Bunda PAUD Nunukan Tekankan Usia Dini Adalah Masa Emas Pembentukan Karakter
NUNUKAN – Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Nunukan Andi Annisa Muthia Irwan Sabri menegaskan pendidikan usia dini adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia berkualitas. Hal ini disampaikannya dalam acara Lepas Kenang dan Pentas Seni PAUD Se-Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan Tahun Ajaran 2025/2026 yang dilaksanakan di Gedung Amalia, Senin (08/06/2026).
“Pendidikan yang kita berikan saat ini tidak hanya soal kecerdasan otak, tetapi lebih dari itu adalah pembentukan karakter, akhlak, kreativitas, dan keterampilan bersosial. Inilah bekal utama mereka menjadi pemimpin, tenaga profesional, dan pembangun daerah di masa depan,” tegas Andi Annisa dalam sambutannya.
Ia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendidik yang bekerja dengan kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang. Perjuangan guru PAUD yang tidak mudah menjadi dasar langkahnya memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik.
“Tahun lalu saat kegiatan berbagi di bulan Ramadan, saya melihat langsung kondisi guru kita, terutama ibu-ibu yang berjuang sendirian menghidupi keluarga namun rumahnya tidak layak huni. Saya sampaikan ke Bupati dan memohon kuota 10 rumah. Berkat kebijaksanaan Bupati, jumlah itu ditambah menjadi 20 unit. Begitu juga dengan insentif, kami perjuangkan agar ada peningkatan drastis demi penghargaan atas kerja keras mereka,” ungkapnya haru.
Andi Annisa menjelaskan perbedaan insentif SMA dan S1 sengaja dibuat untuk memotivasi pendidik meningkatkan kualifikasi. “Kami berikan beasiswa dan kami bedakan insentifnya, tujuannya satu: agar bapak ibu guru mau melanjutkan sekolah. Percuma kami berjuang jika kualitas pendidikan tidak naik. Saya mengerti di daerah seperti Kerayan biaya hidup tinggi, namun kami harus menjaga keadilan bagi seluruh tenaga pendidik di Nunukan,” jelasnya.
Kepada orang tua, ia berpesan agar tidak terburu-buru memasukkan anak ke SD hanya karena usia. Kesiapan emosional, kematangan mental, dan kemampuan bersosialisasi jauh lebih utama dibanding kemampuan akademik semata.
“Jangan dipaksakan dan jangan diburu-buru. Kita tidak sedang mengejar waktu, tapi menyiapkan masa depan anak. Jika mereka masuk SD belum siap, dikhawatirkan timbul masalah yang tidak kita inginkan. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama sekolah dan keluarga. Sinergi inilah kunci keberhasilan,” pesannya tegas.
Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat berinvestasi pada pendidikan anak usia dini.
“Anak-anak yang ceria hari ini adalah aset terbesar bangsa. Tugas kita memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Selamat melangkah ke jenjang berikutnya, jadilah anak yang membanggakan keluarga, daerah, dan negara,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah.
Acara pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak penting yang menunjukkan Kabupaten Nunukan serius menyiapkan generasi emas Indonesia, dimulai dari langkah paling awal dan paling mendasar: pendidikan anak usia dini yang berkualitas, manusiawi, dan penuh kasih sayang.
(Padli/admin)
