Rakernas APPSI Bahas Kembali Reformasi Birokrasi dan Netralitas ASN Menjelang Pemilu

JAMBI – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Taufik Hidayat, S.TP., M.Si., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang dilaksanakan di Hotel BW Luxury, Provinsi Jambi, Selasa (7/11/2023).

Rakernas tersebut dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Abdullah Azwar Anas dengan tema “Pemilu Damai, Bersih, dan Berintegritas untuk Mewujudkan Pemerintahan yang Baik”.

Sebelumnya, Gubernur Jambi, Al Haris terpilih menjadi Ketua Umum APPSI periode 2023-2024 setelah menerima tongkat estafet Ketua sebelumnya Isran Noor yang dilaksanakan di Jakarta pada Oktober lalu.

Selain itu, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang juga terpilih menjadi Ketua I Bidang Hukum dan Pemerintahan untuk satu periode kedepan yang mana kepengurusan ini akan menghadap ke Jakarta pada Desember mendatang untuk mendengarkan arahan dari Presiden Jokowi.

Disampaikan oleh Ketua Umum Al Haris, bahwa APPSI hadir sebagai jembatan antar Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk bergerak maju bersama-sama sejalan dengan roadmap yang telah dibeberkan oleh Pemerintah Pusat.

Abdullah Azwar Anas sekali lagi menekankan bahwa sesuai arahan Presiden, birokrasi di pemerintahan harus cepat dalam memberikan layanan dan berdampak langsung kepada pengguna layanan.

“Arahan Bapak Presiden jelas, birokrasi harus berdampak dan tidak berbelit dengan urusan kertas. Salah satu solusinya adalah dengan adanya digitalisasi,” ujar Azwar Anas.

Menteri PAN-RB juga mengingatkan tentang inti dari pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yaitu memangkas proses bisnis di level birokrasi dengan menyederhanakan aplikasi existing dan meningkatkan efisiensi sistem.

“Sekarang bukan lagi berbicara berapa banyak aplikasi yang terbangun, namun bagaimana aplikasi ini bisa berkomunikasi dan terintegrasi sehingga proses bisnis yang awalnya panjang menjadi ringkas”, sambung Anas sapaan Menteri PAN-RB.

Selain itu Anas menyampaikan amanat Presiden Jokowi tentang pentingnya ASN menjaga netralitas menghadapi Pemilu 2024.

“Sesuai dengan UU ASN dan arahan Bapak Presiden RI bahwa pada Pemilu mendatang, ASN harus menjaga netralitas sehingga dapat bekerja dengan profesional,” pungkas Anas selanjutny membuka Rakernas APPSI. (dkisp)

Bunda Literasi Ajak Pelajar Galakkan Gemar Membaca

TANJUNG SELOR – Rendahnya literasi bangsa kita, tak terkecuali di Kaltara menyebabkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang kompetitif. Ini karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai akibat lemahnya minat dan kemampuan membaca serta menulis.

Demikian disampaikan Bunda Literasi Kaltara Hj Rahmawati Zainal SH saat pembukaan Festival Literasi 2023 di Lapangan Agatish Tanjung Selor (07/11/2023).

Selama ini, menurutnya membaca dan menulis, masih belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bagi masyarakat. Budaya membaca belum dianggap sebagai critical problem.

“Literasi adalah kunci pembuka pintu dunia pengetahuan dan inspirasi. Melalui literasi, kita dapat menjelajahi cerita-cerita luar biasa yang membawa kita ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi. Juga dapat memahami pemikiran orang-orang besar yang telah mencorat-coret sejarah dengan kata-kata mereka, dan membagikan pemikiran dan gagasan kita sendiri dengan dunia,” bebernya.

Oleh sebab itu, Rachmawati menyebut, tujuan dari diadakannya Festival Literasi ini, untuk Meningkatkan Pembudayaan Gemar Membaca masyarakat khususnya di Kalimantan Utara.

Selain untuk promosi perpustakaan, melalui kegiatan ini juga upaya untuk menginformasikan dan mengenalkan kepada masyarakat tentang perpustakaan, beserta kegiatan dan inovasi yang dilakukan. Sehingga masyarakat akan lebih paham dan pada akhirnya nanti akan berkunjung ke perpustakaan yang pada akhirnya budaya membaca meningkat.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival ini, terutama kepada panitia pelaksana, para sponsor, yang telah bersedia membersamai,” ujarnya.

Sebagai puncak festival literasi pada Selasa (07/11/2023) malam ini, digelar panggung hiburan dengan menghadirkan Farel Prayoga yang terkenal membawakan lagi Ojo dibanding-bandingke.

Sebelumnya pada siang hari kemarin, dilangsungkan gerakan gemar membaca. Dengan aksi membaca bersama 15 menit. Hadir langsung di tengah-tengah para pelajar yang ikut aksi ini, Bunda Literasi Kaltara Hj Rachmawati. Selain itu Bunda Literasi Kaltara menyerahkan bantuan Pojok Baca Digital (Pocadi) dari Perpusnas ke Perpustakaan Taruna Pustaka Desa Gunung Putih.

(dkisp)

Farel Prayoga Memukau Peserta Festival Literasi

TANJUNG SELOR – Penampilan Farel Prayoga berhasil memukau peserta Festival Literasi 2023 di Lapangan Agatis pada Selasa (7/11) malam. Kehadirannya memberikan energi positif para pengunjung termasuk Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum.

Gubernur mengapresiasi penyelenggaraan acara tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Literasi Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, SH, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr Bustan SE., M.Si, Forkopimda Kaltara, Kepala Biro, Kepala OPD, Staf Ahli, Para Pegiat Literasi.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengatakan bahwa Festival Literasi merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda.

“Saya mengapresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan Festival Literasi ini. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Zainal.

Gubernur juga menilai bahwa Festival Literasi ini merupakan langkah positif dalam menumbuhkan gairah literasi di tengah masyarakat.

“Saya menilai bahwa penyelenggaraan Festival Literasi ini merupakan langkah positif dalam menumbuhkan gairah literasi di tengah masyarakat,” ujar Zainal.

Selain mengapresiasi penyelenggaraan Festival Literasi secara umum, Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang lomba. “Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum berkesempatan meraih juara, janganlah berputus asa.

Terus belajar, Latih diri untuk maju dan berkembang, serta dapat berprestasi di masa mendatang. Menang kalah sudah biasa, yang terpenting anak-anaku sekalian bisa berani tampil dan percaya diri itu kunci utama agar bisa berani untuk mencoba dan jangan pernah menyerah,” pungkasnya.

Gubernur berpesan agar masyarakat terus mengembangkan minat bacanya.

“Saya berpesan agar anak-anak terus mengembangkan minat bacanya. Dengan membaca, Kita dapat belajar banyak hal, Baik tentang pengetahuan, Keterampilan, Maupun nilai-nilai kehidupan. Membaca juga dapat membuka wawasan kita dan membantu kita untuk berpikir kritis,” tegasnya.

Gubernur berharap agar Festival Literasi ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kalimantan Utara.

(dkisp)

Dinkes Sampaikan Pentingnya Menjaga Kesehatan Jiwa

TANJUNG SELOR – Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Sosialisasi Sehat Jiwa Bagi Semua Orang dengan tema Aspek Medis Dampak Bullying pada Anak serta Pencegahan dan Penanganan Bullying di Hotel Pangeran Khar, Selasa (7/11/2023) pagi. 

Mewakili Gubernur Kaltara, Kepala Dinas Kesehatan, H. Usman, SKM.,M. Kes., membuka seminar ini, turut hadir Ketua Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Kaltara, Sulistyowati, S.Psi, para narasumber Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Kaltim – Kaltara dan perwakilan guru dan siswa SMA se Tanjung Selor.

“Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang pemimpin dapat berkembang secara fisik mental spiritual dan sosial, pemimpin tersebut menyadari kemampuannya dapat mengatasi tekanan dan dapat bekerja secara produktif serta mampu memberikan kontribusi untuk komunikasi,” ucap Kepala Dinkes Kaltara, H. Usman membaca kata sambutan Gubernur

Menurutnya, kesehatan jiwa sangat penting dijaga. Sama halnya dengan kesehatan fisik yang membuat pikiran menjadi positif sehingga tubuh akan berfungsi dengan baik secara emosional psikologi sosial dan mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku.

Diketahui kesehatan mental masih menjadi 10 penyakit yang menyebabkan beban tertinggi di seluruh dunia. Karena itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan rencana aksi Kesehatan Jiwa tahun 2020-2024.

Saat ini faktor penyebab masalah kejiwaan seperti depresi tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah menengah atas (SMA). Tapi telah menjalar hingga perguruan tinggi.

“Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan oleh seorang sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah kemudian dapat berupa kekerasan fisik herbal ataupun psikologis kemudian dapat berdampak negatif pada perkembangan anak baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan diperlukan sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan yang ada di Kaltara untuk memahami aspek medis. Tujuannya agar menolong anak dengan pencegahan dan penanganan bullying itu sendiri.

“Diharapkan menambah pengetahuan kita tentang pentingnya pencegahan dan penanganan bullying sejak awal, mampu mendeteksi gejala bullying pada anak kita dan lingkungannya, sehingga sosialiasi ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” pungkasnya.

(dkisp)

Wakil Bupati Nunukan Hadiri Acara Pemusnahan dan Hibah Hasil Penindakan KPPBC TMP C Nunukan

NUNUKAN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan (KPPBC TMP C Nunukan) melaksanakan Penyelesaian Barang Yang Menjadi Milik Negara Pemusnahan dan Hibah Hasil Penindakan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor KPPBC Nunukan, Selasa (7/11) dan dihadiri langsung oleh Dirjen Bea dan Cukai Askolani beserta rombongan, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, Unsur Forkopimda Kab. Nunukan, Kepala Bea Cukai Nunukan Dnaang Seno Bintoro, Kepala BP2MI Nunukan, Pimpinan Instansi Vertikal, Kepala BNN Nunukan, Pimpinan BANK, Sekretaris Dinas Sosial Kab. Nunukan.

Sesuai dengan pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai Community Protector yaitu melindungi masyarakat dari barang-barang yang dilarang. Bea dan Cukai Nunukan senantiasa melakukan upaya untuk mencegah terjadinya pelanggaran di bidang kepabean dan cukai. Bea Cukai Nunukan berkomitmen dalam upaya penegakan hukum dan pengamanan hak keuangan negara dengan mengawasi dan menekan peredaran barang-barang ilegal yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan perekonomian negara, kesehatan masyarakat, dan menjaga industri dalam negeri agar tetap kondusif.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Nunukan menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya Wabup Hanafiah tak lupa mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Dirjen Bea dan Cukai Askolani beserta rombongan di Kab. Nunukan.

Selanjutnya, Wabup Hanafiah menjelaskan bahwa Wilayah Nunukan hampir delapan puluh persen berada di perbatasan. Serta di perbatasan ini ada pintu-pintu masuk selain yang ada di Serudong, tetapi ada juga di Sebatik berupa PLBN yang sudah selesai namun operasionalnya masih belum bisa berjalan, di utara juga ada PLBN yang berada di Lumbis Pansiangan dan masih tahap pembangunan, dan PLBN yang belum selesai berada di wilayah barat di Long Midang Krayan.

“Persoalan di wilayah karyan sendiri bahwasannya TKDN kita menggunakan barang-barang dalam negeri, sementara di sana hanya bisa dilakukan dengan pesawat udara,tentu ini menjadi kesulitannya.”ujarnya.

Menurut Wabup Hanafiah, Persoalan yang terjadi sekarang terutama di Nunukan, barang-barang yang masuk dari pulau jawa agak sedikit bermasalah dengan transportasinya, karena kapal yang masuk dalam satu bulan hanya dua atau tiga kapal. Sehingga barang-barang kita sendiri tidak bisa mampu merajai pasar yang ada di Nunukan. Dan masih ada sebagian barang yang berasal dari negara tetangga, karena kondisi geografis yang berada di wilayah Nunukan.

Selain itu, Dirjen Bea dan Cukai Askolani juga menyampaikan sambutannya, Askolani mengatakan sangat penting bagi semua bahwa Bea Cukai sangat solit dan komit dalam melakukan pengawasan dan juga melakukan kegiatan pembangunan di wilayah Nunukan dan sekitarnya.

“Pada hari ini, kami bersyukur dari pihak Bea Cukai karena didukung oleh aparat penegak hukum yang ada disini bisa melakukan pemusnahan dan langkah penindakan berbagai barang-barang ilegal ada di wilayah Nunukan. Hari ini, minuman, rokok, ballpres, dan juga barang-barang lainnya, ini sesuai arahan Presiden untuk menjaga ekonomi kita dari barang-barang ilegal, pemasukan importasi, kemudian sangat mengganggu ekonomi dan industri kita.”ungkapnya.

Sementara itu, dalam Pers Rilis yang disampaikan oleh Kakanwil DDJBC Kalbagtim Kusuma Santi Wahyuningsih dikatakan bahwa Bea Cukai Nunukan menyerahkan hibah barang yang menjadi milik negara hasil dari 23 kali penindakan kepabeanan periode bulan Juni 222 hingga bulan Agustus 223 berupa 352 lembar karpet dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp.165.500.000,- dengan potensi kerugian negara dari bea masuk dan pajak dalam rangka impor sebesar Rp.118.181.000,-.

Selain Hibah, Bea Cukai Nunukan juga melaksanakan pemusnahan barang yang menjadi milik negara hasil penindakan berupa : 840 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berbagai merek dan ukuran. 108.916 batang rokok hasil tembakau berbagai merek. 15.921 pcs kosmetik dan obat berbagai merek dan ukuran. 117 koli ballpres yang berisi pakaian bekas dan sepatu bekas. Dan 9 bungkus barang lain tanpa dilengkapi ijin instansi terkait.

Barang-barang tersebut berasal dari 52 kali penindakan mulai dari bulan November 2022 sampai dengan Oktober 2023, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp.1.814.175.000,- dengan potensi kerugian negara sebesar Rp.686.028.000,-

Sebelum pelaksanaan pemusnahan barang ilegal, Dirjen Bea dan Cukai Askolani memberikan Piagam Apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kab. Nunukan, Dandim 0911 Nunukan, Kapolres Nunukan, Danlanal Nunukan, Danyon Satgas Pamtas RI-Malaysia Yon Arhanud 8/MBC atas sinergi dan bantuan dalam penegakan undang-undang kepabean dan cukai di wilayah Kabupaten Nunukan.

Dilajutkan dengan pemusnahan barang ilegal dan penandatangan berita acara hibah dan pemusnahan oleh Wakil Bupati Nunukan dan Usur Forkopimda Kab. Nunukan.

(PROKOMPIM)