Audensi Pengurus Kwarda Kaltara dengan Bupati Nunukan

NUNUKAN – Kamis, 3 Juli 2025, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nunukan melaksanakan audensi dengan Bupati Nunukan terkait pelaksanaan Upacara Hari Pramuka Tingkat Provinsi Kalimantan Utara tanggal 14 Agustus 2025 mendatang yang dipusatkan di Kabupaten Nunukan.

Kwarda Kaltara diwakili Sekretaris Daerah Kak Taufik Hidayat didampingi Andalan Daerah Kak Kamaruddin dan Kak Arman, kemudian Kak Erma Fatimah, Ketua Dewan Kerja Daerah Kalimantan Utara serta Kak Kasmira dan Kak Ifani, staf Kwarda Kaltara.

Dari Kwarcab Gerakan Pramuka Nunukan, hadir Wakil Ketua Binamuda Kak H. Hermansyah, Wakil Ketua Bina Satuan dan Bela Negara Kak Hj. Najemawati, Kak Raden Iwan Kurniawan Wakil Ketua Sarana, Prasarana dan Usaha, Plt. Sekretaris Cabang Kak Sabri dan Bendahara Kak Hj. Masriah. Turut hadir Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Nunukan Kak Sriady Faisal, Ketua Kwarran Nunukan Selatan Kak Ismail dan Andalan Cabang Jam Ardiansyah Syam.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri menyambut baik dan mendukung Nunukan sebagai tuan rumah Hari Pramuka Tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Dan meminta kepada Kwarcab Nunukan untuk mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Kwarda Kaltara dalam hal perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Kaltara, Kak Taufik mengungkapkan bahwa kedatangan rombongan Kwarda Kaltara menyampaikan agenda pelaksanaan Hari Pramuka Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan. Hasil arahan dari Bupati Nunukan akan ditindaklanjuti dengan berkomunikasi dengan Kwarcab Nunukan untuk merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan Hari Pramuka Tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

(Prokompim)

Polsek Tempe Ukir Prestasi di Hari Bhayangkara ke-79: Raih Penghargaan Kebersihan Mako dan Ketahanan Pangan

WAJO – Puncak Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Polsek Tempe mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet dua penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut diraih dalam kategori Lomba Kebersihan Mako antar Polsek jajaran Polres Wajo, serta Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Kapolsek Tempe, AKP Candra Said Nur, SH., MH., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh jajaran. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, ini adalah buah dari sinergi seluruh personel Polsek Tempe. Semangat untuk terus berbenah dan memberikan kontribusi positif menjadi kunci keberhasilan ini. Penghargaan ini juga menjadi kado terindah dari Bapak Kapolres Wajo dalam momen peringatan Hari Bhayangkara ke-79,” ujar AKP Candra.

Pengakuan ini menjadi bukti bahwa Polsek Tempe terus bergerak maju dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Tak hanya fokus pada aspek keamanan, Polsek Tempe juga aktif mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan berbasis pekarangan.

Polsek Tempe berkomitmen untuk terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai humanis dalam rangka mewujudkan Polri yang presisi, melayani, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.

**Kasi Humas Polres Wajo**/Vetty Rilla

Satlantas Polres Wajo Laksanakan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas Pagi Hari di Kota Sengkang

WAJO _ Kamis, 03 Juli 2025 pukul 07.00 WITA, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wajo melaksanakan kegiatan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas pagi hari di sejumlah titik strategis dalam wilayah Kota Sengkang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat guna menciptakan kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada jam-jam sibuk saat warga memulai aktivitas.

Adapun titik-titik lokasi pengamanan dan pengaturan lalu lintas pagi hari meliputi:

1. Perempatan SD 2

2. Perempatan Jalan Masjid Raya – Jalan Amanagappa

3. Tugu BNI

4. Tugu Merkuri

5. Traffic Light (TL) Kejaksaan

6. Traffic Light (TL) Veteran

7. Tugu Pengadilan Lama

8. Perempatan Jalan Irian – Jalan Pahlawan

9. Gerbang SMA Negeri 7 Wajo

Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Riyanda Putra, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rutinitas personel Satlantas dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan serta mencegah potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

“Pengaturan arus lalu lintas di pagi hari ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan, terutama di titik-titik rawan kepadatan. Kami akan terus hadir untuk melayani masyarakat,” ujar AKP Riyanda.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan situasi arus lalu lintas terpantau aman, tertib, dan terkendali.

**Kasi Humas Polres Wajo**/Vetty Rilla

Danrem 092 Maharajalila Bersama Forkopimda Nunukan Tanam Mangrove di Desa Tanjung Aru

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE menyambut kunjungan kerja (Kunker) Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, S.E., M. Han dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Korem 092/Mrl PD VI/Mulawarman di PLBL Liem Hie Djung Nunukan. Rabu (02/07)

Acara penyambutan dan penanaman magrove tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD kabupaten Nunukan Hj.Rahma leppa dan Forkopimda kabupaten Nunukan, Forkopimcam Se-pulau Sebatik Camat Sebatik Timur, Tokoh adat dan Tokoh masyarakat.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk Penanaman Mangrove dalam rangka HUT ke -67 Kodam VI/Mulawarman di Desa Tanjung Aru RT. 01 Sebatik Timur.

Dalam sambutannya Bupati Nunukan Bupati Nunukan mengucapkan selamat datang kepada Danrem 092/Maharajalila beserta istri dan rombongan di Kabupaten Nunukan. dapat bertemu dan bersilaturahmi dalam kegiatan penanaman mangrove serentak memperingati hari ulang tahun ke -67 Kodam VI/mulawarman.

“Kami menyambut baik dengan diselenggarakan kegiatan penanaman mangrove ini, mudah-mudahan melalui momentum ini dapat menimbulkan kecintaan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah erosi, sebagai akibat pukulan ombak dan juga berperan dalam penambahan lahan pantai. yang ada di kabupaten Nunukan, khususnya di Desa Tanjung Aru, Sebatik.”ujar Bupati.

Bupati berharap melalui kegiatan penanaman mangrove ini menjadi langkah strategis dalam memberikan perhatian khusus pada lingkungan serta dapat mengoptimalkan hasil mangrove ini menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. dengan menanam, merawat dan menjaga mangrove yang ada di sepanjang pesisir pantai laut.

Lebih lanjut Bupati, berharap kehidupan dan perekonomian masyarakat di desa ini bisa terus berjalan dengan baik, mulus dan terarah, dan yang tak kalah pentingnya, dengan kegiatan penanaman mangrove ini.

” Kita juga bisa menjaga alam, lingkungan, ekosistem, mencegah erosi serta abrasi pantai yang akhir-akhir ini semakin parah di wilayah pantai pulau Sebatik”, tambahnya.

Terkait dengan persoalan abrasi pantai, akibat dari kerusakan ekosistem mangrove di kawasan pesisir pulau Sebatik merupakan isu teratas yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah, mengingat ancaman abrasi memiliki dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat.

“Salah satu dampaknya, terkait dengan batas negara, mengingat Sebatik sebagai wilayah perbatasan, karena kondisi tersebut diperburuk dengan mundurnya garis pantai serta mempengaruhi sumber daya alam pada zona ekonomi eksklusif (ZEE), mata pencaharian masyarakat, infrastruktur jalan, rumah masyarakat, fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.” Tambahnya.

Sebelum menutup sambutannya, Bupati H. Irwan mengajak semua pihak untuk bersinergi, saling bahu membahu, menjaga kelestarian hutan mangrove demi menjaga lingkungan dan menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNi Mohammad Sjahroni, S.E., M. Han dalam sambutannya mengucapkan terima kasih merasa senang dan bangga bisa berada di tengah-tengah masyarakat dan pemerintah daerah .

Danrem menyampaikan bahwa melihat kondisi Nunukan sangat baik dan sangat kondusif. Kerja sama sinergitas yang ada seluruh unsur TNI Polri, Pemda dan seluruh instansi dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang ada di wilayah Nunukan ini sangat terjalin dengan baik.

“Ini merupakan langkah awal ataupun kekuatan bagi kita dalam mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama di wilayah Nunukan. Perbatasan dengan Malaysia kita ketahui bersama bahwa hutan mangrove memiliki peranan penting dan sangat bermanfaatnya mangrove ataupun ekosistem ini dan juga untuk kedepannya hutan mangrove memiliki peran penting dan manfaat yang banyak sekali, baik secara langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir yaitu salah satunya berguna sebagai penahan pengikisan permukaan tanah akibat dari hempasan ombak laut”, tambahnya.

Lanjut dikatakan pemerintah secara aktif mencanangkan program seperti ini demi menjaga kelestarian lingkungan hidup untuk menyelamatkan bumi yang saat ini sudah banyak mengalami kerusakan dan pemanasan global akibat dari ulah manusia.

“Penanaman mangrove yang kita laksanakan hari ini bertujuan untuk melestarikan dan memulihkan kawasan hutan mangrove, dan juga untuk mengantisipasi perubahan iklim yang sedang terjadi di dunia untuk memitigasi perubahan sistem yang ada dengan harapan dapat mengurangi energi gelombang melindungi pantai dari abrasi menghambat intrusi air memperbaiki lingkungan pesisir dan juga memperbaiki habitat di lingkungan pantai sehingga akan berdampak pada meningkatnya produksi ikan dan produksi hasil laut lainnya.”ungkap Danrem.

Danrem berharap agar acara yang dilakukan hari ini dapat diikuti oleh segenap komponen bangsa di tempat lainnya semata-mata sebagai tanggung jawab moral agar kelestarian alam dan lingkungan tempat berpijak akan menjadi lebih baik dari hari ke hari.

(PROKOMPIM)

Rakerda IV GKII Daerah Tarakan Tana Tidung dan Nunukan (TATATINUN) Resmi Dibuka

NUNUKAN – Bupati Nunukan yang diwakili oleh Plt. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Yance Tambaru membuka secara resmi acara Rapat Kerja Daerah(RAKERDA) IV Gereja Kemah Injil (GKII) Daerah Tarakan,Tana Tidung, dan Nunukan tahun 2025 yang ditandai dengan pemukulan gong.

Pembukaan ini dilaksanakan di GKII Sekalayan,Desa Sekaduyan taka, kecamatan Seimanggaris pada selasa, 1 Juli 2025. Dengan mengambil tema Bertumbuh, Bertambah, dan Berdampak, Rakerda ini direncanakan akan berlangsung hingga 4 Juli 2025 mendatang.

Dalam acara pembukaan ini juga disuguhi dengan penampilan tarian dari anak muda GKII Sekalayan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan, Bupati nunukan menyampaikan apresiasinya kepada setiap jajaran pengurus daerah GKII, Pendeta, Hamba Tuhan, dan pengurus gereja GKII yang telah sekian lama bersama sama dalam pembinaan kepada umat.

“Tema Bertumbuh, Bertambah dan Berdampak ini harus dimaknai bahwa harus ada progress yang terus meningkat yang dilakukan oleh GKII. Gereja diharapkan tidak hanya memberikan penguatan di kalangan internalnya saja, hanya memberi berkat kepada jemaatnya saja, melainkan juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat disekitarnya”, Pesan H. Irwan.

Ketua daerah GKII TATATINUN Pdt. Franklin, S.Th menyampaikan Apresiasinya dan menyambut baik kepada Pemerintah daerah yang telah hadir dalam kegiatan Rapat kerja ke IV daerah Tatatinun.

“Inilah momen untuk berkumpul satu dengan yang lainnya, bukan sekedar slogan ataupun kalimat indah yg kita ucapkan melainkan sebuah proses pertumbuhan rohani tidak hanya sekedar ucapan ucapan tapi pengajaran bagi penguatan iman kita”ujar Franklin.

Menurutnya Kehadiran Bupati ataupun yang mewakili tidak hanya sebagai pemimpin daerah tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan daerah.

Diakhir acara pembukaan tersebut dilakukan Penyematan kartu tanda peserta secara simbolis oleh Yance Tambaru.

Selanjutnya Ketua panitia secara langsung memberikan cenderamata kepada bupati nunukan sebagai tanda ucapan terimakasih atas kesediannya hadir dan membuka kegiatan tersebut.

Hadir juga saat Pembukaan rakerda tersebut selaku Ketua GKII Wilayah Kaltara Pdt. Desefentison W Ngir, M.Th, Satgas Pos Pamtas Seklayan, Kepala Desa Sekaduyantaka, dan para peserta Rakerda yang berasal dari 15 Jemaat GKII yang berada di daerah Tatatinun.

(PROKOMPIM)