Gubernur hadiri Doa Bersama MPI, Harapkan Pemulihan Aceh dan Sumatera

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri kegiatan “Doa Bersama untuk Sumatera, Doa untuk Indonesia”, diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Matahari Pagi Indonesia (MPI), berlangsung di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta, Jumat (9/1).

Doa Bersama berlangsung hikmat dihadiri oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI) sekaligus Ketua Pengurus Besar MPI, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.Ak., M.PKP., Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M., tokoh dan pimpinan organisasi keagamaan, pengurus MPI dari berbagai daerah serta masyarakat.

Pelaksanaan Doa Bersama dipimpin langsung oleh perwakilan enam pemuka agama, Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha serta Konghucu secara berurutan.

Kegiatan ini menjadi momentum spiritual untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan Indonesia, khususnya bagi wilayah Sumatera dan Aceh yang menjadi fokus utama doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah bencana alam yang melanda sejumlah daerah, khususnya di Aceh dan Sumatera.

“Malam ini kita berkumpul untuk memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, agar saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Zainal mengajak seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan gotong royong, serta turut berpartisipasi dalam pemberian bantuan sebagai bentuk solidaritas bagi para korban bencana Sumatera.

Dikatakannya bahwa bantuan tersebut tidak hanya dalam bentuk materil namun dalam kesempatan saling mendoakan yang menjaga harapan para korban.

“Saya berharap melalui doa bersama yang dilakukan secara serentak dan penuh keikhlasan, para korban bencana diberikan kekuatan, serta bangsa Indonesia mampu mengambil hikmah dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai cobaan ke depan.

“Semoga di balik musibah ini, akan muncul kekuatan dan keteguhan bagi kita semua sebagai bangsa,” ujarnya.

Terakhir, Zainal menyampaikan apresiasi atas inisiatif PB MPI yang telah menyelenggarakan doa bersama lintas elemen masyarakat. Menurutnya kegiatan ini sebagai upaya mempererat persatuan serta memperkuat nilai kemanusiaan dan keagamaan di tengah musibah.

“Kita diberikan kemuliaan untuk bersatu, merapatkan barisan, dan mendoakan saudara-saudara kita. Semoga di balik musibah ini akan muncul kekuatan dan hikmah bagi kita semua,” tutupnya.

(dkisp)


Rakor bersama Menteri PPPA, Wagub Tegaskan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak di Kaltara

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berkomitmen mendukung kebijakan dan program nasional di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si., digelar di Swissbell Hotel Tarakan, Jumat (9/1).

Wagub Ingkong menyambut baik kedatangan Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi yang juga sekaligus menjadi narasumber rakor ini.

“Kehadiran ibu menteri beserta jajaran merupakan suatu kehormatan sekaligus bukti nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap penguatan pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, khususnya di Provinsi Kaltara,” kata Wagub Ingkong.

Ingkong menegaskan bahwa komitmen ini diwujudkan melalui penguatan regulasi, perencanaan dan penganggaran yang responsif gender dan ramah anak, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan.

“Kami meyakini melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusta, pemerintah daerah dan organisasi perempuan, berbagai tantangan di bidang pemberdayaan perempuan dan anak dapat dihadapi secara bersama-sama dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui rakor ini, Ingkong berharap terbangun kesamaan persepsi, komitmen serta langkah-langkah nyata dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi.

Dalam forum ini, Arifah Fauzi turut menyoroti pentingnya percepatan pembentukan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di seluruh kabupaten/kota.

“UPTD menjadi salah satu strategi yang tepat untuk penguatan transformasi Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak menjadi Ruang Bersama Indonesia (RBI),” ujarnya

RBI diharapkan dapat menjadi wadah kolaboratif lintas sektor untuk menekan angka kekerasan, memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.

Hadir mendampingi Wagub Kaltara, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga Setdaprov Kaltara Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P., seluruh jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltara dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara.

(dkisp)

Pemprov Teken Kerjasama Kementerian PPPA, Perkuat Sinergi Program Perlindungan Perempuan dan Anak

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyambut kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si., di VIP Room Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kamis (8/1).

Kedatangan Menteri PPPA Arifah Fauzi disambut hangat dengan prosesi adat daerah khas Bulungan yakni tarian Tepung Tawar. Tradisi ini biasa digunakan untuk menyambut tamu kehormatan yang memiliki makna doa keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri PPPA Arifah Fauzi dengan Gubernur Zainal.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Zainal menyatakan dukungan penuh terhadap program-program prioritas Kementerian PPPA.

“Kami sangat berharap kehadiran Menteri PPPA dapat menghasilkan langkah konkret dan sinergis dalam mengembangkan strategi yang komprehensif untuk menjawab berbagai persoalan di daerah,” kata Gubernur Zainal.

Zainal mengatakan perlunya diterapkan pendekatan inovatif agar perempuan, anak dan kelompok inklusi menjadi bagian penting dalam pembangunan.

“Kami mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menggerakkan OPD serta melibatkan semua lapisan masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan, memastikan ruang yang aman bagi perempuan dan anak, serta mendukung program nasional pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” tegasnya.

Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mempercepat pelaksanaan program-program strategis di seluruh wilayah Kaltara demi mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif serta ramah perempuan dan peduli anak.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan plakat dan cendera mata dari Gubernur Kaltara kepada Menteri PPPA. Sebaliknya, Menteri PPPA turut menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Kaltara.

(dkisp)

Pemprov gelar Kick Off Vaksinasi Dengeu Perdana di Kabupaten Bulungan, sasar Siswa SD

BULUNGAN – Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setda Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., membuka secara resmi program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) perdana bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bulungan

Kick off vaksinasi dengeu ini dilaksanakan pada Kamis (8/1), pukul 09.00 WITA hingga selesai, di MI Salafiyah Syafiiyah, Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan.

Mewakili Gubernur Kaltara, Robby menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan aktif sehingga kick off pelaksanaan vaksinasi DBD ini dapat terlaksana dengan baik, tertib dan lancar.

“Kick Off Vaksinasi DBD hari ini merupakan pilot project di Kabupaten Bulungan, sekaligus wujud kesiapan daerah dalam mengadopsi inovasi pencegahan DBD,” kata Robby.

Berdasarkan data tahun 2024, tercatat sebanyak 1.346 kasus DBD di Kaltara dengan 8 kasus di antaranya meninggal dunia. Dan menjadi perhatian bersama hampir 46,81 persen kasus terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun yaitu usia anak sekolah.

“Kabupaten Bulungan merupakan salah satu wilayah dengan kasus dengue yang cukup tinggi,” ujarnya.

Risiko penularan penyakit ini juga terus meningkat seiring dengan perubahan iklim, kepadatan penduduk, serta mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, ini menuntut langkah pencegahan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen kuat untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyakit menular serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD.

“Salah satu upaya strategis yang kita lakukan hari ini adalah melalui pelaksanaan vaksinasi dengue sebagai bagian dari strategi nasional penanggulangan dengue,” tegas Robby.

Robby menjelaskan vaksinasi ini tidak menggantikan, melainkan melengkapi upaya PSN 3M-Plus (Program Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk mencegah DBD yang mencakup Menguras, Menutup, Mendaur Ulang), sehingga pencegahan DBD dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan efektif.

Lanjutnya, ia menyebutkan sasaran vaksinasi DBD ini adalah anak sekolah kelas 3, 4, 6 dan 7. Didasarkan pertimbangan penting yang pertama, kelompok usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi dengue.

Lalu kedua, aktivitas anak yang tinggi di lingkungan sekolah dan rumah meningkatkan risiko paparan gigitan nyamuk serta yang ketiga, sekolah menjadi lokasi yang strategis untuk menjangkau secara merata dan terorganisir.

“Dengan memberikan perlindungan sejak usia sekolah, kita berharap dapat menekan kejadian DBD di masa mendatang dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif,” ucapnya.

Robby berharap melalui program vaksinasi dengeu ini dapat memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak sekolah dan secara bertahap menurunkan bebas kasus DBD di Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kaltara secara keseluruhan.

“Saya mengajak masyarakat untuk tetap konsisten menjalankan PSN 3M Plus di lingkungan masing-masing, karena pencegahan DBD adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

(dkisp)

Gubernur Dorong Semangat Olahraga dan Kebersamaan lewat Turnamen Sepak Bola Mini

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum turut ambil bagian dalam Turnamen Trofeo Sepak Bola Mini, digelar di Lapangan Aryyaguna KM 4, Tanjung Selor, Rabu (7/1).

Berpartisipasinya Gubernur Kaltara dalam ajang turnamen sepak bola mini ini dalam upaya mempererat hubungan antar warga, membangun semangat kebersamaan dan sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga.

Turnamen trofeo sepak bola mini tersebut diikuti sebanyak 6 tim yang terdiri dari Rujab FC, KNPI Kabupaten Bulungan, DPD RI, Kawalan Ewako, Setda Kabupaten Bulungan dan BKD Kaltara.

Di kesempatan itu, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Perwakilan Kaltara, Herman, S.H., yang menginisiasi dilaksanakannya turnamen fun match turnamen trafeo sepak bola mini.

Ia mengatakan bahwa turnamen ini memberikan dampak positif yang cukup besar dalam membangun kebersamaan, persatuan dan kekompakan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Saya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan olahraga sekaligus memperkuat persatuan di Kaltara,” kata Zainal.

Zainal selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asian Mini Football Confederation (AMFC) menegaskan komitmen dan dukungannya terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepak bola mini di Bumi Benuanta.

Turnamen trofeo sepak bola mini ini ditutup dengan partai final yang dimenangkan oleh tim Setda Kabupaten Bulungan dari Rujab FC dengan skor akhir 4-3.

(dkisp)