Gubernur Terima LHP BPK Terkait Pengelolaan Lingkungan dan Pertambangan

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Kepatuhan Semester II Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltara, Senin (26/1).

Laporan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Kaltara, Dwi Sabardiana, S.E., M.A., CFrA, CSFA, ERMCP kepada Gubernur Kaltara dan Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., di Kantor BPK Perwakilan Kaltara.

LHP ini membahas pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan dalam kegiatan usaha pertambangan.

Gubernur Zainal mengapresiasi pemeriksaan BPK yang dilakukan secara profesional dan objektif. Menurutnya, laporan ini sangat penting agar pengelolaan sumber daya alam di Kaltara dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai aturan.

“Pembangunan ekonomi, khususnya sektor pertambangan tidak boleh mengabaikan perlindungan lingkungan dan kelestarian hutan,” kata Zainal.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltara telah menyiapkan sejumlah langkah antara lain meningkatkan koordinasi antar OPD terkait, memperkuat pengawasan sejak tahap perizinan hingga pasca tambang.

Serta menyusun peraturan daerah (Perda) tentang Baku Mutu Lingkungan, serta menindak tegas pelaku usaha yang melanggar aturan.

“Rencana tindak lanjut ini kami target terlaksana pada Februari 2026 dan Perda Baki mutu lingkungan pada semester II tahun 2026,” tegas Zainal.

Zainal berharap sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, lembaga pengawas, aparat penegak hukum dan pelaku usaha pertambangan.

“Rekomendasi BPK akan kami tindak lanjuti secara serius dengan bukti dokumen dan laporan monitoring, sebagai tanggung jawab bersama kepada masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Kaltara Dwi Sabardiana mengatakan Kaltara memiliki peran penting secara ekologis dan ekonomis. Namun, kegiatan pertambangan juga memiliki risiko besar terhadap lingkungan, termasuk kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

“Oleh karena itu, pemeriksaan pengelolaan lingkungan dan pertambangan menjadi prioritas BPK agar kegiatan usaha tetap patuh pada aturan dan prinsip kehati-hatian,” tegas Dwi.

Turut mendampingi Gubernur Kaltara di antaranya Inspektur Inspektorat Daerah Kaltara Yuniar Aspiati, S.E., M.AP., CGCAE., Kepala DPMPTSP Kaltara Ferry Ferdinand Bohoh, ST., M.T., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Hairul Anwar, S.Hut., M.AP dan perwakilan Dinas ESDM Kaltara.

(dkisp)

Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 Resmi Dibuka

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri membuka secara resmi kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Nunukan Hermanus, Ketua DPRD Kab. Nunukan Hj. Leppa, Anggota DPRD Kab. Nunukan, Kepala OPD Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Camat Se-Kabupaten Nunukan, PImpinan Instansi Vertikal.

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Lantai V Kantor Bupati ini bertujuan sebagai forum diskusi dan urun rembuk antar pemangku kepentingan Pembangunan di Kabupaten Nunukan.

Selain itu, untuk menjaring aspirasi dan harapan para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran Pembangunan pada tahun 2027. Merumuskan masukan dan saran sebagai bahan penyempurnaan Rencana Awal RKPD Kabupaten Nunukan Tahun 2027, dan menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan kebutuhan riil masyarakat di wilayah perbatasan.

“Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nunukan Tahun 2027 diarahkan selaras dengan visi dan misi terutama 17 arah baru perubahan yang menjadi program prioritas kepala daerah dan program strategis nasional (Asta Cita Pro ASN) dan telaah pokok-pokok pikiran DPRD sehingga dalam Pelaksanaannya dapat mengkomodir kepentingan daerah dan kepentinga pusat,” ungkap Bupati Irwan dalam sambutannya.

H. Irwan juga menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja program Pembangunan harus ada Kerjasama lintas sektor sehingga program yang akan dilakukan ditahun 2027 bisa lebih focus dan selaras antar Kabupaten, Provinsi, dan Nasional.

Selain itu, H. Irwan juga berharap agar kita semua tetap bisa beradaptasi dengan setiap kebijakan yang akan diambil. Terutama di Tahun 2027 Pemerintah Daerah harus siaga dengan Keputusan pemerintah pusat.

“Hal ini menjadi tantangan semua pemerintah daerah untuk lebih adaptif dalam penyusunan perencanaan, harus dilakukan secara maksimal guna menghasilkan perencanaan Pembangunan yang langsung berdampak pada kesejahteraan Masyarakat,” pungkasnya.

H. Irwan juga memyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran perangkat daerah yang telah bisa meraih prestasi di tahun 2025. Beberapa penghargaan yang sudah diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan, diantaranya penghargaan keterbukaan Informasi Publik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan penilaian peringkat 1 informatif. Kemudian prestasi indeks pelayanan publik tahun 2025 dengan meraih predikat A-. Indeks pelayanan publik tahun 2025 ini adalah yang tertinggi dalam sejarah Kabupaten Nunukan. Kemeterian Hukum RI juga memberikan Predikat Indeks Reformasi Hukum Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan Nilai 96,10 kategori Istimewa.

(PROKOMPIM)

Jadi Pembina Upacara, Sekprov berikan Motivasi para Pelajar SMK Negeri 1 Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Denny Harianto, S.E, M.M., menjadi Pembina Upacara pada pelaksanaan Upacara Bendera berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Selor, Senin (26/1) pagi.

Di hadapan siswa dan siswa yang hadir dalam upacara tersebut, Sekprov Denny memberikan motivasi dan semangat kepada pelajar untuk selalu bersemangat dalam mencari dan menerima ilmu yang diajarkan oleh guru-guru di sekolah.

Sekprov Denny menyampaikan bahwa mimpi dan kesuksesan dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari halaman sekolah kejuruan.

“Kesuksesan itu tidak datang secara tiba-tiba, semuanya berproses. Seperti membangun bangunan, fondasi harus kuat. Fondasi itu adalah kebiasaan baik yang dibangun setiap hari,” kata Sekprov.

Ia juga mengenang masa sekolahnya yang penuh cerita dan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga saat ini.

Menurutnya, kunci utama meraih kesuksesan adalah disiplin dan karakter yang baik. Ilmu setinggi apa pun tidak akan berarti tanpa sikap dan akhlak yang baik.

“Datang tepat waktu, menghormati guru, jujur, bertanggung jawab dan tidak mudah menyerah adalah bekal penting, baik di sekolah maupun di dunia kerja,” jelasnya.

Selain itu, Denny menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar. Ia mengingatkan bahwa dunia kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi dan tuntutan keterampilan yang semakin tinggi.

“Jangan pernah merasa cukup. Terus belajar, berlatih, dan berani mencoba hal-hal baru,” pesannya.

Dia juga meminta para siswa untuk percaya diri dan bangga bersekolah di SMK. Banyak orang sukses yang berasal dari sekolah kejuruan dan latar belakang sederhana. “Jangan rendah diri. Dari SMK pun kalian bisa sukses,” ujarnya.

Denny berharap para pelajar SMK dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan, khususnya di Kaltara serta menjauhi narkoba karena dapat merusak masa depan.

“Masa depan ditentukan oleh kesiapan dan ketekunan, bukan kecepatan,” tegasnya.

Dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Denny menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen mendukung putra-putri daerah yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah. Dukungan itu berupa penyediaan asrama mahasiswa di Malang, Makassar, Yogyakarta dan Sumbawa.

“Semua orang ingin sukses, tetapi yang membedakan adalah tekad untuk benar-benar mencapainya,” pungkasnya.

(dkisp)


Hadiri Mubes VII PDKT, Wagub Ajak Masyarakat Dayak Jaga Persatuan dan Dukung Pembangunan

NUSANTARA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) yang dirangkaikan Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, digelar di Gedung Kemenko 3, Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (24/1) malam.

Di kesempatan tersebut, Wagub Ingkong menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes dan perayaan Natal di IKN menjadi momen penting dan bersejarah.

“Mubes ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi dan pergantian kepemimpinan, tetapi juga sarana untuk memperkuat persatuan, jati diri, serta peran masyarakat Dayak dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional,” kata Wagub Ingkong.

Ia menegaskan bahwa kemajuan pembangunan tidak harus menghilangkan identitas budaya. Pembangunan modern, sebutnya dapat berjalan seiring dengan pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai luhur leluhur.

Ingkong menilai sinergi antar wilayah dan antar komunitas Dayak di Kalimantan sebagai kekuatan penting untuk mewujudkan Nusantara sebagai rumah bersama yang adil, inklusif, dan berbudaya.

Ia berharap melalui Mubes VII ini dapat lahir keputusan-keputusan yang bijaksana, kepemimpinan yang visioner, serta program kerja yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar budaya.

Di akhir sambutannya, Ingkong mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kedamaian melalui perayaan Natal dan Tahun Baru demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif.

“Selamat atas terselenggaranya Mubes VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur serta selamat Natal dan Tahun Baru bagi kita semua. Semoga damai dan sukacita Natal senantiasa menyertai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” tutupnya.

(dkisp)

Maknai Isra Mikraj, Polres Wajo Ajak Personel Menjadikan Shalat sebagai Kompas Moral Pengabdian

WAJO — Kepolisian Resor (Polres) Wajo memperingati Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan penuh kekhusyukan di Masjid At-Taqwa Polres Wajo, Kamis (22/1/2026).

Peringatan Isra Mikraj yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut menjadi momentum spiritual bagi jajaran Polres Wajo untuk merenungi kembali perjalanan agung Rasulullah SAW, sekaligus meneguhkan keimanan dan ketakwaan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

Kegiatan keagamaan ini dihadiri Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K., Ketua Bhayangkari Cabang Wajo Ny. Anita Rosid, Wakapolres Wajo Kompol H. Andi Syamsulipu, S.Sos., M.H., para pejabat utama Polres Wajo, para Kapolsek jajaran, pengurus Bhayangkari, serta personel dan PNS Polres Wajo.

Dalam tausiah yang disampaikan, jamaah diajak memahami makna mendalam Isra Mikraj sebagai perjalanan ruhani Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan perintah shalat lima waktu, sebagai tiang agama dan sarana penyucian jiwa. Shalat, ditegaskan, bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sumber pembentuk akhlak, disiplin, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj harus menjadi pedoman hidup bagi setiap personel Polri.

“Shalat yang khusyuk akan melahirkan kejujuran, kesabaran, dan kepekaan sosial. Inilah modal utama bagi anggota Polri dalam melaksanakan tugas secara profesional, humanis, serta penuh empati kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Tema peringatan tahun ini, “Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial”, dinilai selaras dengan semangat Polri yang tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan kemanusiaan.

Melalui peringatan ini, seluruh personel Polres Wajo diajak untuk menjadikan ketakwaan sebagai kompas moral, sehingga setiap tindakan dan keputusan yang diambil senantiasa berlandaskan nilai keadilan, keikhlasan, dan pengabdian.

Kasi Humas Polres Wajo IPTU Kaomi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Isra Mikraj merupakan bagian dari pembinaan rohani dan mental guna membentuk karakter personel Polri yang beriman, berakhlak mulia, serta peka terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, diharapkan personel Polres Wajo mampu menjadi teladan, menjaga amanah, serta hadir membawa rasa aman dan ketenteraman bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutup IPTU Kaomi.

*KASIHUMAS POLRES WAJO/VettyRilla