Wabup Hanafiah Berikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi tentang Raperda RTRW Tahun 2023-2042

NUNUKAN – Wabup H. Hanafiah penyampaian jawaban Pemerintah Daerah terhadap pemandangan umum anggota DPRD lewat fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terhadap rancangan Peraturan Daerah Nunukan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nunukan. Sidang Paripurna di pimpin oleh ketua DPRD Hj. Leppa, Senin, 5 Juni 2023.

Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah memberikan 5 tanggapan dan jawaban Pemerintah Daerah terhadap pemandangan umum anggota DPRD lewat fraksi-fraksi sebagai berikut :

Pertama, Pemandangan yang di sampaikan fraksi Hanura, Pemerintah Daerah berpendapat bahwa seluruh pernyataan yang di sampaikan dapat menjadi materi dalam pembahasan rancangan peraturan, semua catatan serta usulan dalam indikasi program pembangunan yang kemudian akan di sampaikan dalam pembahasan. Di jelaskan wabup Hanafiah, kesenjangan ekonomi antara wilayah membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai faktor, termasuk potensi lokal yang ada di setiap wilayah Kabupaten Nunukan.

” Potensi lokal yang dapat di manfaatkan yaitu melalui pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang signifikan, seperti kehutanan, pertanian, perikanan, pariwisata pertambangan dan energi dapat mengembangkan sektor tersebutuntuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya membacakan sambutan Bupati Nunukan.

Seluruh aturan pemanfaatan ruang tersebut, telah diatur dalam rancangan peraturan daerah wilayah Kabupaten Nunukan khususnya kawasan budidaya yang diatur pasal 39 sampai 42 dan perwujudannya diatur dalam lampiran indikasi program pembangunan 20 Tahun.

Kedua, atas pemandangan fraksi Demokrat, berdasarkan Undang-undang nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang wilayah pada konsepnya harus memperhatikan daerah kawasan rawan bencana sebagai basis dalam pengembangan dan pengelolaan suatu wilayah. Oleh karenanya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan diperlukan upaya penataan ruang. Aspek aspek yang mempengaruhi penataan ruang meliputi, aspek teknis, ekonomi, sosial, budaya, hukum, kelembagaan dan lingkungan.

” Kegiatan ekonomi suatu wilayah yang sangat pesat akan memengaruhi tingkat kerusakan lingkungan. Para produsen umumnya mengeksploitasi alam terutama lahan dan air dalam mengebangkan usahanya. Untuk menanggulangi masalah tersebut, para pelaku ekonomi diharapkan mampu membuat produk yang lebih baik ramah lingkungan dan dalam mengembangkan usahannya para produsen harus memperhatikan tata guna lahan khususnya di wilayah Kabupaten Nunukan,” ungkapnya.

Ketiga, pandangan umum yang di sampaikan fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Pemerintah Daerah menanggapi bahwa untuk lokasi permukiman masyarakat yang telah lama tinggal dan menetap namun masuk dalam kawasan hutan tidak serta merta di larang namun pengaturannya di perolehkan secars bersyarat sebagaimana yang diatur dalam pasal 27 dan pasal 77, namun solusi konkrit yang perlu di lakukan sesuai peraturan Presiden nomor 88 Tahun 2017 tentang penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan (PPTKH) untuk mempercepat reforma agraria yaitu mekanisme pengajuan legalisasi objek agraria di kawasan hutan.

” Masyarakat yang menguasai tanah di kawasan hutan akan diberikan hak milik, apabila memenuhi kriteria, yaitu tanah telah dimanfaatkan dengan baik, bidang tanah bukan merupakan obyek gugatan/sengketa, adanya pengakuan oleh adat ataupun kepala desa/kelurahan dengan saksi yang dapat dipercaya,” tegasnya.

Keempat, berdasarkan pemandangan umum fraksi Gerakan Karya Pembangunan, Wabup Hanafiah mengatakan dalam konteks ekologi, keberlanjutan dipahami sebagai kemanpuan ekosistem dan mempertahankan proses, fungsi produktivitas dan keanekaragaman ekologis pada masa mendatang. Penataan ruang optimal dan tepat sesuai dengan arahan pemanfaatan ruang. Kabupaten Nunukan secara geografis karakteristik wilayah terdiri dari tiga yaitu, wilayah pegunungan, dataran bergelombang, dan pesisir. Sehingga perlu pertimbangan yang tepat untuk membuat sebuah kebijakan agar tidak terjadi dampak yang mengakibatkan masalah ekonomi, sosial dan lingkungan.

” Penataan ruang yang tepat sasaran bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, mengunakan sumberdaya alam secara bijak tanpa mengorbankan kebutuhan generasi di masa akan datang sebagai landasan pilar pembangunan bekelanjutan, penyusunan tata ruang wilayah yang berbasis risiko bencana adalah salah satu upaya kebijakan pemerintah daerah dalam rangka mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya bencana banjir yang selalu terjadi di Kabupaten Nunukan, arahan rencana tata ruang wilayah untuk memitigasi bencana banjir tertuang dalam ketentuan khusus rawan bencana pada pasal 48 kawasan pertampalan serta pada pengaturan ketentuan umum zonasi,” jawabnya.

Dan yang kelima, menanggapi pemandangan umum fraksi Perjuangan Persatuan Nasional, Pemerintah Daerah berpendapat bahwa rancangan tata ruang wilayah Kabupaten Nunukan tidak menjelaskan secara detail terkait lokasi pembebasan lahan pada suatu wilayah, namun penataan ruang wilayah Kabupaten Nunukan memuat antara lain arahan rencana struktur ruang wilayah Kabupaten Nunukan, arahan rencana pola ruang wilayah Kabupaten, arahan pemanfaatan dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah yang di gambarkan dalam bentuk peta wilayah sebagai lampiran dalam rancangan peraturan.

” Jangka waktu untuk evaluasi ulang rencana tata ruang wilayah ini di jelaskan pada pasal 113 yang menyebutkan bahwa jangka waktu RTRW Kabupaten yaitu 20 Tahun dan dapat di tinjau kembali 1 kali dalam periode 5 tahunan.” tutupnya.

(PROKOMPIM)

Bupati Laura Launching Bantuan Pasang Baru Listrik Bersubsdi Bagi 84 rumah Tangga

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid melaunching secara resmi bantuan CSR pasang baru listrik bersubsidi tahun 2023 dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia kepada 84 rumah tangga kurang mampu. Bantuan pasang baru listrik bersubsidi meliputi 1 paket kilometer, instalasi listrik, serta 3 buah lampu dan terminalnya.

Acara launching bantuan pasang baru listrik bersubsidi tersebut dilaksanakan di Aula Gadis 1, Senin (05/06). Hadir dalam acara tersebut Kepala Cabang PLN Nunukan Fery Kurniawan, Kepala Bappeda Litbang Nunukan iwan Kurniawan, Camat Nunukan Selatan Bau Syahril.

Bupati Laura dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa program bantuan pasang baru listrik bersubsdi merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan kepada Kementerian ESDM dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Nunukan. Melalui bantuan ini, diharapkan jumlah kepala keluarga yang rumahnya belum memiliki meteran listrik akan semakin berkurang.

Laura berharap agar keluarga penerima bantuan dapat memanfaatkan listrik untuk hal-hal yang produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraanya. “Saya berharap kepada masyarakat penerima bantuan ini agar bisa memanfaatkan listrik dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan perekonomianya, mempermudah anak- anaknya dalam belajar, serta menciptakan sebuah kehidupan yang lebih baik”, tutur Laura.

Laura juga berharap agar pihak Kementerian ESDM dan PLN meneruskan program bantuan pasang baru listrik bersubsidi di tahun – tahun yang akan akan datang.

(PROKOMPIM)

Ngetrail Bareng diPerbatasan Sinergitas TNI-Polri Bersama Komunitas Trabas Kaltara 

NUNUKAN – Bertempat diMarkas Komando Taktis (MAKOTIS) Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, Jl. Fatahilah RT. 10. Nunukan Tengah. Kabupaten Nunukan. Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan ngetrail bareng Sinergitas TNI-Polri bersama Komunitas Trabas Kaltara, Sabtu(03/06/2023)

Dalam keterangan tertulis Penerangan Satgas Yonif 621/Manuntung, Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan Sinergitas TNI-Polri bersama masyarakat perbatasan khususnya Komunitas Trabas Kaltara untuk menjaga keutuhan NKRI diperbatasan RI-Malaysia Kabupaten Nunukan.

Dalam sambutannya Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M. Han. Mengatakan, kami sebagai tuan rumah sangat menyambut dengan baik kegiatan ini, dimana kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi yang berbau seperti event dan dibalut dengan Sinergitas TNI-Polri bersama masyarakat perbatasan khususnya Komunitas Trabas Kaltara.

Untuk jalur yang dilewati dimulai dari Star diMarkas Komando Taktis (MAKOTIS) Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung menuju Kota Nunukan, dilanjutkan Jalur Bukit Bendera, Kopi-kopi, Savanna, Gor dan Finish Kembali diMarkas Komando Taktis (MAKOTIS) Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung.

Medan yang dilalui cukup ekstrim, menantang dan memacu adrenalin para raider yang mengikuti kegiatan ini, sehingga banyak menguras tenaga kami, banyak juga raider yang berjatuhan karena medan yang licin, tanjakan dan turunan yang terjal.

“Setelah sampai difinish kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan hadiah untuk para peserta yang mengikuti kegiatan ngetrail bareng Sinergitas TNI-Polri bersama Komunitas Trabas Kaltara, “Ujar Dansatgas

Kami selaku tuan rumah mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh peserta, tim Bala Patra Pejantan Tangguh dari Polda Kaltara yang dipimpin oleh Kabid Propam Polda Kaltara Kombes Pol Teguh Triwantoro dan didampingi oleh Dirreskrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Hendy Febrianto Kurniawan, Kapolres Nunukan AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H, Ketua Nunukan Trail Club Nanang, Klub NTC dan khususnya kepada panitia atas kolaborasinya dengan kami, yang sudah sangat banyak membantu atas terselenggaranya kegiatan ini dan kami juga menyampaikan beribu maaf apabila ada keterbatasan khususnya dalam penyiapan penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kami juga berharap agar kegiatan ngetrail bareng Sinergitas TNI-Polri bersama Komunitas Trabas Kaltara dijadikan sebagai agenda rutin dikemudian hari, karena didalam kegiatan ini banyak sekali manfaat yang dapat kita rasakan, “ Harap Dansatgas

(Penyon621/Mtg)

Bupati Nunukan Buka Silatda Fest 2023

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid membuka secara resmi Festival Silat Budaya (Silatda Fest) 2023 yang mengusung tema ” Budaya Kita Tanggung Jawab Kita” di depan Tugu Dwikora Alun – Alun Kota Nunukan , Sabtu malam (03/06). Festival ini diselenggarakan oleh Kormi Nunukan, dan menampilkan 6 perguruan silat, yaitu Nur Alif Lam Mim, Pagar Nusa, Tapak Suci Putera Muhammdiyah, Kuntau Tok Kawit Sei Fatimah, Persinas Asad dan Persaudaraan Setia Hati.

Silatda Fest 2023 bertujuan untuk memperkenalkan atlet-atlet dari Kabupaten Nunukan yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Utara dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Tingkat Nasional (Fornas) VII di Jawa Barat tahun ini. Selain itu, Silatda Fest 2023kali ini juga digunakan sebagai ajang mempererat silaturahmi diantara sesama atlit silat di Kabupaten Nunukan.

Bupati Nunukan dalam sambutannya menyampaikan bahwa bagi masyarakat, di nusantara silat tidak hanya sekedar olah raga semata. Namun lebih dari itu, silat adalah sebuah tradisi, bahkan sudah menjadi pelengkap berbagai kegiatan budaya di tengah masyarakat. Orang Betawi misalnya, memainkan silat saat acara pengantin yang terkenal dengan sebutan palang pintu. Demikian pula masyarakat dari Suku Banjar dan Melayu, mereka memainkan silat dalam acara pernikahan sebagai lambang dan doa agar pengantin sanggup menghadapi berbagai cobaan dalam rumah tangganya.

Sebagai aset bangsa yang sangat berharga, maka kata Laura, silat harus terus dijaga, dilestarikan, dan terus menerus diajarkan kepada anak – anak, para generasi penerus, supaya budaya ini tidak hilang begitu saja ditelan oleh perkembangan Zaman.
Diakhir sambutan, Laura berharap Silatda Fest 2023 ini bisa menjadi momentum untuk mengembangkan berbagai jenis tradisional yang ada di tengah masyarakat di Kabupaten Nunukan.

Siltada Fest 2023 yang dikemas secara meriah itupun akhirnya ditutup dengan penampilan para pesilat yang menunjukkan jurus dan Gerakan – Gerakan yang membuat masyarakat bersorak gembira.

(PROKOMPIM)

KORMI Nunukan Gelar Festival Silat Budaya, Bupati Nunukan : Sebagai Pelestarian Budaya

NUNUKAN – Festival silat budaya (Silatda Fest) 2023 bertema “Budaya Kita Tanggungjawab Kita” yang di selenggarakan oleh KORMI Nunukan di tugu dwikora alun-alun kota Nunukan Sabtu, (03/06/2023) Malam.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid didampingi Ketua KORMI Nunukan H Andi Muhammad Akbar Andi Djuarzah.

Dalam kesempatannya, Hj Asmin Laura Hafid selaku Bupati Nunukan menyampaikan, Festival Silat Budaya (Silatda Fest) 2023 Silat adalah olahraga tradisional asli Indonesia yang sudah diakui di kanca dunia internasional.

“Sebagai warisan budaya dunia yang diakui kita patut bangga karna silat di mainkan oleh hampir semua suku di tanah air kita seperti silat kuntau di Kalimantan Selatan, silat cingkrik Betawi Silat Cimande di Jawa Barat silat pangean dari suku Melayu dan lain-lain”. ucap Laura.

Selanjutnya, Bupati Nunukan juga menyampaikan silat tidak hanya sekedar olahraga namun lebih dari itu silat adalah tradisi bahkan sudah menjadi pelengkap berbagai kegiatan budaya.

“Di masyarakat kita orang Betawi memainkan surat saat acara hantaran pengantin yang terkenal dengan sebutan palang pintu bahkan orang Banjar dan melayu pun sama memainkan silat dalam silat acara pernikahan sebagai lambang dan doa agar pengantin sanggup menghadapi berbagai cobaan dalam rumah tangga”.ucap Laura.

Selain itu, Ketua KORMI Nunukan H Andi Muhammad Akbar andi Djuarzah dalam sambutannya juga Menyampaikan festival silat budaya (Silatda Fest) 2023 adalah sebagai bentuk refleksi kebudayaan lokal yang menjadi wadah seluruh perguruan silat yang ada di Kabupaten Nunukan.

“Festival silat budaya 2023 yang sedang kita ikuti bersama ini sebagai salah satu tanggung jawab KORMI Nunukan dalam menjalankan tugas sebagai organisasi dan bidang pengembangan olahraga tradisional dan tradisi untuk melestarikan budaya ini agar tidak hilang di telan zaman”. ucap Andi Akbar

Selanjutnya, Ketua KORMI Nunukan ini juga menyampaikan Laporannya terkait Tujuh orang atlet yang akan bertanding di Festival Olahraga Rekreasi di tingkat Nasional.

“Pada kesempatan kali ini kami ingin melaporkan langsung kepada Ibu Bupati beserta jajaran di lingkungan pemerintahan Kabupaten Nunukan Tahun ini KORMI Nunukan akan mengutus Tujuh orang atlet terbaik dari berbagai cabang untuk bertanding di Festival Olahraga Rekreasi tingkat Nasional yaitu (FORNAS) ke-7 pada Juli mendatang di Jawa Barat”. Tutup Andi Akbar.

(Wan)