Kaltara Masih Bertengger di 10 Provinsi dengan Inflasi Terendah 

TARAKAN – Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Perekonomian Setprov Kaltara, Syamsudin Bahri, S.T., M.AP secara daring mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2023 berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubenur Kaltara. Rapat itu dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Tito Karnavian.   

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) minggu ke 4 November 2023, Inflasi Provinsi Kalimantan Utara tercatat 2,45 persen Year on Year (yoy), 0,33 persen Month to Month (mtm) dan 1,93 persen Year to Date (ytd) dan masih bertengger dalam daftar 10 Provinsi Inflasi Terendah.

“Capaian inflasi Kaltara 2,45 persen lebih baik dan berada dibawah inflasi nasional 2,86 persen,” tuturnya.

Syamsudin menjelaskan hal ini dipengaruhi oleh 2 kota IHK (Indeks Harga Konsumen) yaitu Kota Tanjung Selor sebesar 1,95 persen (yoy), 0,37 (mtm) dan 1,76 (ytd) masuk peringkat 2 inflasi terendah di Pulau Kalimantan. Dan Kota Tarakan dengan capaian 2,58 persen, 0,32 persen (mtm) dan 1,98 persen (ytd) berada pada peringkat 7 dari 12 IHK.

Inflasi ini terjadi 3 faktor bidang Transportasi, Perawatan Pribadi/Jasa serta Makanan, Minuman dan Tembakau karena menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru)

Untuk Indikator Perubahan Harga Kaltara Non IHK, gabungan 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung tercatat inflasi sebesar 1,52 persen.

Inflasi di Bumi Benuanta tersebut dipengaruhi beberapa komoditas yang dominan terhadap perubahan harga yaitu Cabe Rawit sebesar 0,856 persen, kemudian Cabai Merah sebesar 0,5897 persen disusul beras 0,2092 persen.

Oleh karena itu, Syamsudin mengingatkan untuk semua pemangku jabatan agar terus memantau dan menyampaikan informasi dari semua komuditas sehingga inflasi bisa diatasi menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Kepada semua pihak yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah, untuk selalu berkoordinasi dan mencari solusi ketika ada kendala dengan cepat seperti arahan Mendagri,” pungkasnya.

(dkisp)

 

 

Wujudkan SDM Unggul, Pemprov Petakan Kompetensi ASN dengan CACT

TANJUNG SELOR – Staf Ahli bidang Aparatur, Pelayanan Publik, dan Kemasyarakatan, Syahrullah Mursalin mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara terus berupaya mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang unggul. Hal ini disampaikannya pada Pembukaan Pembekalan Penilaian Potensi dan Kompetensi di lingkungan Pemprov Kaltara tahap kedua tahun 2023, Senin (4/12).

Menurutnya, pembekalan penilaian potensi dan kompetensi dengan Computer Assisted Competency Test Badan Kepegawaian Negara (CACT-BKN) merupakan hasil dari implementasi sistem merit. Tujuannya, untuk mewujudkan SDM ASN yang unggul.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, pemerintah indonesia telah mencanangkan manajemen ASN berbasis sistem merit dengan mengedepankan manajemen talenta sebagai kegiatan prioritas,” terangnya.

Ia menjelaskan, sistem merit adalah sebuah pemerintahan yang dikelola oleh orang-orang yang diseleksi berbasis pada kemampuan atau kecakapan yang dimilikinya, yaitu kualifikasi, kompetensi, dan kualitas kinerja setiap pegawai.

Dalam pelaksanaannya, pengembangan talenta ASN menjadi keharusan untuk mewujudkan SDM yang kompeten dan berkualifikasi.

“Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melaksanakan sistem merit di instansi pemerintah yang sejalan dengan perkembangan manajemen SDM adalah pembangunan talent pool,” imbuhnya.

Ia berharap, seluruh ASN yang mengikuti kegiatan ini dapat mengikuti dengan serius dan sunggu-sungguh.

“Pahamilah dengan baik apa yang disampaikan oleh narasumber dan laksanakan tes dengan jujur dan objektif,” tutupnya.

Sebanyak 1.734 PNS pejabat administrasi dan jabatan fungsional umum di lingkungan Pemprov Kaltara mengikuti penilaian potensi dan kompetensi dengan CACT-BKN tahap II hingga 5 hari kedepan. Hadiri da;lam acara tersebut, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Jaini, Plt. BKD Andi Amriampa, dan Plt. Dishub Kaltara Andi Nasuha.

(dksip)

Datu Iqro : Perlu Ketelitian dalam Menyusun Renstra RPJMD

TANJUNG SELOR – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., meminta seluruh perangkat daerah agar menyusun Rencana Strategis (Renstra) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) secara teliti.

Ini disampaikannya saat memimpin secara langsung jalannya Apel Pagi Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN pada lingkup Pemprov Kaltara di Lapangan Agatis, Senin (4/12).

“Saya mengingatkan kembali untuk segera menyelesaikan Renstra RPJMD kita sesuai dengan edaran dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Provinsi Kaltara,”katanya.

Ia menjelaskan, Renstra nanti menjadi panduan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) di tiap tahunnya. Karena itu, diperlukan ketelitian dalam menyusunnya.

(dkisp)

Buka Konfercab PMII Kabupaten Nunukan ke III Tahun 2023, Apa Saja Pesan Bupati Laura ?

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid hadir membuka Konferensi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Nunukan ke III Tahun 2023.

Kegiatan bertema “Memperkuat Gerakan Organisasi Menuju Nunukan yang Berkemajuan” ini digelar di Gedung Aula Gabungan Dinas I Nunukan, Jl. Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan, Minggu (3/12).

Pembukaan Konfercab kali ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars PMII. Tampak turut hadir Kaban Kesbangpol Kabupaten Nunukan, Lanal Nunukan, Ketua Umum PCNU Kab. Nunukan, dan para peserta Konferensi Cabang III PMII Kab. Nunukan.

Bupati Laura menyampaikan ucapan selamat melaksanakan Konfercab Ke – III tahun 2023 kepada seluruh keluarga besar PMII kabupaten Nunukan.

Konfercab yang dilaksanakan secara rutin dan demokratis menunjukkan bahwa ada kestabilan dan soliditas di dalam kepengurusan PMII kabupaten nunukan sampai saat ini.

 

“Karena berdasarkan pengalaman selama ini, tidak sedikit organisasi, apalagi organisasi kepemudaan, yang tidak mampu menggelar agenda organisasinya secara rutin dan kontinyu karena tarik menarik kepentingan, dan karena alasan – alasan yang lain”, tutur Bupati.

Sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa di masa depan, menurut Bupati maka para pemuda dan mahasiswa harus menyadari bahwa regenerasi dalam sebuah organisasi adalah satu keniscayaan. Setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa pasti akan melahirkan pemimpinnya sendiri – sendiri. Maka Konfercab PMII kali ini juga harus bisa dimaknai sebagai satu siklus organisasi yang akan terus terjadi terus menerus.

Lanjut dikatakan Pengurus boleh datang dan pergi setiap saat, namun PMII tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai wadah pergerakan mahasiswa yang punya komitmen kuat terhadap nilai – nilai keislaman, kebangsaan, serta nilai – nilai ahlu sunah wal jamaah dalam bingkai keluarga besar Nahdatul Ulama.

“Percayalah, komitmen inilah yang telah membuat PMII mampu bertahan sampai hari ini. Dalam situasi, dimana mulai bermunculan kelompok – kelompok yang saling menonjolkan kelebihannya sendiri – sendiri, dan pada saat yang sama menihilkan kelompok lain yang tidak sejalan”, ujarnya.

 

Saat ini, lanjut Bupati berharap PMII bisa tampil menjadi benteng terhadap gerakan – gerakan yang hanya ingin menggerus nilai – nilai keislaman dan kebangsaan di tengah – tengah masyarakat. Kader – kader PMII di masa mendatang diharapkan bisa menjadi tokoh – tokoh dan aktivis Islam yang senantiasa peka terhadap isu – isu sosial, isu – isu yang terkait dengan kepentingan umat, serta keberlangsungan bangsa yang kita cintai.

“Sebagai organisasi pergerakan, PMII juga harus mampu bergerak maju dan memberi kontribusi nyata dalam proses pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat. Sumbangsih tenaga, maupun ide dan pikiran dari PMII sangat dibutuhkan untuk memastikan bangsa ini terus bergerak maju.
Saya berharap konfercab ke III tahun 2023 kali ini bisa berjalan dengan lancar, aman, kondusif, namun tetap dinamis. Siapapun yang nanti terpilih menjadi ketua dalam konfercab ini akan memikul tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah untuk menjaga komitmen – komitmen besar PMII”, tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Faisal Selaku Ketua PMII Cabang Nunukan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Nunukan, serta mendukung acara ini.

” Terima kasih atas kehadiran Bupati Nunukan, serta mendukung acara ini,
serta kepada panitia juga kami ucapkan terima kasih karena telah bekerja dengan baik untuk menyukseskan acara ini”, ujarnya.

Faisal berharap dalam Konfercab PMII ini, ketua terpilih dapat melanjutkan estafet pergerakan. Serta dapat melanjutkan semangat kolaborasi PMII Kab. Nunukan dengan berbagai pihak, dan dapat mengemban amanah dengan baik.

“Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah ikut serta mendukung dan mensukseskan agenda ini,” katanya.

Konfercab ini adalah agenda rutin yang selalu dilaksanakan untuk regenerasi kepemimpinan kedepan, setiap habis masa bakti kepengurusan akan dilaksanakan konferensi cabang serta dilanjutkan pada sidang kandidat. Tahun 2023 ini Konfrensi Cabang Ke-III Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) bertemakan “Memperkuat Gerakan Organisasi Munuju Nunukan yang Berkemajuan.

(PROKOMPIM)

Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara Gelar Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 Reguler

NUNUKAN- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemedikbudristek) dan Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara menyelenggarakan Lokakarya 7 “Panen Hasil Belajar” Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 8 Reguler Se Kab. Nunukan, yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Pendidikan Kab. Nunukan H. Tuwo yang mewakili Bupati Nunukan.

Program Pendidikan guru penggerak angkatan 8 ini berlangsung di ruang VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan , Minggu (3/12/).

Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 Kabupaten Nunukan kali ini mengambil tema “Panen Hasil Belajar. Hadir dalam Festival ini dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara, Tim Balai Guru Penggerak Provinsi Kaltara, Pengawas Sekolah Kab. Nunukan, Para Kepala Sekolah di Kab. Nunukan.

Setelah melalui pendidikan 6 bulan dengan metode pelatihan dalam jaringan (daring) serta tatap muka, lokakarya, dan pendampingan individu ditetapkan 15 peserta sebagai calon Pendidikan Guru Penggerak angkatan 8 Reguler, yang terdiri dari guru SD, SMP, dan SMA.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Dinas Pendidikan, Bupati menyampaikan pendidikan guru penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan.

Hasil yang ingin dicapai dari pembelajaran yang dilakukan kepada calon guru penggerak itu sendiri diantara adalah calon guru penggerak mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai – nilai tersebut dengan konteks pendidiakan lokal dan nasional saat ini, calon guru penggerak mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif, serta calon guru mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.

” Dengan melihat dan memahami definisi, serta tujuan yang ingin dicapai dari guru penggerak ini maka kita bisa memiliki gambaran sebuah mekanisme dan upaya dari pemerintah untuk mewujudkan guru yang semakin profesional, berkarakter pendidik, dan memiliki keinginan yang tinggi untuk menjadikan para murid yang semakin berkualitas”, ujar H. Tuwo membacakan sambutan Bupati.

Pemerintah daerah kabupaten Nunukan sendiri hingga saat ini terus menerus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas para pendidik yang ada di lingkungan pemerintah kabupaten Nunukan dengan berbagai macam program kegiatan yang bersifat pengayaan profesi.

 

Oleh karenanya, sambung H. Tuwo, pemerintah daerah menyambut baik apa yang dilakukan oleh Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara dengan menggelar lokakarya ini.

“Saya berharap segala program dan kegiatan, termasuk juga lokakarya ini benar – benar dilakukan untuk mewujudkan kualitas para pendidik yang mumpuni yang ke depannya adalah tercipta sebuah ekosistem pendidikan yang berkualitas yang tentunya muaranya adalah terwujudnya siswa siswi yang juga berkualitas juga”, Tambahnya.

Lanjut dikatakan Bupati memimpikan sebuah ekosistem pendidikan di wilayah Kalimantan Utara dan kabupaten Nunukan diisi oleh pelaku pelaku pendidikan yang benar – benar menyelami, membumi dan berkarakter. Apabila hal itu bisa terwujud “Saya percaya semua hal yang terkait dengan pendidikan formal atapun non formal yang akan diterima oleh masyarakat semakin baik dan berkesinambungan.

” Oleh karenanya saya mengajak mari kita bulatkan tekad bersama membangun daerah kita ini dimulai dengan meningkatkan kualitas dan profesionalisme para pendidiknya. Semoga apa yang kita lakukan ini benar benar bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten nunukan dalam rangka untuk mewujudkan generasi emas 2045.’, ujarnya.

(PROKOMPIM)