Apel Perdana Setelah Masa Cuti, Gubernur Ajak ASN Jaga Solidaritas

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang memberikan arahan saat apel perdana usai masa cuti, Senin, 25 November. Ada berbagai pesan yang dia sampaikan utamanya kepada seluruh ASN PemprovKaltara.

Zainal A Paliwang mengapresiasi kerja-kerja ASN yang sangat baik selama dirinya menjalani cuti. Diapun mengingatkan pada 27 November mendatang, agar ASN turut menyukseskan pelaksanaan pilkada 2024.

Apalagi, kata dia, pelaksanaan pilkada sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional, melalui keputusan presiden. “Ini bukan hari libur untuk tiduran atau seperti libur biasanya. Diberi libur supaya pilkada berjalan lancar. Mari beramai-ramai datang ke TPS. Saya ingatkan jangan sampai Golput,” tegasnya.

Diapun mengingatkan kepada seluruh ASN, agar tak terpecah belah hanya karena berbeda pilihan di Pilkada tahun ini. Jangan sampai ASN diintimdasi, oleh pihak atau oknum tertentu.

“Boleh kita beda pilihan tetapi jangan sampai kita jadi bermusuhan, tidak tegur sapa, sampai keluar kata-kata yang tidak baik. Kita satu keluarga besar Pemprov Kaltara, beda pilihan itu biasa. Setelah tanggal 27, kita perkuat lagi barisan,” tambahnya.

(dkisp)

Kompetisi Mini Soccer Tingkatkan Kualitas Kerja Perangkat Daerah

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., membuka secara resmi “Kejuaraan Mini Soccer Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Se-Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)” yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kaltara di Lapangan Mini Soccer, Jalan Cendana, Senin (25/11) pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengatakan kegiatan yang diselenggarakan bukan hanya sekedar ajang kompetisi, melainkan sebagai sarana dalam membangun kepercayaan dan kekompakan antar sesama tim.

“Cabang olahraga Mini Soccer yang kita pertandingkan pada hari ini, merupakan salah satu cabang olahraga yang menuntut kerja sama tim yang baik. Kita harus dituntut saling percaya dan mendukung sesama anggota kita karena memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk meraih kemenangan,” kata Gubernur Zainal.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dengan diadakannya kegiatan sportivitas ini selain untuk kebugaran jasmani, tetapi dengan adanya unsur solidaritas antar tim diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap produktivitas dalam kualitas bekerja.

Dengan demikian selain dapat membangun kesehatan dan kebugaran para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN, namun dari kebersamaan dan kerja sama ini turut pula tercipta produktivitas yang tinggi. Pada akhirnya akan berdampak pula pada peningkatan kualitas dalam bekerja.

Selain itu, Gubernur Zainal berharap kegiatan ini juga dapat memperkuat tali persaudaraan antar OPD. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai wadah saling bersilaturahmi dan juga saling mempererat ikatan kebersamaan di antara kita,” tuntasnya.

Dalam kegiatan ini turut mendampingi Gubernur Zainal, Kepala Dispora Kaltara Ir. Yosua Batara Payangan, S.T., M.T., Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara, H. Muhammad Nasir, seluruh jajaran perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi Kaltara, serta para pelajar SMA dan SMK se-Tanjung Selor.

(dkisp)

Gubernur Dorong Penguatan Manajemen PPPK

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH., M.Hum, membuka Workshop Kebijakan Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Gedung Gadis, Lantai I, Senin (25/11).

Workshop dengan tema “Tahapan Pengadaan PPPK Seleksi Kompetensi (CAT) Tahap 1 dan Persiapan Seleksi Pendaftaran Tahap II Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menegaskan pentingnya workshop ini sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Utara. “Saya menyambut baik terselenggaranya workshop ini. Dengan wawasan baru terkait manajemen PPPK, saya yakin para peserta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Gubernur juga menyoroti peran PPPK sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. PPPK dinilai mampu menjawab kebutuhan akan sumber daya manusia yang lebih fleksibel, profesional, dan berorientasi hasil. Sistem ini memungkinkan rekrutmen berdasarkan kompetensi yang spesifik dan dibutuhkan, sehingga mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

PPPK bukan sekadar “pengganti baju” tenaga honorer, melainkan inovasi strategis dalam menciptakan birokrasi modern yang adaptif dan berdaya saing tinggi. Dengan sistem merit dan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT), kita dapat memastikan calon PPPK memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi,” jelas Gubernur. Pemprov Kaltara telah membuka penerimaan calon PPPK 2024 melalui pengumuman Gubernur Nomor 800.1.2.2/1494/BKD tertanggal 30 Oktober 2024.

Dalam proses seleksi administrasi PPPK di Provinsi Kalimantan Utara, terdapat tiga jenis formasi yang dilamar. Untuk formasi tenaga teknis, dari 1.163 pelamar, sebanyak 1.162 memenuhi syarat (MS) dan 1 pelamar tidak memenuhi syarat (TMS). Pada formasi guru, dari total 88 pelamar, terdapat 84 pelamar yang memenuhi syarat dan 4 lainnya tidak memenuhi syarat. Sementara itu, untuk formasi tenaga kesehatan, dari 1.255 pelamar, sebanyak 1.254 memenuhi syarat, dan hanya 1 pelamar yang tidak memenuhi syarat.

Jumlah pelamar yang signifikan ini mencerminkan antusiasme masyarakat untuk bergabung sebagai PPPK. Workshop ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan pemahaman tentang tahapan seleksi dan implementasi kebijakan PPPK.

Gubernur Zainal menekankan pentingnya transformasi birokrasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui tiga pilar meliputi, transformasi organisasi yang lebih fokus dan spesialisasi, sistem kerja fleksibel dan kolaboratif dan pengelolaan SDM berbasis human capital yang tangguh.

“PPPK adalah peluang untuk menyelaraskan sektor publik dan swasta, menciptakan pertukaran pengetahuan, dan mendorong percepatan pembangunan,”tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Kehadiran PPPK diharapkan menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan dan pelayanan publik di Kalimantan Utara,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Para Asisten, Staf Ahli, serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Perwakilan Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin, atau yang mewakili, Narasumber Dari Analis SDM Aparatur Ahli Muda, Kanreg VIII BKN Banjarmasin, Misrah, S.AP, Analis Data dan Informasi, Kanreg VIII BKN Banjarmasin, Isnan Syamhudi, S.Kom, PPPK di lingkungan Pemprov Kaltara.

(dkisp)

Hadiri Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Sekda : Upaya Bersama Untuk Meningkatkan Budaya Literasi di Provinsi Kaltara

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara selenggarakan kegiatan Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Hotel Luminor pada senin (25/11) pagi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltara Dr. Hm Suriansyah, M.AP., yang mewakili Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang, SH., M.Hum., hadir langsung sekaligus membuka acara yang diikuti oleh 60 (enam puluh) peserta dari para pustakawan dan tenaga perpustakaan se-Kaltara, perpustakaan desa/kelurahan serta taman bacaan masyarakat yang hadir secara luring maupun daring.

“Saya atas nama pribadi dan Pemprov Kaltara mengapresiasi kegiatan TPIBS yang berlangsung pada hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta serta narasumber yang juga telah berkenan untuk hadir hari ini” Ucap Sekda Kaltara ini mengawali sambutan.

Untuk mencapai Indonesia Emas pada 2045 mendatang, membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berdaya saing adalah sebuah keharusan. Oleh karena itu dalam meningkatkan kualitas layanan, maka perpustakaan juga perlu bekerjasama dengan berbagai pihak, baik itu masyarakat maupun swasta dalam pembentukan, pengelolaan, penyelenggaraan, pengembangan serta pengawasan.

Sehingga menjadikan perpustakaan menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia baik itu buku, computer dan internet serta tenaga-tenaga pengelola perpustakaan yang terlatih.

“Perpustakaan sebagaimana tercantum dalam UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Program revitalisasi melalui TPIBS ini dilaksanakan guna mendukung Program Prioritas Nasional 1, yaitu Percepatan Pengurangan Kemiskinan Melalui Penguatan Literasi Untuk Kesejahteraan. Reitalisasi ini merupakan suatu pendekatan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat” Lanjutnya.

“Saya berharap melalui kegiatan hari ini, kita semua dapat turut meningkatkan transformasi perpustakaan sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan budaya literasi di Provinsi Kaltara yang kita cintai ini.” Tutup Suriansyah dalam sambutannya

Dan melalui sosialisasi yang berlangsung ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai transformasi perpustakaan yang bertujuan meningkatkan penggunaan layanan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

(dkisp)

PWI Nunukan Gelar Pelatihan Literasi Wartawan Desa

NUNUKAN – Menunjang keterampilan perangkat desa dalam mengolah informasi, PWI Nunukan menggelar Pelatihan Literasi Wartawan Desa di dua desa di Sebatik, Minggu (24/11).

Pelatihan tersebut menggandeng pihak desa, dimana pesertanya sebagian besar juga berasal dari perangkat desa bahkan masyarakat. Mereka diajarkan mengolah informasi selayaknya wartawan dalam menyajikan berita yang akurat dan independen.

Ketua Panitia Kegiatan Norasima mengatakan, kegiatan pelatihan literasi wartawan desa digelar di dua Desa, yakni di Desa Tanjung Karang, Sebatik induk dan di Desa Sei Nyamuk, Sebatik Timur.

“Kami menggandeng pihak desa, mengajak perangkatnya belajar literasi wartawan desa. Sesuai tema penguatan literasi dan kemandirian informasi, mereka diajarkan bagaimana mengolah informasi kemudian menjadi berita yang nantinya menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas,” ujar Norasima.

Norasima juga menegaskan, kegiatan pelatihan tersebut nantinya juga akan digelar di berkelanjutan di desa-desa lainnya, tentunya dengan skema yang sama. Sebatik yang wilayahnya masih notabene dengan desa, pihak desa tentu harus memberikan informasi terupdate desanya, karena desa adalah tidak akan lepas dari informasi penting seperti program dan kebijakan pemerintah yang perlunya disosialisasikan kepada masyarakat.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Nunukan, Taslee mengatakan, PWI Nunukan siap mendukung perangkat desa dengan pelatihan literasi kewartawanan tersebut. Disisi lain, perangkat desa nantinya bisa menjadi perpanjangan tangan pewarta di Nunukan dalam menyajikan informasi desa khususnya desa desa di Sebatik.

“Disatu sisi, pelatihan ini juga penting dalam memberikan keterampilan para perangkat desa, supaya bisa menyajikan informasi yang baik dan benar dalam bentuk berita,” kata Taslee.

Diharapkan pula, usai pelatihan nantinya, tetap ada leader desa yang bisa terus berkomunikasi dengan PWI Nunukan, karena sejatinya tujuan daripada pelatihan tersebut, pihak desa nantinya bisa lebih mandiri dan edukatif dalam memberikan informasi terkait desanya, kemudian bisa diteruskan ke PWI Nunukan untuk lebih bisa disajikan kepada masyarakat luas.

“Tidak menutup kemungkinan nantinya ada pihak desa yang dapat direkrut oleh PWI Nunukan, khususnya untuk masyarakatnya Sebatik yang mungkin ingin menjadi wartawan, kami sangat terbuka untuk pembekalan basic, jadi silahkan bangun komunikasi yang baik dan kami sangat welcome,” beber Taslee.

(tim)