatakan bahwa banyak mendapatkan masukan dari masyarakat bahwa antara instansi pemerintah seringkali kurang berkoordinasi.

“Misalnya, ada instansi yang baru saja selesai membangun jalan, Eh.. Tiba-tiba kembali harus dibongkar karena ada pekerjaan pemasangan pipa air bersih. Selain tidak elok dilihat, hal ini juga merupakan bentuk In-efisinesi anggaran yang tidak perlu,” ujarnya.

(PROKOMPIM)

264 PPPK Kelas Kabupaten Nunukan Ikuti Orientasi

NUNUKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui BPSDM Provinsi Kaltara, menggelar kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kelas kabupaten Nunukan tahun 2024. Selasa (19/11)

Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris daerah Provinsi Kalimantan Utara di hadiri Asisten Administrasi umum, dan didampingi kepala BKPSDM kabupaten Nunukan dan seluruh peserta Orientasi PPPK.

Mewakili Bupati Nunukan Asisten Administrasi umum Drs. Syafarudin membacakan sambutan Bupati mengucapkan selamat kepada bapak – ibu sekalian yang sudah dinyatakan lolos sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK di lingkungan kabupaten Nunukan.

Lebih lanjut Syafarudin mengatakan tercatat sebanyak 264 orang lolos menjadi PPPK kabupaten Nunukan, yang terdiri atas angkatan pertama : penyuluh pertanian 3 orang, tenaga kesehatan 108 orang, guru 21 orang ; angkatan kedua : pemadam kebakaran 86 orang ; guru 46 orang.

Bila dikelompokkan dalam kualifikasi jabatannya peserta orientasi PPPK kali ini terdiri atas : guru 67 orang, pemadam kebakaran 86 orang, tenaga kesehatan 108 orang, dan penyuluh pertanian 3 orang.

“Menjadi PPPK, artinya sudah resmi menjadi bagian dari aparatur sipil negara, dan bergabung dalam Korps Pegawai Republik Indonesia. keberhasilan menjadi PPPK ini dimaknai sebagai rejeki dan anugerah dari Allah SWT yang harus diterima dengan penuh rasa syukur. karena di luar sana, ada ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang yang sedang antri dan sangat berharap bisa menjadi PPPK”, ungkap Bupati dalam naskah sambutannya.

Selanjutnya, sebagai pembina kepegawaian di pemerintah kabupaten Nunukan, Bupati pada kesempatan ini mengingatkan bahwa sejak menerima surat keputusan tentang pengangkatan sebagai PPPK, maka sudah terikat dengan sumpah – janji, nilai – nilai dan norma yang harus dipegang dan dipatuhi bersama.

“Jadikan profesi PPPK ini sebagai ladang untuk menanam kebaikan sebanyak mungkin, supaya kita bisa mendapatkan kepuasan bathin, serta bisa mencintai profesi dan pekerjaan ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara dalam sambutannya melalui via zoom mengatakan selamat pada peserta yang sudah diangkat PPPK dan hari ini akan mengikuti Orientasi.

“Saya berharap jaga baik-baik sikap dan perilaku kita jangan sampai jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan dimana pun kita bertugas, sudah diatur dalam undang-undang tentang ASN maupun PPPK”, harapnya.

Lebih kanjut Sekprov berpesan untuk peserta orientasi agar tingkat kompetensi pelayanan publik semakin berkualitas, seperti majerial, sosialkultural dan teknis. Kompetensi secara prinsip ada tiga yaitu pertama pengetahuan ,keterampilan dan prilaku, sikap dan karakter terutama pelayanan publik.

Dengan adanya orientasi ini Sekprov berharap semakin meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para peserta untuk menjadi PPPK di pemerintah kabupaten Nunukan.

“Teruslah pada jalur kebaikan dan berikan terbaik untuk masyarakat dan pemerintah kabupaten Nunukan”, harapnya .

(PROKOMPIM)

DPK Pemkab Nunukan Gelar Bimtek Peningkatan Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah Dalam Menerapkan Sistem Automasi Perpustakaan Terintegrasi InlisLite

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan Asisten Perintahan dan Kesra Setda H. Abdul Munir membuka Bimtek Peningkatan Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah Dalam Menerapkan Sistem Automasi Perpustakaan Terintegrasi InlisLite. Selasa (19/11) 24).

Kegiatan Bimtek yang dilaksanakan di ruang pertemuan lantai I Kantor Bupati Nunukan ini dihadiri Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Nunukan Hj. Erlina serta menghadirkan Narasumber Abrar Nasbey, Pranata Komputer Ahli Muda Pusat Data dan Informasi Perpusnas dan diikuti 38 Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah yang berada di Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan.

Dalam sambutan yang dibacakan H. Abdul Munir, Bupati Laura menyambut baik dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Nunukan serta narasumber yang telah melaksanakan kegiatan bimtek kali ini.

“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung Nunukan sebagai Kabupaten Literasi berbasis Inklusi Sosial,” ujarnya.

Dalam sambutannya Bupati juga menyampaikan bahwa melalui perpustakaan digital, diharapkan agar setiap sekolah dapat mengimplementasikan gerakan literasi dengan enam komponen dasar yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi kewargaan sebagai promosi sekolah.

“Melalui kesempatan ini pula, saya meminta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), dan register perpustakaan,” ungkapnya.

Menurut Bupati Laura, hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar perpustakaan dapat dikelola dengan baik. Sehingga keberadaan perpustakaan dan kelengkapan administrasi menjadi jelas.

“Ketika ada pihak swasta ingin membantu, maka legalitas perpustakaan yang dibutuhkan sudah tersedia,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Nunukan Hj. Erlina juga menyampaikan sambutannya.

H. Herlina mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya bimtek ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi pengelola perpustakaan sesuai standar nasional perpustakaan dan meningkatkan mutu layanan perpustakaan dan mempersiapkan akreditasi perpustakaan sekolah.

“Dengan adanya automasi perpustakaan berbasis web menggunakan aplikasi inislite, pelayanan perpustakaan bisa menjadi lebih cepat dan akurat, terutama dalam melaksanakan kegiatan rutinitas perpustalaan mulai dari pengolahan bahan pustaka, managemen keanggotaan, sirkulasi, inventatis koleksi, statistic pengunjung dan kegiatan operasional perpustakaan lainnya,”ungkapnya.

(PROKOMPIM)