Training Center (TC) Khafilah STQH I dan MTQ Mualaf V Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2025 Resmi Di Buka

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan,Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kab. Nunukan H. Khairil hadir dan membuka secara resmi Acara Training Center (TC) Khafilah STQH I dan MTQ Mualaf V Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2025. Selasa (1/7/2025). 

Acara yang dilaksanakan di Mess BKPSDM Nunukan ini diikuti khafilah dari Kecamatan Se-Kabupaten Nunukan, dengan jumlah peserta 32 orang Khafilah STQ dan 12 orang Khafilah MTQ Mualaf.

“Training Center ini bertujuan untuk mengasah kemampuan teknis, dan menggembleng moral para calon peserta supaya mereka nanti datang ke arena lomba dengan bekal dan persiapan yang matang, mental yang lebih kuat, sehingga akhirnya mampu meraih prestasi yang maksimal,” ungkap Bupati yang disampaikan Kabag Kesra dalam Sambutannya.

Bupati juga menyampaikan bahwa STQ kali ini adalah yang pertama kalinya dilaksanakan di tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

“Tentu saja ini menjadi sebuah tantangan tersendiri, karena kita belum tahu seperti apa pola pertandingannya, serta bagaimana peta persaingannya nanti,”ujarnya.

Bupati berharap agar peserta Kabupaten Nunukan tetap optimis dan mampu meraih hasil yang memuaskan nantinya.

Selanjutnya, Bupati juga berharap kepada peserta MTQ Mualaf Ke – V pada tahun ini, agar mampu mempertahankan predikat juara umum yang sudah mampu kita raih pada tahun 2024 lalu.

Sementara itu, Ketua Panitia Ustadz Zahri Fadli menyampaikan akan terus memberikan motivasi dan semangat bagi peserta untuk bisa tampil maksimal.

“Untuk Training Center ini akan berlangsung selama 13 hari, yang dimulai pada hari ini tanggal 1 juli dan berakhir di tanggal 13 juli. Untuk pelaksanaan lombanya InsyaAllah akan dilaksanakan di GOR Dwikora Nunukan,” ungkapnya.

Ustadz Zahri Berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan kegiatan ini, karena tahun ini kita bukan saja sebagai tuan rumah tapi harapannya kepada peserta Nunukan minimal bisa naik peringkat , dari tahun lalu peringkat 4 agar bisa naik menjadi peringkat 3 ataupun 1.

Untuk STQH, cabang yang di lombakan terdiri dari Cabang Tilawah, Cabang Tahfidz, Cabang Tafsir Bahasa Arab, Cabang Hafalan Hadits 100 Bersanad dan Hafalan Hadits 500 tanpa Bersanad, terakhir Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadits (KTIH).

Sedangkan untuk MTQ Mualaf, Cabang yang di lombakan terdiri dari Cabang Lomba Adzan, Cabang Lomba Shalat, Cabang Lomba Tilawah, Cabang Lomba Tahfidz, Cabang Lomba Fahmil, dan Cabang Lomba Kaligrafi.

Acara pembukaan Training Center Bagi Khafilah Kab. Nunukan ini juga dihadiri, Kementerian Agama Kab. Nunukan, Camat Nunukan, Camat Nunukan Selatan, para Pembimbing dan pendamping peserta.

(PROKOMPIM)

Sat Samapta Polres Wajo Perkuat Pengamanan di Sejumlah Bank

WAJO_ Personel Satuan Samapta Polres Wajo terus menunjukkan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan melaksanakan pengamanan di sejumlah objek vital, termasuk perbankan di Kabupaten Wajo.

Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan secara rutin oleh Unit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) di beberapa bank strategis, seperti Bank BRI Cabang Sengkang, Bank BNI Cabang Sengkang, dan Bank Sulselbar. Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Anggota yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain AIPDA Muh. Nashir, BRIPDA Muadz Anugrah, BRIGPOL Andi Ishak, dan BRIPDA Wahyu Ramdana. Mereka berjaga setiap hari kerja dan aktif memberikan imbauan kepada pegawai maupun nasabah agar tetap waspada dalam menjalankan aktivitas.

“Nasabah di Bank BRI, BNI, dan Sulselbar cukup ramai. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami bersama petugas keamanan bank senantiasa mengingatkan seluruh karyawan dan nasabah agar tetap berhati-hati,” ujar AIPDA Muh. Nashir.

Kasat Samapta Polres Wajo, AKP Maering, turut menegaskan bahwa kehadiran personel Polri dalam giat pengamanan ini merupakan upaya konkret untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Giat pengamanan ini merupakan bagian dari tugas kami untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kehadiran Polri,” pungkasnya.

**Kasi Humas Polres Wajo** / Vetty Rilla

Dedikasi dan Penguatan Sinergi Untuk Masyarakat, Kapolres Nunukan Melaksanakan Syukuran HUT Bhayangkara ke-79

NUNUKAN – Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K.,menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekedar seremoni, melainkan momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang Polri sekaligus menatap masa depan dengan penuh optimisme.

Ini yang disampaikan dalam sambutannya saat Syukuran HUT Bhayangkara ke 79, di Mako Polres Nunukan, Selasa (01/07/2025).

Kapolres mengungkapkan HUT Bhayangkara yang ke-79 tahun 2025 ini mengangkat tema “Polri Untuk Masyarakat”.

“Artinya Polri menyatakan diri bahwa segala dedikasi polri, pelaksanaan tugas polri semua didedikasikan untuk masyarakat, tugas fungsi polri dalam penegakan hukum, memberikan perlindungan,pengayoman dan dan pelayanan kepada masyarakat dan mewujudkan kamtibmas yang semuanya berfokus kepada masyarakat.”ungkapnya

AKBP Bonifasius juga mengatakan bahwa selama 79 tahun pengabdian, Polri telah mengalami berbagai tantangan zaman, perubahan sosial, hingga dinamika masyarakat yang terus berkembang. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah adalah jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Kami hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tapi juga sebagai mitra kemanusiaan. Polri harus menjadi sosok yang menenangkan, bukan menakutkan; mendekatkan, bukan menjauhkan,” ujar Kapolres.

Ia juga menegaskan komitmen Polri, khususnya di wilayah Kalimantan Utara, untuk terus melayani dengan hati dan membantu masyarakat dengan kasih. Pelayanan Polri menurutnya bukan sekadar formalitas, tetapi harus berlandaskan empati dan ketulusan.

“Memberikan bantuan dengan kasih berarti hadir tanpa pamrih, menjadi sahabat saat genting, dan menjadi penguat saat masyarakat dalam kesulitan,” tambahnya.

AKBP Bonifasius mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kalimantan Utara sebagai rumah besar yang menaungi seluruh suku, agama, adat, dan budaya. Ia juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi hasil dari sinergi dan solidaritas seluruh warga.

Menghadapi berbagai tantangan ke depan, seperti digitalisasi, dinamika politik, bencana alam, hingga ancaman radikalisme dan kejahatan transnasional, Kapolres menyampaikan optimismenya bahwa Polri akan mampu menghadapinya dengan cerdas, cepat, dan tepat sasaran. Ia pun menyadari bahwa Polri masih memiliki kekurangan dan tidak luput dari kesalahan.

“Dengan rendah hati kami memohon maaf atas hal-hal yang belum bisa kami penuhi. Kami terbuka menerima kritik dan saran untuk terus memperbaiki diri,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, legislatif, hingga seluruh masyarakat Kalimantan Utara, atas kerja sama dan dukungannya demi menjaga stabilitas wilayah.

Terakhir Kapolres Nunukan berpesan khususnya kepada Satuan Polres Nunukan. “Tentunya berharap kepada personil Polres Nunukan untuk kedepannya kita melangkah dengan melihat kepada tema tahun ini” Polri Untuk Masyarakat “agar kita bisa berkaca kembali pada diri kita sendiri karena kita juga berasal dari masyarakat,sehingga dalam pelaksanaan tugas kita maksimal memberikan yang terbaik untuk masyarakat. “Pungkasnya

Neni/mery

Polres Nunukan Musnahkan 11,5 kg Sabu,Disaksikan 10 Tersangka

NUNUKAN – Polres Nunukan melakukan Pemusnahan barang bukti Narkotika dari kasus tindak pidana Narkotika yang terjadi diwilayah Hukum Polres periode bulan April hingga Juni 2025.

Pemusnahan digelar di Aula Sebatik Polres Nunukan dan disaksikan langsung oleh sejumlah pihak terkait serta para tersangka sebagai bentuk transparansi penegakan hukum. Selasa(1 juli 2025) Usai pelaksanaan upacara HUT BHAYANGKARA ke-79.

Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas menyampaikan bahwa barang bukti tersebut merupakan hasil penanganan dari 8 (delapan)laporan polisi dengan total 10 (sepuluh) tersangka yang saat ini telah diamankan.Dan dari jumlah tersebut ada 9 (sembilan) orang laki-laki dan 1 (satu) orang perempuan.

“Para pelaku diduga terlibat aktif dalam jaringan mendistribusikan narkotika lintas negara dan memanfaatkan celah-celah di daerah wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia”.Terang Kalpores Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas,S.I.K., yang memimpin kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut.

Kapolres Nunukan didampingi sejumlah pejabat dan instansi vertikal diantaranya Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, S.T., M. Tr. Opsla, Dandim 0911/Nunukan Letkol inf Albert Frantesca Hutagalung, Kepala BNNK Nunukan Anton Suriyadi Siagian, S. H., M. H., Dansatgas Pamtas Yonarmed 11/Kostrad Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, dan Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Fatoni Hatam S.H., M.H.

Bonifasius menjelaskan,dari kasus 8 laporan polisi total jumlah barang bukti yang dimusnahkan yaitu jumlah total (bruto) Sabu 11.956,94 (sebelas ribu sembilan ratus lima puluh enam koma sembilan puluh empat) gram/11 kg dan Liquid sebanyak 2 botol dengan berat bruto keseluruhan 40ml/gram.Dan jumlah total (netto) Sabu 11.547,82 (sebelas ribu lima ratus empat puluh tujuh koma delapan puluh dua)gram/11,5kg dan liquid sebanyak 2 botol dengan berat netto keseluruhan 41,89ml/gram.

Selanjutnya dari barang bukti tersebut disisihkan sabu 1,9 gram dan liquid 2ml/gram untuk pembuktian pengadilan,lalu disisihkan sabu 1,9gram dan liquid 2ml/gram untuk pemeriksaan labtor.Sisanya 11.544,02 gram sabu dan liquid 37,89ml/gram di musnahkan.

“Pemusnahan ini adalah bentuk tegas komitmen kami dalam memerangi dan memberantas peredaran gelap narkotika terutama di wilayah perbatasan.Hasil kerja keras bersama seluruh pihak TNI, BNN,Kejaksaan dan juga masyarakat.”ujar AKBP Bonifasius

Pemusnahan dilakukan sesuai dengan prosedur dengan melarutkan sabu kedalam air dan membuangnya ditempat khusus agar memastikan tidak disalahgunakan kembali. Dan cairan narkotika lainnya juga dimusnahkan dengan cara yang sama.

Kapolres mengatakan peredaran narkotika diperbatasan Kabupaten Nunukan masih cukup tinggi dan seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dalam memutuskan jaringan pengedar narkotika. Terlebih diwilayah Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasan yang sangat rawan menjadi pintu masuk bagi aksi-aksi penyeludupan dari negara lain.

“Untuk itu saya minta sinergitas yang sudah terbangun antara aparat keamanan TNI/Polri dan instansi terkait lainnya terus meningkatkan pengawasan diperbatasan. ” Tuturnya

Bonifasius juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berperan aktif memberikan informasi yang berkaitan dengan narkoba,yaitu dengan melaporkan segala aktivitas yang mencurigakan dilingkungan masing-masing.

“Bahwa diperlukan sinergi dengan masyarakat sebagai telinga dan mata kami dilapangan karena untuk berperang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat saja, tetapi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk menjaga generasi muda dan masyarakat tentang bahayanya narkoba.”pungkasnya

Neni/mery

Polres Wajo Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Kapolres Bacakan Amanat Kapolda Sulsel

WAJO _ Polres Wajo melaksanakan upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Merdeka Sengkang Selasa 1 Juli 2025. Dalam suasana khidmat dan penuh semangat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K. membacakan amanat Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Drs. Rusdi Hartono, M.Si.

 

Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel menekankan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi dan evaluasi diri bagi seluruh jajaran Polri, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita dituntut untuk terus memperbaiki kekurangan, meningkatkan pelayanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” ujar AKBP Muhammad Rosid Ridho saat membacakan amanat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, sebagai pengingat bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban anggota Polri harus senantiasa berpijak pada kepentingan rakyat. Polri diharapkan hadir sebagai pelayan dan pengayom yang bekerja dengan hati nurani, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta bertindak profesional dan humanis.

Kapolres Wajo juga menyampaikan bahwa Polri saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari gangguan kamtibmas, kejahatan transnasional, hingga dampak perkembangan teknologi digital. Untuk itu, dibutuhkan personel yang adaptif, responsif, dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor.

“Marilah kita terus memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa, demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran Polda Sulawesi Selatan atas dedikasi dan pengabdian selama ini.

“Teruslah bekerja dengan tulus, ikhlas, dan bertanggung jawab. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan wujud pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutupnya.

Upacara turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Wajo, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Semangat kebersamaan yang tampak dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-79. Polri untuk Masyarakat, Menuju Indonesia Maju.

**Kasi Humas Polres Wajo** / Vetty Rilla