Sebanyak 456 Pramuka Penggalang Mengikuti Jambore Ranting

NUNUKAN – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Syafarudin secara resmi membuka Jambora Ranting dan Perkemahan Galang Prestasi di Bumi Perkemahan Mansapa, Nunukan Selatan, Selasa (21/10). Kegiatan yang akan berlangsung mulai dari tanggal 21 sampai 25 Oktober itu diikuti sebanyak 456 Pramuka Penggalang dari 27 sekolah SD/MI dan SMP/MTs sederajat di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.

Syafarudin yang membacakan sambutan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan rasa bangganya karena kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta. “Melihat jumlah peserta Jambora yang hampir mencapai 500 orang, sebagai Ketua Mabicab, saya sungguh merasa bangga. Banyaknya jumlah peserta dalam Jambore ini menjadi bukti, bahwa Pramuka tidak pernah surut,” kata Syafarudin.

Menurut Syafarudin, Pramuka adalah kegiatan yang sangat positif untuk membentuk mental dan karakter generasi muda. “Ketika anak – anak dengan kerelaan hati mau menjadi Anggota Pramuka, maka artinya mereka siap untuk belajar mandiri, siap untuk belajar bekerja sama, dan siap untuk membantu orang lain. Nilai – nilai inilah yang akan berguna bagi mereka ketika sudah Dewasa dan terjun ke tengah – tengah Masyarakat,”ujarnya.

Karena melibatkan ratusan peserta, dan akan berlangsung selama beberapa hari, Syafarudin berpesan kepada panitia pelaksana Jambore agar memperhatikan segala sesuatunya dengan baik. “Jambore Pramuka adalah sebuah Event besar karena melibatkan ratusan orang. Untuk itu, saya berpesan kepada pihak panitia penyelenggara agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, perhatikan fasilitas MCK-nya, Keamanannya, Kesehatan para pesertanya, termasuk awasi juga semua aktivitas para peserta. jangan sampai karena ketidaksiapan kita, ada kejadian – kejadian yang tidak kita inginkan bersama,” pungkasnya.

Sementara kepada para peserta Jambore, Syafarudin berpesan agar selalu menjaga kesehatannya. “Buat anak – anakku sekalian, saya berpesan agar selama mengikuti jambore ini, kesehatanya selalu dijaga, makan yang cukup, jangan begadang, dan mandi dua kali sekali. Sebagai anggota Pramuka, kalian harus tetap sehat, kuat, selalu tampil rapi, dan wangi,” pungkasnya.

Ketua Pelaksana Jamran, Ismail dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa jambore bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku, meningkatkan kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang serta komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Satya dan Darma Pramuka.

(PROKOMPIM)

BNN Kabupaten Nunukan Gelar Sosialisasi Pencegahan Bahaya Narkoba dan Vape, Upaya Membangun Masyarakat yang Sehat dan Produktif

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan menggelar sosialisasi pencegahan bahaya narkoba dan vape di lingkungan pendidikan tingkat pertama dan atas serta instansi vertikal, BUMN, dan BUMD di Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan vape serta pentingnya pencegahan dan penanganannya.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, S.H., M.H., mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan vape. Ia juga mengharapkan agar pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan instansi vertikal dapat memahami dan memaknai pentingnya pencegahan narkoba.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kita dapat membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba dan vape. Kita juga dapat mencegah penyalahgunaan narkoba dan vape di kalangan generasi muda, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif,” kata Anton dalam press releasenya Jumat (3/10/2025).

Dalam sosialisasi ini, BNN memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba dan vape, serta modus operandi yang digunakan oleh pelaku pengedar narkoba. BNN juga mengharapkan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah dan menangani kasus narkoba di Kabupaten Nunukan.

“Kita perlu bersatu untuk memerangi bahaya narkoba dan vape. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda,” tambah Anton.

Selain itu, BNN juga memberikan perawatan dan pengobatan kepada penyalahguna, pecandu, dan korban narkoba untuk membantu mereka pulih dari ketergantungan narkoba. Dengan demikian, diharapkan struktur tatanan sosial di tengah-tengah masyarakat dapat kembali normal dan indeks sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan dapat meningkat secara kesehatan, pola pikir, dan ekonomi.

Pencegahan Narkoba di Kabupaten Nunukan:

Kabupaten Nunukan memiliki karakteristik geografis yang unik, dengan banyak pulau-pulau kecil yang tersebar di wilayahnya. Hal ini membuat Kabupaten Nunukan rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, karena adanya jalur-jalur tidak resmi yang tidak dapat dijangkau secara langsung oleh aparat penegak hukum.

Oleh karena itu, BNN Kabupaten Nunukan mengharapkan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah dan menangani kasus narkoba di Kabupaten Nunukan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat:

BNN Kabupaten Nunukan mengharapkan agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam mencegah dan menangani kasus narkoba di Kabupaten Nunukan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda, serta meningkatkan indeks sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan.

“Slogan-slogan tentang bahaya narkoba hendaknya digalakkan atau dihidupkan kembali pada setiap lingkungan instansi, baik itu instansi pemerintah maupun daerah. Sebagai wujud nyata kita melawan narkoba, untuk negeri dan masa depan generasi penerus bangsa,” kata Anton.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Nunukan dapat lebih waspada dan peduli terhadap bahaya narkoba dan vape, serta dapat berperan aktif dalam mencegah dan menangani kasus narkoba di Kabupaten Nunukan.

(*Neni/Nn)

Bupati Irwan Melaunching Penerbangan Perdana SOA Penumpang Udara Nunukan – Long Layu (PP) dan SOA Barang Nunukan – Long Bawan

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri Melakukan launching Penerbangan Perdana Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang Udara dan SOA Barang Tahun Anggaran 2025 di Bandara Nunukan, Selasa (21/10). Penerbangan SOA Penumpang kali ini akan melayani rute penerbangan Nunukan – Long Layu (PP), dan SOA Barang akan melayani rute Nunukan – Long Bawan.

Jajaran Forkopimda, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Jabbar, Kepala Bagian Ekonomi Rohadiansyah hadir dalam acara launching tersebut.

Bupati Irwan Sabri dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa anggaran SOA penumpang udara rute Nunukan – Long Layu (PP) sebesar Rp. 1 Milyar pada tahun ini berasal dari Bantuan Keuangan (BANKEU) Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan telah masuk dalam APBD Perubahan Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2025.

Selain SOA dengan anggaran Bankeu, pada awal tahun ini, pemerintah Kabupaten Nunukan juga telah memberikan SOA untuk masyarakat di wilayah Krayan yang anggaranya berasal dari APBD Kabupaten Nunukan Tahun 2025.

Pemberian SOA, kata bupati, merupakan upaya pemerintah untuk meringankan masyarakat di Krayan yang ingin bepergian dengan menggunakan pesawat, serta menekan harga – harga barang kebutuhan pokok di masyarakat.
“Seperti yang kita ketahui bersama, kita tahu bahwa pesawat merupakan satu-satunya akses untuk menjangkau wilayah Krayan. Sementara harga tiket relatif mahal, kadang tidak terjangkau oleh masyarakat kita,” kata Irwan Sabri.
Dengan adanya SOA, maka saat ini volume penerbangan Nunukan – Long Bawan sebanyak 18 kali penerbangan dengan pengiriman barang 21.600 kilogram, Rute Bandara Nunukan – Bandara Binuang sebanyak 5 kali penerbangan dengan pengiriman barang 3.000 kilogram dan Rute Bandara Nunukan – Bandara Long Layu sebanyak 5 kali penerbangan dengan pengiriman barang 3.000 kilogram.

Total SOA udara untuk barang yang bersumber dari APBD Kabupaten Nunukan ini sebesar Rp.1.399.998.600.

Selain Subsidi Ongkos Angkut udara di wilayah Krayan, Pemerintah Kabupaten Nunukan pada tahun ini juga telah memberikan SOA via sungai senilai Rp. 448.012.650 di Kecamatan Lumbis menuju beberapa titik desa di Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Lumbis Pansiangan, dan Kecamatan Lumbis Hulu dengan total barang pokok yang diangkut sebanyak 49.350 Kilogram.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan PT. Smart Cakrawala Aviation, Bpk. Dela Widya Perdana menyampaikan bahwa penerbangan SOA akan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208 EX dan Pilatus PC6 dengan kapasitas penumpang 6 orang atau 550 kilogram.

“Jenis pesawat ini digunakan sesuai dengan kapasitas bandaranya,kalau landasannya kecil kita menggunakan pesawat Pilatus sedangka jika landasannya panjang kita gunakan pesawat yang caravan,” ungkapnya.

(PROKOMPIM)

BUPATI NUNUKAN RESMI TUTUP PARAS FESTIVAL 2025, H. Irwan Sabri : Pentingnya partisipasi masyarakat dan dampak ekonomi Lokal dalam Perayaan HUT ke-26 Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan ke-26 resmi ditutup dengan kegiatan Penutupan PARAS Fest dan Festival Kebudayaan, Sabtu malam (18/10/2025) di GOR Dwikora Kabupaten Nunukan. Acara berlangsung meriah di tengah antusiasme masyarakat yang tetap tinggi.

Kegiatan penutupan dihadiri langsung oleh Bupati Nunukan, perwakilan DPRD, jajaran Forkopimda, para kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Nunukan dari berbagai kalangan.

Dalam laporannya, Plt. Sekda Ir. Jabbar selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Nunukan ke-26 tahun 2025.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Energi Baru Nunukan Maju”, yang menggambarkan semangat kebangkitan, kekuatan kolektif, serta arah perubahan positif untuk masa depan Nunukan.

Rangkaian kegiatan HUT berlangsung selama satu bulan penuh, melibatkan empat wilayah dan lima kecamatan. Dimulai dengan Pawai Budaya di Sebatik (4 Oktober), dilanjutkan Pawai Budaya di Pulau Nunukan (11 Oktober), hingga pawai penutup di Kecamatan Sebuku yang digelar bertepatan dengan malam penutupan.

Beragam kegiatan yang tergabung dalam PARAS Fest 2025 di antaranya:

1. Lomba Olahraga Tradisional
2. Festival Kuliner Tradisional
3. Fashion Show Busana Adat
4. Pentas Seni dan Budaya Lokal
5. Sunatan Massal

Selain menghadirkan hiburan dan edukasi, kegiatan ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti:

1. Edukasi dan pelestarian kuliner serta busana tradisional daerah.
2. Pengenalan olahraga tradisional kepada generasi muda.
3. Manfaat kesehatan melalui kegiatan sunatan massal dan senam bersama.
4. Ruang ekspresi bagi pelaku seni, budaya, dan literasi lokal.
5. Penyerapan tenaga kerja melalui Job Fair.
6. Penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
7. Gerakan pasar murah dengan total sembako mencapai 3,8 ton.
8. Pelayanan administrasi publik melalui Pekan Layanan Terpadu.
9. Perputaran ekonomi signifikan, dengan omzet UMKM dan penyedia jasa mencapai Rp317.681.000, belum termasuk kegiatan di luar Pulau Nunukan.

Dalam pidato penutupannya, Bupati Nunukan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, khususnya masyarakat yang senantiasa memeriahkan setiap kegiatan dengan penuh semangat.

“Meskipun tanpa artis ibu kota, semangat dan partisipasi masyarakat tetap luar biasa. Justru dengan melibatkan lebih banyak pelaku lokal, dampak ekonominya terasa langsung oleh warga,” ujar Bupati.

Beliau menegaskan bahwa kesederhanaan perayaan kali ini merupakan bentuk keberpihakan pada masyarakat, agar peringatan hari jadi benar-benar memberikan manfaat nyata dan tidak sekadar bersifat seremonial.

Sebelum menutup sambutan, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan terdapat kekurangan atau gangguan terhadap aktivitas warga. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan tema “Energi Baru Nunukan Maju” sebagai pijakan dalam membangun Nunukan yang lebih baik, cerah, dan sejahtera di masa mendatang.

Dengan mengucap syukur, Bupati kemudian secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan PARAS Fest dan Festival Kebudayaan HUT Kabupaten Nunukan ke-26 Tahun 2025.

Penutupan dimeriahkan dengan penampilan tari-tarian dari berbagai suku serta penyerahan piala dan penghargaan kepada para pemenang di setiap kategori lomba.

(PROKOMPIM)

Wakil Bupati Nunukan Launching Perdana SOA Barang Untuk Sungai di Wilayah Lumbis

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos melaunching perdana Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang untuk sungai Tahun Anggaran 2025 di wilayah Kecamatan Lumbis pada hari Sabtu (18/10/2025).

Hermanus menyampaikan pogram Subsidi Ongkos Angkut (SOA) ini adalah salah satu program Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam rangka membantu masyarakat Kabupaten Nunukan yang berada di wilayah yang memiliki keterbatasan akses baik darat dan sungai.

“Kita tahu bersama sampai saat ini sungai merupakan akses satu satunya yang menjangkau wilayah di wilayah Lumbis ini. Sementara harga operasional kendaraan air relatif mahal,” Kata Hermanus.

Kebijakan SOA ini adalah upaya pemerintah daerah agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di daerah yang keterbatasan akses di lumbis ogong, lumbis pansiangan, dan lumbis hulu. Hal ini penting untuk dilakukan agar peran keberadaan pemerintah dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Subsidi ongkos angkut barang adalah bantuan dana dari pemerintah untuk membiayai ongkos angkut yang berlaku, kepada penyedia jasa angkut kebutuhan pokok masyarakat dari pusat distribusi sampai dengan daerah perbatasan dan daerah terpencil di Kabupaten Nunukan,” Tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Nunukan pada tahun ini melaksanakan subsidi ongkos angkut barang via sungai senilai Rp. 448.012.650,- di wilayah Lumbis, dari Mansalong menuju beberapa titik diantaranya adalah :
1. Mansalong – Desa Labang, Sumantipal, Bululaun Hilir l, barang pokok sebanyak 12.000 kilogram.
2. Mansalong – Desa Panas, Langassong, Tambaang Hulu barang pokok sebanyak 7.500 kilogram.
3. Mansalong – Desa Samunti, Jukub, Tadangus barang pokok sebanyak 11.900 kilogram.
4. Mansalong – Desa Sumentobol barang pokok sebanyak 7.950 kilogram.
5. Mansalong – Desa Tau Lumbis barang pokok sebanyak 10.000 kilogram.
Total barang pokok yang diangkut ini sebanyak 49.350 kilogram.

Wakil Bupati menyampaikan bahwa tujuan SOA barang ini adalah dalam rangka pemerataan penyebaran barang-barang kebutuhan pokok masyarakat daerah perbatasan dan menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok.

“Saya berharap dengan adanya program SOA ini, masyarakat kita yang ada di hulu Lumbis dapat memanfaatkanya dengan sebaik-baiknya,” Harapnya.

Pemerintah Daerah berencana ke depan terus berupaya agar daerah dengan keterbatasan akses transportasi dan komunikasi ini dapat diberikan stimulan melalui berbagai program. Sehingga kesenjangan harga dengan wilayah perkotaan dapat terus ditekan dan diperkecil.

(PROKOMPIM)