Hari Kedua Kunjungan Pangkogabwilhan II di Nunukan, Tinjau Pos Gabungan di Perbatasan

NUNUKAN – Pangkogabwilhan II, Marsdya TNI M. Khairil Lubis, melanjutkan kunjungan kerja hari kedua di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan ke wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia untuk memastikan kesiapan satuan dan memperkuat sistem pertahanan negara di garis terdepan.

Rombongan Pangkogabwilhan II berangkat dari Marvel Hotel Nunukan menuju Kecamatan Sei Manggaris melalui Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan jalur laut dan darat menuju sejumlah pos pengamanan perbatasan.

Dalam kunjungan tersebut, Marsdya TNI M. Khairil Lubis didampingi jajaran pejabat Kogabwilhan II dan unsur teritorial setempat, di antaranya Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, Danlanal Nunukan Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, serta Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo.

Fokus kegiatan hari kedua difokuskan pada peninjauan di Pos Gabungan Malaysia–Indonesia (Pos Gabma), Pos Sei Ular, dan Pos Sei Kaca. Di lokasi tersebut, Pangkogabwilhan II melakukan inspeksi sarana pertahanan, pemeriksaan kesiapan personel Satgas Pamtas Yon Kav 13/Satya Lembuswana, serta menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat perbatasan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga di wilayah terluar.

“Wilayah perbatasan seperti Nunukan, Sebatik, dan Sei Menggaris memiliki arti strategis bagi kedaulatan negara. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh satuan di lapangan tetap siap, solid, dan bersinergi dalam menjaga keamanan serta memperkuat pertahanan di garis terdepan Indonesia,”
ujar Marsdya TNI M. Khairil Lubis, Pangkogabwilhan II.

Kunjungan kerja ini berjalan dengan lancar, tertib, dan aman, serta mendapat apresiasi dari unsur pimpinan satuan di wilayah. Selain memperkuat koordinasi antarsatuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kehadiran negara di wilayah perbatasan serta meningkatkan semangat pengabdian prajurit TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

(Pendim 0911/Nunukan)

Pisah Kenang Kajari, Bupati Irwan : Semoga Sukses di Tempat Tugas Yang Baru

NUNUKAN – Ada pertemuan, ada pula perpisahan. Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai Acara Pisah Kenang Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Fatoni Hatam di Restoran Lenflin, Rabu Malam (21/10).

Acara Pisah Kenang tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Fatoni Hatam sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan.

Fatoni Hatam dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh masyarakat di Kabupaten Nunukan atas kebersamaan dan dukungannya selama ini.

“Dinamika dan tantangan yang saya hadapi saat bertugas memang sangat terasa, tapi berkat dukungan dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan kejaksaan, semua permasalahan-permasalahan yang ada dapat terselesaikan dengan baik,” kata Fatoni.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bupati Irwan Sabri. Meski belum lama berinteraksi secara langsung, namun Bupati Irwan mengakui bahwa Fatoni Hatam mampu menjalin sinergi dan kolaborasi yang sangat erat dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Bupati dalam kesempatan itu juga sempat mendoakan Fatoni Hatam. “Saya percaya, pengabdian dan kinerja yang baik selama ini akan mendapatkan ganjaran dari allah swt. Akhirnya, selamat bertugas di tempat tugas yang baru, semoga kesuksesan dan kelancaran akan selalu menyertai perjalanan karir bapak Fatoni Hatam dan keluarga,” kata Irwan.

Selain diikuti oleh jajaran Kejaksaan Negeri Nunukan, Malam Pisah Kenang tersebut juga dihadiri oleh Jajaran Forkopimda, Kepala – Kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, dan pimpinan BUMN, serta tokoh – tokoh masyarakat.

(PROKOMPIM)

Bupati Irwan Jamu Makan Malam Pangkogabwilhan 2 Marsdya Khairil Lubis

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri melakukan jamuan makan malam dan ramah tamah dengan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan 2 Marsekal Madya (Marsdya) M. Khairil Lubis beserta rombongan di Café and Resto Sayn, Nunukan, Rabu malam (21/10).

Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nunukan, Anggota DPRD, dan beberapa pimpinan BUMN tampak hadir dalam acara tersebut. Pangkogabwilhan dan rombongnan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nunukan untuk mengecek kesiapan pos – pos satuan tugas pengamanan perbatasan yang tersebar di wilayah Kabupaten Nunukan.

Bupati Irwan Sabri dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa interaksi dan sinergi antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Nunukan selama ini ibarat dua keping mata uang yang saling melengkapi.

Irwa berharap, hubungan baik tersebut bisa terus dijaga dan dipertahankan. “Kita (TNI dan Masyarakat Nunukan) memiliki hubungan yang sangat baik selama ini, saya berharap hubungan ini bisa terus dijaga, sehingga bisa menjadi modal berharga dalam melaksanakan pembangunan,” kata Irwan.

Sementara itu Pangkogabwilhan 2 Marsdya M. Khairil Lubis dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa kunjungan kerja yang dilakukan kali ini untuk melihat kesiapan, sekaligus kendala – kendala yang mungkin dihadapi oleh para prajurit TNI di lapangan.

Jenderal TNI Bintang 3 ini menyebutkan bahwa saat ini ada kurang lebih 2.500 personil TNI, yang bertugas di pos – pos perbatasan laut dan darat di Kabupaten Nunukan.

(PROKOMPIM)

Plt. Sekda Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Sebatik

NUNUKAN – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan Jabbar memimpin Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025 di Halaman Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Kecamatan Sebatik, Rabu (22/10).

Selain para santri di wilayah Sebatik, Upacara juga diikuti oleh Jajaran Forkopimcam, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Kepala Kementerian Agama Kab. Nunukan, tokoh-tokoh agama, dan tokoh masyarkat di Sebatik.

Hari Santri Nasional Tahun 2025 ini mengusung Tema, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”. Tema ini mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan.

Jabbar yang membacakan sambutan Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar menyampaikan Hari Santri Tahun 2025 terasa istimewa karena merupakan tahun ke-10 sejak pertama kali ditetapkan oleh Presiden Jokowi pada Tahun 2015.

Hari Santri, kata Jabbar, harus menjadi momentum kebangkitan Santri Indonesia. Santri sekarang, menurutnya, tidak harus bisa menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. “Dunia digital juga harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri sekarang ini,” kata Jabbar.

Selain itu, Jabbar juga berpesan kepada para santri agar terus merawat tradisi pesantren, dan menjadi santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. “Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman, bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, juga ke ranah internasional,” ujarnya.

Diakhir acara, Jabbar menyerahkan Satya Lencana Karya Satya XX Tahun kepada Pegawai Kantor Kementerian Agama Kab. Nunukan, dan penghargaan kepada Santriwan dan santriwati yang berprestasi.

(PROKOMPIM)

Buka Rakordal, Bupati Irwan Ingin Pastikan Program 17 Arah Baru Menuju Perubahan Terealisasi 100 Persen

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri mengingatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan 17 program arah baru menuju perubahan agar memastikan program tersebut bisa terealisasi 100 persen.

Permintaan itu disampaikan Bupati Irwan saat membuka acara Rapat Koordinasi dan Pengendalian (Rakorda) Pelaksanaan RKPD Triwulan Ke – 3 Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kantor Bupati Nunukan, Rabu (22/10).

Rakordal diikuti oleh Plt. Sekretaris Daerah Jabbar, Para Kepala OPD, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), dan kepala bagian serta kepala bidang.

“Untuk memastikan realisasinya, (17 program arah baru menuju perubahan), Saya bersama dengan Wakil Bupati, Plt. Sekda dan Kepala Bappeda Litbang akan langsung melakukan pendalaman,” kata Irwan.

Program 17 arah baru menuju perubahan adalah program unggulan yang menjadi janji politik Bupati Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus.

Selain ingin memastikan realisasi program 17 arah baru menuju perubahan, Bupati Irwan dalam kesempatan itu juga meminta agar para kepala OPD bisa mempercepat realisasi fisik dan keuangan kegiatan di OPD-nya masing – masing.

Jika menemui hambatan, para kepala OPD diminta melakukan koordinasi dan sinergi lintas OPD, termasuk melakukan inovasi dan tukar pengalaman agar penyelesaian programnya bisa lebih efektif dan efisien.

(PROKOMPIM)